• Home
  • Lifestyle
  • Atraksi Wisata ini, Selain Mengeksploitasi Juga Melanggar Hak Hidup Hewan

Atraksi Wisata ini, Selain Mengeksploitasi Juga Melanggar Hak Hidup Hewan

Fidel W Selasa, 10 Juli 2018 06:09 WIB
atraksi wisata yang mengeksploitasi hewan
MATATELINGA, Jakarta:  Sebagai salah satu negara yang menjadi tujuan para wisatawan dunia, Spanyol rupanya tidak lepas dari kritik para aktivis pecinta binatang. Pasalnya sebuah ajang bernama Pamploma bull run yang baru saja diselenggarakan, dinilai melanggengkan tradisi pembantaian.

Namun tak hanya di Spanyol saja, beberapa negara pun masih melaksanakan tradisi yang mengeksploitasi hewan atas nama pariwisata. Mengutip independent, berikut adalah lima atraksi yang sebaiknya dihindari.


1. Menunggangi gajah

Atraksi ini sangat tenar di benua Asia, Thailand adalah salah satu negara yang menyulapnya menjadi salah satu atraksi wisata. Padahal untuk menjinakkan gajah tidak jarang beberapa metode kekerasan harus dilakuan.

Mengutip Peta, sebuah organisasi yang fokus melundungi hak hidup hewan, gajah kerap mendapat perlakuan yang kejam seperti pemukulan dengan benda-benda yang keras agar kelak dapat mematuhi perintah sang pawang. Sehingga bisa disimpulkan gajah patuh karena akumulasi rasa sakit.

2. Berenang dengan lumba-lumba

Lumba-lumba memang dikenal sebagai hewan yang cerdas, sehingga banyak orang yang ingin bertemu secara langsung bahkan berenang bersamanya. Tapi berenang bersama lumba-lumba, apalagi di ajang pertunjukan lumba-lumba, tak lebih dari upaya melangsungkan penculikan mamalia cerdas ini.

Tidak banyak orang yang tahu jika lumba-lumba yang kerap dijadikan atraksi wisata itu melewati proses menyedihkan untuk dicap memukau. Ia dipisahkan dari keluarga, kemudian harus menjalani rangkaian latihan yang membuat mereka stres. Bahkan tak jarang lumba-lumba dicekoki obat-obatan untuk keperluan latihan.

3. Menghadapi hiu dengan kandang

Bertemu dengan puluhan ikan hiu di lautan lepas tentu bukan impian siapa-siapa. Namun beberapa operator pariwisata di afrika Selatan justru membuat paket berenang di tengah kerumunan ikan hiu, namun dilindungi dengan kandang.

Untuk memancing keganasan hiu, tak jarang mereka mengiat daging segar beserta lumuran darah. Hal inilah yang disinyalir memancing perilaku hiu dilautan menjadi semakin ganas.

4. Eksplorasi terumbu karang

Pemanasan global diketahui sebagai penyebab rusaknya terumbu karang, tapi ternyata tidak hanya itu saja. Kegiatan memancing yang berlebihan, beberapa zat di tabir surya, hingga kegiatan wisata yang tidak ramah alam bawah laut merupakan penyebab lainnya.

Belakangan ini kegiatan wisata yang mengeksplorasi alam bawah laut menjadi semakin marak, namun tidak jarang para pelaku justru menyumbang kerusakan terhadap ekosistem. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan ketidakpedulian para wisatawan.

5. Menyantap hewan tertentu

Kuliner adalah salah satu unsur penting dalam berwisata. Hampir sebuah keharusan untuk menicicipi kuliner khas jika setiap mengunjungi sebuah daerah baru.

Namun sayangnya, tidak jarang hal itu berbenturan dengan etika dan hak hidup hewan. Contohnya adalah sajian sirip ikan hiu, telur penyu, dan masih banyak lagi. Meskipun ada beberapa sajian kuliner yang tidak menyertakan hewan yang dilindungi atau eksotis ke dalam menunya, namun dinilai melanggar hak hidup hewan. Seperti festival makan anjing di China.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Terkiniatraksi wisataEksploitasieksploitasi hewanhak hidup hewan
loading...
Loading...
Komentar
Senin, 16 Jul 2018 13:28Berita Sumut

Pemko Medan Harus Tegas Soal Revitalisasi Pasar Timah

Pemko Medan diminta tegas untuk menyikapi persoalan revitalisasi Pasar tradisional di kota Medan. Contohnya revitalisasi kasus Pasar Timah yang saat ini terbengkalai akibat ketidaktegasan Pemko Medan.

Senin, 16 Jul 2018 13:14Berita Sumut

Tim Surveyor Verifikasi KARS Kunjungi RSUD Djoelham Binjai

Tim surveyor verifikasi akreditasi rumah sakit versi 2012, yang diketuai oleh dr Tumpal Simatupang Sp.OG (K) mengunjungi RSUD Djoelham Binjai.

