MARHABAN YA RAMADHAN

Agama Islam Bolehkan Wanita Berkarir, Jika...

Mtc Jumat, 22 Februari 2019 23:58 WIB
GOOGLE
Islam hadir untuk memuliakan wanita. Di tengah masa-masa sebelum Islam, kaum wanita benar-benar menjadi golongan terbelakang.
MATATELINGA: Islam  hadir untuk memuliakan wanita. Di tengah masa-masa sebelum Islam, kaum wanita benar-benar menjadi golongan terbelakang. Bahkan, masa sebelum Islam tak jarang terjadi pembunuhan terhadap bayi perempuan. Kini kaum Barat sering kali membenturkan ajaran Islam dengan kampanye kesetaraan gender bagi perempuan. Sedangkan, sejatinya seluruh ajaran Islam bukan menjadi hambatan dalam keseteraan gender namun tegas memuliakan wanita.



Sebelum Islam datang, hampir di seluruh negeri kaum jahiliyah seperti Yunani, Arab, hingga Romawi menganggap bahwa wanita hanya sebagai alat kesenangan yang dapat dijualbelikan bak barang. Hak waris serta harta benda pun tak dimiliki.

Allah berfirman dalam Q.S An-Nahl: 58,"Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu".

Hingga akhirnya agama Islam datang sebagai agama yang memuliakan wanita. Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu memusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaulah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."(QS. An Nisa: 19)

Pada ayat tersebut Allah jelas menegaskan bahwa wanita merupakan sebuah kebaikan yang jelas. Wanita dengan jelas disebutkan harus diperlakukan dengan baik tanpa paksakan.



Ustaz Jaiz Muslih, saat ditemui Solopos.com di kediamannya di Pasar Kliwon, Solo, belum lama ini, mengatakan bahwa agama Islam juga telah mengatur hak, kewajiban, yang jelas tujuannya sebagai upaya memuliakan kaum Hawa itu. Rasulullah bersabda, "Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada wanita." (H.R Tirmidzi)

"Wanita yang belum menikah wajib taat pada agama dan orang tuanya. Sedangkan yang telah menikah, ketaatan kepada orang tuanya digantikan dengan ketaatannya kepada suaminya," ujar pengajar di MTsN 1 Solo ini.

Menurutnya, dalam memuliakan wanita Islam telah mengatur hingga ke dalam hal detail seperti dalam hal berbusana. Hal itu untuk menjaga kehormatan dan meninggikan derajat wanita. Wanita juga diperintahkan untuk menjaga kehormatan kepada lelaki yang bukan suaminya dan tidak berbaur dengan lelaki lain yang bukan makhramnya. Bahkan, wanita juga dilarang menggunakan wangi-wangian saat keluar rumah.

Ia menambahkan Allah berfirman dalam Q.S Al-Ahzab: 59, "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Menurutnya, wanita juga telah diatur hak-haknya seperti wanita berhak dalam menuntut ilmu seperti para lelaki. Dikarenakan ilmu merupakan sebuah gerbang untuk menuju kehormatan dan pengetahuan untuk mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, wanita juga telah memiliki hak waris yang diatur dalam Alquran berbeda dengan zaman jahiliyah dimana wanita menjadi kaum terbelakang.

Ia menambahkan, dalam pandangan lama wanita dilarang keras bekerja untuk membantu suami dan hanya di rumah. Namun, apabila melihat sosok istri Nabi Muhammad, Aisyah merupakan pekerja yang cerdas dan cakap. Aisyah merupakan sosok sekretaris Rasul yang digunakan sebagai narasumber para sahabat dengan menjaga dan kehormatan dirinya.



Wanita yang telah menikah dibolehkan membantu suami dalam bekerja dengan dihitung amalan sadaqah. Namun, wanita saat membantu suami dalam bekerja juga mempertimbangkan lingkungan kerjanya. Pekerjaan baik dengan lingkungan baik yang mulia serta dapat menjaga kehormatannya. Namun, apabila dalam bekerja tidak berada dalam lingkungan yang baik maka lebih baik di rumah mencari ilmu untuk mendidik anak-anaknya. Atau apabila ingin membantu perekonomian dapat bekerja dengan mengikuti zaman seperti saat ini seperti berjualan secara online dengan berkewajiban menjaga kehormatan dirinya, suaminya, dan keluarganya. Bagaimana pun, kewajiban mencari nafkah adalah tugas seorang lelaki yang mampu.

(Mtc/Okz)
Editor: FJR

Sumber: Okezone

T#g:BerkarirBerkerjablibligaya hidupMatatelingaTerkiniTips wanita Isalam BerkarirWanita Islam
Komentar
Senin, 20 Mei 2019 18:15Berita Sumut

Edy Rahmayadi Bakal Pugar dan Renovasi Taman Makam Pahlawan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahyamadi bersama rombongan Forkopimda Sumut dan tokoh masyarakat mengadakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan SM Raja Medan, Senin (20/5), dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111

Senin, 20 Mei 2019 18:00Berita Sumut

Pertama Kali Kunker ke Gunungsitoli, Ijeck : Semoga Memberikan Manfaat Pada Masyarakat

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah melakukan kunjungan kerja ke Gunungsitoli, Senin (20/5). Wagub bertatap muka dan bersilahturahmi dengan Forkopimda dan OPD Pemko Gunungsitoli.

