• Home
  • Lifestyle
  • Sempat Jadi Pengemis, ini Kisah Anak Penghafal Al-Quran yang Menjadi Terkenal

Sempat Jadi Pengemis, ini Kisah Anak Penghafal Al-Quran yang Menjadi Terkenal

Mtc Minggu, 13 Januari 2019 06:45 WIB
google
Tidak dapat dipungkiri, impitan ekonomi keluarga sering kali membuat anak-anak terkena imbasnya. Bahkan mereka terpaksa menjadi pengemis, karena tidak tahu harus berbuat apalagi di usianya yang masih muda. Hal ini pun sempat dirasakan oleh hafidz cilik In
MATATELINGA: Tidak dapat dipungkiri, impitan ekonomi keluarga sering kali membuat anak-anak terkena imbasnya. Bahkan mereka terpaksa menjadi pengemis, karena tidak tahu harus berbuat apalagi di usianya yang masih muda. Hal ini pun sempat dirasakan oleh hafidz cilik Indonesia, Kamil Ramadhan (11).



Sebagaimana Okezone kutip dari berbagai sumber, Minggu (13/1/2019) hafidz cilik yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah ini pernah menjadi pengemis. Hal tersebut ia lakoni lantaran untuk membantu biaya sekolah kakaknya. Kamil juga merupakan anak yatim, ayahnya meninggal sejak Kamil berusia 1 tahun.

Terlepas dari latar belakangnya itu, siapa sangka anak lelaki dari pasangan mendiang Muhammad Abduh dan Siti Maryam ini, kini menjadi seorang hafidz qur'an. Santri Pesantren de Muttaqin ini mulai menghafal Al-Quran sejak usia 8 tahun dan berhasil hafal 30 juz dalam waktu 6,5 bulan. Bahkan pencapaiannya itu membuatnya mendapat hadiah ibadah umroh. Di mana Kamil adalah santri pertama yang berhasil berangkat umroh.

Tidak hanya sekedar hafal 30 juz, Kamil juga hafal nomor dan nama surat, nomor ayat, nomor halaman dan bahkan urutan baris yang dibacanya. Selain itu, dia juga hafal 500 hadits beserta rawinya. Kamil sendiri pernah menjadi juara ketiga pada lomba Hafidz Indonesia tahun 2017 dan menempati posisi keenam pada lomba Hafidz Internasional 2018 di Jeddah.



Bakatnya yang luar biasa dalam menghafal ayat-ayat Al-qur'an bahkan membuatnya diundang sebagai tamu undangan khusus dari Dewan Mufti Rusia. Berdua dengan Muhammad Ghozali Akbar (10) yang juga hafidz cilik, lantunan ayat Qur'an mereka bergema di puncak MTQ Internasional Moskow ke-19 di Moskow, Rusia pada 21 Oktober 2018 lalu.

Dihadiri 6.000 masyarakat muslim, lantunan Surat Ar Rahman ayat 1 sampai 40 mampu menghipnotis para pengunjung. Banyak diantara yang hadir terharu, bahkan sampai menitikkan air mata. Tidak hanya mendengar lantunan dan kemampuan yang dimiliki kedua hafidz ini, tetapi juga latar belakang kehidupan mereka yang diketahui dari tayangan singkat.



Di akhir acara MTQ Internasional Moskow ke-19 ini, mereka mendapat banyak ucapan selamat dari para penonton yang menghampirinya. Saking terharu dan kagum, beberapa orang memberikan sedekah kepada kedua hafidz cilik Indonesia, dan bahkan ada yang ingin membelikan pakaian. Tidak sedikit diantara mereka yang mengabadikan momen ini dengan foto bersama atau swafoto.

(Mtc/Okz)
Editor: Fjr

Sumber: Okezone

T#g:blibliHafidz CilikHafidz IndonesiaMatatelingaPenghafal Al-QuranTerkini
Komentar
Senin, 25 Mar 2019 18:54Berita Sumut

Bocah 9 Tahun Tewas Terpanggang di Langkat

Kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah di Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (24/3) malam menyisakan luka yang sangat mendalam bagi korban. Tidak hanya kehilangan harta benda, mereka juga harus kehilangan salah satu anggota keluarganya.

Senin, 25 Mar 2019 17:14Berita Sumut

Korban Penyiraman Air Panas di Jalan S Parman Berharap Polisi Segara Tangkap Pelaku

Seorang korban penyiraman air panas bernama Sujito Suharjono alias A Huat (63) warga Jalan S Parman No 52 G Medan berharap agar pihak kepolisian menindak pelakunya. Mirisnya, pelaku merupakan tetangganya sendiri.

Senin, 25 Mar 2019 16:50Berita Sumut

Cabuli Tiga Anak Tetangga, Pria Uzur Ini Diboyong ke Kantor Polisi

Polsek Medan Kota mengamankan seorang pria uzur berusia 56 tahn berinisial PS warga Jalan Multatuli, Medan Maimun lantaran dilaporkan telah mencabuli tiga orang anak tetangganya. Pencabulan itu terungkap saat salah seorang korban mengadu ke orangtuanya.

Senin, 25 Mar 2019 16:35Berita Sumut

BMKG: Equinox Hanya Fenomena Biasa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantah kabar yang beredar yang menyebutkan fenomena Equinox dapat menyebabkan peningkatan suhu ekstrem, sehingga bisa berakibat sun stroke dan dehidrasi. BMKG menyebutkan fenomena Equinox ini merupak

Senin, 25 Mar 2019 16:20Berita Sumut

Pokja Bunda PAUD Sergai Dikukuhkan

Bupati Serdangbedagai mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se kecamatan di Sergai, di Aula Sultan Serdang, Senin (25/3). Kegiatan ini juga diselingi dengan Pendidikan dan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Gur

Senin, 25 Mar 2019 16:02Berita Sumut

Kunjungi Warkop Jurnalis, Parlindungan Purba Berbincang dengan Wartawan dan Sahuti Keluhan Pengemudi Taksi Online

Anggota DPD-RI asal Sumatra Utara, Parlindungan Purba mengunjungi warung jurnalis di Jalan Agus Salim Medan. Selain bersilaturrahmi dengan kalangan jurnalis, juga bertemu dengan sejumlah pengemudi taksi online, Senin (25/3/2019).

Senin, 25 Mar 2019 15:39Berita Sumut

Kapolres Asahan : Wartawan Harus Kompak dan Profesional

Dalam menjalin hubungan mitra kerja dengan insan jurnalis, Kapolres Asahan AKBP.Faisal Florentinus Napitupulu,SIK.MH senantiasa memberikan suasana baru dan mengayomi serta tidak membedakan satu sama lainnya. Hal tersebut dibuktikan AKBP.Faisal Florentinus

Senin, 25 Mar 2019 15:19Berita Sumut

Soekirman Motivasi Peserta UNBK SMK dan USBN SMP Kabupaten Serdang Bedagai

Bupati Serdangbedagai memantau pelaksanaan UNBK SMK dan USBN SMP di SMK Negeri 1 Perbaungan dan SMP Negeri 1 Perbaungan, Senin, 25 Maret 2019. Dalam kesempatan itu, Soekirman memotivasi para pelajar.

Senin, 25 Mar 2019 14:17Berita Sumut

Kajati Sumut Pimpin Acara Sertijab Aspidsus, Asdatun dan Kajari

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Fachruddin Siregar melalui Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Yudhi Sutoto memimpin acara serah terima jabatan Aspidsus, Asdatun dan Kajari di Wilayah Kerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (25/3/2019

Senin, 25 Mar 2019 14:00Berita Sumut

Tahun 2019, Hanya 25 SMK di Sumut yang Masih Gelar UNKP

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Arsyad Lubis mengatakan SMK di Sumatera Utara yang masih menjalani UNKP hanya sebanyak 25 sekolah. Dia mengatakan seluruhnya berada di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Senin, 25 Mar 2019 13:14Berita Sumut

Poldasu Bongkar Komplotan Perampok di Jalan Tol yang Nyaru Sebagai Polisi Narkoba

Personil Ditkrimum Polda Sumatera Utara meringkus 5 orang yang menjadi bagian dari komplotan perampok di jalan Tol. Dalam aksinya mereka menyaru sebagai polisi.

Senin, 25 Mar 2019 12:38Berita Sumut

Diresmikan Menteri BUMN, Tol Sei Rampah-Tebingtinggi Digratiskan Hingga 21 April 2019

Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan seksi 7 ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, Minggu (24/3/2019). Tol tersebut digratiskan hingga 21 April 2019 mendatang.

Senin, 25 Mar 2019 11:33Nasional

Akhyar Harap Porwil ke V Pemko Medan Hasilkan Atlet Berprestasi

Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kota Medan ke V Tahu 2019 resmi dibuka Wakil Wali Kota Ir.H Akhyar Nasution, M.Si di Sekolah Angkasa Medan, Sabtu (23/3). Digelarnya salah satu ajang bergengsi bagi atlet asal Kota Medan ini diharapkan menjadi bagian dari

Senin, 25 Mar 2019 11:16Berita Sumut

Binjai Selatan Juara Umum MTQ ke-50 Kota Binjai

Walikota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP PKK, Hj Lisa Andriani Idaham, Sekda, M Mahfullah P Daulay, pimpin OPD, dan FKPD, menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 Tingkat Kota Binjai ,di Arena MTQ Jalan Bejomuna, Kelurahan Timban

Senin, 25 Mar 2019 10:58Nasional

Bakamla Kupang Bersama Tim SAR Gabungan Selamatkan Kapal Yacht Mati Mesin

Personel SPKKL Kupang Bakamla yang sedang tergabung dalam Tim SAR gabungan bersama Basarnas Kupang, Lantamal VII dan Bea Cukai, melakukan penyelamatan terhadap kapal Yacht Marakot yang sedang mengalami mati mesin di tengah gelombang laut tinggi.

Senin, 25 Mar 2019 10:39Berita Sumut

Kapal Pukat Trawl Masih Beroperasi, Nelayan Tradisional Kembali Resah

Sejak Pemerintah Republik Indonesia melalui Kepmen No.71 melarang kapal ikan pukat Trawl beroprasi maka nelayan tradisionil di Propinsi Sumatera Utara ini merasa gembira karena pendapatan mereka bertambah.