• Home
  • Lifestyle
  • Cegah Keinginan Bunuh Diri dengan Mencermati Tanda-tanda Ini

Cegah Keinginan Bunuh Diri dengan Mencermati Tanda-tanda Ini

Fidel W Selasa, 11 September 2018 12:50 WIB
Cegah Keinginan Bunuh Diri dengan Mencermati Tanda-tanda Ini / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Usia remaja adalah fase ketika seseorang mengalami masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Wajar jika dalam fase ini remaja kerap berperilaku aneh. Dalam fase ini, jiwa remaja bakal 'bergejolak'.


'Gejolak' itu biasanya didasari oleh berbagai hal, baik dari faktor internal maupun eksternal. Hal-hal tersebut bakal memengaruhi kemampuan remaja dalam memecahkan masalah menjadi lebih buruk.

Ketidakmampuan memecahkan masalah itu membuat tak sedikit remaja yang berakhir dengan percobaan bunuh diri. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa bunuh diri menjadi penyebab kematian kedua tertinggi pada remaja usia 15-29 tahun.


Hari Senin (10/9/2018), warga dunia memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri. Momen ini diperingati saban tahun untuk menyadarkan publik bahwa keinginan bunuh diri dapat dicegah.

Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan mengetahui sederet gejala bunuh diri pada remaja. Melansir CBS News, American Academy of Pediatrics bersama dengan Kepala Divisi Psikiatri Anak dan Remaja di NorthShore University, dr Benjamin Shain menyebutkan ada 15 tanda keinginan bunuh diri pada remaja yang perlu diperhatikan orangtua dan lingkungan sekitar.

1. Mudah tersinggung

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika remaja menjadi lebih mudah tersinggung. Perasaan tersinggung bakal berujung pada rasa stres dan menyebabkan remaja melakukan tindakan yang merugikan mereka.

Tanda ini menjadi 'bendera merah' bagi orang-orang di sekitar, khususnya para orangtua. Saat tanda ini muncul, orangtua dan lingkungan sekitar perlu memberikan perhatian lebih pada remaja.

2. Malas


Remaja yang berisiko untuk memiliki pikiran bunuh diri biasanya lebih tak peduli pada dirinya sendiri. Dia tak akan memperhatikan kebersihan diri dan mengubah penampilan secara drastis dengan lebih berantakan.

3. Masalah tanpa jalan keluar

Remaja yang memiliki masalahan tanpa jalan keluar patut diwaspadai. Sederet persoalan seperti hamil di luar nikah, putus dengan pacar, atau menghadapi perundungan di sekolah bisa meningkatkan risiko bunuh diri pada seorang remaja.

4. Berontak tanpa sebab

Ketika seorang remaja mendadak kerap memberontak dan melawan aturan hingga melewati batas, orangtua patus khawatir. Apalagi jika tindakan yang dilakukan sampai mengganggu kenyamanan orang lain di sekitarnya.

5. Melarikan diri

Remaja yang melarikan diri dari rumah akibat stres juga perlu diperhatikan. Shain menyebut bahwa anak-anak tunawisma memiliki kecenderungan bunuh diri yang lebih tinggi.

6. Merasa tidak berharga

Sejumlah perasaan seperti merasa tidak diakui dan tidak dianggap oleh keluarga atau kelompok tertentu bisa mendorong keinginan bunuh diri pada remaja.

7. Menulis tentang kematian

Menulis tentang kematian umum terjadi pada remaja dengan pikiran bunuh diri. Gejala ini biasanya muncul akibat faktor internal dan eksternal.

8. Percobaan bunuh diri

Remaja yang pernah melakukan percobaan bunuh diri tapi gagal berisiko untuk kembali melakoni aksi yang sama. Risiko ini akan lebih tinggi jika akar permasalahan tidak diselesaikan dengan baik.

9. Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Penggunaan narkoba dan alkohol merupakan salah satu faktor risiko kasus bunuh diri. Kebiasaan mengonsumsi alkohol dan narkoba menandai perilaku menyimpang remaja.

10. Menyendiri

Menjauhkan diri dari lingkungan sosial menandai gangguan mental yang terjadi pada seseorang. Perilaku menyendiri pada remaja menjadi salah satu sinyal kemungkinan bunuh diri.

11. Keluhan sakit fisik

Rasa sakit secara fisik bisa menjadi indikator gangguan kecemasan dan depresi. Gangguan fisik diakibatkan oleh rasa cemas dalam pikiran. Masalah yang tidak teratasi membuat tubuh menjadi kurang baik.

12. Bercanda tentang bunuh diri

Remaja yang kerap berbicara tentang bunuh diri atau bahkan bercanda tentangnya perlu ditangani dengan serius. Pasalnya, bercanda tentang hal tersebut bisa jadi penanda mental seorang remaja tengah terganggu.

