• Home
  • Nasional
  • Kementan: Produksi Padi dan Jagung Indonesia Capai Target, Ini Buktinya

Kementan: Produksi Padi dan Jagung Indonesia Capai Target, Ini Buktinya

Mtc Sabtu, 12 Januari 2019 10:30 WIB
google
Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mencapai target peningkatan produksi padi dan jagung yang dicanangkan pemerintah. Hal tersebut dinyatakan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumarjo Gatot Irianto berdasarkan data secara nasional sepanjang tahu
MATATELINGA, Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mencapai target peningkatan produksi padi dan jagung yang dicanangkan pemerintah. Hal tersebut dinyatakan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumarjo Gatot Irianto berdasarkan data secara nasional sepanjang tahun 2018.



Dalam paparan di acara Bincang Asyik Pertanian Indonesia (Bakpia) di Kantor Kementerian Pertanian, Gatot menyampaikan produksi padi tahun 2018 mencapai 83,04 juta ton GKG atau setara dengan 48,3 juta ton beras. Angka ini tercatat masih surplus dibandingkan dengan angka konsumsi sebesar 30,4 juta ton beras. Begitu juga dengan jagung, pada periode yang sama produksinya mencapai 30,05 juta ton PK, sedangkan perhitungan kebutuhan sekitar 15,58 juta ton PK.

"Secara nasional selama setahun di 2018 bisa disimpulkan bahwa surplus padi dan jagung sudah bisa kita capai," kata Gatot. "Namun, tentu jika diturunkan datanya spesifik per daerah dan periode tertentu ada yang kekurangan, tapi bisa ditutupi dari daerah lain yang punya kelebihan produksi. Hal ini akan sangat terkait dengan masalah distribusi," tambahnya.

ada yang kekurangan, tapi bisa ditutupi dari daerah lain yang punya kelebihan produksi. Hal ini akan sangat terkait dengan masalah distribusi," tambahnya.

Keberhasilan tersebut menurut Gatot adalah hasil dari pelaksanaan Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus PJK) sejak tahun 2015. Sejak dilaksanakannya, Upsus PJK mampu meningkatkan luas tanam padi secara tajam sebesar 2 juta hektare, dari 14 juta hektar pada 2014 menjadi 16 juta ha tahun 2018. "Dengan perbaikan prasarana dan sarana, penanganan pasca panen dan pengamanan produksi, produksi 2019 diproyeksikan akan meningkat lebih tinggi lagi di banding 2018," terang Gatot.



Potensi tambahan produksi 2019 berpeluang besar di antaranya melalui pengembangan padi di lahan rawa pasang surut/rawa lebak, pemanfaatan lahan kering untuk padi, jagung, kedelai, pengembangan budidaya tumpang sari, perbaikan teknologi benih, pupuk, budidaya, dan penanganan pasca panen, dan pengamanan produksi dari gangguan OPT.

Perluasan areal tanam program SERASI (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani) misalnya, ditargetkan bisa memperluas lahan rawa pasang surut dan lebak tahun sebesar 500.000 hektare terutama di Provinsi Kalsel dan Sumsel. Diharapkan adanya program SERASI di rawa dapat meningkatkan indeks pertanaman dan mengembangkan korporasi petani. "Dengan adanya program ini kita upayakan pertanaman di lahan rawa menjadi 2 kali dalam setahun dari sebelumnya yang hanya satu kali," tukas Gatot.

Selain di rawa, perluasan areal tanam juga dilakukan melalui pengembangan padi di lahan kering dengan di antaranya dengan budidaya tumpangsari. Tumpangsari sebagai solusi untuk mengatasi persaingan lahan antar komoditas. Tahun 2019, program tersebut ditargetkan perluasan areal tanam mencapai 1,05 juta hektare atau setara luas pertanaman 2,1 juta hektare. Dari sisi pendapatan pun, budidaya tumpangsari bisa memperoleh keuntungan lebih besar daripada budidaya monokultur.

Sementara itu, Pengamat Pertanian Siswono Yudo Husodo yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut mengapresiasi capaian Kementan dalam meningkatkan produksi dan menjaga inflasi pangan. Mantan Ketua Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) itu mengamini bahwa perluasan areal tanam merupakan faktor utama untuk terus menjaga produksi tanaman pangan agar bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang pasti terus bertambah.



"Ekspor beras di atas 3 ribu ton merupakan prestasi besar dalam kebijakan pemerintah. Ke depan, luasan lahan milik petani masih perlu ditingkatkan dengan upaya strategis," ujar Siswono. "Upaya program perluasan areal tanam baru seperti lahan rawa dan lahan kering merupakan terobosan yang sangat baik, dan perlu disambut oleh gubernur dan bupati. Kita lihat misalnya, Dompu, bupatinya punya komitmen sehingga bisa menjadikan kabupaten yang miskin menjadi sejahtera karena masyarakat bisa bertumpu pada perluasan tanam jagung, bahkan pertanamannya sampai masuk ke hutan," bebernya.

Di samping perluasan areal tanam, upaya yang dilakukan Ditjen Tanaman Pangan adalah melalui peningkatan produktivitas, yaitu dengan peningkatan penggunaan benih varietas unggul dengan potensi produksi yang tinggi, pengembangan padi hibrida, anjuran penggunaan pupuk berimbang, pengamanan pertanaman melalui pengawalan pengendalian OPT serta menekan kehilangan hasil melalui penanganan pascapanen yang baik.

