• Home
  • Lifestyle
  • Mers-CoV dan Meningitis Hantui Jamaah Indonesia Kala Berhaji dan Umroh

Mers-CoV dan Meningitis Hantui Jamaah Indonesia Kala Berhaji dan Umroh

Fidel W Kamis, 08 November 2018 13:03 WIB
Mers-CoV dan Meningitis Hantui Jamaah Indonesia Kala Berhaji dan Umroh / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: ANTUSIASME masyarakat Indonesia untuk pergi haji dan umroh sangatlah besar. Tentu saja menunaikan ibadah ke tanah suci juga memiliki risiko besar, khususnya dalam dunia kesehatan. Beberapa diantaranya adalah Mers-CoV, Meningitis dan berbagai penyakit menular berbahaya lainnya.


Tentu hal ini sangatlah berbahaya jika tidak ditindaklanjuti dengan serius, bahkan bisa menyebabkan kematian dengan cepat karena proses penularannya. Penyakit berbahaya ini diketahui berasal dari hewan yang ada di daerah timur tengah yakni unta, alhasil berbagai penyuluhan telah dilakukan agar para jamaah haji menghindari hewan mamalia yang satu ini.

Hal ini pun dibenarkan oleh, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Republik Indonesia, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc. Ia secara detail menjelaskan lebih lanjut tentang karateristik penyakit mematikan yang berasal dari timur tengah ini.

"Mers-CoV artinya middle east respiratory syndrom corona virus artinya penyakit yang muncul dari timur tengah. Proses penularannya melalui binatang yang ada di timur tengah maka salah satu binatangnya adalah unta. Sehingga kami melakukan tindakan-tindakan pencegahan dengan tidak dekat-dekat dengan unta," tutur Dr Eka dalam acara GHSA di Nusa Dua Convention Hall, Rabu (7/11/2018).


Dr Eka juga mengatakan bahwa untuk mengetahui seorang jamaah haji tertular Mers-CoV atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan laboraterium. Pasalnya penyakit ini akut dan sangat mematikan akibat penyebarannya yang sangat cepat. Oleh sebab itu diperlukan uji lab untuk mengetahui apakah seseorang positif terserang penyakit itu.

"Lebih baik mencegah daripada mengobati, kini tidak ada salah satu jamaah haji kita yang terinfeksi confirm dengan pemeriksaan laboratorium bersangkutan sakit Mers CoV. karena sakit Mers CoV itu akut penyakitnya. hari ini misalnya kena, paling tidak dua hari sudah meninggal dunia dengan sesak napas sangat berat, demam badannya, batuk terus menerus dan tidak bisa sembuh dengan obat-obatan biasa," lanjutnya.

Bukan hanya mematikan, Dr Eka memastikan bahwa penyakit ini dapat menular dengan sangat cepat dari para jamaah haji yang terinfeksi. Jadi ada baiknya untuk memeriksakan diri ke laboratorium apabila timbul gejala yang mulai aneh saat pulang dari negara di timur tengah.


"Penyakit ini sangat menular, jadi jika ada satu yang kena, maka teman-teman akan tertular dan menyebabkan penyakit yang sama, itulah yang disebut dengan wabah. Kemudian ketika mereka kembali ke tanah air, juga akan membawa virus yang sama dan juga menular dengan cepat ke keluarganya," sambungnya.

Bagi para jamaah umroh atau haji yang tertular penyakit mematikan ini saat beribadah ke tanah suci, tidak perlu khawatir. Pasalnya Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga memiliki prosedur yang baik tentang keamanan penyakit-penyakit infeksi yang berbahaya.

"Inilah yang menjadi atensi kita meminta kepada masyarakat supaya tidak dekat-dekat dengan unta karena lebih baik mencegah daripada mengobatinya. Jika kita terjangkit saat berada di tanah suci, kita perlu cepat melaporkan ke kementerian kesehatan yang ada di Arab Saudi. Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga memiliki prosedur tentang keamanan penyakit-penyakit infeksi yang berbahaya tersebut," tuntasnya.
Editor: Fidel W

Sumber: okz

T#g:ManadoMatatelingaMers-CoVMers CoVTerkiniTomohonjamaah hajipenyait menularpenyakit jamaah haji
Komentar
Kamis, 21 Mar 2019 17:16Berita Sumut

Polres Pelabuhan Belawan Ringkus Pelaku Cabul Anak Dibawah Umur

Pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur sebut saja namanya Bunga (15) dibekuk petugas Polres Pelabuhan Belawan. Tersangka berinisial DS alias Dedi diringkus di kosnya di Mabar, Medan Deli, Rabu (20/03/2019).

