Warning: Use of undefined constant kat - assumed 'kat' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 617

    Warning: Use of undefined constant title - assumed 'title' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 621

    Warning: Use of undefined constant alias - assumed 'alias' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 625

    Warning: Use of undefined constant Kategori - assumed 'Kategori' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 625

    Warning: Use of undefined constant Judul - assumed 'Judul' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 625
  • Home
  • Opini
  • Debat Capres, Mau Sepanas Apa?

Debat Capres, Mau Sepanas Apa?

Yoseph Pencawan Senin, 21 Januari 2019 19:04 WIB
Mtc/ist
Yoseph Pencawan
                                                                   Oleh Yoseph Pencawan, Jurnalis

MATATELINGA : Pada Pemilu 2014, lima kali pelaksanaan debat capres/cawapres ditanggapi beragam pendapat oleh berbagai elemen bangsa. Bila ditarik garis besar, ragam pendapat tersebut utamanya dilihat dari dua sisi yang bertolak belakang. Satu sisi adalah mereka yang menilai debat sudah berkualitas dan di sisi lain, mereka yang menganggap debat berlangsung kurang greget, kaku, belum menyentuh substansi masalah atau alasan yang bersifat kurang paten lainnya.

Pada Pemilu 2019, debat juga akan dilaksanakan sebanyak lima kali dan satu di antaranya sudah digelar pada 17 Januari 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta. Meski rangkaian debat belum sampai ujung, tetapi ragam pendapat serupa juga sudah mencuat, mereka yang bilang sudah oke dan mereka yang menilai menjemukan. Saya yakin, kedua "kubu" ini akan tetap dengan pendapatnya sampai debat kelima yang direncanakan pada 13 April 2019, berakhir.

Bagi mereka yang berpendapat bahwa proses debat sudah berkualitas, sepertinya tidak perlu diusik lagi. Biarlah, mereka sudah puas. Saya ingin sedikit mengusik mereka yang masih menganggap debat capres/cawapres kurang greget. Saya berpikir, memang mau segreget, seseru, sehangat, atau sepanas apa debat yang harus ditampilkan? Kita jangan lupa juga bahwa debat capres/cawapres yang digelar KPU RI merupakan rangkaian tahapan formal dalam penyelenggaraan Pemilu dan undang-undang mengaturnya sampai menyentuh kepada aspek teknis.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, debat didefinisikan sebagai pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Pastinya, definisi itu pula yang digunakan oleh undang-undang serta KPU RI dalam pengaturan dan pelaksanaan debat capres/cawapres. Bila ada yang mendefinisikannya dengan kamus yang lain, entah kamus apa, tentu akan memiliki pola pikir dan ekspektasi yang berbeda saat menyaksikan debat capres/cawapres dalam Pemilu di Indonesia.

Debat capres/cawapres juga bukan hiburan yang bertujuan membuat penontonnya merasa gembira, sedih, marah atau bentuk emosional lainnya. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, debat capres/cawapres merupakan salah satu metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU RI. Adapun pengertian kampanye, menurut UU Pemilu, adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program dan/atau citra diri peserta pemilu.

Ada memang, sejumlah format debat capres/cawapres mirip dengan acara debat atau talkshow yang ditayangkan stasiun televisi. Namun, meskipun sama-sama ditayangkan televisi, tetapi keduanya mempunyai khittah yang berbeda, yang satu merupakan tayangan kampanye dan satu lagi adalah komoditas penyiaran televisi.

Dengan demikian, dari sisi entitas acara, debat capres/cawapres tidak bisa dibandingkan dengan debat atau talkshow televisi yang selalu berlangsung dengan suasana "hangat", bahkan "panas". Kenapa masalah perbandingan itu saya kemukakan? Siapa tahu saja, secara sadar atau tidak, banyak dari kita menempatkan acara debat atau talkshow televisi sebagai pijakan dalam menilai pelaksanaan debat capres/cawapres.

Atau, bisa jadi, ada juga yang membandingkannya dengan debat capres/cawapres di negara lain. Amerika Serikat misalnya. Bila demikian, maka pertanyaan saya, apakah aturan debat capres/cawapres di AS sama dengan di Indonesia. Dan jika aturan debat capres/cawapres di Indonesia meniru AS, apa urgensinya? Lahwong karakteristik, kebutuhan dan kondisi rakyat di Indonesia saja, berbeda dengan Amerika Serikat. Bukan kah debat capres/cawapres digelar untuk rakyat?

