• Home
  • Lifestyle
  • Sebenarnya 'Orang China' Itu Siapa Sih? Yuk Upgrade Pengetahuan Kamu Biar Gak Asal Ngomong Doang

Sebenarnya 'Orang China' Itu Siapa Sih? Yuk Upgrade Pengetahuan Kamu Biar Gak Asal Ngomong Doang

Fidel W Sabtu, 14 Juli 2018 08:23 WIB
siapakah orang china? / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  Benarkah "orang Indonesia asli" ialah mereka yang benar-benar masyarakat Indonesia? Atau benarkah yang diklaim sebagai "orang China" adalah sebenar-benarnya orang China? Bagaimana jika fakta tersebut ternyata berkebalikan?

Dari sejumlah literatur sejarah, Indonesia dan China memiliki kaitan yang terentang sejak ribuan tahun lalu. Orang-orang dari daratan, atau yang disebut China tercatat datang ke Nusantara sejak 3 hingga 4 ribu tahun lalu. Bahkan, orang-orang yang sekarang kita sebut "orang Indonesia" menurut penelitian adalah mereka yang memiliki keturunan orang-orang Austronesia di China.

Ketua Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia Sutrisno Murtiyoso mengungkapkan hal tersebut saat dijumpai di kediamannya di Bandung, Jumat  (5/1). Saat ini Sutrisno sedang mengumpulkan dokumentasi kelenteng di wilayah Jawa dan Bali.

Dalam deskripsi Sutrisno, masyarakat Austronesia yang berasal dari wilayah China direpresentasikan masyarakat yang berkebudayaan menyerupai masyarakat Flores, Batak, Dayak, yang artinya bukan seperti "orang China" yang kita kenal pada umumnya: berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka berkulit cokelat dan bermata bulat.

Dalam teori Oppenheimer, ujar Sutrisno, di ujung Zaman Es terakhir, ketika es mencair dan permukaan air laut naik, pada 10 ribu tahun lalu, orang-orang dari Nusantara ini pindah ke arah utara, yakni ke China. Ketika di utara sudah mampu bertani, mereka mengalir dan kembali ke Indonesia lagi.

Ini sejalan dengan teori yang mengatakan bahwa Taiwan merupakan tempat asal persebaran orang-orang Austronesia. Dari Taiwan, mereka melayari Filipina, turun ke Selat Makassar. Kemudian terbagi dua: ke barat hingga mencapai pulau-pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Semenanjung. Yang ke timur terbagi dua, melayari Halmahera dan Laut Flores.


Kedatangan orang Han

Pada masa yang lebih muda atau 300-400 SM, pada masa Dinasti Chou, China sudah mengenal cengkih padahal saat itu penghasil cengkih di muka bumi ini hanyalah Maluku. Orang Romawi pada zaman yang sama juga sudah kenal cengkih dan pala.

"Rasanya tidak mungkin orang Romawi sendiri yang datang ke Maluku, melainkan lewat banyak tangan hingga tiba di Romawi.  Tapi kalau orang China, mungkin saja, karena orang-orang Austronesia pelaut," ujar Sutrisno.

Lebih kurang 1000 tahun lalu, sudah terjadi hubungan antara orang-orang Han dengan orang-orang di Nusantara. Suku Han yang tinggal di sepanjang sungai Han, di China Utara inilah yang, menurut Sutrisno, sejatinya disebut orang China.

Kedatangan mereka mulai banyak dan signifikan pada zaman Majapahit, abad ke-13 dan 14.  Hukum di Jawa kala itu, orang asing boleh kawin dengan perempuan Jawa, tapi anak jadi milik (cacah) ibunya, tak pernah milik bapaknya.

Pada waktu itu tenaga manusia serta jumlah penduduk adalah yang paling penting, dan penguasa tahu sekali faktor ini. Akibatnya, sampai abad 17-18 praktis secara legal tidak ada orang China di Jawa karena jadi orang Jawa semua.

Salah satu bukti adalah catatan Dagh-Register gehouden int Casteel Batavia. Tahun 1681 Kesultanan Cirebon membuat perjanjian dengan Batavia untuk minta perlindungan karena takut diserang Mataram. Mereka lari ke Batavia karena dianggap lebih aman.

Utusan dari  Cirebon ke Batavia untuk menandatangani perjanjian adalah tujuh pejabat Jaksa Pepitu, semacam  Dewan Penasihat. Perjanjian itu sekarang masih tersimpan di Arsip Nasional.

