• Home
  • Nasional
  • Bakal Diterapkan, Peserta BPJS Kesehatan Akan Dikenakan Biaya Ketika Berobat

Bakal Diterapkan, Peserta BPJS Kesehatan Akan Dikenakan Biaya Ketika Berobat

Amrizal Jumat, 18 Januari 2019 13:56 WIB
mtc/net
MATATELINGA, Medan: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mengeluarkan regulasi terbaru dalam menyambut tahun kelima Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dimana, regulasi tersebut tertuang dalam Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 yang mengatur soal ketentuan urun biaya dan selisih biaya JKN-KIS, yang ditetapkan untuk menekan potensi penyalahgunaan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf menerangkan, ketentuan urun biaya itu diberlakukan bagi jenis pelayanan kesehatan yang dianggap dapat menimbulkan penyalahgunaan. Akan tetapi, saat ini, kata dia, urun biaya memang belum diberlakukan, karena masih dalam proses pembahasan terkait pelayanan apa saja yang akan dikenakan.

"Tentu usulan itu harus disertai data dan analisis pendukung yang dapat dipertanggung jawabkan. Selanjutnya Kemenkes membentuk tim yang terdiri atas pengusul (BPJS Kesehatan, organisasi profesi dan asosiasi Fasilitas), serta akademisi dan pihak terkait lainnya, untuk melaksanakan kajian, uji publik, dan membuat rekomendasi," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (18/1/2019).

Untuk itu, Iqbal mengatakan, fasilitas kesehatan wajib menginformasikan jenis pelayanan yang dikenai urun biaya dan estimasi besarannya kepada peserta. Sehingga kedepan, peserta atau keluarganya harus memberikan persetujuan kesediaan membayar urun biaya sebelum mendapatkan pelayanan.

"Aturan besaran urun biaya tersebut berbeda antara rawat jalan dengan rawat inap. Untuk rawat jalan, besarannya Rp 20.000 untuk setiap kali kunjungan rawat jalan di RS kelas A dan RS kelas B, Rp 10.000 untuk setiap kali kunjungan rawat jalan di RS kelas C, RS kelas D, dan klinik utama, serta paling tinggi Rp 350.000 untuk paling banyak 20 kali kunjungan dalam waktu 3 bulan. Perlu diperhatikan, nominal ini masih terbilang kecil dari pada total biaya pelayanan yang diperoleh peserta," jelasnya. 

Sedangkan untuk rawat inap, lanjutnya, besaran urun biayanya adalah 10% dari biaya pelayanan, dihitung dari total tarif INA CBG's setiap kali melakukan rawat inap, atau paling tinggi Rp 30 juta. Selanjutnya, BPJS Kesehatan akan membayar klaim RS dikurangi besaran urun biaya tersebut. Urun biaya dibayarkan oleh peserta kepada fasilitas kesehatan setelah pelayanan kesehatan diberikan. 

"Ketentuan urun biaya ini tidak berlaku bagi peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah," tegasnya. 

Selain itu, Iqbal juga menerangkan soal aturan bagi peserta yang hendak meningkatkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya, termasuk rawat jalan eksekutif. Ia menyatakan, Permenkes tidak melarang peningkatan hak kelas rawat di rumah sakit, meski ada konsekuensi pembayaran selisih biaya yang harus ditanggung oleh peserta JKN-KIS yang bersangkutan.

"Peningkatan kelas perawatan tersebut hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggi dari kelas yang menjadi hak kelas peserta. Pembayaran selisih biayanya dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta, pemberi kerja, atau melalui asuransi kesehatan tambahan," terangnya. 

Lebih lanjut ia menuturkan, untuk peningkatan kelas rawat inap dari kelas 3 ke kelas 2, dan dari kelas 2 ke kelas 1, maka peserta harus membayar selisih biaya antara tarif INA CBG's antar kelas. Sementara untuk peningkatan kelas rawat inap dari kelas 1 ke kelas di atasnya, seperti VIP, maka peserta harus membayar selisih biaya paling banyak 75% dari tarif INA CBG's kelas 1. Begitu pula untuk rawat jalan, peserta harus membayar biaya paket pelayanan rawat jalan eksekutif paling banyak Rp 400.000 untuk setiap episode rawat jalan.

"Sama halnya dengan aturan tentang urun biaya tadi, fasilitas kesehatan juga harus memberi inofrmasi kepada peserta atau keluarganya tentang biaya pelayanan yang ditanggung BPJS Kesehatan dan berapa selisih biaya yang harus ditanggung peserta. Baik peserta ataupun keluarganya juga harus menyatakan kesediaannya membayar selisih biaya sebelum mendapatkan pelayanan," pungkasnya. (mtc)

Editor: faeza

T#g:BPJSpeserta bpjs
Komentar
Minggu, 21 Jul 2019 23:59Nasional

Gunung Panderman Terbakar, Tim BPBD Lakukan Pencarian Pendaki

Hutan di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur terbakar, Minggu (21/7/2019) malam

