• Home
  • Opini
  • Menangkal Paham Radikal dengan Membangun Kebersamaan dalam Keberagaman

Menangkal Paham Radikal dengan Membangun Kebersamaan dalam Keberagaman

James P Pardede Kamis, 28 September 2017 11:20 WIB
Istimewa
James P Pardede
Untuk membina sebuah organisasi kampus yang solid dan memiliki visi misi bersama yang jelas tidak semudah membalik telapak tangan. Seperti disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Methodist Indonesia Medan, Jhoni Maslan Hutapea, mahasiswa itu berasal dari berbagai latar belakang keluarga yang beragam, tamatan dari sekolah yang berbeda, cara pandang yang berbeda dan menganut agama serta budaya yang berbeda pula.

"Dengan beragam latar belakang keluarga yang berbeda itu, kita harus mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam mengambil sebuah keputusan. Kita tidak serta merta memaksakan kehendak agar mahasiswa menuruti semua apa yang kita inginkan," kata JM Hutapea.

Setelah kita berhasil menyamakan persepsi dan menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman tadi, lanjut JM Hutapea maka akan mudah untuk mengajak mahasiswa dalam bersepakat untuk melakukan kerja nyata dan menjalankan program yang telah disepakati bersama.

"Selain berupaya untuk menekankan pentingnya kebersamaan, kita juga mengundang pembicara dari berbagai latar belakang ilmu untuk memberikan pemahaman tentang arti pentingnya perdamaian, kebersamaan dalam menangkal paham radikal dan terorisme yang menghancam persatuan dan kesatuan bangsa," tandasnya.



Pembekalan tentang arti pentingnya mahasiswa memahami Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 secara utuh akan membentuk mereka menjadi cinta akan tanah air, menghargai sejarah dan yang terpenting lagi adalah mengamalkan Pancasila dengan benar.

Beranjak dari arti pentingnya membangun kebersamaan di lingkungan kampus lewat organisasi kemahasiswaan, di beberapa daerah pun saat ini masih tetap mempertahankan arti penting dari kebersamaan dalam keberagaman. Mengapa kebersamaan dalam keberagaman di beberapa daerah khususnya di Sumatera Utara masih banyak yang terjaga dengan baik?

Karena masyarakat masih menjunjung tinggi adat istiadat di daerah tersebut. Pengalaman penulis kebersamaan dan keharmonisan antar umat beragama di beberapa daerah masih sangat terawat dengan baik. Saya masih ingat waktu masih Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di kampung kelahiran saya di Kabupaten Mandailing Natal. Setiap kali liburan sekolah, saya selalu memilih berlibur ke kampung Ompung (Kakek/Nenek) dari ibu saya di daerah Sipirok, Tapanuli Selatan.

Kenangan kebersamaan semasa mereka masih hidup, saya sangat senang kalau berada di kampung Ompung saya. Keluarga dari Ompung saya banyak yang beragama Islam, ompung kami yang beragama Kristen. Dalam hubungan kekerabatan kami tidak pernah mempermasalahkan agama. Keberagaman menjadi kekuatan terbesar bagi kami untuk saling tolong menolong.



Setiap kali panen padi atau musim tanam, maka orang-orang di kampung Ompung saya akan saling tolong menolong dan ini adalah bukti dari pentingnya kebersamaan. Kalau kita sendiri yang memanen mungkin selesainya bisa berhari-hari dan tenaga kita akan terkuras. Akan tetapi ketika dilakukan bersama-sama, pekerjaan yang berat tadi bisa selesai dalam satu hari. Kebersamaan dalam melakukan sebuah pekerjaan menjadi perwujudan dari kalimat : Kita Tidak Kuat Kalau Sendiri.

Tidak hanya dalam hal saling tolong menolong, kebersamaan juga menjadi bekal terbaik dalam menangkal paham radikal dan terorisme di daerah-daerah yang dianggap sangat mudah bagi oknum-oknum tertentu untuk memecah belah kesatuan masyarakatnya. Kebersamaan ini akan memudahkan masyarakat dalam mengenal siapa kawan dan siapa lawan (dalam konteks menghindari paham yang tidak benar menurut agama dan kepercayaan mereka).

Saya masih ingat waktu liburan sekolah bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Saya sangat senang karena diajak saudara dari Ompung saya untuk merayakannya dan ikut takbiran bersama mereka, saya waktu itu mendapat kesempatan sebagai pemukul beduk sampai tengah malam. Esok harinya kami jalan ke rumah-rumah dan menyampaikan Selamat Idul Fitri. Kerukunan begitu terjaga sangat erat, tak ada diantara kami pada waktu itu yang mempermasalahkan latar belakang seseorang. Yang ada adalah saling jaga dan saling menghargai antar sesama.



