• Home
  • Nasional
  • Diduga Papua Memanas, TNI Bantah Adanya Pengerahan Pasukan dan Senjata

Diduga Papua Memanas, TNI Bantah Adanya Pengerahan Pasukan dan Senjata

Fidel W Jumat, 13 Juli 2018 06:34 WIB
Kolonel Muhammad Aidi menegaskan bahwa TNI belum pernah mengerahkan pasukan dan Alutsista untuk menyerang KKSB di Nduga, Papua / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) Cenderawasih Kolonel Muhammad Aidi menegaskan bahwa TNI belum pernah mengerahkan pasukan dan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) untuk mengejar kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Nduga, Papua.


Hal itu ia sampaikan untuk merespon berbagai kabar yang menuduh pasukan gabungan TNI-Polri pada tanggal 11 Juli 2018 melakukan serangan udara ke kota Kenyam dengan menggunakan pesawat Helikopter milik TNI.

"Belum ada pergerakan pasukan TNI untuk mengejar kelompok itu baik dari darat maupun lewat udara," ujar Aidi.

Mantan Komandan Distrik Militer Jayawijaya itu turut menjelaskan bahwa pasukannya belum pernah menggunakan Alutsista berupa helikopter dan pesawat militer untuk mengejar kelompok tersebut.


Ia menegaskan bahwa Helikopter dan pesawat milik TNI hanya digunakan untuk membantu pemerintah daerah setempat menyalurkan logistik bagi masyarakat di daerah tersebut.

"Hanya untuk pendorongan logistik termasuk mendukung Pemda dan membantu masyarakat mengatasi kesulitan rakyat khususnya dalam hal sarana angkut," jelasnya.

Selain itu, Aidi juga mengatakan bahwa aparat kemanan gabungan TNI-Polri hanya melakukan penindakan hukum terhadap anggkta KKSB yang telah terbukti menggunakan senjata ilegal untuk melakukan pemberontakan dan pembantaian.

Menurutnya, tindakan kelompok tersebut tak bisa ditolerir karena telah melakukan teror terhadap masyarajat dan mengancam kedaulatan negara.


"Beda dengan pihak KKSB, mereka adalah gerombolan tidak mengenal norma, hukum dan aturan. Tidak mengenal combatan dan non combatan, bahkan anak kecilpun mereka bantai," ungkapnya.

Disamping itu, Aidi meminta kepada masyarakat di wilayah Nduga tak perlu khawatir terhadap keberadaan aparat kemanan.

Ia juga mengimbau agar masyarakat Nduga tetap berada di wilayah pemukiman yang dijaga oleh petugas untuk menjamin keselamatannya masing-masing.

"Tetaplah berdiam di pemukiman atau di kota, terutama di daerah yang ada aparat keamanannya, maka TNI-Polri akan menjamin keamanan rakyat," pungkasnya.

Dikethaui, beberapa pekan terakhir situasi di Nduga tampak mencekam. Diawali pada Kamis (12/6) di mana serangkaian penembakan terjadi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua.

Aparat kepolisian pun melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang ada di Nduga terkait kasus penembakan pesawat serta pembunuhan tiga warga sipil dan pembacokan orang anak.

Kemudian, pada Jumat (22/6), penembakan kembali terjadi terhadap pesawat Dimonim Air asal Timika dengan pilot Kapten Kasta Gunawa bersama co-pilot Irena Nur Fadila yang membawa 17 personel perbantuan dari Brimob untuk pengamanan Pigub Papua.

Tak berhenti sampai disitu, penembakan terjadi lagi pada Senin (25/6) lalu, kelompok bersenjata menembak pesawat Twin Otter Trigana Air PK-YRU rute Wamena-Keneyam, yang membawa 15 orang anggota perbantuan Brimob di Bandara Keneyam. Selain itu, penembakan juga terjadi yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia dan satu orang anak mengalami luka berat.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Terkinikapendam cenderawasihkolonel muhammad aidiMiliterpapuatni
loading...
Loading...
Komentar
Senin, 16 Jul 2018 13:40Berita Sumut

Dua Tersangka Pengguna Narkoba Dibekuk Reskrim Polsek Simpang Empat

Dua orang lelaki masing masing bernama Surya Darma alias Surya (40) warga dusun VI desa Sipaku Area kecamatan simpang Empat Asahan dan tersangka Tri Mulyan alias Iyan (31) warga jalan D.I.Panjaitan Pintu Air gang Musholah kelurahan Sei Tualang Raso Tanjun

Senin, 16 Jul 2018 13:28Berita Sumut

Pemko Medan Harus Tegas Soal Revitalisasi Pasar Timah

Pemko Medan diminta tegas untuk menyikapi persoalan revitalisasi Pasar tradisional di kota Medan. Contohnya revitalisasi kasus Pasar Timah yang saat ini terbengkalai akibat ketidaktegasan Pemko Medan.

