• Home
  • Lifestyle
  • Isu Kiamat di Ponorogo Kian Menghebohkan, ini Kata Pisikolog

Isu Kiamat di Ponorogo Kian Menghebohkan, ini Kata Pisikolog

Mtc Jumat, 15 Maret 2019 21:48 WIB
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA: Puluhan warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, berbondong-bondong pindah ke Malang, apa sebabnya? Ternyata hal itu karena adanya isu kiamat yang beredar di kalangan masyarakat.



Ya, isu yang belum jelas kebenarannya itu sudah bisa menimbulkan kegemparan yang sedemikian rupa. Efek yang ditimbulkan pun cukup luar biasa. Banyak dari mereka yang menjual tanah dan kekayaan lainnya untuk bekal bertahan hidup. Bahkan, sebagian kekayaan itu diberikan kepada penyebar informasi.

Isu ini dikembangkan oleh pemuka agama di desa tersebut. Sang kyai menyatakan; "Kalau kalian ikut bersamaku, kalian akan terhindar dari kiamat". Karena kepercayaan yang besar pada pemuka agama, alhasil ratusan warga "hijrah" dari Ponorogo ke Malang.

Dari isu yang belum jelas kebenarannya itu, tidak heran media sosial seperti Facebook dan WhatsApp kemudian mengampanyekan teliti memilah berita palsu.

Memang, selain merugikan dari segi waktu dan terkadang materi, berita palsu alias hoax juga memberikan dampak negatif pada psikologis seseorang.



Psikolog Klinis Meity Arianty menyebut, hoax dapat menimbulkan trauma psikologis baik itu langsung mau pun tidak langsung.

"Misal berita hoax tentang kekerasan, kecelakaan, perampokan seperti begal, semua itu sangat mungkin membuat masyarakt resah, takut dan cemas. Bagi sebagian orang bisa jadi ini akan memberikan trauma psikologis," jelas psikolog yang biasa disapa Mei, kala dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Mei menganalogikan berita hoax sebagai cara untuk eksploitasi sisi psikologis manusia. Masalahnya, hoax baik disengaja atau pun tidak, akan 'menjual' psikologis manusia dan sangat merugikan manusia itu sendiri.

"Karena yang diserang adalah sisi psikologisnya, ini bermain dengan emosi manusia memicu reaksi tertentu," katanya.

Masih ingat kasus hoax Ratna Sarumpaet kan? Mungkin kasus tersebut terlihat sederhana, namun hal itu sebenarnya berakibat buruk ke masyarakat. Paling minim, Meity menambahkan, hal itu dapat memicu pertikaian, kemarahan dan kebencian.



"Bisa juga menimbulkan perpecahan karena dianggap menganiaya wanita lemah dan masyarakat menganggap pelakunya biadap karena tega menganiaya," lanjut Mei.

Menurutnya, penyebar hoax bisa memiliki motif beragam, bisa untuk uang, tujuan politik, bersenang-senang atau pun hanya mencari perhatian, yang jelas penyebar hoax sudah bisa dikategorikan sebagai penipu.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hoax menyebar?

Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah tidak mudah mempercayai sebuah berita apalagi jika sumbernya tidak jelas.

Mei menambahkan, pola yang beredar biasanya adalah lewat group-group di media sosial, baik Facebook, WhatsApp mau pun Twitter dan Instagram. Karenanya, apabila ada kabar atau berita yang dikirim ke kita dirasa meragukan, ada baiknya kita melakukan cross check.



"Cukuplah berhenti di kita saja jangan diteruskan ke orang lain walau itu orang terdekat, saudara, atau teman dekat," tukas dia.

Mei menambahkan, "Berhenti di Kamu" juga mencegah adanya penyebaran dampak buruk semakin masal. Dengan melakukan filterisasi informasi, setidaknya Anda sudah melakukan upaya pencegahan penyebaran hoax di masyarakat. So, stop penyebaran hoax!