Sampai hari ini saya masih mengingat semua kenangan itu. Saya berharap, kerukunan umat beragama di daerah ini masih terjaga dengan baik. Sampai Ompung saya meninggal pun, keluarga di sana sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan keberagaman. Saat acara penghiburan atas berpulangnya Ompung kami, yang menyiapkan makanan dan minuman adalah warga kampung yang beragama Islam. Kerja sama yang sangat erat antara sesama sangat terlihat di kampung ini.

Membangun Kerukunan

Saya tidak tahu apakah di era masuknya teknologi informasi dan merebaknya media sosial yang mulai menyita waktu setiap kita untuk menjadi manusia yang individualis dan kurang bergaul dengan sesama di sekitar kita bisa memengaruhinya.

Dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi informasi, yang antara lain adalah era media sosial yang membuat semua kalangan tergoda untuk mencobanya. Jika tidak bisa menguasai diri, kehadiran media sosial telah mengakibatkan seseorang bisa bertahan di rumah saja tanpa mau lagi berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Dampak buruk media sosial, salah satu contohnya adalah tersulutnya emosi orang-orang yang membaca status provokatif. Kasus kerusuhan di Tanjung Balai adalah salah satu kejadian yang disulut oleh oknum tak bertanggung jawab dengan statusnya yang provokatif. Itu sebabnya, jangan pernah membuat status provokatif yang menyulut emosi siapa saja yang membacanya.



Mari kita sama-sama memperbaiki apa yang salah selama ini. Mari sama-sama membangun kepedulian dalam merawat Kerukunan Beragama di Era Media Sosial yang semakin beragam. Mulailah untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang. Hal kecil berdampak besar bisa kita buat dengan membuat status yang menyejukkan hati dan mengajak semua kalangan untuk selalu menjunjung tinggi keberagaman.

Kalau setiap hari kita memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk mengampanyekan arti pentingnya menjaga kerukunan, pasti akan banyak orang yang tersadarkan dengan kalimat-kalimat kita yang menyejukkan. Hari ini mungkin ada 10 orang teman kita memulai status dengan kata-kata positif yang membangun semangat, bisa saja keesokan harinya akan bertambah menjadi 20, 30 sampai akhirnya mencapai ribuan orang.

Perihal membangun kerukunan di lingkungan tempat kita tinggal saja harus dilakukan secara berkesinambungan. Semakin memudarnya jati diri bangsa dan identitas bangsa akibat dari merebaknya media sosial harus segera dipulihkan. Kita tak usah larut dengan adanya status provokatif di media sosial.

Selain menjaga dan merawat toleransi antar umat beragama, kita juga memiliki tanggungjawab besar dalam menjaga keamanan di sekitar kita. Keberadaan media sosial harus kita manfaatkan sebagai sarana untuk mengampanyekan hal-hal positif tanpa menyinggung suku, agama, ras dan antar golongan. Agar semua kalangan tidak ada yang update status galau, sendiri, bingung dan yang lainnya yang bisa menimbulkan persepsi negatif. Banyak sudah kasus kejahatan akibat penggunaan media sosial yang salah arah dan berujung ke kematian.



Upaya lainnya untuk meredam kata-kata kotor atau status tak mendidik adalah dengan melakukan pengawasan ekstra ketat dan tidak membeda-bedakan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Orangtua sekarang juga dituntut untuk menjadi teman terbaik anak dalam mengatur pesan dan status yang dibuat. Orangtua menjadi pengawas internal dan mengajak anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya.

Sekarang saatnya kita mengajak anak untuk tidak larut dalam dampak negatif media sosial, tapi mengajak mereka memanfaatkan media sosial menjadi kegiatan positif yang bisa saling membangun dan menguatkan. Saatnya kita mengedukasi anak tentang arti pentingnya kebersamaan dalam keberagaman. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa ini di masa depan harus memiliki kepedulian dan menjunjung tinggi dasar negara kita Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945.
Editor: Amrizal

T#g:keberagamanKebersamaanRadikal dan Terorisme
Komentar
Jumat, 16 Nov 2018 16:25Berita Sumut

Taiwan Excellence Cara Pemerintah Taiwan Penetrasi Produk Ke Indonesia

Taiwan terus menjadikan Indonesia sebagai salah satu target pasar paling potensial untuk produk-produk unggulan mereka. Penetrasi pasar pun terus dilakukan untuk memperkenalkan produk-produk tersebut.

Jumat, 16 Nov 2018 15:46Berita Sumut

Dinas PMPTSP Kota Medan Didesak Tingkatkan Pelayanan

Panitia Khusus (Pansus) R APBD Kota Medan TA 2019, mendesak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Medan supaya meningkatkan pelayanan pengurusan izin bagi pelaku usaha. Sama halnya lintas kordinasi sesama Satuan Kerja Perang

Jumat, 16 Nov 2018 15:24Berita Sumut

Hujan Lebat Bakal Melanda Lima Hari Kedepan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, jika selama lima hari kedepan, sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Sumatera Utara (Sumut) bakal dilanda oleh hujan lebat.