Penjaga benteng Kastil Batavia yang bertugas mencatat, melaporkan ada tujuh orang dari Cirebon, lima di antaranya "chinees" (orang China). Padahal tak tertulis nama China satu pun di dalam catatan, semua nama bangsawan. Penjaga menuliskan "chinees" hanya berdasarkan wajah.


Lantas dari mana jalannya ada orang China bergelar bangsawan?

Tak lain, anak yang berbapak China dan beribu Jawa tadi banyak yang membantu bapaknya berdagang, sehingga kepandaian mereka dalam ilmu berhitung di atas rata-rata. Sultan Cirebon lantas merekrut orang-orang dengan kemampuan demikian untuk bekerja untuk kraton dan memberi mereka nama bangsawan.

Orang-orang China kemudian benar-benar datang dalam jumlah banyak adalah sewaktu Jan Pieterszoon Coen mendirikan Batavia pada 1600-an awal. Coen tidak punya penduduk karena penduduk Sunda Kelapa baru saja diusir, sedangkan orang Belanda hanya puluhan orang.

"Mau pakai orang setempat, orang Banten dan Mataram, mana dia percaya? Mereka baru saja diusir, masa dipakai untuk bangun kota, nanti malah mencelakakan dirinya," ujar Sutrisno.

Coen, yang pernah di Taiwan saat Taiwan dikuasai VOC, akhirnya mengambil orang-orang Taiwan yang perangainya sudah sangat dia kenal. Agen yang jadi penghubungnya mendatangkan banyak orang dari Hokkian, sekarang Provinsi Fujiaen, di wilayah Selatan, pesisir yang berhadap-hadapan dengan Taiwan.

Orang-orang China yang baru datang ini bukanlah pedagang. Mereka para tukang: tukang kayu, tukang aduk pasir, tukang bikin kapur, dan tenaga kasar lain yang keterampilannya sangat dibutuhkan untuk membangun kota.

Sejak abad ke-17 sampai akhir abad ke-19, yang datang ke Jawa adalah orang-orang Hokkian. Karena itu, mayoritas orang China di Indonesia adalah orang Hokkian.

Tak heran banyak sekali istilah dan kata dalam Bahasa Indonesia yang berasal dari dialek Hokkian, alih-alih Guoyu (bahasa nasional China), seperti imlek, sincia, angpau, cukong, tauke, loteng, cat, ubin sampai teh, tahu, mi, dan tauge.

Istilah "Tiongkok" dan "Tionghoa" pun berasal dari dialek Hokkian, padahal sebutan resmi yang diterima seluruh suku di China dan tidak mengandung pretensi apa-apa adalah "Zhongguo" (baca: cungkuo).
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:bangsa hanchinaorang china
Komentar
Senin, 22 Okt 2018 20:25Berita Sumut

Camat Kota Kisaran Timur Apresiasi Kinerja Polsek Kota

Camat kota Kisaran Timur Irwandi mengapresiasi kinerja kapolsek Kota Kisaran Iptu.Rianto,SH.MAP yang telah dapat memberikan pengayoman serta dapat mengeleminir gejolak yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kisaran kota, hal ter

Senin, 22 Okt 2018 18:36Berita Sumut

Gubsu Serahkan Tali Asih dan Penghargaan Kafilah MTQN XXVII, Harapkan Sumut Kembali Bangkit

Ukiran sejarah ditorehkan para kafilah Sumatera Utara (Sumut) pada perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) XXVII 2018 dengan menempati peringkat tiga peraih medali terbanyak dari 34 provinsi. Capaian ini pun diharapkan mampu membangk

Senin, 22 Okt 2018 18:12Berita Sumut

Dua Babinsa Grebek Lokasi Pesta Narkoba di Medan, 23 Paket Sabu Diamankan

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS Medan berhasil mengamankan 23 paket sabu, dan satu butir ineks dari lokasi pesta narkoba di Jln Bajak I, Lingkungan 1, Kel. Harjosari 2, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Minggu malam (21/10/2018) pukul 20.55 Wib.

Senin, 22 Okt 2018 17:45Berita Sumut

Duh, Hanya Karena Persoalan Ini Sekeluarga di Tanjung Morawa Dibunuh

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto akhirnya memaparkan motif pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa yang dilakukan tiga orang tersangka. Ternyata motifnya hanya karena persoalan sepele.

