MARHABAN YA RAMADHAN
  • Home
  • Nasional
  • Santri Malang ini Tewas Mengenaskan, Brikut Kronologis Ceritanya

Santri Malang ini Tewas Mengenaskan, Brikut Kronologis Ceritanya

Mtc Selasa, 19 Februari 2019 07:38 WIB
GOOGLE
Robby Alhalim (18), seorang santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tewas mengenaskan setelah sempat koma usai dipukuli 17 temannya selama tiga hari berturut-turut.
MATATELINGA, Jakarta: Robby Alhalim (18), seorang santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tewas mengenaskan setelah sempat koma usai dipukuli 17 temannya selama tiga hari berturut-turut.



Bocah malang itu digebukin karena yang bersangkutan diduga mencuri barang milik temannya. Sosiolog Musni Umar pun angkat bicara ihwal fenomena tersebut.

Menurut dia, pemahaman di dalam pesantren yang kerap menggunakan hukum Islam, yakni kejujuran dalam berperilaku merupakan prinsip seorang santri mengakibatkan mereka tega main hakim sendiri. Sehingga, apabila ada temannya yang mencuri, maka mereka langsung membalasnya hingga mencapai titik puas tertentu.

"Di kalangan santri itu sudah tertanam dikeyakinan mereka bahwa orang yang mencuri itu harus dihukum. Itu menurut saya kemudian mereka ekpresikan untuk memukuli temannya hingga akhirnya meninggal," kata Musni kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Tindakan main hakim sendiri itu sangat tidak dibenarkan di Indonesia. Sebab, di dalam negara hukum, harus ada saksi dan bukti yang menyatakan seseorang telah melakukan tindak pidana.

"Padahal di balik itu harus ada pembuktian dahulu. Kalau hanya dugaan-dugaan saja tidak bisa dihukum oleh pengadilan atau polisi," ujarnya.



Selain itu, pemahaman hukum masyarakat juga masih rendah. Sehingga masih banyak oknum-oknum yang main hakim sendiri. Padahal, tindakan itu bisa menjadi bumerang kepada seseorang yang melakukan aksi pemukulan terhadap orang yang diduga mencuri. Aparat kepolisian pun diminta untuk lebih gencar melaksanakan sosialisasi.

"Menurut saya jalan keluarnya institusi hukum kita harus lebih giat lagi mengsosialisasikan kepada masyarakat tentang hukum itu sendiri. Masyarakat tidak sadar tapi juga paham. Sebenarnya dalam Islam pun tidak boleh seperti itu juga," katanya.

Musni menekankan, para pengasuh di pesantren pun juga harus lebih mengawasi para santrinya.

"Misalnya sering mengundang institusi penegak hukum. Pertama untuk memberikan pengetahuan kepada para santri dan masyarakat. Jadi mereka bisa jadi jembatan antar penegak hukum dan masyarakat," katanya.

Seperti diketahui, Robby dikeroyok oleh teman santrinya pada tengah malam selama tiga hari. Sebanyak 17 orang yang diduga terlibat pengeroyokan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Korban dikeroyok karena dituduh mencuri barang-barang temannya. Namun orang tua korban membantah dugaan tersebut.

(Mtc/Okz)
Editor: FJR

Sumber: Okezone

T#g:bliblikriminalKriminalitasMatatelingapembunuhanpengeroyokanTerkini
Komentar
Kamis, 23 Mei 2019 08:15Internasional

Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru Jalani Persidangan

Pria yang dituduh membunuh 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru telah dituntut

Kamis, 23 Mei 2019 08:00Nasional

Di Jalan Wahid Hasyim, Massa Bubarkan Diri

Massa aksi 22 Mei yang bertahan hingga Kamis (23/5/2019) di sekitar Gedung Bawaslu RI

Kamis, 23 Mei 2019 07:45Bola

Pindah ke Chelsea, kepada Aubameyang Pulisic Minta Saran

Winger anyar Chelsea, Christian Pulisic, mengaku berbicara dengan sosok yang penting sebelum

