Bertemu Rohan, Aman Mengaku Ditawari Tiga Hal

Fidel W Sabtu, 26 Mei 2018 12:05 WIB
Aman Abdurrahman mengaku bertemu Head of the International Centre for Political Violence and Terrorism Research Singapura, Rohan Gunaratna pada Desember 2017 lalu / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Aman Abdurrahman mengaku bertemu Head of the International Centre for Political Violence and Terrorism Research Singapura, Rohan Gunaratna pada Desember 2017 lalu.

Itu terucap dalam pleidoi atau nota pembelaan yang dibacakan sang terdakwa kasus serangan teror bom Thamrin saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5). Namun pengacara Aman, Asludin Hatjani mengaku tak tahu menahu soal pertemuan itu.

"Saya baru dengarnya tadi juga dipersidangan. Saya sebelumnya belum tau," kata Asludin.

Padahal menurut Asludin, seminggu terakhir tim pengacara berkomunikasi dengan Aman guna membahas pleidoi yang akan disampaikan dalam sidang. Namun tidak sekali pun Aman bercerita soal pertemuannya dengan Rohan, apalagi inti dan hasil dari pertemuan itu.

Dalam pleidoinya Aman mengaku, ia diajak Rohan berkompromi dengan pemerintah jika ingin bebas. Tepatnya, ada tiga pertanyaan bersifat tawaran yang diajukan Rohan kepada Aman.

Pertama, bagaimana jika pemerintah mengajak Aman berkompromi. Jika mau, Aman akan langsung dibebaskan dari jerat hukum. Sebaliknya, bila tidak mau ia akan dipenjara seumur hidup.

Lihat juga: Rohan Akui Aman Abdurrahman Tolak Kompromi dengan Pemerintah

Kedua, Rohan bertanya kepada Aman apakah mau jika diajak bertamasya ke museum Indonesia. Ketiga, Rohan juga bertanya apakah Aman mau jika diajak makan malam di luar penjara.

Aman menolak seluruh tawaran yang disampaikan Rohan.

Ia memilih tidak berkompromi karena baginya lebih baik tetap memegang teguh keyakinannya, meskipun harus keluar dari penjara dalam kondisi tak lagi bernyawa.

Meski baru tahu semua itu, Asludin menilai tujuan Aman mengungkapkannya dalam pleidoinya adalah ingin memperlihatkan bahwa pemerintah berupaya menekan pihak-pihak seperti dirinya.

"Aman sendiri menyatakan keyakinannya walaupun keluar sebagai mayat. Berarti Aman mau memperlihatkan selama ini ada yang berusaha menekan dan ini karena kekuasaan," katanya.

Diakui Rohan

Secara terpisah, apa yang diucapkan Aman dalam pleidoinya diakui Rohan. Profesor berkebangsaan Sri Lanka itu mengatakan, ia memang datang ke Indonesia dalam rangka melakukan penelitian sekaligus diundang oleh Pemerintah Indonesia. Ia pun bertemu Aman.

"[Kedatangan saya] untuk memberikan masukan dan bantuan terhadap Indonesia dalam memerangi terorisme dan ekstremisme," ucap Rohan.

Rohan mengatakan bahwa saat itu ia menyarankan Aman agar meninggalkan ideologi ekstremis dan ketertarikannya dengan teroris di Timur Tengah. Ia meminta Aman dapat bekerja sama dengan pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo. Dengan begitu ia bisa kembali kepada keluarga dan hidup harmonis dengan seluruh komunitas dan masyarakat di Indonesia.

Namun, kata Rohan, semua ajakannya dimentahkan Aman. Terdakwa kasus teror itu bersikukuh dengan ideologi dan menolak berkompromi. Kalau pun dibebaskan, kata Rohan, Aman tidak masalah jika tak tinggal bersama keluarganya. Ia bahkan memilih berjihad di Suriah.

Upaya Kriminalisasi

Aman menganggap kasus teror bom yang disangkakan kepadanya merupakan upaya penjeratan hukum dengan tujuan membungkam dakwah tauhid dan meneror mental para dai di dalamnya.

