• Home
  • Opini
  • Diskursus Pergantian Penanggung Jawab Dearah Hukum Kepolisian RI di Sumut

Diskursus Pergantian Penanggung Jawab Dearah Hukum Kepolisian RI di Sumut

Edy Irawan Selasa, 14 Agustus 2018 16:28 WIB
ist

                                                                          Eddy Iriawan

Obrolan di media sosial maupun di jagad nyata, khususnya di Sumatera Utara sejak kemarin tertuju kepada keluarnya Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2015/VIII/Kep/2018 dan ST/2014/VIII/Kep/2018 tertanggal 13 Agustus 2018. Melalui otoritasnya sebagai pimpinan tertinggi Lembaga Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolri merotasi sejumlah perwira tinggi Polri. Hal yang sangat wajar dan alamiah saja "regenerasi" di tubuh institusi baju cokelat ini dilakukan sebagai sebuah dinamika internal yang sudah disepakati dan menjadi "konsesus internal" atas nama kebutuhan organisasi.

"Mutasi sebagai hal biasa untuk penyegaran personel dan juga dalam rangka fungsi tour of duty". Begitu kira-kira eufemisme yang disampaikan para juru bicara ataupun pejabat yang diberi kewenangan untuk berbicara kepada publik. Namun ada hal menarik dan menjadi atensi atau mungkin menjadi diskursus publik  (trending topic-istilah ke-kekinian) terkait pergantian para perwira tinggi di institusi yang sangat banyak bersentuhan dengan kepentingan umum (public domain).

Pertama ; Terciptanya sebuah rekor baru dalam tatalaksana pergantian pimpinan kepolisian daerah di Sumatera Utara-atau mungkin di Indonesia. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara ber "metamorfosa" menjadi Kepala Kepolisian Daerah di daerah yang sama. Konsekuensi dari peningkatan grade ini tentu dibarengi dengan bertambahnya satu bintang di pundak Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara tersebut.

Adalah Brigjen. Pol. Agus Andrianto yang menerima tanggung jawab baru sebagai penanggung jawab pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri (pasal 5 ayat 1 UU No. 2 tahun 2002). Konteks dalam hal ini tentu di daerah hukum Sumatera Utara seperti yang tertuang dalam PP No. 23 Tahun 2007.

Kedua ; Masuknya mantan Kapolrestabes Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto. Sebagai perwira menengah yang selama ini menjadi Koorspripim Kapolri, banyak pihak yang kagum atas masuknya mantan Kapolres Nias dan Mandailing Natal tersebut menjadi "orang nomor dua" di panji wilayah hukum berjuluk Toba ini. Apalagi nantinya tidak sedikit "senior" yang akan dibawahi langsung mantan wakil direktur reserse khusus Polda Sumut tersebut. Ini berkaitan dengan tugas internal yang nantinya akan diembannya setelah firmed menduduki jabatan tersebut.

Otoritas Kapolri

Penunjukkan seorang pimpinan wilayah hukum di daerah di kepolisian oleh Kapolri tentu sebuah keputusan yang sangat lazim berdasarkan hasil keputusan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi atau Wanjakti dengan mempertimbangkan berbagai parameter tentunya.  Soal parameter itu kembali hal itu sebagai sebuah parameter internal yang hanya diketahui para anggota Wanjakti dan Kapolri sendiri sebagai pengambil keputusan akhir.

Namun pola rekruitmen dengan metode dan prinsip-prinsip merit sistem yang sudah baku diyakini akan menjadi sebuah pedoman dalam kebijakan penempatan para pimpinan Polri di berbagai fungsi. Akan menjadi sebuah pertaruhan jabatan jika dalam penempatan pimpinan Polri, Kapolri berani mengambil resiko atas argumentasi apapun. Banyak elemen plus dan minus yang harus dijadikan pijakan karena tidak ada sebuah keputusan yang kokoh berdiri sendiri tanpa adanya faktor-faktor lainnya. Karena sebagai subsistem dalam sistem sosial, kepolisian sangat erat berkaitan dengan dinamika dan apa yang tengah terjadi di dalam lingkungan sosial kemasyarakatan.

Pandangan skeptis maupun kritik dalam pengambilan sebuah keputusan strategis seperti ini kiranya sebagai sebuah konsekuensi alam demokratis yang menempatan freedom of speech sebagai penggalan kehidupan pasca reformasi itu sendiri. Tidak bisa juga para pihak men-judge pandangan-pandangan berbeda sebagai sikap yang tidak memahami keadaan dan situasi kekinian. Namun sebaliknya akan menjadi sebuah sikap mendem jero untuk ber"tarung" dengan pemikiran-pemikir di luar sana untuk membalikkan pandangan-pandangan tersebut.