Yang lebih tidak nyambung lagi, bila mengukurnya dengan pelaksanaan debat calon ketua organisasi, calon kades, atau bahkan perlombaan debat. Secara definisi kata, atau prinsipnya, mungkin bisa mirip. Namun, tanpa bermaksud mengurangi arti penting dari kegiatan-kegiatan itu, bagaimana mungkin menyama-nyamakan debat capres/cawapres dengan event-event tersebut.

Bila ingin membandingkan, yang paling fair adalah membandingkannya dengan event yangsama persis, yakni debat capres/cawapres sebelum dan sebelumnya. Terserah, apakah soal formatnya, muatannya, atau skala kepanasannya. Yang penting, jangan salah membandingkan dengan debat lain yang tak 'apple to apple'.

Kita jangan lupa pula bahwa debat capres/cawapres merupakan ajang yang mempertemukan para negarawan sehingga tentu harus memperhatikan betul pernyataan-pernyataan yang dilontarkan dan sikap yang ditunjukkan. Bila tidak, kesalahan yang terjadi akan berdampak sangat besar, baik untuk pencalonannya, maupun stabilitas sosial.

Namun demikian, saya tidak bermaksud menyatakan diri setuju dengan mereka yang menganggap debat/cawapres sudah berlangsung maksimal karena memang masih ada kekurangan di sana-sini. Namun bagi saya, bukan masalah teknis, tetapi lebih pada kedalaman dari konsep-konsep kebijakan yang dilontarkan para kandidat.

Dengan begitu, bagi saya, kualitas debat capres/cawapres lebih ditentukan oleh para kandidat yang tampil. Bukan soal panasnya, serunya, atau dinamika 'sinetron' lain, tetapi bagaimana mereka menawarkan gagasan-gagasan kebijakan yang lebih konkrit dan mudah dipahami oleh rakyat.

Semoga hal ini dapat ditampilkan oleh para kandidat dalam debat segmen kedua pada 17 Februari 2019 yang mengetengahkan tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan infrastruktur. Kita ingin agar demokrasi Indonesia lebih berkualitas sehingga setiap prosesnya perlu diukur dari sisi kualitas, bukan keseruan atau kepanasannya.

Bila mau berlangsung seru dan panas, memang mau seseru dan sepanas apa?

(mtc)
Editor: Faeza

T#g:MatatelingaTerkini
Komentar
Jumat, 13 Des 2019 20:15Nasional

Satgas Yonif 754 Kostrad Laksanakan Pelayanan Kesehatan di Pemukiman Suku Sem Sagar Asmat

Kesehatan yang baik tidak hanya menjadi dambaan bagi masyarakat yang ada di kota-kota besar, namun juga menjadi dambaan bagi seluruh masyarakat yang ada di muka bumi ini termasuk masyarakat yang ada di pemukiman Suku Sem Sagar

Jumat, 13 Des 2019 20:00Berita Sumut

Sudah 35 Tahun Berdiri Baru Pertama Kali Masjid Dikunjungi Kepala Daerah

Selama 35 tahun berdiri belum pernah sekalipun pejabat yang meluangkan waktunya untuk datang se kaligus melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Masjid Al Ikhlas Jalan Cendrawasih, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Oleh karenanya seluru

Jumat, 13 Des 2019 19:45Berita Sumut

Dua Lagi Warga Madina Suspect Difteri

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik kembali kedatangan 2 orang pasien suspect (terduga) difteri asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (13/12/2019) siang.

Jumat, 13 Des 2019 19:30Berita Sumut

Warga Simalungun Tewas Mengenaskan Di Sibolangit

Kecelakaan lalulintas kembali menelan korban jiwa tewas. Kali ini, Norbertus Efrem Sitio (20) warga Desa Sibuntuon, Kec. Dolok Pardamean, Kab. Simalungun Kecelakaan yang menewaskan warga Simalungun

Jumat, 13 Des 2019 19:15Nasional

Danyonif Para Raider 305 Terima Tanda Kehormatan dari Bupati Lany Jaya Papua

Kegiatan-kegiatan positif dilakukan Satgas Yonif Para Raider 305/Tengkorak Kostrad dengan selalu bersinergi pemerintah daerah mendapatkan apresiasi khusus dari Pejabat Daerah, Kabupaten Lany Jaya, Papua

Jumat, 13 Des 2019 19:00Berita Sumut

Pemko Medan Sedang Menacri Investor Mengelola Sampah di Kota Medan

Pelaksana tugas (Plt) Akhyar Nasution berharap, dari feasibility study yang dilakukan investor, hasilnya memperlihatkan kelayakan secara finansial.

