• Home
  • Nasional
  • Noorsy Sebut Pelemahan Rupiah Dan Program TKA Dapat Ganggu Elektabilitas Jokowi

Noorsy Sebut Pelemahan Rupiah Dan Program TKA Dapat Ganggu Elektabilitas Jokowi

Fidel W Sabtu, 12 Mei 2018 10:08 WIB
Ichsanuddin Noorsy / photo by telegram.co.id
MATATELINGA, Jakarta: Pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy menungkapkan potensi krisis besar yang akan dihadapi Indonesia menyusul nilai kurs rupiah yang sudah mencapai Rp14ribu per US Dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah tersebut merupakan yang terlemah sejak Desember 2015.

Menurut dia, jika krisis tahun 1997 yang melanda Indonesia disebabkan oleh faktor moneter, sementara krisis tahun 2008 pemicunya adalah perdagangan, maka krisis yang akan terjadi di tahun 2018 lebih berbahaya.

"Karena krisis yang akan dihadapi di 2018 ini pemicunya sekaligus dua. Ada moneter dan perdagangan," kata Noorsy kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/5).

Menurut Noorsy, saat ini pemerintah masih bergantung pada kebijakan impor yang untuk memenuhi kepentingan hajat hidup orang banyak, termasuk pangan dan energi.

"Biaya bahan baku impor untuk makanan, daging dan pangan lainnya akan naik. Otomatis nanti akan ada inflasi, harga-harga naik. Sebentar lagi puasa dan lebaran. Ini mengkhawatirkan karena biaya hidup pasti naik," kata Noorsy.

Selain itu, Noorsy juga menegaskan dengan makin lemahnya mata uang rupiah, kewajiban pemerintah untuk bayar pokok bunga utang semakin besar.

"Indonesia semakin sulit membayar cicilan dan bunga utang luar negeri. Apalagi utang swasta yang belum dilindungi nilai (hedging) akan naik," kata Noorsy.

Noorsy menambahkan, per Februari 2018, harga BBM naik sekitar Rp 100-300. Dia pun memprediksi dengan melemahnya rupiah, sementara Indonesia masih terus mengimpor minyak maka akan terus terjadi penyesuaian harga BBM.

"Karena Indonesia mengimpor 350-500 ribu barel per hari. Bisa dibayangkan harga semua pasti naik karena harga minyak naik," kata Noorsy.

Noorsy sudah memprediksi jika perekonomian Indonesia akan mengalami stagnasi sejak tiga tahun lalu. Seharusnya dengan kondisi yang makin parah seperti saat ini, pemerintah harus mulai lepas dari investasi dan tenaga kerja asing.

"Kesalahan utama Jokowi menyandarkan kekuatan ekonomi kita dari luar. Padahal di luar negeri lagi 'perang'" kata Noorsy.

Noorsy juga meminta pemerintah jujur soal ambang batas psikologi nilai tukar rupiah. Menurut Noorsy pemerintah tak perlu berbohong untuk membuat tenang masyarakat dengan mengatakan ambang batas psikologi nilai tukar Rp20 ribu per dolar AS.

"Bagi saya Rp16 ribu saja sudah parah. Menurut saya fundamental makro Indonesia sudah rapuh dan kita rentan terhadap krisis," kata Noorsy.

Atas dasar itu, Noorsy berani menyimpulkan jika elektabilitas Presiden Joko Widodo yang saat ini relatif masih berada di atas calon presiden (capres) lain akan terus merosot.

Jokowi dinilai Noorsy sudah gagal memenuhi janji Trisakti, salah satunya soal kemandirian ekonomi.

"Elektabilitas Jokowi akan ambruk usai rupiah diangka Rp14 ribu. Menurut saya #2019GantiPresiden makin menakutkan bagi Jokowi dan dia tidak punya solusi apapun. Malah belakangan dia melawan tagar itu dengan tindakan diskriminatif karena panik," kata Noorsy.

Pragmatisme APBN pemerintah Jokowi

Sementara itu, pemerintah dinilai sengaja membiarkan pelemahan nilai tukar kurs rupiah terhadap dolar AS.

