• Home
  • Nasional
  • Kepala BNPB Kunjungi Lokasi Pasca Lonsor Sukabumi, ini Katanya...

Kepala BNPB Kunjungi Lokasi Pasca Lonsor Sukabumi, ini Katanya...

Mtc Jumat, 11 Januari 2019 23:15 WIB
google
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengajak tokoh masyarakat dan agama untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengurangan risiko bencana.
MATATELINGA, Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengajak tokoh masyarakat dan agama untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengurangan risiko bencana.



Doni mengatakan, dengan pelibatan semua komponen, semua masyarakat dapat mengetahui dan semakin menyadari untuk mengurangi risiko bencana.

"Jadi, harus ada sebuah kepedulian tidak hanya pada tingkat pemerintah provinsi kabupaten, kota tetapi sampai dengan tingkat desa. Kita berharap kepala-kepala desa, kepala kampung, lurah memiliki pengetahuan risiko bencana saat ini," ucap Doni di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Jawa Barat, dalam keterangan pers dari Kepala Pusat Data Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada Jumat (11/1/2019).

Setelah salat Jumat siang tadi, Doni mencontohkan beberapa tokoh setempat tidak mengetahui bahwa di kawasan selatan Sukabumi merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami.

"Seluruh tokoh masyarakat, terutama ulama, seminggu sekali saat kotbah atau pengajian, mengingat mayoritas masyarakat Jawa Barat ini beragama Islam, untuk menyisipkan 2 - 3 menit, perhatian kepada alam. Kita peduli alam, alam merawat kita."

"BNPB akan bangun emosi masyarakat agar setiap saat mereka memiliki kepedulian, misalnya pada musim hujan, kewaspadaan kita akan banjir dan tanah lognsor. Kemudian menjelang musim kemarau, dengan kebakaran hutan. Beberapa tempat yang telah diberikan analisis oleh sejumlah pakar, itu juga harus kita antisipasi. Bagaimana masyarakat kita bisa lebih siap."



Doni menekankan, mencegah jauh lebih mudah daripada kita melakukan penanganan. "Pencegahan jauh lebih murah dan mudah daripada saat melakukan penanganan," kata Doni Monardo yang didampingi Kepala BMKG dan PVMBG, serta pejabat kementerian/lembaga di Desa Sirnaresmi.

Saat meninjau desa yang tertimpa longsor pada 31 Desember 2018 itu, Doni menilai masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kemiringan 30 derajat tersebut perlu memperhatikan tanaman yang ditanam. Warga setempat banyak menanam tanaman sayuran dan padi. Bersamaan dengan kunjungan di kawasan longsor itu, Doni dan para komunitas menanam 10.000 bibit vetifer untuk jangka pendek, yang bisa membantu untuk mengurangi risiko bencana. Selain 10.000 bibit tersebut, BNPB juga menanam 2.500 bibit pohon campuran, seperti tanaman buah dan tanaman keras yang endemik di Jawa Barat.

Penanaman ini sebagai contoh konkret kepedulian terhadap alam sekita dengan harapan banyak masyarakat sadar. Doni mengatakan, "Karena kalau tidak diberikan sebuah pemahaman maka risiko terjadi bencana akan semakin banyak."

Doni menekankan pihaknya untuk lebih giat, ulet dan massif untuk mengajak semua komponen dalam pengurangan risiko bencana. Kepala BNPB yang didampingi sejumlah ahli kebumian menyampaikan bahwa kita semua untuk merawat alam maka alam akan merawat kita. Tanaman buah tadi seperti alpukat dan sukun, sedangkan tanaman keras berupa rasamala, manii, dan kidamar.



Sehubungan dengan penunjukkan sebagai Kepala BNPB, Doni mendapatkan perintah dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan penanggulangan bencana secara terintegrasi. Pada Kamis malam (10/1/2019), BNPB mengajak beberapa lembaga untuk menekankan pada informasi yang diberikan oleh para pakar, seperti di bidang vulkanologi, geologi, seismik, dan tsunami.

"Para pakar inilah yang harus kita ikuti. Pakar ini ibaratnya sebuah tim intelijen jadi ketika menghadapi ancaman, informasi intelijen itu sangat penting. Program-program yang berhubungan dengan masyarakat berorientasi pada informasi dari para pakar. Kalau kita tidak mengikuti hasil riset dan temuan mereka yang semakin akurat maka kita akan salah."

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, puncak musim hujan di wilayah Jawa Barat masih berlangsung hingga akhir Januari sampai Maret. Pihaknya akan selalu memberikan informasi perkembangan yang penting, misalnya dengan potensi cuaca ekstrem. Dwikorita menyampaikan bahwa sangat penting untuk mengantisipasi bahaya di musim hujan ini, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor. BMKG dan PVMBG bersinergi untuk memberikan peringatan dini.



"Kami memberikan peringatan dini 3 6 hari sebelum terjadi cuaca ekstrem sehingga peringatan dini segera kami kirimkan ke BPBD setempat agar mengondisikan warga dalam 3 6 hari tersebut."

Jawa Barat merupakan kawasan yang memiliki gerakan tanah yang tinggi. Seperti Sirnaresmi, desa ini termasuk kawasan bertebing, bertanah gembur dan pemanfaatan tanah oleh warga yang kurang sesuai. Faktor-faktor tersebut dapat memicu terjadinya longsor. Akibat longsor di desa itu, 32 jiwa meninggal dunia dan 29 rumah tertimbun, sedangkan luas area terdampak mencapai 10,6 hektar. Longsor tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan tanah yang labil.

(Mtc/Okz)
Editor: Fjr

Sumber: Okezone

T#g:bnpbblibliLonsorMatatelingaSukabumiTerkini
Komentar
Selasa, 23 Jul 2019 08:15Internasional

Industri Ganja Medis Jadi Prioritas Negara ini

Mengembangkan industri ganja medis adalah salah satu prioritas kebijakan utama bagi pemerintah baru Thailand

Selasa, 23 Jul 2019 08:00Bola

Gelandang Baru Manchester City siap Jadi Pemimpin Lini Tengah

Gelandang baru Manchester City, Rodrigo Hernandez, yakin dirinya mampu menjadi pemimpin di lini tengah

Selasa, 23 Jul 2019 07:45Ekonomi

Harga Emas Kian Tak Setabil

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada penutupan perdagangan

Selasa, 23 Jul 2019 07:30Nasional

Penemuan Mayat dalam Parit Gegerkan Warga

Penemuan mayat perempuan muda dalam parit gegerkan warga Kecamatan Cibeureum

Selasa, 23 Jul 2019 07:15Lifestyle

Kisah Pertanyaan Pendeta Yahudi, ini Jawaban Cerdas Sayidina Ali

Siapa yang tak kenal Sosok Sayidina Ali, terlebih umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai menjadi kalifah terakhir, dari kalangan Khilafaur Rasyidin. Sayidina Ali juga dikenal sebagai sahabat yang paling cerdas.

Selasa, 23 Jul 2019 07:05

Mobil Pajeo Terjungkal, 4 Penumpang Alamai Luka Berat dan Ringan

Mobil Mitsubhisi Pajero Sport dengan jumlah penumpang 4 orang, terjungkal setelah terjadi kecelakaan tunggal di jalan lintas Banda Aceh - Calang tepatnya di Km 83 Desa Kuala, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (21/7/2019).

Selasa, 23 Jul 2019 07:00Bola

Musim Buruk Hantui Liburan Para Pemain Manchester United

Fullback Manchester United, Luke Shaw, mengakui buruknya musim yang dilalui Setan Merah membuat liburannya terganggu

Selasa, 23 Jul 2019 06:45Bola

Cari Striker Baru, Beppe Marotta Beberkan Kreterianya

Nerazzurri tengah mengincar dua orang striker untuk menemani Lautaro Martinez.

Selasa, 23 Jul 2019 06:30Lifestyle

5 Resep Agar Menjadi Orang Tua yang Baik Bagi Anak

Tidak hanya anak yang memiliki kewajiban terhadap orangtua. Orangtua pun meiliki tanggung jawab yang besar dan kewajiban terhadap anak yang harus dilakukan

Selasa, 23 Jul 2019 06:15Nasional

Capim KPK, 3 Komisioner Petahana Lolos

Para komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) petahana, yakni Alexander Marwata, Basaria Panjaitan, serta Laode M Syarif

Selasa, 23 Jul 2019 06:00Bola

Meski di Barcelona, Griezmann: Atletico Rumah Saya

Antoine Griezmann sudah resmi menjadi pemain Barcelona dan kini sedang dalam tur pramusim 2019-2020 di Jepang

Selasa, 23 Jul 2019 05:45Nasional

Kepala Bakamla RI/IDNCG Kobarkan Semangat Jajarannya

Dalam rangka penyampaian hasil kunjungan kerja Kepala Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) Laksdya Bakamla A. Taufiq R. beserta sejumlah pejabat lainnya ke Amerika Serikat, kobaran semangat sangat terasa ditunjukkan dalam arahannya saat apel di Marka

Selasa, 23 Jul 2019 05:30Berita Sumut

Grebek Kampung Narkoba, Sat Narkoba Polrestabes Medan Ringkus 4 Pengedar Sabu

Satuan narkoba Polrestabes Medan grebek kampung narkoba yang berada di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Gang Nuri 18, Kecamatan Medan Denai. Dalam penggerebekan itu petugas berhasil mengamankan 4 orang diduga tersangka pengedar narkoba jenis sabu

Selasa, 23 Jul 2019 05:15Berita Sumut

Empat Komplotan Curanmor Terkapar di Terjang Timah Panas, 1 Pelaku DPO

Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Patumbak, membongkar jaringan komplotan curanmor dengan meringkus empar orang dan masing masing terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, Kamis (18/7/2019). Pasalnya, keempat pelaku dilumpuhkan lantaran mela

Selasa, 23 Jul 2019 05:00Nasional

TNI dan Hawaian National Guard Gelar Latihan Keamanan Cyber

Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerjasama dengan Hawaian National Guard (HING) menggelar latihan keamanan cyber dan sistem teknologi. Latihan yang dilaksanakan dalam bentuk Information System and Technology Exchange (ISTX) dibuka secara resmi oleh

Senin, 22 Jul 2019 23:00Nasional

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Rektor Asing Bakal Ngajar di Indonesia

Pemerintah serius akan mendatangkan rektor dari luar negeri untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air