Minggu, 21 Jul 2019 23:50Bola

Cuma Menang Tips atas PSM Makassar, Pelatih Persija Tetap Puas

Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos, senang dengan kemenangan tim asuhannya atas PSM Makassar dalam leg I final Piala Indonesia 2018

Minggu, 21 Jul 2019 23:45Bola

Tottenham Taklukkan Juventus 3-2

Tottenham Hotspur sukses memenangi laga kontra Juventus pada pertandingan International Champions Cup (ICC) 2019

Minggu, 21 Jul 2019 23:40Nasional

Tragis, Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Seorang bocah berusia tiga tahun, Muh. Rizal Ashari, putra pasangan A. Tamzis dan Sukesi, warga Dukuh Sapen RT 017/RW 004, Desa Tanggan

Minggu, 21 Jul 2019 23:35Bola

Fabregas Ragu Bisa Kembali Merumput

Cecs Fabregas buka suara soal peluangnya kembali merumput di Liga Spanyol

Minggu, 21 Jul 2019 23:30Nasional

Gunung yang Dicintai Rasulullah SAW ini Sejarah dan Keutamaan Jabal Uhud

Jabal Uhud bukan gunung biasa. Jabal Uhud sarat akan nilai dan makna spiritual dan sejarah.

Minggu, 21 Jul 2019 23:25Bola

Soal Masa Depan Gareth Bale, Zidane Tak Ambil Pusing

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, buka suara soal masa depan salah satu pemainnya, yakni Gareth Bale

Minggu, 21 Jul 2019 23:15Bola

Sekor Imbang Akhiri Laga Persibaya vs Tira Persikabo

Persebaya Surabaya menjamu pimpinan klasemen sementara Liga 1 2019, PS TIRA Persikabo, di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (21/7/2019), malam WIB

Minggu, 21 Jul 2019 23:00Internasional

Ziarah Kubur di Tanah Suci, Kerajaan Arab Saudi Himbau Jama'ah

Kerajaan Arab Saudi sangat menjaga ziarah kubur yang dilakukan jama'ah haji dari seluruh dunia

Minggu, 21 Jul 2019 22:45Nasional

Prajurit TNI Sontak Viral Usai Suapi Kakek Tua Renta

Seorang prajurit TNI terekam kamera sedang jongkok dan menyuapi seorang kakek renta di depan teras sebuah warung sate kambing. Aksi Spontan prajurit TNI mendapat apresiasi dari warganet.

Minggu, 21 Jul 2019 21:04Berita Sumut

Polsek Patumbak Gelar Razia, Warga Ucapkan "Mantap Pak Polisi"

Guna menekan tindak kejahatan diwilayah Hukum Polsek Patumbak, , Minggu dinihari (21/7/2019), menggelar razia di kawasan Jalan. Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas. Sasaran razia kali ini, tak lain adalah para pelaku kejahatan yang melintas di wilaya

Minggu, 21 Jul 2019 20:46Berita Sumut

Danyonif 8 Marinir Tutup Latihan Satuan Lanjutan I Tw II Tahun 2019

Komandan Batalyon Infanteri 8 Marinir Letkol Mar Danang Ary Setyawan, S.A.P.,M.Tr (Hanla) memimpin upacara penutupan Latihan Satuan Lanjutan (LSL) I Triwulan II (TW II) Yonif 8 Marinir TA. 2019, di Lapangan apel Mako Yonif 8 Marinir, Tangkahan Lagan, P.

Minggu, 21 Jul 2019 19:23Lifestyle

Hati Hati Terhadap Tikus, Dapat Menyebarkan 4 Penyakit

Tikus memiliki kemampuan untuk memanjat dan kecepatan dalam berlari. Sebagian orang berpikir tikus merupakan binatang yang lucu dan menggemaskan. Biasanya tikus sengaja dibudidayakan sebagai pakan untuk hewan karnivora seperti ular.

Minggu, 21 Jul 2019 18:58Bola

Virgil van Dijk, Salah Satu Kandidat Terkuat Peraih Trofi Ballon dOr 2019

Pemain berpaspor Belanda ini pun menyambut positif, Bek Liverpool, Virgil van Dijk, disebut-sebut jadi salah satu kandidat terkuat peraih trofi Ballon dOr 2019. Ia merasa hal tersebut sangat mungkin terealiasasi mengingat telah tampil apik di sepanjang m

Minggu, 21 Jul 2019 17:47Nasional

Tim Yonif 133 Juara I Lomba Dayung Kampar Internaisoal

Tim Dayung Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti berhasil tampil sebagai yang terbaik dan meraih Juara pertama pada kelas 22 pedayung dan Juara ketiga pada kelas 12 Pendayung dalam ajang "Kampar Internasional Dragon Boat Pestival 2019" yang berlang

Minggu, 21 Jul 2019 16:18Aceh

BPBD Aceh Kerahkan Alat Berat Membersihkan Tumpukan Pasir

Terkait dengan banjir dan longsor, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan dua unit alat berat jenis Exavator untuk melakukan pembersihan tumpukan pasir dampak gelombang pa