• Home
  • Lifestyle
  • Perhelatan Piala Dunia di Rusia Dikabarkan Disusupi 'Honey Traps'

Perhelatan Piala Dunia di Rusia Dikabarkan Disusupi 'Honey Traps'

Fidel W Selasa, 10 Juli 2018 05:54 WIB
Piala Dunia juga diramaikan dengan meningkatnya aktivitas seksual berganti-ganti pasangan / photo: ist
MATATELINGA, Rusia: Demam Piala Dunia 2018 ternyata tak cuma diramaikan dengan kemeriahan pecinta sepak bola pada gerak lincah idola lapangan hijau.


Namun Piala Dunia juga diramaikan dengan meningkatnya aktivitas seksual berganti-ganti pasangan.

Hanya saja, para pecinta sepak bola yang ingin tidur dengan perempuan tuna susila Rusia selama Piala Dunia berlangsung mendapat peringatan keras. Bukan soal tingkat risiko penularan penyakit melainkan soal 'status' perempuan.

Mereka diberi peringatan bahwa ada kemungkinan berhubungan seks dengan mata-mata Rusia dan terjebak dalam 'honey traps' atau 'perangkap manis.'


Tak cuma itu, mereka juga menghadapi risiko kemungkinan pemerasan lewat foto-foto yang diunggah di laman Facebook.

'Honey traps' - seksualitas yang digunakan untuk kepentingan moneter atau keuntungan politik - sebelumnya dicurigai sebagai taktik yang digunakan oleh badan keamanan Rusia atau dikenal dengan Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) untuk menculik intelijen musuh.

"Diketahui bahwa para perempuan di lembaga yang kurang sehat akan membubuhkan (menambahkan sesuatu ke) minuman Anda," tulis sebuah situs turis di kota St. Peterburg, Bravo Solutions, memperingatkan dikutip dari Metro.

"Kuatnya suplemen penenang akan menjatuhkan Anda dan ini waktunya untuk 'kesempurnaan' aksinya. Mimpi buruk dimulai ketika Anda bangun - kenangan akan dompet yang terisi penuh serta apartemen berperabot diganti dengan dompet dan apartemen kosong."

Layanan seks tersebut dibanderol dengan harga US$50-600 tergantung pada jenis layanan dan durasi.

"Para pelacur Rusia yang beroperasi di pinggiran kota atau mereka yang jarang bersentuhan dengan orang-orang non Rusia akan dengan mudah menerima rubel (mata uang Rusia) untuk kegiatan seksualnya."

Kondisi ini terbilang miris, pasalnya prostitusi sendiri adalah tindakan ilegal di Rusia. Namun dengan dendanya yang rendah, hal tersebut tidak lagi dipandang sebagai masalah besar. Para perempuan tuna susila ini pun juga mendapat kartu perawatan kesehatan khusus.

Para juru kampanye anti perbudakan mengatakan, undang-undang yang longgar di Rusia tampak dari para perempuan yang dijual selama Piala Dunia.

"Ini adalah hadiah nyata bagi para pedagang, kami menemukan ada sekitar 30 korban (wanita Nigeria) dijual ke Piala Konfederasi di Moskow tahun lalu," kata Julia Siluyanova juru bicara kelompok anti perbudakan Rusia Alternativa kepada Reuters.

"Kami mengira akan menghadapi masalah yang sama selama Piala Dunia tahun ini."

Pemerintah Rusia mengungkapkan bahwa dua tahun lalu setidaknya ada satu juta pekerja seks di Rusia. Jumlah ini bahkan jauh lebih banyak dari jumlah dokter di negara tersebut.


Boneka seks

Prediksi meningkatnya aktivitas seksual selama Piala Dunia 2018 pun menyebabkan industri seksual makin bergeliat di Rusia.

Tahun ini akan menjadi Piala Dunia pertama di mana penggemar sepak bola bisa meminta layanan boneka seks.

Sebuah rumah prostitusi di Moskow bernama The Dolls House menyediakan boneka seks, di antaranya Lolita, Sasha, Natasha, Alise, dan Isilel dengan biaya sewa sekitar 17.75 poundsterling hingga 29.50 poundsterling per jam.

"Kami benar-benar menunggu arus pengunjung selama Piala Dunia - dan kami berharap banyak klien asing, termasuk dari Inggris," ungkap pegawai di The Dolls House.
 
"Inilah alasan mengapa kami sekarang mendapatkan izin khusus untuk menyambut pengunjung asing. Sedangkan untuk para pemain - jika mereka diizinkan oleh pelatih dan manajer mereka, kami hanya akan menyambut mereka."

Sebelumnya, tim nasional Nigeria dilarang membawa pekerja seks kembali ke hotel mereka.

"Ya, para pemain bisa dikunjungi oleh istri dan keluarga mereka selama Piala Dunia. Setiap pemain akan memiliki ruangan untuk dirinya sendiri sehingga keluarga bisa datang pada hari-hari ketika kami tidak dalam masa persiapan pertandingan," kata Pelatih Gernot Gohr.

