Jalan Panjang Kolaborasi Jokowi-Prabowo

Fidel W Senin, 16 April 2018 15:40 WIB
jokowi-prabowo by okz
MATATELINGA, Jakarta: Kabar bahwa Presiden Joko Widodo menawarkan posisi cawapres kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, semakin kencang berembus.

Apalagi, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengeluarkan sejumlah pernyataan yang membenarkan tawaran itu. Di sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP, Romi, sapaan Romahurmuziy, pekan lalu, tanpa ditanya membeberkan upaya Jokowi "mendekati" Prabowo sejak November 2017.

Romi mengatakan, Jokowi telah dua kali bertemu Prabowo pada November 2017 untuk menjajaki posisi cawapres. Menurut Romi, Prabowo mengapresiasi tawaran tersebut. Bahkan, Prabowo merespons positif tawaran tersebut dengan mengirimkan utusannya dua pekan lalu untuk menanyakan kepastian kepada Jokowi.

Namun, lanjut Romi, saat itu belum ada persetujuan dari lima ketua umum parpol pengusung Jokowi di Pilpres 2019. Romi mengaku, setuju dengan pilihan Jokowi itu. Sementara itu, ketua umum parpol lainnya belum memberikan kepastian.

Romi mengatakan, alasan Jokowi menggandeng Prabowo sebagai cawapres untuk meminimalisasi konflik saat Pemilu 2019. Dengan penyelenggaraan pemilu legislatif dan pilpres yang serentak, dikhawatirkan potensi konflik saat kampanye semakin besar. Hal itu berpotensi semakin menajamkan gesekan antara Jokowi dan Prabowo.

Tanggapan Jokowi dan PDI-P
Saat menghadiri peringatan Harlah ke-45 PPP di UTC, Universitas Negeri Semarang, Sabtu (14/4/2018), Jokowi menanggapi santai pernyataan Romi soal tawaran cawapres untuk Prabowo.

Dalam sambutannya, sembari tertawa, Jokowi meminta Romi bertanggung jawab atas ulahnya. Disindir Jokowi, Romi hanya menanggapinya dengan tertawa.

Upaya Jokowi menggandeng Prabowo sebagai cawapres juga dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Hendrawan Supratikno. "Karena platform ke depan, persatuan nasional lebih penting dibanding siapa yang akan jadi Presiden. Itu sebabnya muncul salah satu pandangan seperti itu (memasangkan Jokowi dan Prabowo)," kata Hendrawan.

Ia mengatakan, upaya ini masih terus dilakukan oleh koalisi pengusung Jokowi di Pilpres 2019. Menurut Hendrawan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait hal tersebut sehingga segala peluangnya masih terbuka.

Hendrawan mengatakan, meski Prabowo menerima mandat Gerindra, namun belum sampai tahap deklarasi capres. Oleh karena itu, ia menilai, peluang bersatunya Jokowi dan Prabowo di Pemilu 2019 masih terbuka lebar.

Gerindra membenarkan
Petinggi Gerindra juga membenarkan tawaran Jokowi untuk Prabowo. Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menilai, Jokowi melakukan hal itu kaena takut kalah dari Prabowo. Ia menegaskan, Prabowo langsung menolak tawaran tersebut. Andre membantah Prabowo pernah mengirimkan utusannya untuk menghadap Jokowi dan menanyakan kelanjutan tawaran tersebut.

Kesiapan Prabowo menerima mandat sebagai capres dinilai Andre bersifat final dan mengikat. "Itu kan dongeng Romi saja. Kalau Pak Prabowo mau jadi cawapresnya Jokowi, tentu sudah diterima Pak Prabowo. Tidak mungkin Partai Gerindra deklarasi pencapresan Prabowo 11 April kemarin," kata Andre.

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menilai, peluang bersatunya Jokowi dan Prabowo di Pemilu 2019 masih terbuka. Hal itu ditandai dengan belum terbentuknya koalisi dari Gerindra untuk mengusung Prabowo sebagai capres.

Menurut dia, jika Prabowo benar-benar menolak tawaran Jokowi, seharusnya tak perlu menunggu lebih lama untuk memastikan koalisi pengusungnya di Pemilu 2019. "Kalau memang menolak tawaran Pak Jokowi kan mestinya Pak Prabowo langsung memastikan koalisinya bersama PKS dan PAN misalnya. Ini kan masih belum," kata Sirojudin.

Sirojudin menilai, pernyataan Prabowo yang menerima mandat Gerindra untuk maju sebagai capres tak menjadi jaminan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu tak merapat ke Jokowi.

Menurut dia, pernyataan Prabowo yang menerima mandat Gerindra hanya untuk menjaga soliditas dukungan suara dari para kader, simpatisan, dan pemilih Gerindra menjelang Pilkada 2018. "Jadi masih terbuka selama koalisi dari pihak Pak Prabowo belum terbentuk," lanjut dia.