Senin, 22 Okt 2018 17:15Berita Sumut

Gubernur Ajak Anggota DPD RI Bersama-sama Membangun Sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh anggota DPD RI asal Sumut untuk bersama-sama membangun daerah ini. Karena masih banyak persoalan yang ada di Sumut yang belum terselesaikan. Padahal, banyak sumber daya alam, namun belum diman

Senin, 22 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Pemprov Sumut-LIPIA Bicarakan Pengembangan Pendidikan Bahasa Arab di Sekolah

Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyambut baik kedatangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Salah satunya untuk membicarakan pengembangan pendidikan Bahasa Arab di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP dan SMA/SMK.

Senin, 22 Okt 2018 16:30Berita Sumut

Kapolda Sumut Buka Workshop Divisi Humas Mabes Polri di Medan

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto membuka workshop Penguatan Tim Media Sosial dan Media Online Wilayah Polda sumut di Emerald Garden jalan K.L Yos Sudarso, Senin (22/10).

Senin, 22 Okt 2018 16:00Berita Sumut

Selama 3 Pekan, 65 TSK Diamankan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu

Selama 3 pekan pihak Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dibawah kepemimpinan AKP Teuku Fatir SH Sik ,mengungkap 56 kasus kejahatan yakni curas, curat dan curanmor dengan 65 orang tersangka.

Senin, 22 Okt 2018 15:48Berita Sumut

Grebek Gudang Pengoplos Gas Subsidi di Jalan Kompos, Polrestabes Medan Sita Puluhan Tabung Gas

Satreskrim Polrestabes Medan menggrebek gudang pengoplos gas di Jalan Kompos Gang Pribadi, Rabu (17/10). Dalam penggrebekan ini, polisi mengamankan dua orang pelaku dan menyita berbagai jenis tabung gas.

Senin, 22 Okt 2018 15:20Berita Sumut

Pejabat Pembuat Komiten Proyek Pengadaan Seragam SD Disdik Labusel Divonis Bebas

Satu dari dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan seragam SD Tahun Anggaran (TA) 2016 di Dinas Pendidikan (Disdik) Labuhan Batu Selatan (Labusel) divonis bebas.

Senin, 22 Okt 2018 15:02Berita Sumut

Eksepsi Kompol Fahrizal Ditolak Hakim, Sidang Tetap Dilanjutkan

Eksepsi (keberatan) atas dakwaan yang diajukan tim kuasa hukum Kompol Fahrizal akhirnya kandas. Majelis hakim yang diketuai Deson Togatorop menolak seluruh eksepsi mantan Wakapolres Lombok Tengah itu.

Senin, 22 Okt 2018 14:45Berita Sumut

Polsek Kutalimbaru Gelar Program Minggu Berkat

Kepolisian Sektor (Polsek) Kutalimbaru Polrestabes Medan kembali menggelar program unggulan bertajuk Minggu Berkat.

Senin, 22 Okt 2018 13:20Ekonomi

Harga Pakan Tinggi, Peternak Naikkan Harga Telur

Pelemahan mata uang rupiah belakangan ini mulai menekan pendapatan para peternak, khususnya para peternak ayam. Saat ini harga telur ayam di kisaran Rp 21 ribu per kg.

Senin, 22 Okt 2018 13:00Nasional

TNI Bantu Pasang Saluran Pipa Air Bersih dari Gunung Rinjani Sepanjang 6 Km

Pasca bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu yang lalu, telah mengakibatkan kerusakan dan kerugian berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satunya yaitu layanan air bersih de

Senin, 22 Okt 2018 12:58Ekonomi

Komisaris CIMB Niaga Resmi Undur Diri

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengumumkan telah menerima surat dari CIMB Group Sdn Bhd selaku pemegang saham pengendali CIMB Niaga mengenai pengunduran diri Dato' Sri Nazir Razak dari jabatannya selaku Presiden Komisaris CIMB Niaga. Pengunduran

Senin, 22 Okt 2018 12:56Ekonomi

IHSG Keok pada Perdagangan Sesi I, Nangkring di Level 5836

MATATELINGA, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sesi I. Tercatat, IHSG ditutup turun 1,49 poin atau 0,18% ke 5836,24.Menutup perdagangan sesi I, Senin (22/10/2018),