HUT ke 8 Matatelinga.com - Hanura

Gizi Buruk di Hari Gizi Nasional

86 Anak Gizi Buruk Asmat Masih Dirawat
Mtc/James Kamis, 25 Januari 2018 09:35 WIB
Antara
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar memperkirakan jumlah warga di Kabupaten Asmat, Papua yang menderita gizi buruk mencapai 15 ribu orang.
MATATELINGA, Jayapura : Memperingati Hari Gizi Nasional 25 Januari, ada perasaan miris yang merasuki hati kita dimana di Hari Gizi tersebut ditemukan banyak anak-anak yang terkena gizi buruk. Penderita gizi buruk ditemukan di Papua dan mungkin di sekitar kita juga ada anak-anak yang menderita gizi buruk. Hanya saja tidak terekspos dan informasinya tidak sampai ke media.

Seperti dilansir dari Antara, sebanyak 86 pasien anak gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat dan beberapa gereja di kabupaten tersebut.


Yusuf Wona, salah satu anggota tim kesehatan KLB Asmat yang dikirim oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Kamis mengatakan, jumlah total pasien gizi buruk dan campak yang masih dirawat di rumah sakit setempat dan digereja berjumlah 86 orang.

Dari jumlah itu, menurut dia, hingga kini RSUD Asmat masih merawat sebanyak 36 pasien gizi buruk dan campak.

Dia merincikan, dari 36 pasien itu, sebanyak 29 pasien anak sementara masih mendapat perawatan dan pengobatan di bangsal.


"Sedangkan, tujuh pasien gizi buruk dan campak masih dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD)," kata Yusuf yang kini menjabat Kepala Seksi Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Papua itu.

Dia mengatakan, hingga Rabu (24/1) tidak ada penambahan pasien baru yang masuk ke RSUD Asmat, karena rumah sakit tersebut sudah tidak cukup menampung pasien gizi buruk yang dirujuk.

Sebanyak 50 pasien anak gizi buruk dan campak yang hendak dirujuk ke RSUD Asmat terpaksa ditampung dan dirawat di Gereja.

"Mereka ditampung di Aula Gereja baik di gereja Katolik maupun di gereja lainnya yang ada di Asmat," tambah dia.


Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar memperkirakan jumlah warga di Kabupaten Asmat, Papua yang menderita gizi buruk mencapai 15 ribu orang.

"Yang mengalami gizi buruk, kurang lebih 10 ribu orang hingga 15 ribu orang," kata Irjen Boy di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Rabu.

Menurut dia, gizi buruk yang dialami masyarakat di Asmat disebabkan beberapa faktor di antaranya lokasi yang jauh dan sulit dijangkau, minimnya sarana kesehatan seperti puskesmas, taraf perekonomian masyarakatnya rendah, keterbatasan sarana transportasi dan keterbatasan akses distribusi makanan bergizi.


"Beberapa aliran sungai pasang surut jadi tidak selalu dapat dilewati kapal untuk mendistribusikan bahan makanan," katanya.

Boy pun menggambarkan minimnya kondisi puskesmas yang ada di Asmat. 

"Tenaga medis kurang, kepala puskesmasnya bukan dokter," katanya.


Untuk itu ia meminta Pusdokkes Mabes Polri untuk mengirimkan sejumlah dokter untuk ditempatkan di puskesmas-puskesmas di Asmat. "Program dokter muda, dokter magang diharapkan bisa hadir di Papua sehingga bisa mengisi pos yang kosong terutama kepala puskesmas," katanya.

Boy Rafli mengatakan warga Asmat saat ini masih membutuhkan 2.000 vial hingga 3.000 vial vaksin campak.

"Untuk cadangan, diperkirakan masih butuh 2.000 vial sampai 3.000 vial vaksin untuk stok sehingga ke depan kita tetap bisa memvaksin anak-anak," katanya.

Boy menambahkan Polda Papua dan Kodam Cenderawasih akan membuat Satgas Kesehatan. Satgas ini akan memetakan sejumlah daerah rawan penyakit dan mendatangi daerah tersebut untuk penanganan.


"Di beberapa wilayah akan kami telusuri, informasinya terdapat beberapa wabah penyakit seperti di Pegunungan Bintang," katanya.

Untuk di Kabupaten Asmat, ia mengatakan, proses pelayanan kesehatan terkait wabah campak dan gizi buruk masih dilakukan. Selain itu bantuan makanan bergizi dan obat-obatan terus mengalir baik dari pemerintah maupun swasta.

"Kami berterima kasih sampai hari ini dari beberapa lembaga masyarakat ikut mengirim (bantuan) ke Asmat," katanya.


KLB campak dan gizi buruk terjadi di Kabupaten Asmat sejak September 2017. Hingga kini dilaporkan terdapat 61 anak dan balita yang meninggal dunia akibat terserang campak dan gizi buruk.

Sejumlah bantuan pasokan makanan bergizi dan obat-obatan telah disalurkan baik oleh instansi pemerintah dan swasta sejak kasus ini mengemuka di pemberitaan berbagai media.