(Mtc/Okz)
Editor: FJR

Sumber: Okezone

T#g:blibliIsu Kiamat di PonorogoKiamatMatatelingaPisikologponorogoTerkini
Komentar
Sabtu, 23 Mar 2019 09:15Nasional

Danpuspom TNI Klarifikasi Video Mobil Plat Dinas 3005-00

Komandan Polisi Militer (Danpom) TNI, Mayjen TNI Dedy Iswanto, S.E. didampingi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Sisriadi menggelar jumpa pers

Sabtu, 23 Mar 2019 09:00Nasional

NasDem Perkuat Posisi sebagai Parpol Papan Atas

Partai NasDem semakin memperkuat posisinya sebagai parpol papan atas. Keputusan terbaru Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuktikan itu.

Sabtu, 23 Mar 2019 08:45Nasional

Ketum Dharma Pertiwi: Tugas Taruna/Taruni Belajar dan Berlatih

Tugas para Taruna/Taruni di Akademi ini adalah belajar dan berlatih, karena apa yang didapatkan disini masih bersifat dasar-dasarnya saja

Sabtu, 23 Mar 2019 08:30Nasional

Jelang Pemilu 2019, Bakamla Telkom Kerja Sama Pengamanan Jalur SKKL

Menyambut agenda perhelatan nasional Pemilu 2019 pada bulan April mendatang, Telkom sebagai pihak yang diberikan amanat oleh pemerintah dalam penyediaan infrastruktur ICT

Sabtu, 23 Mar 2019 08:15Nasional

Aksi Nenek Panjat Pohon Sontak Viral & Undang Detakagum Warga Net

Seorang nenek berkemben hijau mendadak viral di dunia maya lantaran aksi nekatnya.

Sabtu, 23 Mar 2019 08:00Bola

Gelandang Real Madrid Toni Kroos di Lepas

Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, kembali dikabarkan akan merapat ke Old Trafford dalam waktu dekat.

Sabtu, 23 Mar 2019 07:45Lifestyle

Cocok Jadi Panutan, Berikut 5 Artis Ini Utamakan Gelar Akademis

Bekerja sebagai entertainer tentunya menyita banyak waktu. Jadwal mereka selalu padat, apalagi jika terikat beberapa kontrak pekerjaan sekaligus

Sabtu, 23 Mar 2019 07:30Internasional

2 Pasukan AS dan 1 Pasukan Khusus Afghanistan Tewas Usai Perang

Operasi bersama menghadapi Taliban di Afghanistan Utara, Juma't (22/3/2019)

Sabtu, 23 Mar 2019 07:15Internasional

Teroris Penyerang Masjid di Selandia Baru Terancam Penjara Seumur Hidup

Deputi Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters menyatakan

Sabtu, 23 Mar 2019 07:00Bola

Manchester City Lebih Didominasi Juarai Liga Inggris Musim Ini

Manchester City lebih dijagokan ketimbang Liverpool untuk menjuarai Liga Inggris 2018-2019.

Sabtu, 23 Mar 2019 06:45Bola

Berikut Hasil Pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2020, Sabtu Dini Hari

Sebanyak tujuh pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2020 digelar pada Sabtu (23/3/2019), dini hari WIB.

Sabtu, 23 Mar 2019 06:30Ekonomi

Modal Kecil Untung Berlipat, ini Bisnis yang Kamu Cari, Yuk di Coba...

Tahu yang sering kita jumpai biasanya hanya digoreng, dibumbu bacem, atau dibuat sayur.

Sabtu, 23 Mar 2019 06:15Nasional

Diduga Terlibat, 2 Pemuda Diciduk TNI-Polri usai Tawuran di Pasar

Anggota Kepolisian Sektor Pancoran mengamankan dua pemuda

Sabtu, 23 Mar 2019 06:00Bola

Timnas Inggris Antam Republik Ceko 5-0

Tim Nasional (Timnas) Inggris menjamu Republik Ceko di Wembley Stadium dalam babak kualifikasi Grup A Piala Eropa 2020.

Jumat, 22 Mar 2019 22:00Internasional

Puluhan Nyawa Melayang Usai 2 Bus Bertabrakan

Setidaknya 60 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas

Jumat, 22 Mar 2019 21:45Nasional

Presiden Jokowi Bangun Sejumlah Infrastruktur Demi Terselenggaranya Balapan MotoGP di Tanah Air

Pemerintah akan melakukan berbagai pembangunan infrastruktur demi terselenggaranya ajang balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2021