"Namun, saya tidak akan mengijinkan mereka memiliki gadis-gadis Rusia, tidak, tidak, tidak. Hanya kapten kami (John Obi) Mikel yang memiliki pasangan orang Rusia saja"
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Terkinihoney trapsjebakan mata-mata rusiajebakan mata mata rusialayanan seks rusiapelacur
Komentar
Rabu, 24 Okt 2018 00:19Berita Sumut

Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 71

Pemerintah Kabupaten Karo laksanakan puncak peringatan Hari Koperasi ke 71 Kabupaten Karo Tahun 2018 , yang dilaksanakan di Sibayak Hotel Berastagi, Selasa (23/8/2018). Pucak peringatan hari koperasi ke 71 ini mengambil tema Penguatan Koperasi mendorong

Selasa, 23 Okt 2018 23:56Berita Sumut

Doorr!! Perampok Sadis Dua Gadis Ditembak

Peluru personel Tim Pagasus Polsek Patumbak menembus betis kaki satu dari tiga pelaku perampokan dua wanita di Jalan Sisingamangaraja Medan

Selasa, 23 Okt 2018 23:33Bola

Kenapa Keita Akui Terbebani Gunakan Nomor Gerrard

MATATELINGA, Liverpool: Sebagaimana diketahui, Keita resmi menjadi bagian dalam skuad Liverpool pada bursa transfer musim panas 2018. Manajemen The Reds - julukan Liverpool - berhasil mendaratkan Keita dari RB Leipzig dengan mahar mencapai 60 juta euro a

Selasa, 23 Okt 2018 23:03Berita Sumut

Berbaur, Kapoldasu Santap Makan Malam dan Hibur Seribuan Supir Angkot

Tidak sekedar tatap muka, silaturahmi seribuan supir angkot dengan Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto juga diselingi dengan makan malam bersama.

Selasa, 23 Okt 2018 22:40Berita Sumut

Langsung Tatap Muka, Para Supir Angkot Ini Tak Sungkan Rangkul Kapoldasu

Selamat datang pahlawan transportasi, selamat datang di rumah rakyat. Inilah ungkapan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto SH menyambut kedatangan sopir angkot, taxsi dan nahkoda Kapal se Sumatera Utara di Mapolda Sumut, Selasa (23/10/2018).

Selasa, 23 Okt 2018 20:19Berita Sumut

Buntut Pembakaran Bendera Tauhid, GNPF Sumut Dukung Pembubaran Banser

Lantaran anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafadz tauhid bertepatan di Hari Santri di Garut pada Minggu (21/10), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumate

Selasa, 23 Okt 2018 18:30Berita Sumut

Oknum Polisi Penista Agama Diserahkan Ke Kejari Asahan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan menerima pelimpahan tahap dua berupa tersangka dan barang bukti kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad melalui akun media sosial (medsos) Facebook dengan tersangka Aipda Saperio Sahputra Perangin-angin Pinem (4

Selasa, 23 Okt 2018 18:10Nasional

TNI Bersihkan Area Likuifaksi di Balaroa

Kegiatan clearing lokasi di Balaroa bertujuan untuk menghilangkan rasa trauma masyarakat, karena kalau kita biarkan rumah-rumah masih hancur, masyarakat yang datang untuk melihat akan merasa trauma berkepanjangan.

Selasa, 23 Okt 2018 17:55Berita Sumut

Walikota Medan Diharapkan Dukung Pedagang Pasar Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis, minta dukungan penuh Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi agar seluruh tenaga kerja baik formal maupun informal yang ada di Kota Medan pes

Selasa, 23 Okt 2018 17:30Berita Sumut

Ijeck Minta Target 10.500 Hektar Peremajaan Perkebunan Sawit Rakyat Terwujud

Target peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018 seluas 10.500 hektar diharapkan segera terealisasi. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder terkait diminta bersinergi dan berkolaborasi melakukan upaya per

Selasa, 23 Okt 2018 17:07Berita Sumut

Poldasu Secepatnya Limpahkan Sukran Tanjung ke Jaksa

Kasus Sukron J Tanjung yang ditangani oleh Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Sebab, berkas mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) itu telah dinyatakan lengkap (P-21).

Selasa, 23 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Kendalikan Peredaran Narkoba, Napi Lapas Tanjung Gusta Dihukum Mati

Egah Halim, narapidan Lapas Tanjung Gusta Medan diganjar pidana mati dari majelis hakim PN Medan. Ia terbukti mengendalikan narkotika jenis pil ekstasi dari dalam Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan.

Selasa, 23 Okt 2018 16:59Nasional

TNI Gelar Lomba Menggambar Bagi Anak-Anak Pengungsi Sulteng

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC) Kodam XIV/Hasanuddin dipimpin Lettu Inf Sahang dan Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad dipimpin Kapten Inf Nur Cahyo, men

Selasa, 23 Okt 2018 16:54Nasional

TNI Bantu Bangun Rumah Warga di Desa Senayan Sumbawa Barat

Pasca bencana gempa berkekuatan 7.0 skala richter pada 5 Agustus 2018 lalu, tidak hanya menghancurkan bangunan maupun infrastruktur yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, namun juga sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat ikut terkena da

Selasa, 23 Okt 2018 16:44Berita Sumut

PNS TNI Wilayah Medan Ikut Ujian Dinas dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat

Sebanyak 56 orang PNS TNI Wilayah Medan mengikuti seleksi Ujian Dinas Tk I dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tingkat Sarjana di Aula Transito Ajendam Jalan Abdul Manaf Lubis, Gaperta Medan

Selasa, 23 Okt 2018 16:36Berita Sumut

Istri Seharusnya Disayangi, Oknum PNS Dinas Kehutanan Sumut Malah Menganiaya

Unit Reskrim Polsek Patumbak melakukan penangkapan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kehutanan Sumut, berinisial ND ,54, warga Jalan Bajak V Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas.