• Home
  • Lifestyle
  • Lalla Salma, Perempuan Penghapus Kultur Poligami di Maroko

Lalla Salma, Perempuan Penghapus Kultur Poligami di Maroko

Fidel W Minggu, 23 September 2018 09:31 WIB
Lalla Salma, Perempuan Penghapus Kultur Poligami di Maroko / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  BUKAN rahasia umum lagi jika seorang raja memiliki banyak permaisuri. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi sang raja jika bisa meminang banyak perempuan dan mengumpulkannya dalam satu kerajaan yang sama. Bukan begitu?

Pada Kerajaan Maroko, konsep ini diterapkan ternyata. Poligami sudah menjadi budaya yang terbentuk sejak kerajaan ini ada. Jadi, jangan heran kalau Anda mendengar raja Maroko punya istri lebih dari lima. Ya, memang seperti itu kulturnya.

Tapi, budaya tersebut sudah hilang sekarang. Tepatnya sejak 2003.

Raja Mohammed VI mengubah undang-undang mengenai masalah ini. Hal tersebut tentunya mengubah sejarah kerajaan Maroko secara keseluruhan. Hal yang perlu Anda ketahui, istri Raja Maroko Raja Mohhammed VI, Ratu Lalla Salma, yang meminta untuk mengubah undang-undang poligami!

Perempuan itu kemudian menjadi sorotan dunia. Bagaimana tidak, berkat tangan dinginnya, akhirnya peraturan yang mungkin tidak ingin diubah oleh semua raja, berhasil dia lumpuhkan. Alasan perempuan berusia 37 itu pun tidak sekadar cemburu.

Menurut Ratu Salma, hak-hak perempuan pun harus diperhatikan. Ya, salah satunya masalah pernikahan raja tersebut. Bagi Ratu Salma, perempuan harus dianggap sebagai manusia yang dewasa juga.

"Bagaimana masyarakat bisa mencapai kemajuan sementara perempuan yang mewakili setengah negara melihat hak mereka dilanggar dan menderita karena ketidakadilan, kekerasan, dan marginalisasi?" kata Ratu Salma yang merupakan anak dari Abdelhamid Bennani dan Na´ma Bensouda.

Sebelumnya, perempuan di Maroko biasa diperlakukan sebagai anak-anak yang sah tanpa hak, tidak ada kesempatan untuk berbicara dalam kontrak pernikahan, dan akses cerai yang terbatas. Hal ini dianggap Ratu Salma sebagai bentuk ketidakadilan dan sudah sepatutnya diubah.

Berkat penjelasannya yang sangat jelas, Ratu Salma pun berhasil membujuk suaminya untuk mengubah undang-undang yang mengintimidasi kaum hawa di Maroko tersebut.

Setelah pengesahan terjadi, Kerajaan Maroko pun sah menjalani peraturan di mana setiap raja hanya boleh mempersunting satu perempuan. Tidak ada poligami lagi di Kerajaan Maroko!

Selain berperan sebagai tangan dingin perubahan sejarah Kerajaan Maroko, sosok ratu yang merupakan lulusan Ilmu Komputer di Rabat itu juga terkenal dengan kecantikannya. Perempuan berambut merah ini dinilai punya rasa fashion yang baik.

Kaftan merupakan item fashion yang menjadi ciri khasnya. Tak sekadar busana panjang menjuntai, kaftan yang dikenakan Ratu Salma biasanya punya aksen yang cantik. Seperti terlihat di beberapa kaftan yang dia kenakan. Kebanyakan dari busana yang dia pilih punya statement di bagian dada dan pinggang. Permata dan swaroski menjadi pelengkap busana tersebut.

Bahkan, saking selalu terlihat cantik saat menghadiri acara kenegaraan, founder dari Lalla Salma Foundation ini menjadi sorotan dunia. Tak hanya itu, dia juga dijuluki sebagai "Tamu paling elegan" saat menghadiri pernikahan Pangeran William dan Catherine Middleton.
Editor: Fidel W

Sumber: okz

T#g:PoligamiRatu Lalla Salmamaroko
Komentar
Selasa, 11 Des 2018 09:15Bola

Liga Champions 2018-2019: Inter Milan di Hantui Nasib Buruk Jelang Laga Krusial Mereka Rabu Dini Hari

Inter Milan berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan jelang laga krusial mereka di ajang Liga Champions 2018-2019. Pelatih Inter, Luciano Spalletti, mengatakan Il Nerazzurri dilanda badai cedera setelah beberapa pemain bintang dipastikan absen, teru

Selasa, 11 Des 2018 09:00Ekonomi

Dolar AS Kembali Menguat di Tengah Penundaan Kesepakatan Denagn Perdana Menteri Inggris

Kurs dolar AS naik terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin, karena sterling mengambil pelemahan setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May menunda pemungutan suara parlemen atas kesepakatan Brexit yang direncanakan.

Selasa, 11 Des 2018 08:00Lifestyle

Orang Tua Berselingkuh, ini Dampak Buruknya Diterima Anak

Salah satu faktor yang memperkuat keretakan rumah tangga ialah masalah perselingkuhan. Setiap pasangan tidak mau mengalami nasib ini, mendengarnya saja sudah sangat menyeramkan.

Selasa, 11 Des 2018 07:45Nasional

Komet Paling Terang Bakal Menyambangi Bumi Desember ini

Fenomena alam tampaknya akan kembali menyambangi bumi. Kali ini komet paling terang tahun ini, komet 46P/Wirtanen akan mendekati bumi pada 16 Desember 2018.

Selasa, 11 Des 2018 07:30Berita Sumut

Sergai Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan 2018 Dari Ombudsman

Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) merupakan 1 dari 60 Kabupaten se-Indonesia yang meraih ôZona Hijauö dari Ombudsman RI terkait dengan Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik di T

Selasa, 11 Des 2018 07:15Bola

Christiano Ronaldo Bandingkan Situasi di Real Madrid dan Juventus

Christiano Ronaldo merasakan kesan berbeda setelah berseragam Juventus, ia menilai tim asal Kota Turin itu bukan sekedar tim, melainkan seperti sebuah keluarga. Pemain berdarah Portugal menilai situasi dalam skuad Juve lebih bersahabat bahkan jika dibandi

Selasa, 11 Des 2018 07:00Berita Sumut

Gubsu : Asrama dan Wisma Hanya untuk Mahasiswa Pemula

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan bahwa Asrama Mahasiswa dan Wisma Tamu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di Yogyakarta diperuntukan bagi mahasiswa pemula asal Sumut yang kuliah di Yogyakarta. Mahasiswa pemula hanya bol

Selasa, 11 Des 2018 06:45Nasional

Gegerkan Warga, Penemuan Bayi di Depan Teras Rumah

Temuan bayi baru lahir yang dibuang di teras rumah salah seorang warga, yakni di kediaman Siti Juhro (47), gegerkan warga Perum Duta Garden Blok A7, Jurumudi Baru, Benda, Kota Tangerang, Senin (10/12/2018).

Selasa, 11 Des 2018 06:30Nasional

Prajurit TNI Gagalkan Penyeludupan BBM di Perbatasan NKRI

Penyeludunpan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke daerah Timor Leste berhasil digagalkan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspamtas) RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH melalui Pos Damar yang dikomandoi oleh Lettu Inf Andi Milzam.

Selasa, 11 Des 2018 06:15Berita Sumut

Peringati Hari HAM, PWI Sumut, Pusham Unimed Dan UMA Gelar Seminar Jurnalisme Berbasis HAM

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Pusham Unimed, Asian Agri dan Universitas Medan Area (UMA) menggelar kegiatan Seminar bertema "Jurnalisme Berbasis HAM dalam media Massa" yang diselenggarakan diRuang Serbaguna Fisipol kampus UMA, Senin

Selasa, 11 Des 2018 06:00Berita Sumut

RDP Kisruh Pengelolaan Pasar Peringgan Batal

Rapat Dengar Pendapat (RDP) kisruh pengelolaan Pasar Peringgan yang digelar di ruang Komisi C DPRD Medan batal digelar

Senin, 10 Des 2018 22:51Berita Sumut

Tirta Investama Bantu Masyarakat Sei Bingai Peroleh Air Bersih

Sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih telah dijawab oleh PT Tirta Investama Langkat sebagai pabrik air dalam kemasan bernama Aqua. CSR yang dilakukan adalah di Kecamatan Sei Bingai.

Senin, 10 Des 2018 20:02Berita Sumut

OSO: Menangkan Pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019

Ketua Umum DPP Paratai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang memastikan bahwa partainya akan memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Senin, 10 Des 2018 19:52Berita Sumut

Partai Hanura Gelar Training of Trainer

Partai Hanura menggelar Training of Trainer (ToT) kepada jajaran kader yang menjadi pengurus partai di tingkat Nasional di Tiara Concension Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (10/12/2018). Kegiatan ini menjadi rangakaian agenda yang digelar oleh Partai Hanura

Senin, 10 Des 2018 19:36Berita Sumut

"Lalat" Serbu Rumah Warga Camat Kisaran Timur Datangi Kandang Ayam Milik "Is".

Warga masyarakat lingkungan VII kelurahan Sentang kecamatan Kota Kisaran Timur Asahan sudah sejak beberapa minggu lalu resah dan terganggu akibat adanya serangan "Lalat" yang di hasilkan dari kandang ternak ayam milik "IS" yang berada

Senin, 10 Des 2018 19:29Berita Sumut

"Politik Identitas Hanya Kepentingan Pemilu"

Politik identitas selama ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan kepemiluan. Hal ini terlihat dari berbagai fenomena aktivitas yang selama ini muncul. Hal itu dikatakan pengamat politik dari UIN Sumatera Utara, Faisal Riza dalam diskusi di Kantor PC NU M