Kamis, 21 Mar 2019 16:46Berita Sumut

Presentasikan Keberhasilan Jokowi di Kampus UIN SU, Ali Mokhtar Ngabalin Diusir Mahasiswa

Perlakuan tidak mengenakan menimpa Ali Muchtar Ngabalin, tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden di Kampus UIN Sumatera Utara Jalan Sutomo Medan, Kamis (21/3/2019). Dia didemo dan diusir oleh mahasiswa karena dinilai melakukan kegiatan politik di dalam ka

Kamis, 21 Mar 2019 16:10Berita Sumut

Kapolrestabes Gelar Pertemuan Bersama FKUB dan Pemko Medan

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, menggelar pertemuan bersama unsur FKUB Kota Medan di Ruang Data Bag Ops Polrestabes Medan, Kamis (21/3/2019).

Kamis, 21 Mar 2019 15:49Berita Sumut

Ombudsman-KPK Kerjasama Untuk Perkuat Pemberantasan Korupsi

Ombudsman RI dan KPK tmenadatangani nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengoptimalkan pemberantasan korupsi dan pengawasan penyelenggaraaan pelayanan publik di tanah air.

Kamis, 21 Mar 2019 15:28Nasional

Paradoks Kemajuan Teknologi Perlu Diantisipasi

Kemajuan teknologi harus diakui sangat pesat termasuk teknologi komunikasi, namun paradoks kemajuan tersebut perlu diantisipasi. Oleh sebab itu, diperlukan perhatian dan kerja sama seluruh komponen bangsa untuk menekan paradoks kemajuan teknologi dan lebi

Kamis, 21 Mar 2019 14:35Berita Sumut

Satu Pelaku Penyebar Berita Hoax KPU Tercoblos 01 Masih Diburu Polisi

Satu orang pelaku penyebar video hoax surat suara tercoblos di Sumatera Utara hingga saat ini masih diburu polisi. Sebelumnya, pihak Ditkrimsus Polda Sumut sudah menangkap seorang tersangka sekaitan dalam kasus tersebut.

Kamis, 21 Mar 2019 14:18Berita Sumut

Dua Bulan Mengutil di Indomaret, Pengangguran Ini Kumpulkan 90 Botol Minuman Kaleng

Polsek Sunggal meringkus seorang pengutil yang kerap beraksi di Indomaret yang berada di Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal, Minggu (17/3). Dari pelaku, polisi menyita 90 botol minuman kaleng yang merupakan hasil dari aksi mengutil tersangka di Indomaret

Kamis, 21 Mar 2019 13:05Berita Sumut

KPPU Sosialisasi Undang- Undang Persaingan Usaha ke UNITA Tapanuli

Komisi Pengawas Persaingan Usaha(KPPU) melalui Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan kembali melaksanakan internalisasi nilai-nilai persaingan usaha yang sehat di Fakultas Hukum Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA), Selasa (19/3) lalu.

Kamis, 21 Mar 2019 09:00Bola

Paul Pogba: Saya Ingin Terus Dilatih Solskjaer

Gelandang andalan Manchester United, Paul Pogba

Kamis, 21 Mar 2019 08:45Internasional

Haru nan Pilu, Hilang Hampir Satu Harian, Bocah ini Betahan Hidup Makan Rumput & Minum Air Sungai

eorang bocah laki-laki berusia 5 tahun yang berhasil diselamatkan

Kamis, 21 Mar 2019 08:15Lifestyle

Gisella Perkenalkan Gempi Kepada Wijin, Pertanda Apa ya...

Penyanyi Gisella Anastasia saat ini tengah dekat dengan Wijaya Saputra

Kamis, 21 Mar 2019 08:00Nasional

Danau Sentani Meluap, Sampah Menumpuk Hingga Mayat Hanyut di Temukan

Tak hanya Banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga mengungsi ke tempat aman

Kamis, 21 Mar 2019 07:45Nasional

Polda Kaltim Musnahkan 18 Kg "Kaca"

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur bersama Kejaksaan Balikpapan memusnahkan barang bukti

Kamis, 21 Mar 2019 07:30Lifestyle

Selebgram Cantik Christabel Chua Harus Pasrah Usai Video "Gituannya" Tersebar Luas

Christabel Chua seorang selebgram cantik harus pasrah lantaran video

Kamis, 21 Mar 2019 07:15Nasional

BPN: Kami Tak Boleh Jumawa, Usai Prabowo-Sandi Tunjukkan Tren Positif di Survei

Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mudjahid meminta kepada seluruh relawan

Kamis, 21 Mar 2019 07:00Ekonomi

Industri Manufaktur China Tak Ada Tandingannya

Industri manufaktur di China tidak ada tandingannya