Senin, 16 Jul 2018 13:14Berita Sumut

Tim Surveyor Verifikasi KARS Kunjungi RSUD Djoelham Binjai

Tim surveyor verifikasi akreditasi rumah sakit versi 2012, yang diketuai oleh dr Tumpal Simatupang Sp.OG (K) mengunjungi RSUD Djoelham Binjai.

Senin, 16 Jul 2018 12:51Berita Sumut

Viral di Medsos, Ternyata Kabar Anak yang Jadi Korban Begal Adalah Hoax

Beberapa hari ini, warga Medan dihebohkan dengan beredarnya kabar di media sosial baik Facebook maupun broadcast di WhatsApp tentang terjadinya aksi begal di wilayah Sunggal, Medan, yang menelan korban meninggal dunia.

Senin, 16 Jul 2018 09:59Internasional

Aleppo Diterjang Rudal, Suriah Tuding Israel Sebagai Biang Keladi

Suriah menuding Israel menembakkan rudal ke salah satu situs militer di dekat bandara Nairab yang terletak di pinggiran kota Aleppo pada Minggu (15/7).

Senin, 16 Jul 2018 09:53Internasional

Demo Ricuh Akibat Harga BBM Melonjak, PM Haiti Pilih Undur Diri

Perdana Menteri Haiti, Jack Guy Lafontant, mengundurkan diri pada Sabtu (15/7), di tengah protes terkait pengurangan subsidi bahan bakar.

Senin, 16 Jul 2018 07:58Internasional

7 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Afghanistan

Seseorang meledakkan bom bunuh diri di depan kantor Kementerian Pembangunan Pedesaan di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/7). Bom tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai belasan orang.

Senin, 16 Jul 2018 07:53Ekonomi

Ekspektasi Surplus Neraca Perdagangan Diperkirakan Dapat Perkuat IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (16/7) diperkirakan bakal kembali menguat ditopang ekspektasi surplusnya neraca perdagangan Juni 2018 yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Senin, 16 Jul 2018 07:45Ekonomi

BEI Masih Berharap Freeport Lempar Saham Ke Publik

Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap PT Freeport Indonesia (PTFI) menawarkan sahamnya ke publik usai mayoritas kepemilikannya resmi dikuasai pemerintah. Dengan menjadi perusahaan publik, tata kelola Freeport Indonesia diharapkan lebih baik.

Senin, 16 Jul 2018 07:26Ekonomi

Jokowi Minta Rest Area Jalan Tol Hanya Menjual Merek Lokal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tempat-tempat peristirahatan (rest area) di jalan tol tak dipenuhi oleh merek-merek asing. Jokowi ingin rest area diisi oleh merek-merek lokal.Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tempat-tempat peristirahatan (rest a

Senin, 16 Jul 2018 07:13Nasional

Dirikan Kantor Polisi Bersama Indonesia-China di Ketapang, Jabatan AKB Sunario Dicopot

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menyoroti fenomena Kantor Polisi Bersama yang dijalin dalam kerja sama Polres Ketapang, Kalimantan Barat dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (China) Provinsi Jiangzu Resor

Senin, 16 Jul 2018 07:04Nasional

Rumah Dirut PLN Sofyan Basir Digeledah KPK, Tiga Bundel Dokuman Dibawa Serta

Penyidik KPK menyita sejumlah berkas dan tumpukan dokumen dari rumah Dirut PLN Sofyan Basir, Minggu (15/7).

Senin, 16 Jul 2018 07:03Bola

Skuat Relatif Muda, Rata Rata usia 26,03 tahun

Dengan skuat relatif muda, rata-rata usia 26,03 tahun, Prancis tampil sebagai juara Piala Dunia 2018. Les Bleus menang 4-2 atas Kroasia dalam pertandingan final di Luzhniki Stadium

Senin, 16 Jul 2018 06:52Berita Sumut

Penyelundupan 5,297 KG Sabu-Sabu di Perairan Asahan Sumut di Gagalkan

Kali ini Tim First Fleet Quick Respons (FFQR) Lanal Tanjung Balai Asahan berhasil menangkap dan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 5 bungkus atau seberat 5,297 kg dari sebuah kapal motor tanpa nama dan tanpa dokumen di Tanjung Ber

Senin, 16 Jul 2018 06:42Bola

Prancis Meluapkan Kegembiraannya, Selaku Juara Piala Dunia

Prancis unggul cepat di laga ini setelah Mario Mandzukic bikin gol bunuh diri di menit 18. Namun Kroasia bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Ivan Parisic. Penalti Antoine Griezmann membuat Prancis kembali unggul 2-1 saat turun minum

Senin, 16 Jul 2018 06:30Nasional

Karena Sugito, Massa Bantai 292 Buaya di Sorong

Sugito, pria asal Jawa yang dalam kesehariannya bekerja sebagai pembuat tahu, meregang nyawa usai diterkam buaya di Jalan Bandara SP-1, Kelurahan Klamalu, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat.