• Home
  • Lifestyle
  • Bagaimana Mengontrol Kejenuhan Anak-anak Saat Ikut Mudik? Ini Dia Jawabannya

Bagaimana Mengontrol Kejenuhan Anak-anak Saat Ikut Mudik? Ini Dia Jawabannya

Fidel W Senin, 11 Juni 2018 11:45 WIB
orang tua bisa menyiapkan diri dan menyiapkan anak-anak mereka untuk mudik / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Momen lebaran kerap terasa lebih hangat dan penuh suka cita kala dirayakan bersama orang-orang terkasih. Hal ini membuat tradisi mudik tak bisa dielakkan meski anak usianya masih kecil untuk melakukan perjalanan jauh.

Akan tetapi, hal ini tak akan jadi soal jika orang tua bisa menyiapkan diri dan menyiapkan anak-anak mereka untuk mudik. Dari mulai pemilihan moda transportasi yang nyaman, bekal makanan dan mainan, hingga pilihan perjalanan malam hari bisa jadi pilihan.

Dirangkum dari beragam sumber, berikut tips-tips yang bisa diaplikasikan agar mudik nyaman dan anak tidak rewel.


1. Pilih moda transportasi yang nyaman

Pertimbangan pertama mengajak anak mudik adalah pilihan moda transportasi. Jika memilih transportasi umum, maka pastikan ia memiliki ruang yang cukup lapang, misalnya bus atau kereta. Ruang yang lapang dan lega membuat anak nyaman bergerak atau juga bisa dimanfaatkan orang tua untuk menenangkan anak jika rewel.

Sebaiknya orang tua tidak mengajak anak mudik dengan sepeda motor. Paparan sinar matahari, debu dan polusi membuat anak mudah sakit.

2. Perjalanan di malam hari

Anak mudah terlelap saat malam hari, sehingga pilihan waktu perjalanan malam disarankan demi menghindari rewel. Strategi ini juga bisa dipakai jika mudik menggunakan mobil pribadi. Orang tua dapat fokus menyetir tanpa gangguan suara teriakan atau tangisan anak.

3. Siapkan mainan

Perjalanan panjang membuat anak cepat bosan dan rentan rewel. Oleh karena itu sebaiknya siapkan mainan favoritnya agar perhatiannya teralihkan. Selain itu orang tua juga harus kreatif dengan mengajaknya bermain.

Lagu favorit anak pun dapat diputar di dalam mobil sehingga ia senang dalam perjalanan. Bahkan orang tua dapat mengajak anak menyanyi agar perjalanan tidak membosankan.

4. Sediakan camilan

Tak jarang anak rewel akibat rasa lapar, tapi kondisi tidak memungkinkan untuk makan makanan berat. Siapkan camilan kesukaannya agar ia tetap mendapat asupan makanan. Hindari makanan berat karena ia dapat menyebabkan mual atau mabuk perjalanan.

5. Penuhi kebutuhan fisiologis

Saat camilan atau mainan tidak mampu mengatasi rewel, maka orang tua harus tahu penyebabnya dengan aktif bertanya pada anak. Rewel bisa disebabkan ingin buang air besar atau buang air kecil.

Bagi yang membawa kendaraan pribadi, maka sebaiknya rutin mengambil waktu untuk istirahat. Anak bisa saja rewel karena merasa lelah dengan posisi duduk selama berjam-jam.

6. Beri kenyamanan saat berada di transportasi umum

Pilihan moda transportasi umum kadang membuat anak rewel. Bukan soal transportasi yang tak nyaman atau bosan melainkan karena anak merasa takut dengan orang asing di sekitarnya.

Berikan rasa nyaman pada anak, ajak ia mengobrol atau tunjukkan pemandangan lewat jendela kendaraan selama perjalanan. Ciptakan suasana bahwa perjalanan dengan kendaraan umum itu menyenangkan.

7. Jauhi stres

Orang tua yang stres dapat memengaruhi anak sehingga anak rewel. Biasanya tekanan berlebih atau stres kerap dirasakan orang tua karena rasa khawatir berlebih. Oleh karenanya, disarankan agar melakukan persiapan ekstra dalam penturan perjalanan demi meredam stres, serta lebih santai saat mudik agar sama-sama bisa menikmati perjalanan bersama.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:anak-anaklebaranMudiktips
Komentar
Selasa, 23 Okt 2018 20:19Berita Sumut

Buntut Pembakaran Bendera Tauhid, GNPF Sumut Dukung Pembubaran Banser

Lantaran anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafadz tauhid bertepatan di Hari Santri di Garut pada Minggu (21/10), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumate

Selasa, 23 Okt 2018 18:30Berita Sumut

Oknum Polisi Penista Agama Diserahkan Ke Kejari Asahan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan menerima pelimpahan tahap dua berupa tersangka dan barang bukti kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad melalui akun media sosial (medsos) Facebook dengan tersangka Aipda Saperio Sahputra Perangin-angin Pinem (4

Selasa, 23 Okt 2018 18:10Nasional

TNI Bersihkan Area Likuifaksi di Balaroa

Kegiatan clearing lokasi di Balaroa bertujuan untuk menghilangkan rasa trauma masyarakat, karena kalau kita biarkan rumah-rumah masih hancur, masyarakat yang datang untuk melihat akan merasa trauma berkepanjangan.

Selasa, 23 Okt 2018 17:55Berita Sumut

Walikota Medan Diharapkan Dukung Pedagang Pasar Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis, minta dukungan penuh Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi agar seluruh tenaga kerja baik formal maupun informal yang ada di Kota Medan pes

Selasa, 23 Okt 2018 17:30Berita Sumut

Ijeck Minta Target 10.500 Hektar Peremajaan Perkebunan Sawit Rakyat Terwujud

Target peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018 seluas 10.500 hektar diharapkan segera terealisasi. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder terkait diminta bersinergi dan berkolaborasi melakukan upaya per

Selasa, 23 Okt 2018 17:07Berita Sumut

Poldasu Secepatnya Limpahkan Sukran Tanjung ke Jaksa

Kasus Sukron J Tanjung yang ditangani oleh Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Sebab, berkas mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) itu telah dinyatakan lengkap (P-21).

Selasa, 23 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Kendalikan Peredaran Narkoba, Napi Lapas Tanjung Gusta Dihukum Mati

Egah Halim, narapidan Lapas Tanjung Gusta Medan diganjar pidana mati dari majelis hakim PN Medan. Ia terbukti mengendalikan narkotika jenis pil ekstasi dari dalam Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan.

Selasa, 23 Okt 2018 16:59Nasional

TNI Gelar Lomba Menggambar Bagi Anak-Anak Pengungsi Sulteng

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC) Kodam XIV/Hasanuddin dipimpin Lettu Inf Sahang dan Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad dipimpin Kapten Inf Nur Cahyo, men

Selasa, 23 Okt 2018 16:54Nasional

TNI Bantu Bangun Rumah Warga di Desa Senayan Sumbawa Barat

Pasca bencana gempa berkekuatan 7.0 skala richter pada 5 Agustus 2018 lalu, tidak hanya menghancurkan bangunan maupun infrastruktur yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, namun juga sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat ikut terkena da

Selasa, 23 Okt 2018 16:44Berita Sumut

PNS TNI Wilayah Medan Ikut Ujian Dinas dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat

Sebanyak 56 orang PNS TNI Wilayah Medan mengikuti seleksi Ujian Dinas Tk I dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tingkat Sarjana di Aula Transito Ajendam Jalan Abdul Manaf Lubis, Gaperta Medan

Selasa, 23 Okt 2018 16:36Berita Sumut

Istri Seharusnya Disayangi, Oknum PNS Dinas Kehutanan Sumut Malah Menganiaya

Unit Reskrim Polsek Patumbak melakukan penangkapan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kehutanan Sumut, berinisial ND ,54, warga Jalan Bajak V Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas.

Selasa, 23 Okt 2018 16:20Berita Sumut

Hubungan Kerjasama Jepang dan Sumut Diharapkan Meningkat

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah berharap kerjasama antara Jepang dan Sumut akan terus meningkat di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan teknologi. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri acara 60 Tahun Hubungan Diplomati

Selasa, 23 Okt 2018 16:00Berita Sumut

Polisi Tahan Penyimpan Senpi Tersangka Pembunuh Satu Keluarga din Tanjung Morawa

Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap tersangka ke 4 pelaku pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa terhadap Manager PT Domas bernama Muhajir ,49,, istrinya Suniati ,50, dan anaknya Solihin ,12, warga Gang Rasmi, Dusun III Tanjung Morawa, pada Sela

Selasa, 23 Okt 2018 15:45Bola

PSSI AKhirnya Tunjuk Bima Sakti Latih Timnas

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya memutuskan tidak lagi memakai jasa Luis Milla untuk melatih Timnas sepakbola Indonesia. Keputusan ini dibuat karena pelatih berkebangsaan Spanyol ini tak kunjung datang untuk perpanjangan kontrak.

Selasa, 23 Okt 2018 15:30Berita Sumut

Wali Kota Gelar Jamuan Makan Malam Dengan Peserta Bulan PRB

Wali Kota Gelar Jamuan Makan Malam Dengan Peserta Bulan PRB

Selasa, 23 Okt 2018 15:15Berita Sumut

Gubernur Edy Lepas Pemberangkatan 2000 ton Bantuan Logistik Korban Bencana Alam Sulawesi Tengah

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadi Pembina Apel Siap Siaga Bencana dan Pemberangkatan Logistik 2000 ton bantuan masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (23/1