Jumat, 16 Nov 2018 14:59Berita Sumut

Peserta Optimis Ikuti Ujian Seleksi Penerimaan CPNS Kejaksaan di Medan

Peserta yang mengikuti ujian seleksi CPNS secara online banyak yang gagal dengan passing grade yang ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

Jumat, 16 Nov 2018 14:03Berita Sumut

Pembunuh Wanita Dalam Kardus Segera Diadili

Hendri alias Ahen, pelaku pembunuhan terhadap Rina Karina (21) yang jasadnya dimasukkan dalam kardus dan ditinggal di atas sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi 5875 ABM segera diadili di Pengadilan Negeri Medan. Pasalnya, tim Penuntut Umum dari Kejar

Jumat, 16 Nov 2018 13:17Berita Sumut

Kepergok Polisi, Pelaku Jambret Ini Berakhir di Penjara

Tim Pegasus Polsek Medan Helvetia meringkus seorang pelaku jambret di Jalan Kapten Muslim Medan, Kamis (15/11) malam. Sedangkan seorang lagi berhasil melarikan diri saat penyergapan.

Jumat, 16 Nov 2018 13:00Berita Sumut

Sungai Deli Kembali Meluap, Ratusan Rumah Terendam Banjir

Ratusan rumah di kawasan bantaran Sungai Deli, tepatnya di Kelurahan Aur dan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun terendam oleh banjir, Jumat (16/11/2018).

Jumat, 16 Nov 2018 12:30Berita Sumut

Pertamina Bersama Rumah Zakat Bentuk Balai Bina Mandiri

Meningkatkan kemandirian masyarakat, PT Pertamina (Persero) MOR l Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group bekerjasama dengan Rumah Zakat membuat program Balai Bina Mandiri, di Lingkungan 19 & 21, Kecamatan Medan Labuhan, Medan.

Jumat, 16 Nov 2018 12:00Berita Sumut

Wali Kota Kembali Raih Penghargaan Natamukti 2018

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menerima Penghargaan Natamukti 2018 dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia bekerjasama dengan International Council for Small Buniness (ICSB) di Graha Widya Bhakti, Ged

Jumat, 16 Nov 2018 11:14Berita Sumut

Vonis PT Medan Terhadap Tamin Sukardi Dinilai Tidak Adil

Putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan yang menjatuhkan vonis delapan tahun penjara buat Tamin Sukardi dan membayar kerugian Rp 132,4 miliar serta seluruh aset tanah yang diperkarakan dirampas untuk negara dinilai tidak adil.

Jumat, 16 Nov 2018 10:22Berita Sumut

Pemkab Asahan Apresiasi Kampung Pengawasan Pemilu

Wakil Bupati Asahan H.Surya,BSc menerima kunjungan komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Asahan, Kamis (15/11/2018).

Jumat, 16 Nov 2018 09:54Berita Sumut

Lantik 6 PJU dan 7 Kapolres, Kapoldasu : Ini Angin Segar Baru

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan enam Pejabat Utama (PJU) Polda Sumatera Utara (Sumut) serta tujuh Kapolres di Mapolda Sumut, Jumat (16/11) pagi.

Jumat, 16 Nov 2018 07:33Nasional

Kasad : Latihan Ancab TNI AD 2018 Akumulasi Kemampuan Tempur

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono menyaksikan langsung Latihan Antar Kecabangan (Latancab) TNI AD TA. 2018 di daerah latihan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel),

Jumat, 16 Nov 2018 07:18Bola

Kenapa Malcom, Khianati Roma demi Barcelona...?

Santer dikabarkan bakal meninggalkan klub berjuluk Blaugrana, pada bursa transfer mendatang. Kendati demikian, hal itu lekas ditanggapi oleh Malcom, yang mengatakan bahwa dirinya senang berada di Barcelona.

Jumat, 16 Nov 2018 07:03Internasional

Tujuh Belas Tersangka Pembunuhan Wartawan di Beri Sanksi

Dalam pembunuhan Wartawan Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Kamis 15 November 2018, mengumumkan hukuman terhadap 17 orang Saudi atas peran mereka.

Jumat, 16 Nov 2018 06:48Nasional

UAS dan Habib Rizieq Paling Didengar di Pilpres Perhitangan LSI

Temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang menyebut Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Habib Rizieq Shihab sebagai ulama yang paling didengar imbauannya dan berpengaruh di Pilpres 2019, disambut baik oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Joko Wid