"Bila ada dai tauhid yang vokal dan diikuti banyak orang maka dengan mudah pihak penguasa menangkapnya dan menjeratnya dengan cara semacam itu kecuali bila mau berkompromi dengan pihak thagut penguasa dengan syarat-syarat yang ditetapkan," kata Aman dalam pleidoinya.

Aman mengakui bahwa dirinya menganggap pemerintah dan aparat sebagai kamu kafir.

Namun tidak pernah sekali pun ia mengimbau pengikutnya melakukan penyerangan. Tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam serangkaian kasus bom di Indonesia dianggap keliru.
Lihat juga: Akui Tak Terlibat Teror, Aman Tak Gentar Vonis Hukuman Mati

"Walau saya mengkafirkan aparat negara ini dan pemerintah, tapi sampai detik ini saya melakukan kajian belum pernah menyebarluaskan seruan kepada saudara kami untuk menyerang aparat, karena bertentangan dengan dalil [Alquran] dan hadis," kata Aman.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Aman Abdurrahman dengan hukuman mati. Aman dianggap bertanggung jawab dalam aksi teror alias amaliah yang menewaskan sejumlah orang, serta dalang serangan lainnya di Indonesia dalam rentang waktu sembilan tahun terakhir.

Aman dianggap melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. (rsa)
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:aman abdurrahmanRohan Gunaratnaterorisme
Komentar
Rabu, 23 Jan 2019 13:40Berita Sumut

Ketua Persit KCK PD I/BB : Mengisi Waktu Luang dengan Kegiatan Positif

Mengisi waktu luang dapat dilakukan dengan kegiatan positif, antara lain dengan kreativitas dan seni. Ketua Persit KCK PD I/BB Ny. Tri Sasanti MS Fadhilah menyampaikan hal itu pada kegiatan keterampilan membuat Bros untuk hiasan dinding, Rabu 23 Januari 2

Rabu, 23 Jan 2019 13:20Berita Sumut

Atasi Masalah Sampah, Bangkitkan Kembali Semangat Gotong Royong

Permasalahan sampah dan kebersihan Kota Medan masih menjadi sorotan berbagai kalangan, mulai dari pengamat lingkungan, akademisi dan kali ini mendapat sorotan dari tokoh pemuda. Selaku warga Medan, Rianto SH merasa bertanggungjawab dengan predikat yang d

Rabu, 23 Jan 2019 13:11Berita Sumut

Gladi Simulasi Pam Pileg dan Pilpres 2019 Kota Medan Libatkan Ratusan Personil TNI dan Polri

Ratusan personel TNI-Polri se Garnizun Kota Medan menggelar gladi untuk kegiatan simulasi pengamanan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Lapangan Benteng, Jln Pengadilan No.8 Medan, Rabu pagi (23/1/2019).

Rabu, 23 Jan 2019 11:43Berita Sumut

Dua Rekannya "Nyanyi", Bandar Narkoba Ini Pasrah Dibekuk Polisi

Tim Opsnal Reskrim Polsek Simpang Empat membekuk seorang tersangka bandar narkoba yang meresahkan warga masyarakat kecamatan Simpang empat Asahan. Tersangka berinisial MSBM alias Surya” dapat dibekuk atas nyanyian tersangka “RA alias Tuti” warga dusun

Rabu, 23 Jan 2019 11:27Internasional

Tragis nan Pilu, Bayi ini Meregang Nyawa di Tangan Ibunya & Jasadnya di "Mainkan"

Bayi perempuan berusia 18 bulan di Taiwan harus mengalami kisah tragis saat disiksa ibunya dan tiga saudara ibunya, yang terjadi pada 15 Januari 2018 lalu. Bayi malang itu dipukuli hingga meninggal dunia, bahkan sempat diajak karaoke oleh ibunya meski sud

Rabu, 23 Jan 2019 11:25Internasional

Jelang Olimpiade, Jepang Akan Tutup Toko Majalah "Konten Negatif"

Toko serba ada yang dapat ditemukan di mana pun di Jepang dilaporkan tengah bersiap untuk menghentikan penjualan majalah porno menjelang kedatangan gelombang turis ke negara itu untuk menyaksikan Olimpiade yang akan digelar tahun depan dan Piala Dunia Rag

Rabu, 23 Jan 2019 11:10Lifestyle

Hubungan Tak Direstui Sang Ayah, Artis Cut Meyriska Angkat Bicara

Cut Meyriska akhirnya menjawab teka-teki soal hubungannya dengan Roger Danuarta.

Rabu, 23 Jan 2019 10:56Berita Sumut

Balai Kota Medan Dikirimi Papan Bunga Sindiran, Isinya Sangat Menohok

Ada pemandangan lucu di depan Balai Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis pada Rabu (23/1/2019) pagi tadi. Sebuah papan bunga berdiri tepat di depan gerbang kantor Wali Kota itu. Yang menohok dari papan bunga itu adalah isi tulisannya.

Rabu, 23 Jan 2019 10:55Ekonomi

Rupiah Kembali Perkasa, Pagi ini di Buka Rp14.190/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat pada perdagangan pagi ini. Rupiah kini berada di level Rp14.100-an per USD.

Rabu, 23 Jan 2019 10:40Nasional

Terciduk Bawa Sabu Dari Negara Sebrang, 3 Pemuda di Amankan

Tiga warga Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau menyebarangi laut lepas yakni Selat Malaka dengan memakai kapal sederhana berupa kapal kayu. Tujuan mereka adalah menjemput narkoba dari Negara Malaysia.

Rabu, 23 Jan 2019 10:25Ekonomi

BPJS Ketenagakerjaan Siap Akuisisi Puluhan Juta Tenaga Kerja Baru

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) optimistis tahun ini dapat mengakuisisi kepesertaan baru mencapai 21 juta tenaga kerja, hal tersebut untuk mencapai target 34,5 juta peserta aktif tahun 2019.

Rabu, 23 Jan 2019 10:10Lifestyle

Meski Petarung Wanita MMA Tapi Tetap Mempesona

Beberapa tahun terakhir, seni bela diri campuran (MMA) semakin populer. Bahkan ada kompetisi untuk olahraga tersebut. Tak hanya untuk laki-laki, kompetisi juga diadakan untuk para perempuan.

Rabu, 23 Jan 2019 09:45Berita Sumut

Mampir di Asahan, SBY Resmikan Klinik Perawatan Korban Narkotika Sei Silau

Selain menggelar pertemuan dan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat Asahan, Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan balai pengobatan dan perawatan korban narkotika “Klinik Amanah” yang

Rabu, 23 Jan 2019 07:22Berita Sumut

Kodim 0203/Lkt Grebek, Oknum Lapas Terjaring Lokasi Narkoba

Dalam kurun waktu selama bulan Januari 2019,aparat dari Unit Kodim 0203/Lkt sudah dua kali berhasil meringkus para pengedar dan bandar narkoba jenis sabu. Pertama awal bulan Januari 2019 dan kali ini tepatnya hari Selasa (22/1/2019) petugas Unit Intel Kod

Rabu, 23 Jan 2019 07:07Berita Sumut

Bersama Tiga Pilar Plus Pemkab.Asahan Gotong Royong

Kabupaten Asaha yang dikenal dengan Visi Misinya , Asahan yang Religius,Sehat,Cerdas dan Mandiri terus bernah dalam mewujudkannya, dan dalam mewujudkan Asahan yang bersih dan sehat Pemerintah Kabupaten bersama tiga pilar plus melaksanakan kegiatan gotong

Rabu, 23 Jan 2019 06:52Nasional

Kenapa Abu Bakar Ba'asyir Memilih Dipenjara Dari Bebas Bersyarat...?

Narapidana terorisme ini akan tetap memilih bertahan di penjara dan menolak bebas bersyarat, hal tersebut dikatakan Achmad Michdan, selaku Pengacara Abu Bakar Ba'asyir