Menurut pengamat ekonomi politik Salamudin Daeng pemerintah sengaja membiarkan kurs rupiah melemah agar penerimaan negara dari utang dalam bentuk dolar bisa bertambah.

Menurut dia, jika rupiah sudah mencapai tingkat Rp14.000 per dolar AS maka pemerintah bisa mendapatkan penerimaan yang lebih besar jika dikonversi ke dalam rupiah dengan target utang yang sama.

Salamudin menjelaskan target utang pemerintah untuk tahun ini masih tetap Rp400-Rp500 triliun dengan asumsi kursnya masih menggunakan kurs lama yakni Rp13.400. Untuk itu, menurut dia, jika kurs sudah mencapai Rp14 ribu dengan target utang yang sama, maka pemerintah bisa mendapatkan tambahan Rp50 Triliun.

"Tambahan itu besar. Menurut saya pemerintah sedang melakukan pragmatisme APBN. Pemerintah sengaja melemahkan kurs rupiah. Ini jahat," kata Salamudin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/5).

Salamudin menambahkan dalam menerapakan pragmatisme APBN, selain dari penerimaan utang, pemerintah juga mendapatkan 'untung' dari pajak. Dengan begitu, pemerintah akan berdalih jika jumlah penerimaan APBN bertambah. Namun untuk skala jangka panjang ini berbahaya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu mengatakan di setiap kenaikan US$1 harga minyak akan meningkatkan APBN netto Rp1,1 Triliun. Untuk itu, jika bersamaan dengan kenaikan kurs, maka nilainya akan lebih besar. Demikian juga dengan penerimaan pajak yang akan diperoleh dari eksportrir juga akan meningkatkan bea masuk.

Para importir, menurut dia akan membayar lebih besar sehingga jumlah pajak yang dibayar kepada pemerintah juga lebih besar. Depresiasi semacam ini, menurut Salamudin, akan menguntungkan pemerintah.

"Kalau kurs naik kan ekspor bergairah. Otomatis pemerintah bisa dapat banyak dari pajak dong. Begitu pun dengan impor. Kalau kurs naik kan bea masuk juga meningkat. APBN kelihatan nambah. Makanya dugaan saya pemerintah sengaja melemahkan kurs rupiah biar APBN nambah dari pajak. Pertanyannya berapa nilai kesimbangan kurs yang dinginkan pemerintah? publik tidak boleh tahu," kata Salamudin.

Untuk itu, kebijakan yang secara jangka pendek akan memperlihatkan APBN bertambah itu jusru akan berdampak besar merugikan industri. Terutama untuk industri yang masih mengimpor bahan baku.

Industri pengolahan CPO (minyak sawit mentah) misalnya butuh bahan baku penolong dari impor. Jadi di industri yang berorientasi ekspor tekanannya akan besar sekali. Belum lagi industri farmasi yang 90 persen bahan baku impor.

"Otomatis nanti ada inflasi. Untuk sektor pangan yang kita masih impor misal daging dan beras. Karena kita belinya dari dolar Amerika maka harga jual tinggi di dalam negeri. Belum lagi bicara minyak dan batubara. Ini nanti harga minyak dan listrik, karena PLN pakai batubara, harganya akan naik," kata Salamudin.

Selain harga-harga yang naik akibat pragmatisme APBN itu, pemerintah diyakini akan diuntungkan secara elektabilitas politik karena APBN dan penerimaan pajak yang bertambah. Namun pemerintah akan makin terbebani membayar kewajiban utang dan bunga pada saat jatuh tempo nanti.

"Pemerintah bisa pencitraan dulu dong di tahun politik kalau APBN nambah, penerimaan pajak meningkat. Tapi konsekuensi harga naik, industri rugi dan pembayaran utang makin numpuk belakangan. Ini pragmatisme kekuasan yang keliru. Anehnya lagi pemerintah tidak kelihatan khawatir," kata Salamudin.

