• Home
  • Lifestyle
  • Waspadai! Produk Kimia yang Bisa Bikin Body Menggendut

Waspadai! Produk Kimia yang Bisa Bikin Body Menggendut

Fidel W Rabu, 12 September 2018 11:54 WIB
Waspadai! Produk Kimia yang Bisa Bikin Body Menggendut / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  Kehidupan manusia di zaman modern tak bisa lepas dari paparan beragam zat kimia. Mulai dari produk kecantikan, kemasan makanan, dan masih banyak lagi.

Tak cuma mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan, tapi bahan-bahan kimia yang kerap ditemukan dalam produk sehari-hari itu juga berpotensi memicu peningkatan berat badan. Penelitian terbaru menemukan zat kimia seperti perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl (PFAS) dapat berperan dalam penambahan berat badan.

PFAS merupakan bahan kimia sintetis yang banyak digunakan dalam berbagai produk seperti peralatan masak antilengket, kain, kemasan makanan, produk sehari-hari, dan produk pembersih. Zat PFAS dapat menumpuk dan bertahan di dalam tubuh pada jangka waktu yang lama.

Studi dari Harvard Medical School ini menganalisis data dari 950 orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dan memiliki pradiabetes pada 1996 hingga 1999.

Penelitian ini sebenarnya bertujuan untuk melihat efektivitas program penurunan berat badan pada orang pradiabetes selama 15 tahun. Di saat yang bersamaan, peneliti juga mengukur tingkat PFAS dalam darah partisipan.

Hasilnya, peneliti menemukan tingkat PFAS yang tinggi dalam darah dikaitkan dengan penambahan berat badan pada orang yang tidak mengikuti program diet dan perubahan gaya hidup sehat. Setiap dua kali lipat kenaikan PFAS dikaitkan dengan penambahan 1,8 kg berat badan dalam sembilan tahun.

Namun, kaitan antara PFAS dengan penambahan berat badan tak berlaku pada orang yang mengikuti program diet dan perubahan gaya hidup.

"Temuan ini dapat menunjukkan bahwa PFAS bertindak sebagai obesegons (bahan kimia yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap kenaikan berat badan) pada orang yang memiliki faktor risiko obesitas. Tetapi tidak (meningkatkan kerentanan) jika faktor itu dikurangi," kata peneliti dikutip dari Live Science.

Peneliti menyimpulkan bahwa kandungan PFAS yang dapat meningkatkan berat badan itu dapat dilawan dengan diet seimbang dan olahraga teratur.

Beberapa penelitian sebelumnya juga sudah menghubungkan paparan PFAS dengan masalah kesehatan tertentu seperti berat badan bayi yang rendah, penyakit tiroid, kanker, dan sejumlah masalah kesehatan lainnya.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Kehidupan manusiaperfluoroalkyl dan polyfluoroalkylzat kimia
Komentar
Jumat, 19 Apr 2019 21:56Berita Sumut

Beredar Lagi Video Kecurangan Pemilu di Tapteng, Bawaslu akan Hitung Ulang Suara

Setelah beredarnya video kecurangan proses Pemilihan Umum di Kabupaten Tapanuli Tengah, warganet kembali dihebohkan dengan video lainnya yang terjadi di kecamatan yang berbeda.

Jumat, 19 Apr 2019 21:15Nasional

Jokowi-Ma'ruf 54,99% dan Prabowo-Sandi 45,01% di Real Count KPU 3%

Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperbaharui perolehan suara Pilpres 2019. Setidaknya, hingga pukul 19.45 WIB

Jumat, 19 Apr 2019 21:00Nasional

Pasca Keluarkan "Surat Cinta" BPN Tepis Isu Perpecahan Dengan SBY

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade

Jumat, 19 Apr 2019 20:45Berita Sumut

Ikut Amankan Pemilu 2019, Kapolres Binjai Ucapkan Terimakasih Kepada Masyarakat

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengucapkan terimakasih kepada masyarakat

Jumat, 19 Apr 2019 20:30Nasional

Diperiksa Tim Dokter, Begini Kondisi Sandiga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiga Uno memeriksa kondisi kesehatannya

Jumat, 19 Apr 2019 20:15Bola

Kepindahan Eden Hazard Tinggal Menghitung Hari

Real Madrid tampaknya sebentar lagi bakal mengumumkan kedatangan satu pemain bintang di bursa transfer musim panas 2019 nanti

Jumat, 19 Apr 2019 20:00Internasional

Siswi Bangladesh Dibakar Hidup-Hidup Usai Laporkan Pelecehan Seksual

Nusrat Jahan Rafi, seorang remaja berusia 19 tahun tewas pada 10 April, lima hari setelah dia disiram bensin

Jumat, 19 Apr 2019 18:50Berita Sumut

Kodam I/BB Apresiasi Serka Nur Habibah Lubis Sebagai Babinsa Kowad Pertama di Jajaran Korem 032/Wbr

Kodam I/Bukit Barisan memberikan apresiasinya kepada Sersan Kepala Nur Habibah Lubis yang merupakan Bintara Pembina Desa (Bibinsa)

Jumat, 19 Apr 2019 17:35Berita Sumut

Kapolda: Terimakasih Warga Sumatera Utara

Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 17 April kemarin, telah berlangsung dengan damai dan kondusif. Bahkan, antusias masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi tersebut, juga terbilang begitu tinggi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:30Nasional

Prabowo Subianto Dapat Hadiah dari Para Habaib & Kiyai

Dalam acara sujud syukur kemenangan terdapat sebuah ucapan yang menarik dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto

Jumat, 19 Apr 2019 17:26Berita Sumut

Berkumpul di Mesjid Al-Jihad, Ribuan Warga Sumut Gelar Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandi

Ribuan warga Sumatera Utara memadati Mesjid Al-Jihad Jalan Abdullah Lubis Medan seusai menggelar Ibadah Shalat Jumat, (19/4/2019). Mereka berkumpul dalam rangka syukuran atas kemenangan Prabowo-Sandi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:15Nasional

Jokowi Ingin Bertemu Prabowo!

PDI Perjuangan (PDIP) mengapresiasi langkah calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)

Jumat, 19 Apr 2019 17:00Nasional

Tabung Gas 3 Kg Kembali Meledak, 4 Tukang Bakso Jadi Korbannya

Empat orang menjadi korban gas melon berukuran tiga kilogram, yang alami kebocoran di salah satu rumah kontrakan di Jalan Cigelereng, Kota Bandung, pada Jum'at (19/4/2019).

Jumat, 19 Apr 2019 16:45Ekonomi

5 Blok Migas di Lelang

Pemerintah melelang lima wilayah kerja (WK) migas konvensional tahap I 2019. Sejak dibuka tanggal 21 Februari 2019 lalu

Jumat, 19 Apr 2019 16:30Internasional

Pria ini Rela Potong Jarinya Usai Salah Pilih Partai

Seorang peserta pemilihan umum di India mengatakan bahwa dia telah memotong jari telunjuknya setelah menyadari dia telah memberikan suaranya kepada partai politik yang salah.

Jumat, 19 Apr 2019 16:15Nasional

Real Count Hanya untuk Publikasi, Bukan Hasil Pemilu, Tegas KPU!

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menegaskan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) atau real count KPU