• Home
  • Nasional
  • Milad ke-20, Wakil Ketum FPI Teriakkan Kader Harus Tunduk pada Ulama dan Siap Bertempur Demi Ulama

Milad ke-20, Wakil Ketum FPI Teriakkan Kader Harus Tunduk pada Ulama dan Siap Bertempur Demi Ulama

Fidel W Minggu, 19 Agustus 2018 11:52 WIB
orasi dalam milad fpi ke 20 / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ja'far Shodiq menggemakan wacana 2019 Ganti Presiden di acara ulang tahun atau Milad ke-20 FPI di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018) pagi.


Ja'far mengatakan Indonesia membutuhkan presiden yang tunduk pada ulama. Atas dasar itu ia mengajak kepada para ribuan hadirin untuk terus mengikuti komando Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Pantauan di lokasi, saat Ja'far menggemakan wacana ganti presiden, sontak ribuan hadirin tersebut menyambutnya dengan gema takbir.


"Sekali lagi kami nyatakan kepada semua hadirin dan para undangan yang hadir dalam kesempatan ini dan ini adalah sebagian kecil. Yang insya allah pada tahun 2019 kami semua akan ganti presiden," terang Ja'far.

"Ganti presiden," teriak Ja'far.

"Allahu Akbar," sambut hadirin.

"Ganti presiden dengan yang tunduk patuh pada ulama yang taat pada ulama dan siap memuliakan ulama maka dari itu kami semua menunggu satu komando dari HRS selaku imam besar umat Islam Indonesia," ujar dia.

Ia juga berharap umat islam dapat dimenangkan pada Pemilihan Umum 2019 mendatang. Ja'far menyebut terdapat sejumlah anggota FPI yang ikut dalam kontestasi politik tersebut.

Ja'far meminta kepada seluruh umat dan anggota FPI di seluruh Indonesia untuk terus mengingatkan para calon legislatif dan calon pemimpin untuk terus membawa amanah dan kejayaan umat islam.

"2019 menangkan umat islam. Jadi banyak di antara kawan kita yang sekarang sudah mulai maju di legislatif. Ingatkan kepada mereka bawalah amanah umat islam dan untuk kejayaan umat islam serta kejayaan Indonesia," terang dia.

Ja'far pun mengatakan seluruh anggota FPI siap untuk mengawal dan megikuti hasil Ijtimak Ulama II. Untuk itu, pihaknya juga siap berjuang hingga berdarah-darah untuk mengawal dan mensukseskan Ijtima Ulama II.

Ia juga mengamanatkan kepada para simpatisan dan laskar FPI untuk bersiap fisik, mental, dan kekuatan untuk mengawal Ijtimak Ulama II.

"Kami semua bertekad insa allah kami akan menyukseskan ijtimak ulama kedua dan apapun yang terjadi kami siap berdarah-darah di Republik Indonesia, kita amanatkan semua simpatisan dan juga anak-anak, laskar saatnya hari ini kita bukan saatnya berdiam diri," terang dia.

"Siapkan perbekalan kalian, siapkan kekuatan kalian, siapkan mental kalian, dan siapkan fisik kalian untuk bertempur menghadapi mereka yang zalim pada ulama," ujar dia.

Sebelumnya, dalam ulang tahunnya yang ke-20, FPI berencana tidak mengundang tokoh politik sama sekali. Juru bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI Slamet Maarif menyebut pihaknya ingin fokus menghadirkan nuansa keagamaan, sosial, serta dakwah dalam acara perayaan HUT ke-20 FPI.

"Kami sudah memutuskan semua pimpinan partai politik kami enggak undang, kami betul-betul ingin zikir nuansa keagamaan nuansa sosial dan dakwah," kata Slamet ,Sabtu (18/8).

Namun, pada pagi hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan turut menghadiri acara ulang tahun tersebut.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:fpimilad fpimilad fpi ke 20TerkiniUlama
Komentar
Jumat, 21 Sep 2018 13:11Berita Sumut

Komunitas Vespa Kawal Mahasiswa Pertanian dari Kampus III Menuju Kampus II

Komunitas Vespa Matahari Scuter ikut ambil bagian dengan berparade dari kampus III Jalan Harmonika Baru mengawal calon mahasiswa fakultas pertanian yang berjumlah 226 orang menuju kampus II di Jalan Setia Budi Pasar II Tanjung Sari Medan.

Jumat, 21 Sep 2018 13:00Berita Sumut

Pertamina Run For Charity 6,1 KM Bantu Pendidikan di Belawan

Mewujudkan kepedulian terhadap sesama, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menyelenggarakan kegiatan sosial yang dikemas dengan kompetisi lari bertema Pertamina MOR I Run For Charity. Menempuh jarak 6,1 KM, seluruh peserta diwajibkan

Jumat, 21 Sep 2018 11:43Berita Sumut

Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto Lantik Brigjen Pol Mardiaz Jadi Waka Poldasu

Kepala kepolisian Polda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H secara resmi melantik Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapolda Sumut).

