• Home
  • Nasional
  • Kisah Penjaga Makam, dari Sekedar Dapat "Uang Capek" Sampai Gaji UMR

Kisah Penjaga Makam, dari Sekedar Dapat "Uang Capek" Sampai Gaji UMR

Mtc Sabtu, 12 Januari 2019 10:00 WIB
google
Menjaga dan merawat makam pekerjaan bisa dibilang mulia. Namun, pekerjaan ini justru dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk mendapatkan uang tambahan dari ahli waris.
MATATELINGA, Jakarta: Menjaga dan merawat makam pekerjaan bisa dibilang mulia. Namun, pekerjaan ini justru dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk mendapatkan uang tambahan dari ahli waris.



Fenomena pungutan liar (pungli) oleh petugas dan penjaga sering terjadi di beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah DKI Jakarta. Tetapi, mereka mengganti istilah pungli itu menjadi "uang capek" atas kerjanya merawat makam, khususnya pada mereka yang bukan petugas resmi.

Nurjen, salah satu petugas lepas di TPU Tanah Kusir. Sehari-hari dirinya membersihkan makam-makam yang sudah dititipkan oleh ahli waris kepadanya.

"Kalau saya sih biasa hanya merawat makam yang sudah dititipkan oleh ahli waris," kata Nurjen ketika berbincang dengan Okezone belum lama ini.



Harus diakui suasana TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, terlihat bersih dan sangat terawat. Hal ini mungkin dikarenakan banyak petugas pembersih makam, baik resmi ataupun tidak.

Status Nurjen bukan penjaga makam resmi yang artinya tak ada di bawah Pemprov DKI. Sehingga, ahli waris makam yang idurus Nurjen harus merogoh kocek kembali untuk membayar jasanya. Dari uang itulah, selama 20 tahun Nurjen menghidupi keluarganya.

"Biasanya ahli waris ngasih perbulan kadang juga enggak. Saya sih enggak mau menarget dan se-ikhlasnya saja," kata Nurjen.

Saat ditanya apakah dirinya bisa membantu warga untuk mencari makam khusus, Nurjen menekankan dirinya hanya bisa membantu secara proses. Namun tak bisa membantu untuk mencari lokasi makam.



"Ada juga melalui bantuin urusi ke pengelola. Tetapi kadang-kadang sulit juga kita bantu sehingga ada juga yang langsung ke kantor," ujar

Suryadi Yahya membersihkan makam di TPU Menteng Pulo

Sementara, untuk penjaga makam yang berada di bawah Pemprov DKI Jakarta atau Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sebagai penjaga sekaligus pembersih di TPU Menteng Pulo, Suryadi Yahya, mengaku sudah 8 tahun menggeluti pekerjaannya.

"Alhamdulillah sejak 2014 saya diangkat jadi PJLP dengan gaji UMR," ujar Suryadi.

Saat disinggung mengenai praktik pungli dan apakah dia bisa membantu untuk mencari makam bagi warga, dirinya mengaku tak bisa melayani. Sebab, kata dia, pengawasan terhadap petugas makam sangatlah ketat.



"Enggak. Karena kalau kita gali (makam) itu dapat perintah dari admin kantor TPU. Kita tindak lanjuti baru untuk nyari lokasi makam dan kemudian digali," terang dia.

Tercatat di TPU Menteng Pulo sudah ada kurang lebih 80.000 makam. Mengenai suasana, tampak begitu gersang dan juga terlihat ada beberapa makam yang sedang mendapatkan perawatan khusus oleh petugas.

(Mtc/Okz)
Editor: Fjr

Sumber: Okezone

T#g:blibliKisah Penjaga MakamMatatelingaPenjaga MakamTerkiniUang Capek
Komentar
Selasa, 26 Mar 2019 23:05Nasional

Kazona Tengah Bakamla Serukan Tanggung Jawab Moral Personel Terhadap Institusi

Personil yang profesional memiliki tanggung jawab moral terhadap institusi dan bersedia bekerja keras

Selasa, 26 Mar 2019 23:00Nasional

Aspers Panglima TNI: Sejarah Perjuangan Bangsa Perlu Terus Digelorakan

Saat ini kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsa secara nyata perlu terus ditanamkan dan digelorakan

Selasa, 26 Mar 2019 22:45Berita Sumut

Akhyar Hadiri Sertijab & Pisah Sambut Dandenpom I/5

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengucapkan terima kasih kepada Letkol CPM Sudarsono atas jasa dan pengabdiannya

Selasa, 26 Mar 2019 22:30Nasional

Bakamla RI - Japan Coast Guard Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Keamanan Maritim

Bakamla dan Japan Coast Guard melakukan pembahasan draft Memorandum of Cooperation (MoC) di ruang rapat Podcast

Selasa, 26 Mar 2019 22:15Berita Sumut

Kementan Jamin Ekspor Kopi Lolos ke Berbagai Negara Luar

Setelah sukses melepas ekspor kubis di Berastagi bulan kemarin, sekarang Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, melepas ekspor 819,36 Ton kopi biji tujuan Rumania

Selasa, 26 Mar 2019 22:00Berita Sumut

Senilai Rp4,9 Triliun, Wagub Sumut Lepas Ekspor Kopi ke Berbagai Negara Luar

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah melepas ekspor kopi sebesar 65.347,10 ton atau senilai Rp4,901 triliun milik PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, Selasa (26/3/2019).

Selasa, 26 Mar 2019 21:45Berita Sumut

Kapolda Resmikan Pembangunan Polres Batu Batubara

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto meresmikan pembangunan gedung baru Polres Batubara.

Selasa, 26 Mar 2019 21:28Berita Sumut

Bupati Batubara Hibahkan Mobil Dinas Ke Kapolres Batubara

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menyaksikan penyerahan mobil dinas Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang dari dana hibah Pemkab Batubara. Penyerahan langsung dilakukan secara simbolis oleh Bupati Batubara H Zahir, Selasa (25/3/2019).

Selasa, 26 Mar 2019 21:01Berita Sumut

Resmikan Pembangunan Mapolres Batubara, Kapolda Sumut Sampaikan Harapan Ini

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto meresmikan pembangunan gedung baru Polres Batubara. Ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda dan selanjutnya oleh Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang serta Bupati Batubara H Zahir.

Selasa, 26 Mar 2019 20:15Berita Sumut

Terjerat OTT, 4 Pengurus P3TM Dituntut 3 Bulan Penjara

Sidang kasus OTT yang melibatkan pengurus Pasar Marelan akhirnya sampai pada pembacaan tuntutan. Dalam tuntutan yang dibacakan Penuntut Umum Kejatisu, Abdul Hakim Sorimuda Harahap dihadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Qadir, menuntut Ketua P3TM pasa

Selasa, 26 Mar 2019 19:42Berita Sumut

Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah, Dakwaan Terhadap Tengku Awaluddin Tak Cermat

Salah seorang terdakwa kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah Grant Sultan lahan Tol Tanjungmulia Hilir, Tengku Awaluddin Taufiq, mengaku menjadi korban rekayasa hukum yang dipaksakan. Pasalnya, dakwaan yang dituduhkan jaksa penuntut umum (JPU) kepadany

Selasa, 26 Mar 2019 19:15Berita Sumut

Duh, Ternyata Korban Kakek Cabul di Multatuli Sebanyak 9 Orang Bocah

Ternyata korban kakek cabul berinisial PS (56) warga Jalan Multatuli Medan tidak hanya tiga orang anak tetangganya. Polisi mengembangkan kasus ini dan menemukan fakta baru korban pencabulan pria ini ternyata berjumlah 9 orang.

Selasa, 26 Mar 2019 19:00Berita Sumut

Kampanyekan Salah Satu Capres di Medsos, Oknum Pegawai PTPN IV Dituntut 6 Bulan Penjara

Seorang oknum pegawai di PTPN IV bernama Ibrahim Martabaya dituntut dengan pidana 6 bulan penjara lantaran mengkampanyekan salah satu pasangan calon presiden di akun Facebook miliknya. Dia juga dituntut membayar denda sebesar Rp5 juta subsider 1 bulan kur

Selasa, 26 Mar 2019 18:20Berita Sumut

Apes, Belum Sempat Digunakan, Pengguna Narkoba Ini Lebih Dulu Kepergok Patroli Polisi

Niat hendak menggunakan narkotika jenis sabhu, seorang lelaki berinisial FO alias Ono (35) warga jalan Hasanuddin Lingkungan II kelurahan Kisaran Timur Kecamatan Kota Kisaran Timur Asahan terpaksa harus berurusan dengan pihak aparat penegak hukum. Pasaln

Selasa, 26 Mar 2019 18:01Berita Sumut

Pemko Medan Dorong Warga Manfaatkan Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Parulian Sihotang, mengatakan, penggunaan Jargas ini lebih hemat dari pada penggunaan elpiji karena gas yang dihasilkan Indonesia tidak semuanya dapat dijadikan elpiji sehingga harus impor, jika terus menerus impor

Selasa, 26 Mar 2019 17:45Berita Sumut

Pemko Medan Terapkan Pemenuhan Standar Pelayanan Publik dan Penerapan SP4N-LAPOR

Wali Kota Medan mengapresiasi atas dilakukannya penandatangan komitmen bersama ini. Menurut Wali Kota Medan dengan diterapkannya sistem SP4N-LAPOR maka akan semakin memudahkan masyarakat untuk menyampaikan pengaduanya.