• Home
  • Nasional
  • Dinamika Geopolitik Keamanan Maritim Meningkat, Penguatan Bakamla RI Sebuah Keniscayaan

Dinamika Geopolitik Keamanan Maritim Meningkat, Penguatan Bakamla RI Sebuah Keniscayaan

Mtc/rel Minggu, 18 Agustus 2019 16:02 WIB
Mtc/Ist
MATATELINGA, Jakarta: "Siapa yang dapat mengendalikan Laut China Timur dan Laut China Selatan akan mendominasi Asia. Siapa yang mendominasi Asia akan mengendalikan dunia".







Hal tersebut disampaikan plh Dirkerma Bakamla RI Kolonel bakamla Salim saat melaksanakan diskusi dengan materi Geoplitic Dynamics in the Maritime Domain pada kursus "a Comprehensive Maritime Security Cooperation Course,"Honolulu, Hawaii Amerika Serikat, kemarin.

Dua teori yang dibahas melatarbelakangi pembahasan tersebut  adalah teori AT Mahan dan Nicolas J. Spykmen.

Ambisi China dan Pembangunan Kekuatan Maritim.

Dunia pada saat ini dihadapkan pada teori Nickolas J. Spykman yaitu siapa yang mengendalikan Rimland Euroasia akan mengendalikan laut dan akan mengontrol dunia, kita tahu bahwa pada tahun 2016 China menguasai perdagangan dunia 21.4 % dan lebih besar 51 % di Asia serta menguasai 30% perkapalan minyak dunia. Lompatan pembangunan kekuatan maritim China meliputi; pembangunan supremasi angkatan laut pada tahun 2010 mengubahnya menjadi laut pedalaman; China akan memastikan supremasi angkatan laut dalam tahap kedua pada tahun 2020, dan pada tahun 2040 China akan memiliki kekuatan maritim untuk menahan dominasi Angkatan Laut AS di Pasifik dan Samudra Hindia.






Lompatan dan ambisi China untuk menguasai dunia dapat dilihat dari konsepOne Belt, One Roadatau Belt Road Initiativeserta dengan melihat pernyataan para pemimpin China berturut-turut dengan tahapan "Constructing a maritime great power (海洋强国) is an important historic task." Jiang Zemin, 2000. "Resolutely safeguard China's maritime rights and interests, and build China into a maritime great power (海洋强国)." Hu Jintao,2012. "We will pursue coordinated land and marine development and step up efforts to build China into a maritime great power(海洋强国)." Xi Jinping, 2017

Pembangunan kekuatan maritim China saat ini hampir akan melebihi kekuatan Amerika Serikat di Kawasan Pasifik. Begitupula dengan meningkatnya perekonomian negara-negara Kawasan khususnya ASEAN, apakah hanya sebagai Cooperation atau Competition? Dalam kontek Capacity Building dan kerjasama akan memunculkan pentingnya Information Sharing maupun Intelijen exchange dalam suatu Maritime Domain Awareness yang dapat mengintegrasikan antar Agency dan dapat berkolaborasi dengan negara kawasan maupun International Agency. Untuk menjawab tantangan kemanan maritim yang mengedepankan Maritime Law Enforcement, Indonesia harus memperkuat keberadaan Badan Keamanan Laut RI sebagai leading sector dalam pembangunan Command Center dan Surveillance.






Meningkatnya issue keamanan maritim khususnya di Laut China Selatan harus dihadapai dengan cermat, memerlukan perhatian khusus dan seharusnya telah dimasukkan dalam rencana panjang pembangunan kekuatan maritim negara-negara kawasan Laut China Selatan terutama yang berbatasan langsung dan terlibat dalam claimant states. Peningkatan tantangan keamanan mariitim dikawasan yang dipicu oleh eskalasi konflik di Laut Chiina Selatan beberapa dekade kedepan tidak bisa dihindari lagi. Faktor pemicu konflik ntara lain pertama, Maritime Coercion yang dilakukan oleh China, mulai dari Claim wilayah yang digunakan untuk membangun pangkalan militer, penggunaan Maritime Militia dan IUU fishing. Kedua, Armed robbery pada dua sisi, dari Selat Malaka meskipun sudah redah dan dinyatakan tidak ada namun sewaktu-waktu masih muncul perampokan terhadap kapal niaga di selat singapura, sisi lain dari Selat Sulu baik armed robbery maupun penculikan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf. Ketiga laut China Selatan sebagai arena peredaran Narkoba dari China atau Taiwan kearah negeri-negeri selatan yang sebagian  besar peredarannya menggunakan kapal ikan.