Jumat, 21 Sep 2018 11:39Nasional

Wakasad : Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur Berwawasan Kebangsaan

Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus berwawasan kebangsaan

Jumat, 21 Sep 2018 11:35Berita Sumut

Optimalkan Perekaman Penduduk, Disdukcapil Sumut Selenggarakan Bimtek

Optimalkan perekaman data penduduk di Sumatera Utara (Sumut), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumut menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pendaftaran penduduk dan pengelolaan administrasi kependudukan bagi aparatur kabu

Jumat, 21 Sep 2018 11:34Berita Sumut

P3S UMI Medan Diisi dengan Ceramah Wawasan Kebangsaan

Pengenalan Program Pendidikan dan Studi (P3S) kepada mahasiswa baru Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan di Kampus II Jalan Setia Budi Pasar II Tanjung Sari Medan, Jumat (21/9) setelah diawali dengan ibadah, P3S dibuka secara resmi oleh Rektor UMI

Jumat, 21 Sep 2018 11:31Berita Sumut

Kapoldasu Besuk Lima Mahasiswa terluka Bentrok DPRDSU

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto,SH menjenguk mahasiswa yang mengalami luka akibat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut

Jumat, 21 Sep 2018 11:26Berita Sumut

Titik Panas Mulai Terpantau di Sumut BBMKG

Satu titik panas (hotspot) di provinsi Sumatera Utara (Sumut), kembali ditemukan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG).

Jumat, 21 Sep 2018 11:12Berita Sumut

Muspika Kec Bandar bersama APSI dan masyarakat Gotong Royong Perbaiki Jalan

Kota Perdagangan sebagai Barometernya Simalungun yang lebih dikenal Sampantao, Muspika bersama Instansi serta masyarakat mengadakan gotong royong memperpaiki jalan jalan dipusat kota sudah pada hancur dan berlubang dan sangat membahayakan bagi pengguna

Jumat, 21 Sep 2018 10:38Lifestyle

Konsumsi Teh di Pagi Hari Dapat Membahayakan Kesehatan

MASYARAKAT di sejumlah negara di Asia seperti Indonesia, India, dan Malaysia umumnya memulai hari mereka dengan secangkir kopi atau teh panas, sambil membaca koran dan menikmati sepotong roti panggang. Bagi sebagian orang, praktik seperti ini mungkin terl

Jumat, 21 Sep 2018 10:34Lifestyle

Inilah Tiga Zodiak yang Berpotensi Mengubah Dunia. Cek Disini, Apakah Kamu Salah Satunya?

BANYAK permasalahan yang menjadi perhatian negara-negara di dunia. Kemiskinan, kemacetan, pendidikan dan kesehatan masih perlu ditangani.

Jumat, 21 Sep 2018 10:22Lifestyle

Mau Melihat Jaring Laba-laba Raksasa? Datanglah ke Tempat Ini

BANYAK hewan yang dianggap menakutkan entah karena bentuknya, atau memang beracun. Salah satunya adalah laba-laba, selain karena bentuknya yang menakutkan banyak juga yang beracun.

Jumat, 21 Sep 2018 10:17Internasional

Untuk Ketiga Kalinya Shinzo Abe Pimpin LDP, Partai Berkuasa di Jepang

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Kamis menang untuk ketiga kali berturut-turut sebagai ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa.

Jumat, 21 Sep 2018 10:02Internasional

'Razia' Beragama, China Tutup Gereja Independen Terbesar

PENUTUPAN salah satu gereja independen terbesar di Beijing baru-baru ini dan tindakan keras terhadap jemaat di tempat lain di China, adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk menempatkan agama di bawah kendali Partai Komunis yang berkuasa, menurut pa

Jumat, 21 Sep 2018 09:54Internasional

Pilot Lupa Nyalakan Alat Pengatur Tekanan Udara, 30 Penumpang Alami Pendarahan

Kesalahan dari yang dilakukan pilot di kokpit menyebabkan lebih dari 30 penumpang pesawat Jet Airways India mengalami pendarahan dari telinga dan hidung mereka. Pilot dilaporkan lupa menyalakan alat pengatur tekanan kabin saat pesawat mengudara.

Jumat, 21 Sep 2018 09:51Nasional

Mahfud MD: Jika Hukum Ditegakkan, Lebih dari 50 Persen Persoalan Negara Dapat Diselesaikan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kembali menegaskan bahwa persoalan penerapan hukum di Indonesia saat ini amburadul, sehingga harus menjadi fokus perhatian seluruh pihak.