Ini Sederet Penyakit yang Mengintai Caleg Gagal

Mtc Rabu, 17 April 2019 16:15 WIB
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA: Pasca Pemilu 2019, beberapa pihak akan melangsungkan perhitungan cepat dan memastikan semua surat suara telah dihitung dengan benar. Sebagian masyarakat lainnya mengawal terus proses perhitungan surat suara agar tidak ada kecurangan atau tindakan pidana yang terjadi.



Di sisi lain, mereka para calon legislatif (Caleg) ketar-ketir, menungu nasib mereka ke depannya yang hanya ditentukan beberapa waktu menyoblos. Mereka was-was; Lanjut menjabat atau semua angan dan mimpi mesti dikubur dalam-dalam.

Fenomena ini tampaknya selalu ada di lini masyarakat kita. Harapan yang terlalu tinggi membuat seseorang menaruh standar yang tinggi juga dan ketika itu semua tak dapat dicapai, stres dan depresi menjadi akhirnya. Kondisi ini tentu bisa diminimalisir bahkan bisa dikendalikan, tentunya dengan penanganan dan sikap yang tepat.

Dokter Ari Fahrial Syam, SpPD, coba menguliti fenomena khas ini. Dalam pandangannya, di Pemilu 2019 ini akan tetap ada Caleg yang akan mengalami depresi, terkait dengan jumlah tentu dia tak dapat memprediksinya.

Depresi yang dialami pun bisa dalam beberapa tingkatan, mulai dari ringan hingga berat atau yang biasa disebut psikosis akut.

"Alasan kondisi ini muncul tentu karena kekecewaan yang begitu besar. Itu kenapa RSUD dan RS Jiwa juga sudah mengantisipasi lonjakan pasien gangguan jiwa pasca-Pemilu ini," terangnya pada wartawan, Rabu (17/4/2019).



Perlu Anda ketahui, untuk ajang demokrasi tahun 2019 ini, ada 245.106 caleg DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Mereka hanya memperebutkan 10 persen kursi. Artinya akan ada 200.000 orang gagal dan pastinya kecewa karena tidak berhasil menjadi anggota dewan.

Hal menarik lainnya ialah dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU), hampir 3.000-an caleg tersebut menyebut tidak punya atau belum punya pekerjaan. Walau mungkin saja sebagian besar juga sudah siap kalah.

Perjalanan panjang pun juga sudah dilalui oleh para caleg untuk menjadi caleg. Misalnya saja caleg yang harus keluar dari perkerjaannya karena merasa kans besar untuk menjadi anggota legislatif, dan mencoba peruntungan untuk bisa menjadi anggota legislatif.

Selain para caleg, keluarga, politisi, para penyandang dana para caleg, juga akan menunggu harap-harap cemas apakah mereka, keluarga mereka, caleg yang mereka usung dapat berhasil. Dana yang cukup besar terus dikeluarkan selama masa kampanye merupakan salah satu faktor stress tersendiri.

Belum lagi, jika uang tersebut didapat melalui pinjaman uang, baik melalui kantor penggadaian atau bank atau bahkan melalui rentenir. Rumah, tanah atau aset lain mungkin sudah jadi jaminan dari proses utang piutang ini.



"Aset ini akan tersita jika mereka tidak bisa mengembalikan dana pinjaman tersebut. Kondisi ini jelas berpotensial untuk menimbulkan kekecewaan dan stress yang cukup berat apalagi juga rumah tangga berantakan akibat kondisi ini," ungkap dokter Ari.

Selain itu, gangguan seksual, ganguan buang air kecil, obesitas, kehilangan daya ingat, infertilitas, masalah tiroid (gondok), penyakit autoimun, asma bronkiale, serta sindrom usus iritabel (irritable bowel syndrome/IBS).

Oleh karena itu, dr Ari menyarankan untuk pasrah siap kalah dan siap menang. Selalu dekat dengan yang Maha Kuasa. Siap menanggung dampak kekalahan seperti rasa malu yang akan memperburuk rasa stress tadi. Usahakan untuk tetap tidur dan makan teratur.

"Syukur-syukur masih tetap berolah raga. Hindari rokok, minum alkohol dan suplemen yang dampak memperburuk keadaan. Dampak stress akan bertambah buruk saat kita kelelahan. Keluarga harus selalu mendampingi dan tetap memberi semangat bagi caleg yang gagal karena memang kans untuk jadi caleg itu memang kecil," sambungnya.