Mtc/Ant/bs
Editor: James P. Pardede

T#g:gizi burukHari Gizi Nasional
Komentar
Rabu, 16 Okt 2019 14:35Berita Sumut

Dirut PDAM Tirtanadi Lantik 35 Pejabat Baru

Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan mengisi formasi jabatan yang kosong serta meningkatkan produktivitas Sumber Daya Manusia yang efektif, maka dipandang perlu dilakukan rotasi dan mutasi serta pengangkatan jabatan Pegawai di PDAM Tirtanadi Provinsi

Rabu, 16 Okt 2019 14:28Berita Sumut

OTT di Medan, Petugas KPK Nyaris Ditabrak Staf Protokoler Eldin

Salah seorang staf protokoler Wali Kota Medan berinisial AND nyaris menabrak petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengejarnya pada Selasa (16/10) malam. Saat ini, PNS berinisial AND itu diketahui berhasil melarikan diri.

Rabu, 16 Okt 2019 14:13Berita Sumut

Eldin Terjaring OTT KPK, Akhyar Belum Dapat Informasi Resmi

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution langsung menggelar rapat terbatas pasca OTT KPK yang menjaring Wali Kota Dzulmi Eldin, Rabu (16/10). Usai rapat yang dihadiri SKPD itu, Akhyar sempat menjawab sejumlah pertanyaan wartawan.

Rabu, 16 Okt 2019 13:53Berita Sumut

Karang Taruna Doakan Bataliyon Marinir Lantamal l Belawan Rebut Piala Dan Komar

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Medan Belawan dan WKMU ( WARUNG KOPI MEDAN UTARA) memberikann ucapan selamat atas keberangkatan Tim Dayung dan Renang dari Bataliyon Marinir Lantamal l Belawan yang akan menuju ke Lampung untuk memperebutkan Piala Dan Koma

Rabu, 16 Okt 2019 13:36Berita Sumut

Bupati Asahan: Pemerintah dan Media Tidak Dapat Dipisahkan

Bupati Asahan H.Surya.BSc beserta beberapa pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar acara Coffee Morning bersama insan press, Rabu (16/10/2019 ) pagi. Kegiatan ini digelar di pendopo rumah dinas Bupati Asahan.

Rabu, 16 Okt 2019 12:52Berita Sumut

KPK OTT Wali Kota Eldin, Ini Reaksi Gubsu

KPK menjaring Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan 5 orang lainnya dalam sebuah operasi tangkap tangan pada Selasa (15/10) malam. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi merasa prihatin atas kasus tersebut.

Rabu, 16 Okt 2019 11:24Berita Sumut

Pasca OTT KPK, Tiga Ruangan di Dinas PU Medan Disegel

Sebanyak tiga ruangan di Dinas PU Kota Medan di Jalan Pinang Baris disegel KPK. Penyelegelan terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan 6 lainnya pada Rabu (16/10).

Rabu, 16 Okt 2019 11:06Berita Sumut

Gempa Bumi Guncang Nias Utara

Wilayah Kabupaten Nias Utara dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan M=4.8, Rabu (16/10/2019) sekitar pukul 09.18 WIB.

Rabu, 16 Okt 2019 10:16Berita Sumut

Pasca OTT, Begini Kondisi Kantor Balaikota Medan

Suasana kantor Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sepi pasca OTT yang dilakukan KPK pada Selasa (16/10) malam. Selain itu, ruangan itu juga tampak gelap dan tidak ada tanda-tanda aktivitas di sana.

Rabu, 16 Okt 2019 09:44Berita Sumut

Kabarnya Walikota Medan dan Kadis Tertangkap Tangan OTT KPK

Dikabarkan Walikota Medan dan Kepala Dinas PU, Protokuler, ajudan walikota serta Pihak Swasta operasi tertangkap tagan (OTT) oleh Komisi Pembrantasan Korupsi Republik Indonesia, Rabu(16/10/2019) dengan barang bukti Rp 200 juta.

Rabu, 16 Okt 2019 09:40Berita Sumut

KPK : OTT Wali Kota Medan Terkait Setoran dari Dinas-Dinas

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkap operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan 6 orang lainnya sekaitan dalam kasus setoran dari sejumlah dinas.

Rabu, 16 Okt 2019 09:30Lifestyle

Mengagetkan, Nikita Mirzani Akui Masih Menyimpan Rasa

Kepada Alvin Adam saat tampil dalam program yang di pandunya. Aktris Nikita Mirzani memberikan pengakuan mengejutkan

Rabu, 16 Okt 2019 09:15Internasional

Miris, Video Kekejaman Terhadap Binatang saat Menjalani Tes

Menuntut perubahan undang-undang Uni Eropa usai video mengerikan menunjukkan monyet berteriak di dalam laboratorium di Jerman

Rabu, 16 Okt 2019 09:00Bola

Jelang Kontra Liverpool De Gea Beri Kabar Buruk untuk Manchester United

De Gea yang tampil sebagai starter di laga tersebut dipaksa keluar setelah bermain selama satu jam

Rabu, 16 Okt 2019 08:45Ekonomi

September 2019, Ekspor Indonesia Turun 5,74%

Pada September 2019 nilai ekspor mencapai mencapai USD14,10 miliar, turun dari September 2018 yang mencapai USD14,98 miliar

Rabu, 16 Okt 2019 08:30Lifestyle

Mengapa Orang Banyak Memilih Berobat ke Penang

Indonesia saat ini lagi gencar berbenah dan berupaya untuk menjadi lebih baik di Dunia medis