Karena tidak selamanya sebuah pemikiran yang terlalut jauh masuk ke dalam sel-sel kehidupan pribadi dapat disikapi secara ikhlas dan lapang dada. Akan tetapi akan menjadi sebuah keindahan manakala berbagai interupsi sosial  yang terjadi masukan-masukan berarti untuk meningkatkan otos dan spirit membuktikan dan menganulir pandangan-pandangan liar tersebut.

Kebutuhan strategis

Dalam rentang waktu sekitar delapan bulan ke depan, tepatnya 19 April mendatang, bangsa ini akan menjalani perhelatan akbar berupa kontestasi politik tingkat nasional bernama Pemiihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Kebutuhan akan adanya jaminan keamanan wilayah dalam pesta akbar demokrasi tersebut tentu menjadi tuntutan yang harus sudah bisa diberikan Polri. Kebutuhan akan adanya jaminan tersebut pada akhirnya harus dimaknai adanya jaminan keamanan di daerah-daerah yang domainnya Polri yakni terciptanya keamanan dalam negeri.

Sebagai propinsi dengan tingkat dinamika politik dan sosial yang sangat tinggi, Sumatera Utara harus mendapat jaminan yang nyata dari para pihak terutama Polri. Adanya friksi sosial yang terjadi dalam proses kontestasi politik tingkat lokal berupa Pilkada seperti di Kabuapten Tapanuli Utara hingga berakhir dengan pengrusakan kantor Panwaslih setempat, menjadi indikator-indikator warming yang tidak dapat diabaikan begitu saja.

Dibutuhkan adanya jaminan nyata keamanan untuk tidak pada akhirnya disebut sebagai sebuah kegagalan penugasan dari pimpinan dengan penempatan elit-elit pimpinan Polri terbaik di Sumatera Utara. Secara teori sosial, adanya fusi dan kedekatan emosional serta pemahaman kharakteristik wilayah menjadi sebuah parameter utama untuk menstabilkan kondisi sosial.

Secara baku ukuran yang menjadi pertimbangan utama ini tentu akan ditempatkan elit piminan Polri di daerah yang sudah memahami sosiologis masyarakatnya. Sebuah keberanian jika menempatkan penanggung jawab keamanan tersebut dari elit Polri yang minim pemahaman terhadap sosiologis masyarakat Sumut atau bahkan yang "buta" sama sekali dengan kondisi sosiografis di propinsi terbesar di luar Jawa dalam kategorisasi populasi.
Sosok elit Toba.1 dan 2

Brigjen. Pol. Agus Andrianto. Selain telah mengenyam "training" membantu Kapolda Sumut saat ini, Irjen. Paulus Waterpauw sejak 4 Januari 2017, sejumlah pengalaman penugasan penting di Sumatera Utara sudah dilalui seperti, Direktur Reskrim Polda Sumut,  Kasat Serse Poltabes Medan pada masanya. "Terberat" penugasan yang sempat menimbulkan prahara politk lokal bahkan eskalasinya beraroma nasional yakni Pilkada di DKI Jakarta juga berhasil dilaluinya kala menangani kasus penistaan agama oleh mantan gubernur Basuki Tjahara Purnama kala menduduki tanggung jawab di Dittipidum Bareskrim Mabes Polri.

Tantangan berupa tarik-menarik kepentingan dalam politik yang mana beliau harus berani dalam episentrum turbulensi politik nasional sejtinya bukan sebuah pekerjaan mudah dan dapat mulus dilalui. Stigma yang sejatinya sempat dilabeli oleh pihak-pihak kontra Ahok terhadap Polri yang dituding terlalu "melindungi" Ahok, sementara di sisi lain kepentingan yang pro Ahok dalam situasi sulit seperti itu akan menjadi momen-momen yang sangat krusial dan menentukan "hidup-matinya" karir Agus Andrianto.

Namun secara smooth Agus mampu melewatinya tanpa menimbulkan konfrontasi fisik diantara para pihak yang saling mengklaim "kebernaran" pada masa itu. Kejelian dan kehati-hatian dalam menyelesaikan kasus pelik tersebut dianggap sebagai kemampuan profesional maupun insting yang pada akhirnya "diganjar" dengan amanah baru sebagai wakil Kapoldasu awal 2017 lalu. Di sisi lain, selama delapan belas bulan terakhir membantu penciptaan kondusifitas di Sumatera Utara, Brigjen Pol. Agus juga dianggap lulus menjalaninya.

Pengalaman tugas ini mungkin yang menjadi pertimbangan untuk dirinya kembali dipercaya dengan amanah baru sebagai orang nomor satu di Sumatera Utara dalam fungsi menjaga keamanan dan penegakan hukum di korp baju cokelat ini. Singkatnya waktu yang tersedia menjelang perhelatan Pileg dan Pilpres akan menjadi pertaruhan resiko jika harus menempatkan elit Polri yang minus pemahaman terhadap Sumut.

Terkait dengan "patahnya" tradisi di kepolisian dalam tampuk pimpinan Polri di daeah dari orang nomor 2 menjadi orang nomor 1 tanpa "berlabuh di pelabuhan lain" atau kembali sementara ke kapal induk di Mabes Polri lebih dahulu, selayaknya tak perlu diperdebatkan.

Situasi yang tidak jauh berbeda dengan penunjukan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto. Akan menjadi diskusi yang tidak berujung jika melihat proses yang terjadi hanya dari satu sisi dan akan sangat subjektif. Apakah ada "faktor x" yang menjadi kartu As hingga terjadinya proses yang sedang berjalan ini seperti yang dihembuskan sejumlah kalangan ? Wallahua'lam bisshawaf. Namun "Literatur" penugasan kewilayahan di Sumatera Utara yang pernah dijalaninya merupakan sebuah fakta dan sudah pernah dilalui. Bahkan di wilayah-wilayah "rawan" konflik horizontal, penugasan sebagai kepala satuan wilayah (Kasatwil) pernah diembannya, seperti di Nias, Mandailing Natal dan wilayah paling besar kota Medan sekalipun. Bahkan sebagai rujukan keberhasilan di Jakarta sekalipun sudah pernah dijalaninya.

Berbagai penugasan strategis ini akan menjadi poin bermakna jika dikolaborasikan dengan Agus untuk memastikan adanya jaminan keamanan pelaksanaan perhelatan akbar itu nantinya. Tingginya tingkat kerawanan sosial dan politik di Pileg maupun Pilpres 2019 menuntut adanya jaminan keamanan bagi warga Sumut. Apa artinya euforia politk namun tingkat friksi antar warga tinggi yang rawan konflik sosial. Pada akhirnya jika pun ada yang terheran-heran berkaitan dengan rotasi elit Polri di Sumut, hal tersebut bukan juga merupakan sebuah kesalahan  Karena sejauh tidak ada UU No.2/2002 maupun Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Kapolri yang dilanggar, silahkan. The show must go on. Warga Sumut tinggal menunggu hasil dari semua pertimbangan-pertimbangan yang mungkin menjadi rujukannya ini.

                           Praktisi Media/Mantan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Sumut
Editor: Amrizal

T#g:Diskusi Pergantian PenangungjawanMatatelingaTerkini
Komentar
Jumat, 23 Agu 2019 18:29Berita Sumut

Kejurnas Tinju Junior-Youth 2019 Digelar di Medan

Diperkirakan, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior - Youth 2019 akan diikuti sekitar 200 orang petinju terbaik berpredikat nasional, berbakat dan terbaik yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia memperebutkan Piala Kepala Kejaksaan Tinggi S

Jumat, 23 Agu 2019 18:13Berita Sumut

Pemko Medan dan PT KAI Bahas Persiapan Pengoperasian Sky Bridge

Pemko Medan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumut menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Nota Kesepahaman terkait pemanfaatan dan pengoperasian sky bridge yang berada di Jalan Stasiun Kereta Api. Tujuannya, agar sky bridge y

Jumat, 23 Agu 2019 17:58Berita Sumut

Syukuran 30 Tahun Mengabdi di Kepolisian, Kapoldasu Silaturahmi dengan Warga Medan

Sebagai wujud rasa syukur atas pengabdian dalam dunia kepolisian selama 30 tahun, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menggelar silaturahmi dan ramah tamah dengan ribuan warga Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (23/8). Silaturahmi dilakukan Ka

Jumat, 23 Agu 2019 17:44Berita Sumut

Kejatisu Gelar Penerangan dan Penyuluhan Hukum di Kecamatan Sunggal

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kembali menggelar acara penerangan dan penyuluhan hukum di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang yang dipusatkan di Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (23/8/2019).

Jumat, 23 Agu 2019 17:43Berita Sumut

Soal Program Medan Bebas Banjir, Dandim 0201/BS Turun Langsung Komunikasi ke Warga

Komandan Kodim 0201/BS, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, SSos turun langsung melakukan sosialisasi dan komunikasi persuasif kepada warga yang pemukimannya terkena proyek pelebaran parit untuk antisipasi banjir Kota Medan.

