• Home
  • Opini
  • Bebas dari Rasa Takut Warga Paling Utama

Bebas dari Rasa Takut Warga Paling Utama

Mtc Sabtu, 20 Juli 2019 09:00 WIB
Dokumen
Edi Iriawan
                                                        Bebes dari Rasa Takut Warga Paling Utama
        
                                                                      Oleh:  Edi Iriawan
 
Beberapa hari terakhir, warga dunia nyata,terkhusus di Medan dan juga dunia maya (netizen) sedang menjadikan berita keberhasilan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur dalam mengungkap  komplotan begal yang disebut-sebut polisi terbilang sadis.






Istilah komplotan dipakai polisi karena memang sesuai defenisi KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), berkonotasinegatif, yakni persekutuan secara rahasia untuk melakukan tindak kejahatan

 Tapi nanti dulu.  Yang menjadikan berita kejahatan konvensional ini menjadi 'besar' bukan karena faktor komponen What dalam piramida sistem penulisan berita standar.

 Kejahatan jalanan ini menjadi vital di sejumlah jaringan media sosial dan juga media mainstreame lebih karena faktor How nya.

 Betapa tidak. Teknis pengungkapan kejahatan berkategori pencurian dengan pemberatan (curat) ini-meski bukan hal baru di kepolisian- nyaris langka dipergunakan dan 'terekam' dalam pengetahuan publik, yakni penyamaran (undercover) "bertukar peran gender". Polisi pria berpenampilan sebagai wanita guna memunculkan "stimulus" (rangsangan) kepada komplotan begal 'memangsanya' .

 Sudah menjadi rahasia umum kalau kompolotan-kompolotan begal menjadikan wanita sebagai target operasi mereka. Faktor lemah secara fisik menjadi orientasi dan alasan utama wanita kerap menjadi objek "eksploitasi" kejahatan.

Ternyata teknis 'sederhana' ini terbilang efektip. Komplotan begal berhasil dilumpuhkan.






Laporan demi laporan kejahatan jalanan di kota Medan kerap diterima polsi, namun polisi  kesulitan mengungkap dan mengidentifikasi siapa-siapa saja-setidaknya- aktor lapangan .

Namun tanpa butuh "rusa" dan sebagainya, dengan bios (biaya operasional) seadanya, Polrestabes dan Polsek Medan  Timur sudah bisa 'melumpuhkan' kompolotan ini.

 Jadilah teknis "sederhana" yang mungkin kerap kita saksikan di layar kaca, baik di film maupun sinetron di layar kaca menjadi sesuatu yang terbilang luar biasa tadi. Lalu belakangan mengapa jadi "kontra-versial" ?.

Karena sebagian warga memberi apresiasi kepada jajaran kepolisian, dan sebagian menyayangkan polisi mem-viralkan teknis seperti ini.

 Pasti  lah masing-masing 'faksi' memiliki argumentasi untuk menjustifikasi pandangannya. Yang pro melihatnya sebagai terobosan .

 Sementara yang kontra melihatnya dari sisi "criminal awareness", dimana para pelaku begal menjadi tersadar dan lebih hati-hati saat beraksi.

Konfrontasi pandangan-pandangan dalam kehidupan bermedia masyarakat saat ini menjadi sebuah realitas yang tidak terhidarkan.

 Menganggap pandangannya sebagai sebuah kebenaran dan menilai pandangan orang lain sebagai sesuatu yang salah sangat lumrah karena belum ada 'wasit' yang bisa menghentikan 'perang argumentasi' saat produk informasi digital itu masih berada di objeknya yakni di dunia maya,  selain jika salah satu dari para pihak membuat laporan ke pihak yang berwajib.






Lantas apakah dengan aneka pandangan dan argumentasi saling berseliweran tersebut polisi menjadi 'patah arang' dengan hasil kerja yang sudah dilakukan ? off course No. Malah sebaliknya, seharusnya keberhasilan cara ini harus dlihat dari sisi positif dengan melihatnya dari efek positif dari teknis 'sederhana' ini.

 Terhindar dari Rasa Takut  menjadi idaman dan harapan di dalam diri setiap orang, tak terkecuali warga kota Medan yang  kerap menjadi incaran para pelaku kejahatan jalanan belakangan ini. Ada semacam  fear kognitif effect atau membangun efek pemikiran ketakutan kepada para pelaku begal. Para pelaku begal semakin was-was  saat beraksi karena kekhawatiran bahwa korbannya tak lain dan tak bukan 'wanita KW'.

 Dan bukan sebaliknya, warga dan polisi berkonfrontasi mendebatkan perlu atau tidaknya teknik-teknik pengungkapan kejahatan di kepolisian diumbar ke publik.  Polisi pasti mempunyai pertimbangan matang untuk membuka teknik semacam ini.

 Karena di internal kepolisian sangat banyak teknik-tekknik pengungkapan kejahatan yang memang sesuai SOP nya tidak bisa dikonsumsi  publik, baik untuk kejahatan konvensional maupun kejahatan  non konvensional.

 Warga boleh dan sah-sah saja menilai karena memang menjadi hak warga juga untuk menilai lembaga yang difungsikan untuk melindungi keamanan diri dan harta benda warga ini. Namun kohesi social dengan memberi punish dan reward kepada kepolisian secara proporsional, harus menjadi komitmen bersama untuk menciptakan rasa aman di kota tercinta ini.