Jumat, 13 Des 2019 18:45Berita Sumut

Maksimalkan Kinerja AKD Guna Peningkatan Sinergitas Legislatif dan Eksekutif

Sebanyak 50 anggota DPRD Medan mengikuti rapat kerja (raker) di Parapat, Rabu -Jumat (11-13/12/2019). Pelaksanaan raker yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 12 Tahun 2018 pada Pasal 67 tentang pedoman penyusunan tata tertib (tatib) DPRD.

Jumat, 13 Des 2019 18:30Berita Sumut

Sat Narkoba Polres Sergai Lakukan Sweeping di Jalan Raya

Menyambut pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2019, Satres Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara melakukan sweeping di Jalan Besar Medan-Tebingtinggi, Jumat (13/12/2019).

Jumat, 13 Des 2019 18:15Berita Sumut

Kawanan Perampok Beraksi di Kantor DPRD Sumut

Kawanan perampok di Kota Medan jelang natal dan Tahun Baru mulai beraksi. Kali ini, sasarannya salah seorang staf anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah Sumut.

Jumat, 13 Des 2019 18:00Berita Sumut

Semua Elemen Memiliki Tanggungjawab yang Sama Dalam Memajukan Sektor Pariwisata

Anggota Komisi B DPRD Sumut Parsaulian Tambunan berkomentar terkait dengan selesainya acara Festival Danau Toba (FDT) 2019, bahwa semua elemen bertanggungjawab dalam memajukan sektor pariwisata. Itu sebabnya, untuk pelaksanaan Festival Danau Toba ke depa

Jumat, 13 Des 2019 17:45Berita Sumut

Kasdam I/BB Hadiri Vidcon dengan Menko Polhukam, Panglima TNI dan Kapolri di Mapoldasu

Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan, Brigjen TNI Untung Budiharto menghadiri acara video conference (vidcon) yang digelar di Markas Polda Sumut di Jln Medan-Tj Morawa, Jumat (13/12/2019).

Jumat, 13 Des 2019 17:30Berita Sumut

Jabatan Kasat Intelkam dan Dua Kapolsek di Polres Simalungun Diserahterimakan

Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu, S.I.K.,M.Si., pimpin upacara serah terima jabatan Kasat Intelkam, Kapolsek Bosar Maligas dan Kapolsek Purba di Ruang PDDO Mapolres Simalungun. Jumat (13/12/2019), sekira pukul 11.00 Wib

Jumat, 13 Des 2019 17:15Berita Sumut

Sekdako Hadiri Peresmian Safety Riding Lab SMK Paba Binjai

Walikota Binjai, HM Idaham yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai, M Mahfullah P Daulay, menghadiri peresmian program yayasan astra Honda motor berupa safety riding lab di SMK Paba Binjai, Kamis (12/12).

Jumat, 13 Des 2019 17:00Berita Sumut

Akhyar : Mari Bersama Wujudkan Medan Bersih

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi melakukan jalan santai bersama Wakil Konsul Amerika Serikat Jessica Panchata untuk Sumatera serta International Organization for Migration (IOM) dan pimpinan OPD dilingkungan Pemko Medan, Juma

Jumat, 13 Des 2019 16:45Berita Sumut

Kapolres Simalungun Vidcon Rakor Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2019

Dalam rangka persiapan Operasi Lilin Toba 2019, Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Ama Khoita Hia, S.H.,M.Hum, mengikuti Vidio conference Rapat Kordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 201

Jumat, 13 Des 2019 16:30Berita Sumut

Dharma Wanita Kota Binjai Sosialisasi Minim Sampah Rumah Tangga

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham, didampingi Ketua Dharma Wanita, Erni Mahfullah, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi minim sampah rumah tangga, donor darah dan pengobatan gratis. Dalam rangka rangkaian peringat