(Mtc/Okz)
Editor: Fjr

Sumber: Okezone

T#g:blibliCapai TargetkementanKementerian PertanianMatatelingaTerkiniproduksi padi dan jagung
Komentar
Minggu, 31 Mei 2020 09:05Berita Sumut

Buka Lapak Judi Saat Pandemi Corona, Jurtul Togel Ini Diciduk Polisi

Meski saat ini wabah virus corona masih merebak, ternyata hal itu tidak menyurutkan warga untuk mengais rezeki dengan cara instan. Seperti yang terjadi di wilkum Polres Simalungun dimana Sat Reskrim kembali meringkus satu orang jurtul judi jenis Kim Hongk

Sabtu, 30 Mei 2020 22:45Nasional

Miris ! Mama Muda di Bogor Ditangkap Polisi Gegara Buang Bayinya Sendiri

Polisi menangkap perempuan berinisial HTS (24) selaku tersangka pembuang bayi dalam plastik belanjaan di Kampung Situ Uncal, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ibu muda itu nekat membuang bayinya karena malu sudah ditinggal su

Sabtu, 30 Mei 2020 22:30Nasional

Cuci Tangan, Pakai Masker, dan Jaga Jarak Itu Sangat Penting

Kasus konfirmasi positif covid-19 di Indonesia masih memperlihatkan kurva kenaikan kasus. Per Sabtu 30 Mei 2020, angka kasus positif bertambah 557, sehingga total menjadi 25.773 kasus.

Sabtu, 30 Mei 2020 22:15Lifestyle

Terkait Laporan Forbes Soal Kekayaannya, Kylie Jenner Menertawakannya

Kylie Jenner menanggapi laporan terbaru yang dirilis Forbes terkait statusnya sebagai ‘miliuner self-made termuda’ di dunia. Lewat Twitter dia terlihat menertawakan laporan tersebut.

Sabtu, 30 Mei 2020 22:00Nasional

Terapkan Protokol Kesehatan, Kemendikbud Dorong PPDB Dilakukan Secara Online

Kementerian Pendidikan mendorong sekolah untuk menggelar penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online. Sebab penyebaran corona masih terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Sabtu, 30 Mei 2020 21:45Nasional

Hati-Hati! Virus Corona Bisa Menyebar Sangat Cepat di Satu Tempat

Sejumlah negara berencana melonggarkan upaya pembatasan jarak sosial. Di sisi lain, para ahli terus mengingatkan bahwa kehati-hatian perlu terus ditingkatkan untuk mencegah peristiwa yang disebut dengan penyebaran super virus corona.

Sabtu, 30 Mei 2020 21:29Berita Sumut

Pemprov Sumut Siapkan Wisma Atlet Untuk Tenaga Medis Covid-19

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meninjau kesiapan Wisma Atlet Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Jalan Willem Iskandar, Deliserdang yang akan digunakan untuk penginapan tenaga medis yang menangani Corona Virus Disease (Cov

Sabtu, 30 Mei 2020 21:14Nasional

Soal Logo Covid -19, RSO Ikut Mengecam

Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengecam adanya logo Olimpiade digabungkan dengan gambar virus Corona atau Covid pada sampul sebuah majalah.

Sabtu, 30 Mei 2020 20:49Nasional

Inovasi Teknologi Cegah COVID-19, TNI AD Gunakan Helmet Thermal KC Wearable

Pertegas komitmennya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19, TNI AD akan menggunakan helm berteknologi terbaru helmet thermal KC wearable.

Sabtu, 30 Mei 2020 20:25Ekonomi

Pergerakan NIlai Tukar Rupiah berhasil di Tutup, Menguat Akhir Depan

Dipengaruhi oleh perkembangan hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Sabtu, 30 Mei 2020 20:10Ekonomi

Hari ini Harga Emas Naik Rp 1.000 Menjadi Rp 914.000 per gram

Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).

Sabtu, 30 Mei 2020 19:52Lifestyle

Bila Anda ke Jepang, Jangan Ketinggalan Mencicipi Makan Jepang

Di Jepang tidak cuma Kota Osaka yang terkenal dengan kuliner dan jajanannya.

Sabtu, 30 Mei 2020 19:37Berita Sumut

Horeee,,, Pelayanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali

Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kembali dibuka.

Sabtu, 30 Mei 2020 19:22Internasional

Pemulangan 4.800 TKI Indonesia, Pakai Dana Malaysia Apa Dana Indonesia..?

Sebanyak 4.800 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) yang berada di Depo Tahanan Imigrasi (DTI) Malaysia akan dipulangkan secara bertahap.

Sabtu, 30 Mei 2020 19:07Berita Sumut

Akhyar Kunjungi Anak Kurang Gizi, Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Baik

Mendengar kabar bahwa salah satu warganya mengalami kekurangan gizi, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi langsung mendatangi warga tersebut

Sabtu, 30 Mei 2020 18:22Berita Sumut

Akhyar Tekankan Jangan Ada Bantuan yang Tumpang Tindih

Bantuan Sosial (bansos) tahap II terus digulirkan kepada masyarakat Kota Medan yang membutuhkan terutama yang terdampak Covid-19.