 Biarkan aparat keamanan menjalankan fungsi nya  sebagai pemberi rasa aman kepada warga dengan tetap memberi kontrol yang proposional. Karena sekali lagi, keamanan menjadi  tujuan bersama kita. Apa dan bagaimana cara polisi mengungkap, yang pasti  punya pijakan yang terukur. Karena keamanan sangat mahal 'harganya'. Terbebas dari rasa takut itu yang utama.
Editor: Amrizal

T#g:BebesKomplotan begalKota Medan tidak amanMatatelingamatatelinga.commatatelinga comRasa takut WargaTerkini
Komentar
Minggu, 25 Agu 2019 09:00Lifestyle

Masalah Jodoh, Benarkah Gading Minta Tolong Carikan oleh Mantan Istri

Soal pasangan hidup, putra Roy Marten ini mengaku bahwa dirinya memiliki kriteria khusus yang harus dimiliki oleh wanita tersebut

Minggu, 25 Agu 2019 08:45Nasional

Stadion Kelas Dunia Segera Dibangun di Jakarta, Medan Kapan ?

Jakarta tak lama lagi akan memiliki fasilitas olah raga kelas dunia. Selain Gelora Bung Karno, di Jakarta International Stadium (JIS) atau dikenal Stadion BMW.

Minggu, 25 Agu 2019 08:30Nasional

Lomba Publikasi Berita Online Jajaran Kodim 0308/Prm, Koramil 02/Sungai Limau Raih Juara I

Guna meningkatkan kinerja dan mendukung tugas satuan, Kodim 0308/Pariaman Korem 032/Wbr Kodam I/BB menggelar perlombaan publikasi media online dan cetak bagi jajaran Koramil

Minggu, 25 Agu 2019 08:15Bola

Liga Spanyol 2019-2020, ini Hasil Laganya Minggu 25 Agustus 2019

Liga Spanyol 2019-2020 pada Sabtu 24 Agustus 2019 hingga Minggu (25/8/2019) dini hari WIB. Sejumlah pertandingan menarik baru saja berlangsung di pekan kedua.

Minggu, 25 Agu 2019 08:00Bola

Liga Italia 2019-2020, ini Hasil Laganya Sabtu 24 Agustus

Membuka tirai Liga Italia 2019-2020. Kebetulan, Dua tim kandidat juara bermain tandang dan mampu meraih hasil positif dari lawatan tersebut.

Minggu, 25 Agu 2019 07:45Bola

Liga Inggris 2019-2020, ini Hasil Laganya Sabtu 24 Agustus

Pekan ketiga Liga Inggris 2019-2020. Sebanyak enam pertandingan digelar pada Sabtu 24 Agustus malam WIB dan menghasilkan 21 gol

Minggu, 25 Agu 2019 07:30Nasional

Mobil Mini Bus Ludes Dilalap Sijago Merah

Interchange, Cawang, Jakarta Timur. Sebuah mobil mini bus sedan berwarna putih ludes dilalap sijago merahi pada Sabtu, 24 Agustus 2019

Minggu, 25 Agu 2019 07:15Lifestyle

Lembah Surga yang Terabaikan

Ar Rauha merupakan tempat yang sangat sarat dengan nilai sejarah Islam. Tempat ini juga sangat sakral

Minggu, 25 Agu 2019 07:00Lifestyle

Sering Terlalai, ini Hukumnya jika Pria Meninggalkan Shalat Jum'at

Kadang manusia lupa menjalankannya. Misalnya saat ibadah shalat Jum'at tiba. Kadang-kadang manusia sering lalai dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Minggu, 25 Agu 2019 06:45Nasional

WOW! Bawa Kabur 17 Sepeda Motor, Pelaku Curanmor Berhasil Diringkus

Merupakan target operasi dari Polrestabes Bandung. Unit Reserse Kriminal Polsek Andir Kota Bandung, berhasil meringkus pelaku pencurian kendaraan motor.

Minggu, 25 Agu 2019 06:30Bola

Real Madrid Gagal Raup Poin Penuh Usai Ditahan Imbang Real Valladolid

Pekan ketiga Liga Spanyol 2019-2020. Real Madrid gagal meraih poin penuh saat tampil

Minggu, 25 Agu 2019 06:15Bola

Juventus Menang Tipis atas Parma 1-0

Pekan perdana Liga Italia 2019-2020, Minggu (25/8/2019) dini hari WIB. Juventus mengawali langkah mereka mempertahankan gelar juara

Minggu, 25 Agu 2019 06:00Bola

Arsenal Babak Belur Usai Takluk di Hajar Liverpool 3-1

Pekan ketiga Liga Inggris 2019-2020. Bermain di hadapan pendukung sendiri, yakni di Stadion Anfield

Sabtu, 24 Agu 2019 22:21Internasional

Tiga Tahun Bekerja Tak Digaji Begitu Sakit Dibuang di halaman Konsulat RI

Untung tak dapat diraih Malang tak Dapat Ditolak. Peribahasa itu lebih tepat menggambarkan situasi memprihatinkan dialami Meimeris Tumanggor ,37, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) wanita kelahiran Tumba Jae, Tapteng dengan alamat paspor di Pematangsiantar, Su

Sabtu, 24 Agu 2019 22:13Bola

Madura United Dalam Lima Pertandingan Terakhir Tak Meraih Kemenangan

Madura United bermain apik sejak menit awal babak pertama. Tak tampak penurunan mental dari para pemain Madura meski Dejan Antonic baru saja angkat kaki dari Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Madura pun menekan pertahanan PSIS guna mendapatkan gol ce

Sabtu, 24 Agu 2019 20:39Berita Sumut

Komisi III DPRD Medan Soroti Pendapatan Sektor Retribusi

Anggota Komisi III DPRD Medan soroti Pendapatan dari sektor retribusi sebesar Rp.152,4 Miliar yang diproyeksikan di tahun 2020 mendatang oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan mendapat sorotan dari sejumlah anggot