• Home
  • Lifestyle
  • Trastuzumab, Obat Kanker Payudara yang Didepak dari Daftar BPJS

Trastuzumab, Obat Kanker Payudara yang Didepak dari Daftar BPJS

Fidel W Rabu, 18 Juli 2018 06:32 WIB
Juniarti berencana menggugat BPJS dan Presiden Joko Widodo terkait dicabutnya obat kanker trastuzumab dari daftar obat yang dijamin BPJS / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:   Juniarti, seorang pasien kanker menyatakan akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia dan kuasa hukum Hemasari Dharmabumi, berencana menggugat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Presiden Joko Widodo terkait dicabutnya obat kanker trastuzumab dari daftar obat yang dijamin BPJS Kesehatan.

Menurut Hema, Kemkes menyatakan bahwa trastuzumab dapat digunakan sebagai obat terapi kanker HER2 Positif.

"Kanker HER2 Positif ini kanker dengan penyebaran kanker 60 persen-70 persen, kanker paling ganas, obat itu harganya Rp25 juta dan klien saya membutuhkan 16 obat," kata Hema.

Trastuzumab terdengar asing di telinga tapi bagi pasien kanker, ia bisa jadi 'kawan akrab'. Apa itu trastuzumab?

Mengutip dari situs resmi Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (Pionas BPOM), trastuzumab digunakan untuk terapi kanker payudara stadium awal dengan produksi substansi protein HER2 berlebihan.

HER2 atau human epidermal growth factor receptor 2 adalah salah satu jenis gen yang membantu pertumbuhan dan proliferasi sel-sel manusia.

Obat trastuzumab ini diakui dan diterima untuk membantu pengobatan kanker payudara sejak tahun 1998.

Jika dikombinasikan dengan obat lain, trastuzumab dapat digunakan untuk mengobati kanker payudara metastase atau metastatis pada pasien dengan HER2 positif. Status 'metastatis' berarti kanker payudara sudah mencapai stadium 4. Ini berarti kanker sudah menyebar di luar jaringan payudara ke jaringan lain seperti tulang, paru-paru, hati atau bahkan otak.

Trastuzumab sendiri memiliki nama dagang herceptin atau ogivri.

Obat ini ditemukan pertama kali oleh Dr Axel Ullrich dan Dr. H. Michael Shepard di UCLA Jonsson Comprehensive Cancer Center. Dalam perkembangannya obat ini juga diteliti oleh Dr Dennis Slamon.

Trastuzumab, dikutip dari jurnal Frontier in Oncology disebut memiliki manfaat signifikan bagi kemajuan kondisi pasien dengan kanker payudara sejak 1988. Obat bekerja dengan dengan menempel pada sel kanker HER2 kemudian menghentikan pembelahan sel kanker dan pertumbuhannya. Obat diberikan lewat infus intravena.

Demi mendapat obat ini, orang harus merogoh kocek cukup dalam. Secara global, obat dibanderol dengan harga antara US$1.800 (sekitar Rp25juta) hingga US$1.955 (sekitar Rp28juta) per 440 miligram.

Untuk pemberian dosisnya sendiri tergantung pada banyak faktor termasuk dengan tinggi dan berat badan, kesehatan secara umum atau masalah kesehatan lainnya, tipe kanker, dan juga kondisi yang sudah diobati.

Di Indonesia, trastuzumab awalnya masuk daftar obat yang dijamin BPJS Kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Formularium Nasional 2018 yang ditetapkan pada 28 Desember 2017. Namun mulai 1 April 2018, obat ini harus didepak dari daftar.

Menurut Nopi Hidayat, Kepala Humas BPJS Kesehatan, keputusan ini sesuai dengan keputusan Dewan Pertimbangan Klinis bahwa trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi. Selain itu, obat ini harganya mahal.

Padahal, Juniarti divonis mengidap kanker payudara HER2 positif yang sudah bermetastatis atau menyebar pada 10 Mei 2018. Menurut sang suami, Edy Haryadi, Juniarti disarankan menjalani kemoterapi dengan tiga obat dan salah satu obat tersebut adalah trastuzumab yang tergolong terapi target untuk pengobatan kanker payudara.