Jumat, 23 Agu 2019 17:28Berita Sumut

Gubsu Minta Sarasehan Kesehatan Digalakkan

Kegiatan pertemuan ilmiah dan sarasehan bersama para dokter dan praktisi kesehatan diharapkan dapat terus digalakkan. Sebab bidang ini menjadi satu prioritas dalam visi misi Sumut Bermartabat.

Jumat, 23 Agu 2019 17:13Berita Sumut

Polres Pelabuhan Belawan 'Tatar' Omak-Omak, Parbetor dan Ojek Bahaya Narkoba

Ratusan omak-omak, parbetor serta pengemudi ojek di Medan Utara ditatar tentang bahaya narkoba oleh Polres Pelabuhan Belawan,Jum'at (23/08/2019).

Jumat, 23 Agu 2019 16:56Nasional

Kapolri Ikut Tinjau Penanganan Karhutla di Kalteng

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (23/8/2019) pukul 09.15 WIB dengan pesawat Boeing 737 TNI AU.

Jumat, 23 Agu 2019 16:12Berita Sumut

Pejambret yang Seret IRT Dekat Polsek Helvetia Diringkus

Polisi tak lama meringkus pelaku jambret yang menyeret korbannya di dekat Mapolsek Helvetia. Ada dua orang pelaku yang ternyata sudah berulang kali melakukan penjambretan. Pelaku yang tertangkap yakni AS (20) dan FA. Keduanya warga Jalan Setia Luhur, Dwik

Jumat, 23 Agu 2019 15:56Berita Sumut

Polsek Kisaran Kota Ringkus Tiga Pengedar Narkoba, Dua Diantaranya Pasutri

Tiga orang tersangka pengedar narkotika jenis sabhu diantaranya merupakan pasutri dibekuk opsnal Reskrim Polsek Kota Kisaran yang dipimpin Ipda Arbin Rambe, Kamis (22/8/2019) sekira pukul 22.30 Wib dari dua tempat yang berbeda.

Jumat, 23 Agu 2019 14:40Berita Sumut

Kapoldasu Lantik Kombes Pol Kemas Ahmad Yani Sebagai Dirlantas Polda Sumut

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto resmi melantik Kombes Pol Kemas Ahmad Yani menjadi Direktur Lalulintas Polda Sumut di Aula Tribarata Polda Sumut

Jumat, 23 Agu 2019 14:25Berita Sumut

TPL Targetkan Pembibitan 2,8 Juta Eucalyptus

Eucalyptus merupakan bahan baku utama produksi pulp (bubur kertas) bagi PT Toba Pulp Lestari (TPL), Tbk. Batang pohon Eucalyptus diolah menjadi bubur kertas yang hasilnya diekspor ke dalam hingga luar negeri.

Jumat, 23 Agu 2019 14:02Berita Sumut

Polisi Grebek Rumah Pengoplosan Kecap Asin di Sidimpuan

Sebuah rumah yang dijadikan tempat pengoplosan kecap asin di i Jalan Sutoyo, Kelurahan Bincar, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan digrebek polisi, Selasa (20/8/2019) kemarin. Polisi mendapatkan 400 botol kosong yang diduga akan dijadik

Jumat, 23 Agu 2019 13:38Berita Sumut

Pemred Matatelinga.com Ketua Forum Wartawan PDAM Tirtanadi

Kepengurusan wartawan yang bertugas di PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara periode 2019-2021 secara resmi telah terbentuk. Amrizal dari matatelinga.com terpilih memimpin forum wartawan yang diberinama Forum Wartawan PDAM Tirtanadi(Forwadi) tersebut.

Jumat, 23 Agu 2019 12:37Berita Sumut

Kaki Dua Pengedar Narkoba di Asahan Dibedil Polisi

Dua pengedar narkotika jenis sabhu masing masing "MR alias Ridho" (26) dan "GAS alias Gilang" (19) keduanya warga jalan HM Yamin gang Kueni kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur Asahan terpaksa dilumpuhkan opsnal Sat.Res.

Jumat, 23 Agu 2019 12:22Berita Sumut

Polisi dan BKSDA Sita Tiga Ekor Binturong dari Warga di Medan

Personil Unit 3 Subdit IV Tipiter Ditkrimsus Polda Sumatera Utara (Poldasu) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) berhasil menyita tiga ekor Binturong dari seorang warga di Jalan HM. Joni Gang Aman I Teladan, Kecama