Penguatan Badan Keamanan Laut RI

Bakamla RI sebagai lembaga negara yang bersifat Single Agency Multi Tasks yang telah mengemban Fungsi Coast Guard bertanggung jawab dalam keamanan dan keselamatan di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia pada masa damai serta sebagai komponen cadangan pertahanan negara di laut yang ikut bertugas untuk mempertahankan kedaulatan negara dan melindungi kepentingan nasional pada masa perang. Untuk menjawab tantangan diatas Bakamla RI harus mampu mewujudkan pembangunan National Maritime Security System  yang mampu menyinergikan seluruh stake holder keamanan maritim serta mampu memberikan data-data yang diperlukan untuk kepentingan; Fisheries,Transportation/Shipping,Security maupun Safety. Pembanguan Information Fusion Center memerlukan dukungan dari semua pihak dan ketulusan dari stakeholder yang ada untuk mewujudkan Indonesia Maritime Domain Awareness yang dapat diakses realtime, berguna dan tangguh di Kawasan, bahkan mampu untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kepentingan dunia Internasional.

Laut China Selatan hanyalah sebagai teste the water bagi China tujuan utamanya adalah mandala selanjutnya yaitu Samudera Hindia. Oleh karena itu diperlukan penempatan Surveillance yang tepat dan benar untuk mendeteksi jalur-jalur bagi kapal Selam, kapal tempur permukaan maupun pesawat tempur udara yang melintas wilayah NKRI. Selama ini kita tidak memikirkan bahwa mereka tidak akan melintasi jalur pelayaran yang semestinya khususnya bagi kapal selam, namun menggunakan wilayah-wilayah yang memiliki laut paling dalam untuk menghindari Survellance Detection kita. Menjawab tantangan yang begitu besar terhadap keamanan maritim diwilayah NKRI yang memiliki 4 Choke point penting dari 9 Choke point dunia, 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia, Border Sharing wilayah perairan dengan 10 negara tetangga, Sumber Daya alam yang melimpah khususnya di wilayah-wilayah perbatasan dan Indonesia terletak pada ring of fire dunia yang memerlukan pemantauan dengan menggunakan Big Data dan Data Analysis yang tepat tiap saat.

Pembangunan kemampuan Kodal dan surveillance Bakamla RI akan dikembangkan dengan memadukan antara human intelligence dan penggunaan teknologi. Dalam hal penggunaan teknologi, Bakamla RI ke depan harus mengembangkan Intelligent and Integrated Border Surveillance yang memanfaatkan big data. Pemanfaatan big data merupakan keniscayaan di masa kini dan di masa depan, karena big data akan membantu mengolah data sebelum pengambilan keputusan dilakukan oleh manusia.

Dalam rangka mendukung Indonesia Sea Traffic (Inter Country Collaboration), Bakamla RI akan membangun sistem pengamatan dan pengintaian yang terdiri atas Puskodal Bakamla di Mabes Bakamla, yang akan didukung oleh beberapa Puskodal regional di beberapa wilayah perairan di sepanjang ALKI. Puskodal Bakamla mengendalikan operasi yang dilaksanakan oleh pesawat berawak, pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV), jaringan stasiun pengamatan pantai yang dilengkapi dengan peralatan sensor seperti radar pengamatan pantai dan Electro Optics/Infra Red(EO/IR), kapal patroli Offshore Patrol Vessel (OPV)yang mampu melaksanakan Maritime Interdiction Operations(MIO) dan Rigid Hull Inflatable Boat(RHIB) yang pula mampu melaksanakan MIO. Pada setiap Coastal Surveillancememiliki kemampuan Surveillance, Pencegahan maupun Penindakan.

Keberhasilan pembangunan tersebut tidak hanya untuk meningkatkan Indonesian Maritime Domain Awareness, meningkatkan kerjasama antar instansi kemaritiman namun juga sebagai kerjasama kolaborasi antar negara di Kawasan ASEAN maupun Internasional dalam menghadapi ancaman maritim. Urgensi pembangunan National Maritime Security System tersebut diperlukan tidak hanya percepatan pengesahan UU Keamanan Laut akan tetapi Political Will dari Pemerintah Indonesia yang kuat. Role Model ini juga akan digunakan oleh negara-negara kawasan dalam rangka enhanching maritime security awarenessmaupun enhancing maritime security cooperation.

Editor: Amrizal

T#g:blibliHUT RI ke 74Matatelingamatatelinga.commatatelinga comMedanPanglima TNIPuspen TNISumutTerkiniTraveloka
Komentar
Selasa, 17 Sep 2019 15:02Berita Sumut

Kepergok Curi Motor, Pria Ini Babak Belur Diamuk Warga

Seorang pria babak belur bahkan nyaris tewas diamuk warga kawasan Jalan Sei Mencirim Desa Medan Krio, Sunggal karena kepergok mencuri sepeda motor, Sabtu (14/9/2019) sore. Untungnya, ada patroli Polsek Sunggal yang melintas di lokasi dan mengamankan pelak

Selasa, 17 Sep 2019 14:48Berita Sumut

Hadir Lebih Cepat, Dua Kader PSI di DPRD Medan Komitmen Manfaatkan Waktu Rakyat

Dua anggota DPRD Medan periode 2019-2024 asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Renvelli Pandapotan Napitupulu dan Erwin Siahaan sepakat memanfaatkan waktu untuk kepentingan rakyat. Ke dua anggota dewan ini pun berharap pimpinan DPRD Medan sementara dapa