Ia harus menjalani 8 sesi dari 16 sesi pengobatan dengan trastuzumab.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Kanker HER2Pengadilan Negeri Jakarta PusatBPJSkankertrastuzumab
Komentar
Minggu, 18 Agu 2019 21:56Nasional

Lima Tahun Kedepan, Pemerintah Lebih Jeli Mengontrol Harga Tanah

Dalam rangka mengakomodir pembangunan infrastruktur yang akan terus dilakukan selama lima tahun kedepan, Pemerintah tengah menginisiasi dengan Pembentukan Bank Tanah alias Land Bank

Minggu, 18 Agu 2019 21:35Nasional

Empat Pati Polri Bintang Dua Lolos Capim KPK

Empat pati polri bintang dua yang lolos saat ini adalah, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri Irjen Antam Novambar, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bauri. Karo Renmin Bareskrim Mabes Polri, Irjen Dharma Pongrekun, serta Analis K

Minggu, 18 Agu 2019 21:20Internasional

Pengunjung Bar, Kena Terjangan Roda Mobil, Mengalami Luka Berat

Seorang pengunjung bar pinggir jalan di Goiana, Brazil harus mengalami luka berat akibat terjangan roda mobil yang terlepas. Korban insiden lalu lintas tidak selalu berasal dari pihak pengemudi maupun penumpang kendaraan bermotor

Minggu, 18 Agu 2019 21:05Internasional

Teroris Serang Laboratorium Gas di Ladang Asy Syaibah

Serangan teroris terhadap laboratorium gas di ladang asy-Syaibah, dikecam Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais.

Minggu, 18 Agu 2019 20:21Nasional

Satgas Pamtas Yonif 411 Gelar Upacara HUT Ke-74 RI dengan Masyarakat Kampung Yakyu Papua

Prajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pandawa Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Papua Nugini (RI-PNG) menggelar upacara peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik I

Minggu, 18 Agu 2019 19:25Lifestyle

Kota Jakarta dikabarkan Memiliki Polusi Udara Paling Buruk Sedunia, 4 Tanaman Mengatasinya

Berdasarkan laporan hasil pemantauan Air Quality Indeks (AQI) atau Indeks Kualitas Udara Global Airvisual pada akhir Juli 2019, Kota Jakarta dikabarkan memiliki polusi udara paling buruk sedunia

Minggu, 18 Agu 2019 18:15Berita Sumut

Memeriahkan HHUT ke 74 RI Karang Taruna Adakan Berbagai Perlombaan

Dalam rangka memeriahkan Dirgahayu RI ke 74, Karang Taruna Kecamatan Medan Belawan mengadakan berbagai perlombaan

Minggu, 18 Agu 2019 17:08Berita Sumut

Pengibaran Bendera Dari Bawah Laut dan Di Bungker Poncan Ala Komantab

Prosesi upacara pengibaran bendera Republik Indonesia dari bawah laut di perairan Poncan Gadang, Kota Sibolga, Sumatera Utara yang dilaksanakan Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), berjalan sukses, Minggu (18/8/2019).

Minggu, 18 Agu 2019 16:38Nasional

Ketum Dharma Pertiwi Buka Workshop Robotik Bagi Siswa TK dan SD

Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto secara resmi membuka acara Workshop Robotik bagi siswa-siswi sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) dibawah naungan Yayasan Dharma Pertiwi, bertempat di Gedung Panti Prajurit, Bala

Minggu, 18 Agu 2019 16:02Nasional

Dinamika Geopolitik Keamanan Maritim Meningkat, Penguatan Bakamla RI Sebuah Keniscayaan

"Siapa yang dapat mengendalikan Laut China Timur dan Laut China Selatan akan mendominasi Asia. Siapa yang mendominasi Asia akan mengendalikan dunia".

Minggu, 18 Agu 2019 15:07Berita Sumut

Kodim 0201/BS Memperingati HUT Ke-74 RI, Lomba Berbagai Ketangkasan

Memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia ke 74, seribuan warga Kodim 0201/BS memadati Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan Medan

Minggu, 18 Agu 2019 14:30Nasional

393 Jamaah Haji Kloter Pertama Telah Tiba di Tanah Air

Pada Embarkasi Padang, Kelompok Terbang (Kloter) Pertama Pemulangan Jamaah Haji telah tiba di Bandar Udara Minangkabau Padang

Minggu, 18 Agu 2019 14:15Berita Sumut

Pemkab Asahan Gelar Malam Resepsi HUT RI Ke 74

Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mengungkapkan rasa syukur pada HUT RI ke 74

Minggu, 18 Agu 2019 14:07Berita Sumut

Meriahkan HUT RI, PIP Gelar Gerak Jalan Santai

MATATELINGA, Medan : Untuk meriahkan HUT ke-74 Republik Indonesia, keluarga besar PT Pandu Indera Persada (PIP), Satkom Perkasa, Pergerakan Indonesia, dan Panji Jomar mengadakan Jalan Sehat Keluarga B

Minggu, 18 Agu 2019 14:00Bola

Mengapa Lucas Moura Dipuji Pochettino

Pekan kedua Liga Inggris 2019-2020. Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino

Minggu, 18 Agu 2019 13:47Berita Sumut

Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Macetkan Lalulintas Kota Medan

Pohon tumbang di beberapa titik sebabkan kemacetan lalulintas