13. Merasa bosan

Rasa bosan dan tak mampu berkonsentrasi menjadi indikator penyalahgunaan obat terlarang. Kebosanan juga bisa menjadi gejala depresi, yang ujung-ujungnya juga bakal memicu keinginan bunuh diri pada remaja.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:MatatelingaMedanSumutTerkinibunuh diricegah bunuh diritanda-tanda bunuh diritanda tanda bunuh diri
Komentar
Jumat, 19 Apr 2019 21:56Berita Sumut

Beredar Lagi Video Kecurangan Pemilu di Tapteng, Bawaslu akan Hitung Ulang Suara

Setelah beredarnya video kecurangan proses Pemilihan Umum di Kabupaten Tapanuli Tengah, warganet kembali dihebohkan dengan video lainnya yang terjadi di kecamatan yang berbeda.

Jumat, 19 Apr 2019 21:15Nasional

Jokowi-Ma'ruf 54,99% dan Prabowo-Sandi 45,01% di Real Count KPU 3%

Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperbaharui perolehan suara Pilpres 2019. Setidaknya, hingga pukul 19.45 WIB

Jumat, 19 Apr 2019 21:00Nasional

Pasca Keluarkan "Surat Cinta" BPN Tepis Isu Perpecahan Dengan SBY

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade

Jumat, 19 Apr 2019 20:45Berita Sumut

Ikut Amankan Pemilu 2019, Kapolres Binjai Ucapkan Terimakasih Kepada Masyarakat

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengucapkan terimakasih kepada masyarakat

Jumat, 19 Apr 2019 20:30Nasional

Diperiksa Tim Dokter, Begini Kondisi Sandiga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiga Uno memeriksa kondisi kesehatannya

Jumat, 19 Apr 2019 20:15Bola

Kepindahan Eden Hazard Tinggal Menghitung Hari

Real Madrid tampaknya sebentar lagi bakal mengumumkan kedatangan satu pemain bintang di bursa transfer musim panas 2019 nanti

Jumat, 19 Apr 2019 20:00Internasional

Siswi Bangladesh Dibakar Hidup-Hidup Usai Laporkan Pelecehan Seksual

Nusrat Jahan Rafi, seorang remaja berusia 19 tahun tewas pada 10 April, lima hari setelah dia disiram bensin

Jumat, 19 Apr 2019 18:50Berita Sumut

Kodam I/BB Apresiasi Serka Nur Habibah Lubis Sebagai Babinsa Kowad Pertama di Jajaran Korem 032/Wbr

Kodam I/Bukit Barisan memberikan apresiasinya kepada Sersan Kepala Nur Habibah Lubis yang merupakan Bintara Pembina Desa (Bibinsa)

Jumat, 19 Apr 2019 17:35Berita Sumut

Kapolda: Terimakasih Warga Sumatera Utara

Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 17 April kemarin, telah berlangsung dengan damai dan kondusif. Bahkan, antusias masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi tersebut, juga terbilang begitu tinggi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:30Nasional

Prabowo Subianto Dapat Hadiah dari Para Habaib & Kiyai

Dalam acara sujud syukur kemenangan terdapat sebuah ucapan yang menarik dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto

Jumat, 19 Apr 2019 17:26Berita Sumut

Berkumpul di Mesjid Al-Jihad, Ribuan Warga Sumut Gelar Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandi

Ribuan warga Sumatera Utara memadati Mesjid Al-Jihad Jalan Abdullah Lubis Medan seusai menggelar Ibadah Shalat Jumat, (19/4/2019). Mereka berkumpul dalam rangka syukuran atas kemenangan Prabowo-Sandi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:15Nasional

Jokowi Ingin Bertemu Prabowo!

PDI Perjuangan (PDIP) mengapresiasi langkah calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)

Jumat, 19 Apr 2019 17:00Nasional

Tabung Gas 3 Kg Kembali Meledak, 4 Tukang Bakso Jadi Korbannya

Empat orang menjadi korban gas melon berukuran tiga kilogram, yang alami kebocoran di salah satu rumah kontrakan di Jalan Cigelereng, Kota Bandung, pada Jum'at (19/4/2019).

Jumat, 19 Apr 2019 16:45Ekonomi

5 Blok Migas di Lelang

Pemerintah melelang lima wilayah kerja (WK) migas konvensional tahap I 2019. Sejak dibuka tanggal 21 Februari 2019 lalu

Jumat, 19 Apr 2019 16:30Internasional

Pria ini Rela Potong Jarinya Usai Salah Pilih Partai

Seorang peserta pemilihan umum di India mengatakan bahwa dia telah memotong jari telunjuknya setelah menyadari dia telah memberikan suaranya kepada partai politik yang salah.

Jumat, 19 Apr 2019 16:15Nasional

Real Count Hanya untuk Publikasi, Bukan Hasil Pemilu, Tegas KPU!

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menegaskan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) atau real count KPU