Lebih lanjut, Salamudin memprediksi rupiah akan mencari titik keseimbangan baru, namun tidak mungkin bisa mencapai Rp13,500 dengan cepat. Bahkan, Salamudin khawatir rupiah bisa meluncur ke Rp15 ribu.

Dia pun mengingatkan pemerintahan Joko Widodo bahwa defisit neraca transaksi berjalan dan defisit neraca pendapatan primer akan memiliki konsekuensi cukup besar dengan nilai tukar rupiah.

Selain itu, surplus pedagangan di kuartal I masih defisit. Memang diakui Salamudin, ada peningkatkan di bulan April namun sangat kecil. Penambahan itu tidak akan bisa menjawab kebutuhan defisit neraca transaksi berjalan.

Tak hanya, itu, Salamudin juga mengingatkan masyarakat sudah banyak mengetahui pemerintah akan kena wajib bayar utang yang sangat besar. Masyarakat akan bertambah bingung dengan jumlah yang akan dibayar jika kurs nilai tukar rupiah terus melemah.

Belum lagi soal faktor-faktor politik terkait kemampuan pemerintah dalam merealisasikan berbagai program kerja dan meningkatkan daya beli. Menurut dia, 53 persen pertumbuhan masih ditopang oleh konsumsi.

"Dengan adanya kenaikan harga, daya beli tidak ditingkatkan, yang nganggur dan miskin makin tinggi ya masayarkat dan industri makin resah. Masyrakat semakin semakin ragu cara pemerintah untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan," kata Salamudin. (DAL/pmg)
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:elektabilitasjokowinoorsypelemahan rupiahtenaga kerja asing
Komentar
Minggu, 27 Mei 2018 17:35Berita Sumut

Sihar: PSMS Perlu Stadion yang Lebih Bagus

Tingginya atmosfer para pencinta PSMS Medan menunjukkan perlunya stadion baru bagi markas satu-satunya klub yang mewakili Sumatera Utara di kancah tertinggi kompetisi sepakbola nasional itu.

Minggu, 27 Mei 2018 17:16Berita Sumut

Oukup Tetap Beroperasi Kafe & Pakter Tuak Sajikan Live Music

Meskipun Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi telah mengeluarkan Surat Edaran No. 503/4789 tanggal 9 Mei 2018 tentang Penutupan Sementara Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi pada Hari-hari Besar Keagamaan, namun masih juga ditemukan sejumlah pengusaha

Minggu, 27 Mei 2018 17:00Berita Sumut

MUI Medan Gelar Safari Ramadhan di 43 Mesjid

Banyak cara yang bisa dilakukan agar ibadah puasa tetap berjalan nikmat dan lancar, salah satunya mengisinya dengan berbagai kegiatan islami seperti dalam Safari Ramadhan.

Minggu, 27 Mei 2018 16:45Berita Sumut

Tim Pemantauan Asmara Subuh Amankan 12 Sepeda Motor Tanpa Surat

Sebanyak 18 pengendara sepeda motor terjaring dalam penertiban yang dilakukan Tim Pemantauan Asmara Subuh di Jalan Ring Road, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (27/5). Dari jumlah itu, 12 sepeda motor terpaksa diamankan karena pengendara

Minggu, 27 Mei 2018 16:30Berita Sumut

Begal Apes, Diteriaki Rampok Lalu Terjatuh Lantas Masuk Bui

Seorang pelaku pria spesialis pelaku jambret berinisial MD berhasil diamankan personel Polsek Medan Kota. Warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Nasional, Kota Medan itu diringkus karena sepeda motor yang ia kendarai terjatuh pascadikejar petugas Opsnal Unit

Minggu, 27 Mei 2018 16:15Berita Sumut

Lurah dan Kepling Harus Kenal Wilayah dan Dinamika Masyarakatnya

Setiap lurah dan kepala lingkungan wajib mengenal wilayah dan dinamika yang berkembang di masyarakat. Koordinasi antara kepala lingkungan, lurah, dan camat harus terus berjalan.