Kondisi yang terjadi ini juga harus dipahami oleh dokter-dokter yang bekerja di poliklinik baik pada praktek pribadi maupun di rumah sakit. Selain mengobati fisik juga turut memperhatikan masalah psikis pasien-pasien akibat dampak Pemilu ini.



"Apa yang sedang terjadi ini adalah permainan dunia dan selalu ada yang menang dan kalah, yang penting adalah kita siap menerima kedua kemungkinan tersebut. Tetap pasrah dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa karena semua sudah ada jalannya," pungkas Dokter Ari.

Belajar dari pengalaman pemilu 2009 dan 2014, di mana terjadi peningkatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akibat Pemilu, ganggun jiwa yang terjadi mulai dari depresi, psikosis, bahkan bunuh diri (tentamen suicide).

Gangguan jiwa yang terjadi bisa ringan sampai berat. Mulai dari sakit kepala, susah tidur atau nafsu makan menurun. Lalu, gangguan jiwa juga bisa berupa depresi sampai yang berat seperti psikosis akut.

Gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor psikis ini selanjutnya sering disebut sebagai gangguan psikosomatik. Gangguan kesehatan ini sering dialami karena seseorang stress.

Gangguan psikosomatik terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan saraf otonom, sistim-hormonal tubuh, gangguan organ-organ tubuh serta sistim pertahanan tubuh. Berbagai kelainan organ yang terjadi dapat dihubungkan dengan faktor-faktor yang menyebabkan kelainan organ tersebut.

Berbagai keluhan yang dapat timbul saat seseorang mengalami stress antara lain sakit kepala, pusing melayang, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung dan otot terasa kaku, banyak keringat terutama pada ujung-ujung jari tangan dan kaki.



Selain itu, ujung-ujung jari tangan dan kaki terasa dingin, gatal-gatal pada kulit tanpa sebab yang jelas. Mereka juga bisa mengalami nyeri dada, nyeri ulu hati, mual, perut kembung dan begah serta diare. Gangguan yang terjadi akibat stress bisa multi organ.

"Gejala fisik yang muncul tersebut bisa karena memang sudah ada penyakit organik sebelumnya. Oleh karena itu memang harus dipastikan dulu bahwa tidak ada penyakit organik, sampai mendapat kesimpulan kalau keluhan-keluhan yang timbul tersebut karena penyakit psikosomatik yang dicetuskan oleh stress tadi," terang Dokter Ari.

Dia melanjutkan, selain itu stress sendiri akan memperburuk penyakit-penyakit kronik yang sudah ada sebelumnya. Berbagai penyakit kronis yang dapat diperberat oleh adanya faktor stress antara lain penyakit kencing manis, sakit jantung, stroke, hipertensi, penyakit rematik baik sendi maupun non-sendi.

(Mtc/Okz)
Editor: FJR

Sumber: Okezone

T#g:bliblicaleg 2019Gagal Caleg 2019MatatelingaPemilu 2019pilpres 2019Terkini
Komentar
Kamis, 22 Agu 2019 07:30Internasional

Rumah Sakit di Suriah di Hantam Serangan Udara

Sejumlah serangan udara menghantam sebuah rumah sakit di sebuah desa yang dikuasai pemberontak di Suriah baratlaut

Kamis, 22 Agu 2019 07:15Bola

Alexis Sanchez Tak Bahagia di Manchester United

Robin van Persie, Mantan bintang Manchester United, memberikan komentar terhadap Alexis Sanchez

Kamis, 22 Agu 2019 07:00Bola

Davide Zappacosta Resmi Berseragam AS Roma

Bek berpaspor Italia itu direkrut Roma dari Chelsea dengan status pinjaman selama enam bulan.

Kamis, 22 Agu 2019 06:45Bola

Thierry Henry Gagal Tangani AS Monaco

Thierry Henry, Legenda sepakbola Prancis, Namun ia percaya masih bisa menjadi pelatih sukses

Kamis, 22 Agu 2019 06:30Lifestyle

Tanggapi Teguran KPAI, Duo Semangka Syok

Grup Duo Semangka yang dianggap penampilannya terlalu seronok dalam video musik Mantul Mantul

Kamis, 22 Agu 2019 06:15Nasional

Pertualangan Bandar "Barang Haram" ini Berakhir Usai Diterjang Timah Panas

Kerap beraksi di Kampung Permata atau Kampung Ambon, Jakarta Barat, berakhir.