Senin, 20 Mei 2019 17:45Berita Sumut

Gelar Operasi Pekat, Jajaran Polda Sumut Ringkus 1.239 Tersangka

Selama pelaksanaan Operasi Pekat Toba mulai 3 sampai dengan 17 Mei, jajaran Polda Sumut berhasil mengungkap 870 kasus tindak pidana dengan 1.239 tersangka.

Senin, 20 Mei 2019 17:30Berita Sumut

Belasan Anggota Geng Motor Penyerang SMAN 5 Medan Diciduk Polisi

Belasan anggota geng motor yang menyerang dan merusak SMA Negeri 5 Medan pada Rabu (8/5/2019) lalu berhasil diciduk polisi. Total ada 12 orang yang diringkus, termasuk ketua komplotan geng motor yang bernama 234SC Medan Area.

Senin, 20 Mei 2019 17:15Berita Sumut

Masyarakat Diimbau Tetap Bersatu Setelah Pesta Demokrasi

Seluruh rakyat Indonesia diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan setelah pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019. Serta bersama-sama menunggu pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei 2019.

Senin, 20 Mei 2019 17:00Berita Sumut

Disisa Masa Jabatan, Irsal Fikri Dorong Pemko Medan Bangun Rumah Singgah bagi ODHA

Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk membangun Rumah Singgah khusus bagi Orang Dengan Penderita HIV/AIDS (ODHA). Terkait penganggaranya, DPRD Medan siap untuk mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Rumah Singgah tersebut.

Senin, 20 Mei 2019 16:45Berita Sumut

Edy Imbau Masyarakat Dewasa Sikapi Hasil Pemilu

Jelang pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei 2019 mendatang, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengimbau seluruh masyarakat Sumut agar dewasa menyikapi apapun yang menjadi hasil nantinya. Bagaimanapun, Sumut merupakan rumah bersama yang harus di

Senin, 20 Mei 2019 16:30Berita Sumut

Soal Pembatalan PBI BPJS, DPRD Wacanakan Interpelasi Walikota Medan

Terkait proses pembatalan 12 ribu warga Medan menjadi peserta Program Bantuan Iuran Badan Penyelanggaran Jaminan Sosial (PBI BPJS) Kesehatan, Komisi II DPRD Medan berencana melakukan hak interpelasi kepada Walikota Medan.

Senin, 20 Mei 2019 16:15Berita Sumut

Irup Harkitas, Plt Bupati Asahan Sampaikan Pesan Menkominfo

Plt Bupati Asahan H.Surya, BSc bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 111, Senin (20/5/2019) di halalaman kantor bupati Asahan.

Senin, 20 Mei 2019 16:00Berita Sumut

Wali Kota Sahur Bersama Ratusan Masyarakat di Masjid Al Amin

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH kembali melaksanakan Safari Subuh, Senin (20/5). Di dampingi Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM beserta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di ling

Senin, 20 Mei 2019 15:45Berita Sumut

Jadi Irup Harkitnas 2019, Gubsu Ajak Masyarakat Bangkitkan Semangat Gotong Royong

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 tahun 2019 menjadi momen bagi seluruh rakyat Indonesia untuk membangkitkan semangat persatuan dan gotong-royong. Hal itu penting dalam upaya mengisi pembangunan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indon

Senin, 20 Mei 2019 15:28Berita Sumut

Tanggapi Aksi 22 Mei, Polda Sumut : Masyarakat Jangan Resah, Kondisi di Sumut Kondusif

Polda Sumatera Utara memastikan kondisi di Sumatera Utara kondusif menjelang tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Polisi memberikan jaminan kenyamanan bagi warga yang beraktifitas.

Senin, 20 Mei 2019 15:00Berita Sumut

13.002 Personil Polri Disiagakan Saat Aksi 22 Mei di Medan

Polda Sumatera Utara mengerahkan 13.002 personil Polri untuk mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Fokus pengamanan akan dilakukan di Kantor Bawaslu dan KPU Sumut.

Senin, 20 Mei 2019 14:07Berita Sumut

Dukung Penyelenggara Pemilu, Mahasiswa di Medan Serahkan Seratus Ribu Tandatangan Untuk Bawaslu

Seratusan mahasiswa di Medan menggeruduk Kantor Bawaslu Sumut di Jalan Adam Malik, Senin (20/5/2019). Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumut Jaga Persatuan Indonesia ini menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang di

Senin, 20 Mei 2019 13:45Berita Sumut

Pao Ditemukan Tewas Membusuk dalam Rumah Penangkaran Walet

Seorang lelaki yang diketahui bernama Syahrial Sitorus alias Pao (23) warga jalan HOS.Cokroaminoto Kisaran, ditemukan tewas dalam kondisi sudah mulai menebarkan aroma tidak sedap, Senin (20/5/2019) sekira pukul 09.00 wib.

Senin, 20 Mei 2019 13:14Berita Sumut

Hampir 4 Tahun Sandang Level IV, Gunung Sinabung Turun Status

Status aktivitas Gunungapi Sinabung yang sejak tahun 2015 berpredikat level IV (Awas) diturunkan menjadi level III (Siaga). Penurunan status ini sebagaimana urat nomor 948/45/BGL.V/2019 dari Kementerian ESDM Badan Geologi.