Minggu, 27 Mei 2018 16:00Berita Sumut

Dengan Safari Ramadhan, Pemko Medan Pererat Tali Silaturahmi dengan Masyarakat

Safari Ramadhan yang secara rutin digelar Pemko Medan setiap tahunnya menjadi sebuah ajang silaturrahmi serta wadah mendekatkan diri dengan warga masyarakat Kota Medan di 21 kecamatan, demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kota Medan Ir. Syaiful Bahri keti

Minggu, 27 Mei 2018 14:15Berita Sumut

Kapolsek Sunggal Turun Pantau Kegiatan Asmara Subuh, 12 Unit Motor Ditindak

Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna bersama unsur kepolisian dari Polrestabes Medan, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Pemko Medan turun langsung melakukan Pemantauan Asmara Subuh di Wilayah Hukum Polsek Sunggal, Minggu 27/5/2018).

Minggu, 27 Mei 2018 14:00Berita Sumut

Tujuh Orang Perempuan dan Tujuh Anak Sekolah Diamankan

Operasi Pekat Toba 2018 Jajaran Polres Pelabuhan Belawan dengan jumlah personil berjumlah kurang lebih 40 orang dipimpin Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan Kompol Ernial, Sabtu (26/05/2018) sekira pukul 14.30 wib

Minggu, 27 Mei 2018 13:45Berita Sumut

Usai Tabrak Ruko, Supir Truk Lari Takut Dimassa

Akibat rem blong, mobil kontainer (truk) BK 8754 AC menabrak sebuah rumah ruko milik warga di jalan Yos Sudarso Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (26/05/2018) malam.

Minggu, 27 Mei 2018 13:33Lifestyle

Puasa Bikin Bibir Kering? Kamu Bisa Mengatasinya Dengan Tips Berikut Ini

Bulan puasa ditambah panasnya cuaca kerap membuat bibir menjadi kering. Tak hanya itu, bibir juga menjadi pecah-pecah. Menurut Cindy Luken, pendiri label lipstik asal Australia, ada beragam alasan mengapa bibir mudah kering.

Minggu, 27 Mei 2018 13:19Lifestyle

Kenali Kebudayaan Daerah Yang Kamu Kunjungi Untuk Memudahkan Dapat Teman Kencan

Berwisata ke luar negeri berarti mempelajari kebudayaan baru. Yang sedang mencari pasangan kemungkinan besar bisa bertemu dengan jodohnya, asalkan mau mengikuti aturan berkencan di negara tersebut.

Minggu, 27 Mei 2018 13:04Berita Sumut

Gelar Operasi Pekat, Tim Gabungan di Deliserdang Boyong 5 Pasangan Mesum

Tim gabungan dari Polres Deliserdang, Kodim 0204/DS dan Satpol PP menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah tempat hiburan malam dan hotel, Minggu (27/5/2018) dinihari. Dalam operasi gabungan ini, tim mengamankan 5 pasangan bukan suami ist

Minggu, 27 Mei 2018 12:49Lifestyle

Atur Jadwal Libur Panjang Lebaran Ke Menara 'Miring' di Roma? Why Not

Barangkali, salah satu misteri terbesar di dunia adalah mencari alasan logis tentang apa yang menyebabkan menara miring Pisa, bisa selamat dari serbuan gempa bumi.

Minggu, 27 Mei 2018 12:34Internasional

Gunung Kilauea Semburkan Api Setinggi 11 Ribu Kaki

Observatorium Gunung Api Hawaii menyatakan serangkaian letusan dari Kilauea menyemburkan abu hingga setinggi 11 ribu kaki atau 3,3 kilometer, berdampak pada masyarakat yang tinggal di sisi barat daya.

Minggu, 27 Mei 2018 12:19Berita Sumut

Grebek Basis Peredaran Narkoba di Tanjung Morawa, Polisi Ringkus Bandar dan Belasan Pembeli

Tim gabungan dari Satres Narkoba Polres Deliserdang dan Polsek Tanjung Morawa menggrebek kawasan yang menjadi basis peredaran narkoba di Tanjung Morawa, Minggu (27/5/2018). Hasilnya, petugas mengamankan dua orang bandar narkoba dan belasn pembelinya.