Selasa, 17 Sep 2019 14:32Nasional

Panglima TNI Bersama Presiden RI Sholat Istighosah Atasi Karhutla Riau

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan sejumlah pejabat negara melaksanakan Sholat Istiqhosah, di Masjid Amrullah Kompleks Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa

Selasa, 17 Sep 2019 14:17Berita Sumut

Irup Hari Kesadaran Nasional, Soekirman Ingatkan Jajaran Kuasai Tekhnologi

Bupati Serdangbedagai Soekirman memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Tahun 2019 di Sei Rampah, Selasa (17/9). Dalam upacara yang dilaksanakantanggal 17 setiap bulannya ini, Soekirman mengingatkan jajarannya untuk selalu menguasai perkembangan t

Selasa, 17 Sep 2019 14:02Aceh

Disangka Harimau, Kucing Hutan Ini Resahkan Warga Trumon Tengah

Keberadaan seekor kucing hutan langka berwarna emas, selama sepekan ini meresahkan warga ampong Le Jeureuneh, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Pasalnya warga mengira satwa yang berkeliaran di perkebunan sawit di kawasan penduduk itu seeko

Selasa, 17 Sep 2019 13:47Berita Sumut

BMKG : Kabut di Medan Bukan Kabut Karhutla

Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah l Medan menegaskan kabut yang menyelimuti Kota Medan beberapa hari belakangan ini bukan merupakan kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Selasa, 17 Sep 2019 13:32Nasional

Satgas Yonif RK 136/TS Tanam 1500 Bibit Pohon

Guna menjaga kelestarian alam serta ikut berpartisipasi dalam mendukung dan mensukseskan program penghijauan di Hari Ulang Tahun (HUT) TNI yang Ke-74, Satgas Yonif RK 136/TS tanam 1500 bibit pohon di Kota Ambon, Propinsi Maluku.

Selasa, 17 Sep 2019 13:17Berita Sumut

Berjasa Majukan Pramuka, 59 Pejabat Pemko Medan Peroleh Penghargaan

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menyematkan pin Penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa kepada 59 anggota dewas baik yang berada di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka ketika memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Kesadaran Na

Selasa, 17 Sep 2019 13:01Berita Sumut

Cari Masukan, Bobby Nasution Makan Malam Dengan Pengurus Sejumlah Partai di Medan

Bobby Nasution terus melakukan komunikasi politiknya dengan sejumlah pengurus partai di Sumut maupun Medan, untuk mendukungnya maju sebagai calon Wali Kota Medan pada tahun 2020.

Selasa, 17 Sep 2019 12:46Nasional

Mobil Pintar Satgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad Datangi Kampung Rawabiru Papua

Dalam rangka memperingati ‘Hari Kunjung Perpustakaan’, Mobil Pintar Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad beberapa waktu lalu menghadirkan perpustakaan keliling yang bertajuk budayakan gemar membaca untuk meraih cita-cita dimasa depan, bertempat di

Selasa, 17 Sep 2019 12:31Berita Sumut

Soal Demo Emak-emak, Tanpa Busana Ini Tanggapan Tokoh Masyarakat Toba

Viralnya demo ibu-ibu tanpa busana di areal Silang leang di Desa Pardamean Sibisa terkait penolakan pembukaan jalan di lokasi BPODT menuai pro-kontra. Banyak masyarakat menyayangkan aksi tanpa busana tersebut. Aksi tersebut membuat para tokoh adat an

Selasa, 17 Sep 2019 08:31Berita Sumut

Polres Tobasa Netral Diantara Dua Kubu

Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo mengatakan bahwa kehadiran BPODT, banyak masyarakat juga yang mendukung. Apabila ada yg menganggu dan berhenti maka banyak masyarakat sekitar Sibisa

Selasa, 17 Sep 2019 08:15Internasional

Frustasi, Video Kepsek Hancurkan Ponsel Siswa, Viral

Timbulkan perdebatan di media sosial pasca seorang kepala sekolah di Negara Bagian Karnataka, India menyita dan secara publik menghancurkan 16 ponsel milik siswa-siswanya

Selasa, 17 Sep 2019 08:00Ekonomi

Ingin Fokus Saat Bekerja, ini Tipsnya!

Walaupun sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut, banyaknya kebisingan dan gangguan di kantor dapat memengaruhi produktivitas kerja Kamu

Selasa, 17 Sep 2019 07:45Ekonomi

Apple Group Kehilangan CEO Disney Bob Iger

Bahkan, di perusahaan teknologi multinasional itu, gaji Iger sebesar USD125.000 dan diberikan saham sebesar USD250.000

Selasa, 17 Sep 2019 07:30Bola

Cristiano Ronaldo Menagis Tersedu-Sedu

Cristiano Ronaldo tentunya sering mendapat undangan untuk melakukan wawancara. Akan tetapi, sebagai pesepakbola top dunia