Senin, 16 Jul 2018 12:51Berita Sumut

Viral di Medsos, Ternyata Kabar Anak yang Jadi Korban Begal Adalah Hoax

Beberapa hari ini, warga Medan dihebohkan dengan beredarnya kabar di media sosial baik Facebook maupun broadcast di WhatsApp tentang terjadinya aksi begal di wilayah Sunggal, Medan, yang menelan korban meninggal dunia.

Senin, 16 Jul 2018 09:59Internasional

Aleppo Diterjang Rudal, Suriah Tuding Israel Sebagai Biang Keladi

Suriah menuding Israel menembakkan rudal ke salah satu situs militer di dekat bandara Nairab yang terletak di pinggiran kota Aleppo pada Minggu (15/7).

Senin, 16 Jul 2018 09:53Internasional

Demo Ricuh Akibat Harga BBM Melonjak, PM Haiti Pilih Undur Diri

Perdana Menteri Haiti, Jack Guy Lafontant, mengundurkan diri pada Sabtu (15/7), di tengah protes terkait pengurangan subsidi bahan bakar.

Senin, 16 Jul 2018 07:58Internasional

7 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Afghanistan

Seseorang meledakkan bom bunuh diri di depan kantor Kementerian Pembangunan Pedesaan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/7). Bom tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai belasan orang.

Senin, 16 Jul 2018 07:53Ekonomi

Ekspektasi Surplus Neraca Perdagangan Diperkirakan Dapat Perkuat IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (16/7) diperkirakan bakal kembali menguat ditopang ekspektasi surplusnya neraca perdagangan Juni 2018 yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Senin, 16 Jul 2018 07:45Ekonomi

BEI Masih Berharap Freeport Lempar Saham Ke Publik

Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap PT Freeport Indonesia (PTFI) menawarkan sahamnya ke publik usai mayoritas kepemilikannya resmi dikuasai pemerintah. Dengan menjadi perusahaan publik, tata kelola Freeport Indonesia diharapkan lebih baik.

Senin, 16 Jul 2018 07:26Ekonomi

Jokowi Minta Rest Area Jalan Tol Hanya Menjual Merek Lokal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tempat-tempat peristirahatan (rest area) di jalan tol tak dipenuhi oleh merek-merek asing. Jokowi ingin rest area diisi oleh merek-merek lokal.Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tempat-tempat peristirahatan (rest a

Senin, 16 Jul 2018 07:13Nasional

Dirikan Kantor Polisi Bersama Indonesia-China di Ketapang, Jabatan AKB Sunario Dicopot

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menyoroti fenomena Kantor Polisi Bersama yang dijalin dalam kerja sama Polres Ketapang, Kalimantan Barat dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (China) Provinsi Jiangzu Resor

Senin, 16 Jul 2018 07:04Nasional

Rumah Dirut PLN Sofyan Basir Digeledah KPK, Tiga Bundel Dokuman Dibawa Serta

Penyidik KPK menyita sejumlah berkas dan tumpukan dokumen dari rumah Dirut PLN Sofyan Basir, Minggu (15/7).

Senin, 16 Jul 2018 07:03Bola

Skuat Relatif Muda, Rata Rata usia 26,03 tahun

Dengan skuat relatif muda, rata-rata usia 26,03 tahun, Prancis tampil sebagai juara Piala Dunia 2018. Les Bleus menang 4-2 atas Kroasia dalam pertandingan final di Luzhniki Stadium

Senin, 16 Jul 2018 06:52Berita Sumut

Penyelundupan 5,297 KG Sabu-Sabu di Perairan Asahan Sumut di Gagalkan

Kali ini Tim First Fleet Quick Respons (FFQR) Lanal Tanjung Balai Asahan berhasil menangkap dan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 5 bungkus atau seberat 5,297 kg dari sebuah kapal motor tanpa nama dan tanpa dokumen di Tanjung Ber

Senin, 16 Jul 2018 06:42Bola

Prancis Meluapkan Kegembiraannya, Selaku Juara Piala Dunia

Prancis unggul cepat di laga ini setelah Mario Mandzukic bikin gol bunuh diri di menit 18. Namun Kroasia bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Ivan Parisic. Penalti Antoine Griezmann membuat Prancis kembali unggul 2-1 saat turun minum

Senin, 16 Jul 2018 06:30Nasional

Karena Sugito, Massa Bantai 292 Buaya di Sorong

Sugito, pria asal Jawa yang dalam kesehariannya bekerja sebagai pembuat tahu, meregang nyawa usai diterkam buaya di Jalan Bandara SP-1, Kelurahan Klamalu, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Senin, 16 Jul 2018 06:17Lifestyle

Jangan Heran Bila Melihat Perempuan Lebih Sering Bersosialisasi. Karena...

Bila Anda, para pria, jangan heran bila mendapati kekasih dan perempuan lain terlihat lebih sering bersama teman atau sahabat hingga berjam-jam. Secara ilmiah, perempuan memang lebih butuh bersosialisasi dibanding pria.