Kamis, 22 Agu 2019 06:00Nasional

Jamaah Haji Indonesia, Sebanyak 222 Orang Masih Dirawat di Tanah Suci

Masih ada 222 jamaah haji Indonesia masih dirawat di rumah sakit di Tanah Suci

Kamis, 22 Agu 2019 05:45Berita Sumut

Kasdam I/BB Hadiri Pisah Sambut Danlanud Soewondo Medan

Kepala Staf Kodam I/BB Hadiri pisah sambut Danlanud Soewondo Medan dari Kolonel Pnb Dirk Poltjey Lengkey kepada kepada Kolonel Pnb Meka Yudanto SSos MAP dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No 41 Medan, Rabu malam (21/8/2019).

Kamis, 22 Agu 2019 05:30Berita Sumut

Dibantu Prajurit Kodam I/BB, Normalisasi Alur Sei Badera Hari Kedua Capai 70 Meter

Hingga hari kedua poses pengerukan dan pelebaran alur Sei Badera di sektor Kompleks Bumi Asri, Jln Asrama Medan, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (21/8/2019), sudah mencapai 70 meter.

Kamis, 22 Agu 2019 05:15Nasional

TNI-SAF Tuntaskan Latihan Posko Penanggulangan Terorisme Wilayah Perbatasan

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Singapore Armed Forces (SAF) menuntaskan latihan Posko penanggulangan terorisme pada wilayah perbatasan dalam latihan bersama (Latma) Counter Terrorism Command Post Exercise (CT CPX), bertempat di Hotel Mandarin Orcha

Kamis, 22 Agu 2019 05:00Berita Sumut

Petugas TNI AL Belawan Tangkap Dua Kapal Pukat Rawl

Petugas TNI dengan menggunakan Kapal patroli TNI AL KRI Teluk Sibolga- 536 milik Lantamal l Belawan, saat berpatroli rutin diperairan Belawan menangkap 2 kapal ikan menggunakan jaring Trawl tanpa izin Pemerintah Republik Indonesia

Rabu, 21 Agu 2019 20:03Berita Sumut

Lahan Hutan Berdekatan Dengan Konsesi TPL di Sianipar yang Terbakar Berhasil Dipadamkan

Lahan hutan konsesi milik PT. Toba Pulp Lestari. Tbk, yang terletak di desa Sianipar Kecamatan Silaen Toba Samosir pada koordinat N. 02° 19' 16,7" E. 99'12' 07,2" terbakar.

Rabu, 21 Agu 2019 19:54Internasional

Kevin/Marcus Terhenti di Babak Kedua

Ada hasil yang mengejutkan dari ajang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon gagal melangkah ke babak 16 besar. Kevin/Marcus yang mendapat bye pertama, kandas dari pasangan

Rabu, 21 Agu 2019 19:48Berita Sumut

Kadis Kesehatan dan Kapolres Serta Ketua Bhayangkari Asahan Peduli Penderita Kanker

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. bersama Ketua Bhayangkari cabang Asahan Ny. Dodot Faisal Napitupulu, Rabu (21/8/2019) mengunjungi Sumairah (58), seorang warga yang menderita kanker usus, di Dusun V Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air

Rabu, 21 Agu 2019 19:45Nasional

Praktis ! Bayar Iuran JKN-KIS Cukup Autodebit

Agar tidak repot dan praktis. saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan menggunakan layanan berbasis online dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sehingga tidak heran jika otomatisasi menjadi salah satu alternatif yang membua

Rabu, 21 Agu 2019 19:25Lifestyle

Jadi Youtuber, Atta Halilintar Raup Rp 22,4 Miliar Per Bulan

Jadi YouTuber, Atta Halilintar rupanya tak cuma berpenghasilan tertinggi di Indonesia. Salah satu YouTuber fenomenal Indonesia itu bahkan masuk dalam daftar 10 YouTuber terkaya di dunia. Berdasarkan data Purple Moon Promotional Product, Atta menduduki pos