Kamis, 23 Mei 2019 07:30Nasional

TNI Redam Tensi Massa Aksi 22 Mei

Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berasal dari baret ungu (Marinir) turun tangan ke lokasi kericuhan

Kamis, 23 Mei 2019 07:15Nasional

Pos Polisi Terbakar, Warga Padamkan Api

Sejumlah warga memadamkan kobaran api yang membakar warung sate dan pos polisi di kawasan

Kamis, 23 Mei 2019 07:00Nasional

Aksi 22 Mei, Satu Unit Ruko Habis Dilalap Sijago Merah

Satu rumah toko (ruko) di Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, hangus dilahap api

Kamis, 23 Mei 2019 06:45Lifestyle

Hari Pengampunan, Sempurnakan Doa di Puasa Ramadhan ke 18

Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dijalani oleh umat muslim saat Ramadan tiba. Disamping mengerjakan berbaga macam ibadah

Kamis, 23 Mei 2019 06:30Bola

Perpanjangan Kontrak Ramsey Ganggu Keharmonisan Tim

Arsenal akhirnya mengungkap alasan mengapa mereka tidak memperpanjang kontrak Aaron Ramsey

Kamis, 23 Mei 2019 06:15Lifestyle

Ustadz Arifin Ilham Berpulang, Nomor 4 Paling Getarkan Hati, Berikut Pencapaian Semasa Hidup Beliu

Meninggalnya Ustadz Arifin Ilham menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Banyak hal menarik

Kamis, 23 Mei 2019 06:00Bola

Maldini: Tidak Ada Istilah Kawan

Direktur Pengembangan AC Milan, Paolo Maldini, memastikan akan obyektif dalam penilaian kinerja

Rabu, 22 Mei 2019 23:11Berita Sumut

Meski Sibuk Pengamanan Aksi, Polsek Adakan Buka Puasa Bersama

Disela-sela pengamanan aksi unjukrasa di kantor KPU Sumut, personil gabungan TNI -Polri menyempatkan diri bersilatuhrahmi dengan mengelar buka puasa bersama dengan massa pengunjukrasa yang menjalankan ibadah puasa, Rabu (22/5/2019).

Rabu, 22 Mei 2019 22:56Nasional

Panglima TNI : TNI Mendukung Penuh Polri Dalam Menjaga Keamanan Negara

Pasca pengumuman hasil pemilihan Presiden tahun 2019 yang telah diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 21 Mei 2019, Selasa dini hari, situasi keamanan di Ibu Kota negara tidak kondusif yang ditandai dengan tindakan anarkis d

Rabu, 22 Mei 2019 22:41Berita Sumut

Ribuan Massa Demo di Depan Bawaslu Sumut, Membubarkan diri dengan Tertib

Ribuan massa yang melakukan orasi hingga malam hari yang dilakukan didepan Kantor Bawaslu Sumut di Jalan Adam Malik, Medan, akhirnya membuabrkan diri dengan damai, Rabu (22/5/2019)

Rabu, 22 Mei 2019 22:26Berita Sumut

Pemuda Bawa 'Senpi' Ebohkan Para Pendemo

Massa yang berunjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara yang berada di Jalan Adam Malik seketika heboh. Dimana, petugas berhasil mengamankan seorang pria yang diduga membawa senjata api.

Rabu, 22 Mei 2019 22:11Berita Sumut

Buka Puasa Bersama MQS, Gubernur Sebut Kaum Wanita Tiang Negara

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa kaum wanita (emak-emak) adalah tiang negara. Karena itu diharapkan agar kaum perempuan (para istri) untuk terus mendukung kaum laki-laki (para suami), khususnya yang bekerja untuk bangsa dan

Rabu, 22 Mei 2019 21:56Berita Sumut

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemprov Sumut akan Bangun Sekolah di Nias Selatan

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), khususnya di Kabupaten Nias Selatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut segera membangun sekolah. Ini salah satu wujud keseriusan Pemprov Sumut membangun pendidikan di daerah ini