Editor: Fidel W

Sumber: kompas.com

T#g:
Komentar
Selasa, 26 Mar 2019 23:15Berita Sumut

Mencekam, Dua Kelompok Pemuda Belawan Bentrok 1 Tewas

Dua kelompok Pemuda dari kawasan Gudang Arang Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan

Selasa, 26 Mar 2019 23:10Nasional

TNI dan Kemenko Kemaritiman Tanda Tangani Nota Kesepahaman Bersama

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (Kemenko Kemaritiman RI)

Selasa, 26 Mar 2019 23:05Nasional

Kazona Tengah Bakamla Serukan Tanggung Jawab Moral Personel Terhadap Institusi

Personil yang profesional memiliki tanggung jawab moral terhadap institusi dan bersedia bekerja keras

Selasa, 26 Mar 2019 23:00Nasional

Aspers Panglima TNI: Sejarah Perjuangan Bangsa Perlu Terus Digelorakan

Saat ini kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsa secara nyata perlu terus ditanamkan dan digelorakan

Selasa, 26 Mar 2019 22:45Berita Sumut

Akhyar Hadiri Sertijab & Pisah Sambut Dandenpom I/5

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengucapkan terima kasih kepada Letkol CPM Sudarsono atas jasa dan pengabdiannya

Selasa, 26 Mar 2019 22:30Nasional

Bakamla RI - Japan Coast Guard Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Keamanan Maritim

Bakamla dan Japan Coast Guard melakukan pembahasan draft Memorandum of Cooperation (MoC) di ruang rapat Podcast

Selasa, 26 Mar 2019 22:15Berita Sumut

Kementan Jamin Ekspor Kopi Lolos ke Berbagai Negara Luar

Setelah sukses melepas ekspor kubis di Berastagi bulan kemarin, sekarang Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, melepas ekspor 819,36 Ton kopi biji tujuan Rumania

Selasa, 26 Mar 2019 22:00Berita Sumut

Senilai Rp4,9 Triliun, Wagub Sumut Lepas Ekspor Kopi ke Berbagai Negara Luar

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah melepas ekspor kopi sebesar 65.347,10 ton atau senilai Rp4,901 triliun milik PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, Selasa (26/3/2019).

Selasa, 26 Mar 2019 21:45Berita Sumut

Kapolda Resmikan Pembangunan Polres Batu Batubara

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto meresmikan pembangunan gedung baru Polres Batubara.

Selasa, 26 Mar 2019 21:28Berita Sumut

Bupati Batubara Hibahkan Mobil Dinas Ke Kapolres Batubara

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menyaksikan penyerahan mobil dinas Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang dari dana hibah Pemkab Batubara. Penyerahan langsung dilakukan secara simbolis oleh Bupati Batubara H Zahir, Selasa (25/3/2019).

Selasa, 26 Mar 2019 21:01Berita Sumut

Resmikan Pembangunan Mapolres Batubara, Kapolda Sumut Sampaikan Harapan Ini

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto meresmikan pembangunan gedung baru Polres Batubara. Ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda dan selanjutnya oleh Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang serta Bupati Batubara H Zahir.

Selasa, 26 Mar 2019 20:15Berita Sumut

Terjerat OTT, 4 Pengurus P3TM Dituntut 3 Bulan Penjara

Sidang kasus OTT yang melibatkan pengurus Pasar Marelan akhirnya sampai pada pembacaan tuntutan. Dalam tuntutan yang dibacakan Penuntut Umum Kejatisu, Abdul Hakim Sorimuda Harahap dihadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Qadir, menuntut Ketua P3TM pasa

Selasa, 26 Mar 2019 19:42Berita Sumut

Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah, Dakwaan Terhadap Tengku Awaluddin Tak Cermat

Salah seorang terdakwa kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah Grant Sultan lahan Tol Tanjungmulia Hilir, Tengku Awaluddin Taufiq, mengaku menjadi korban rekayasa hukum yang dipaksakan. Pasalnya, dakwaan yang dituduhkan jaksa penuntut umum (JPU) kepadany

Selasa, 26 Mar 2019 19:15Berita Sumut

Duh, Ternyata Korban Kakek Cabul di Multatuli Sebanyak 9 Orang Bocah

Ternyata korban kakek cabul berinisial PS (56) warga Jalan Multatuli Medan tidak hanya tiga orang anak tetangganya. Polisi mengembangkan kasus ini dan menemukan fakta baru korban pencabulan pria ini ternyata berjumlah 9 orang.

Selasa, 26 Mar 2019 19:00Berita Sumut

Kampanyekan Salah Satu Capres di Medsos, Oknum Pegawai PTPN IV Dituntut 6 Bulan Penjara

Seorang oknum pegawai di PTPN IV bernama Ibrahim Martabaya dituntut dengan pidana 6 bulan penjara lantaran mengkampanyekan salah satu pasangan calon presiden di akun Facebook miliknya. Dia juga dituntut membayar denda sebesar Rp5 juta subsider 1 bulan kur

Selasa, 26 Mar 2019 18:20Berita Sumut

Apes, Belum Sempat Digunakan, Pengguna Narkoba Ini Lebih Dulu Kepergok Patroli Polisi

Niat hendak menggunakan narkotika jenis sabhu, seorang lelaki berinisial FO alias Ono (35) warga jalan Hasanuddin Lingkungan II kelurahan Kisaran Timur Kecamatan Kota Kisaran Timur Asahan terpaksa harus berurusan dengan pihak aparat penegak hukum. Pasaln