• Home
  • Opini
  • Menilik Isu SARA dan Penegakkan Hukum Dalam Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 Serta Pileg dan Pilpres 2019

Menilik Isu SARA dan Penegakkan Hukum Dalam Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 Serta Pileg dan Pilpres 2019

amrizal Rabu, 06 September 2017 10:05 WIB
Penulis : Amrizal SH

Menakar benar dan salah dari sudut pandang respon pemerintah dan masyarakat atas suatu permasalahan. Mana lebih baik, bertindak preventif/pencegahan sebelum terjadi masalah daripada represif/penanganan setelah terjadi masalah.

Mari kita melihat contoh kasus penistaan agama yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, yang sampai saat ini sudah berkembang atau menyerempet hingga menyentuh persoalan situasi Kamtibmas hingga keutuhan bangsa & negara.

Berkaca dari kasus penistaan agama Ini, yang paling menonjol adalah kasus penistaan agama di DKI Jakarta yang dilakukan oleh seorang oknum Kepala Daerah bernama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok Gubernur DKI Jakarta yang telah melakukan penistaan terhadap agama Islam. Padahal berbicara masalah penistaan agama, ini sudah pernah terjadi selama ini.

Kasus di DKI Jakarta bisa atau tidak dikatakan sebagai pemicu sehingga menciptakan kondisi bangsa dan negara seperti sekarang ini, tergantung bagaimana masing-masing pihak menanggapinya. Karena kita masih mengacu pada bagaimana sikap pemerintah dalam menyikapi suatu persoalan, dan kita masih punya aturan yang seyogyanya harus dipatuhi.

Sebelumnya, pasca Pilgub DKI Jakarta yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo dan Ahok hingga Pilpres 2014 lalu yang dimenangkan paslon Jokowi dan JK, bangsa dan negara kita Indonesia berjalan normal di segala aspek, walau memang sudah banyak masalah yang terjadi. Namun belum berefek pada situasi Kamtibmas, belum ada mencuat masalah SARA hingga menyentuh persoalan keutuhan bangsa dan negara, Pancasila dan Kebhinnekaan.

Setelah Jokowi menjabat sebagai Presiden RI, kemudian Gubernur DKI Jakarta digantikan oleh Ahok, mulai muncul masalah idiologi, sosial & politik hingga ekonomi. Situasi inipun eskalasinya semakin meningkat & dinamis.

Seiring berjalannya waktu,, masuk masa Pilgub DKI Jakarta 2017. Kemudian terjadi dan mencuat kasus Penistaan Agama Islam yang dilakukan Ahok, terutama soal perkataan Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung agama Islam dengan membawa-bawa kitab suci agama Islam Al-Quran khususnya Surat Almaidah Ayat 51, yang dalam tafsir nya tentang pedoman bagi umat Islam didalam memilih pemimpin.

Kronologisnya, dimulai saat kegiatan Ahok ke Kepulauan Seribu, dimana kapasitas Ahok saat itu sebagai seorang Gubernur DKI Jakarta yang melakukan kunker hendak menyampaikan salah satu programnya dalam budidaya ikan kepada masyarakat disana.

Mengapa Ahok kapasitasnya sebagai Gubernur DKI saat itu? Karena dia menggunakan atribut dan seragam lengkap Gubernur dan ASN (Aparatur Sipil Negara).

Tiba-tiba, disela-sela menyampaikan programnya, Ahok menyinggung soal PIlgub DKI kemudian menyerempet soal agama Islam dengan bawa-bawa kitab Suci Al-Quran Surat Almaidah ayat 51. (apa yg disampaikan Ahok, masyarakat luas sudah lihat, baca dan tonton, atau dengar melalui berbagai media bahkan videonya ada, berlabel Pemprov DKI).

Akhirnya masalah ini viral, berkembang terus hingga bermunculan video-video lainnya tentang kegiatan resmi Ahok di berbagai lokasi yang juga membawa-bawa agama, termasuk agama Kristen juga pernah di singgung (membeda-bedakan antara Islam dan Kristen). Semua video berlabel Pemprov DKI.

Sebenarnya, apakah tepat tindakan Ahok yang saat di Kepulauan Seribu kapasitasnya sebagai ASN atau Gubernur DKI menyampaikan program, menyinggung soal Pilgub & agama serta Kitab Suci yang pastinya bukan agama yang diimani nya? Tanyakan hati kita masing-masing dikaitkan dengan aturan yang berlaku.

Setelah kejadian diatas, bermunculan reaksi masyarakat khususnya dari kalangan umat Islam yang merasa tersinggung dan menganggap Ahok telah menistakan agama Islam dan Alquran. Mereka menuntut kepada pemerintah agar Ahok di proses sebagaimana aturan, UU atau Hukum yang berlaku di RI.

Karena, selama ini jika ada oknum masyarakat yang menistakan agama, langsung ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku oleh pemerintah khususnya aparat penegak hukum terutama Polri.

Namun, atas tuntutan umat Islam tersebut, respon pemerintah khususnya penegak hukum terkesan lambat hingga berlarut-larut dalam menyikapi persoalan beserta dinamikanya yang ada, berbeda dengan penanganan kasus sebelumnya. Hingga berefek munculnya kritik dan bully melalui berbagai media dengan sasaran selain kepada Ahok, hingga merembet kepada masalah SARA, kemudian Pemerintah juga jadi sasaran hingga masalah Kebhinnekaan, Pancasila dan UUD 45, serta Kamtibmas dengan maraknya aksi-aksi umat Islam dan sebagian elemen masyarakat lainnya.

Sejak itu, situasi Idiologi, Sosial, Politik eskalasinya meningkat dan dinamis, bahkan bahkan ekonomi sempat terganggu hingga masuk tahap akhir Pilgub DKI.

Pasca bergulirnya Pilgub DKI, saat ini eskalasi kelihatan mulai berangsur normal kembali, namun masih meninggalkan persoalan-persoalan, kejadian-kejadian penistaan agama tetap terjadi, bahkan menyerempet pada penghinaan-penghinaan terhadap simbol-simbol bangsa dan negara, pemerintah, serta penegak hukum. Pro kontra yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya perpecahan terus terjadi.

Saat ini, Indonesia akan menggelar kembali Pilkada Serentak tahun 2018, dilanjutkan Pileg dan Pilpres tahun 2019.

Pertanyaannya, akankah persoalan serupa akan kembali terjadi di setiap pelaksanaan Pemilu di Negeri ini? Akan kah kita harus terus menerus was-was setiap pelaksanaan pesta demokrasi di negeri ini? Aman atau tidak kah pelaksanaannya? Apakah pemerintah tidak berkaca dengan pengalaman-pengalaman yang pernah terjadi negeri ini dalam menjalankan roda pemerintahan? Bagaimana sebenarnya prosedur atau prinsip dalam menjalankan pemerintahan & penegakan aturan yang ada di negeri ini, yang dilakukan oleh pemerintah & aparat terkait? Apa yang menjadi standart, tujuan & sasarannya? Mengapa cenderung seolah tidak mengarah pada terciptanya stabilitas nasional di segala aspek, malah cenderung berakibat pada munculnya instabilitas dan konflik-konflik mulai horizontal hingga vertikal?

Masalah idiologi mulai diusik, politi tidak sehat hingga berakibat munculnya potensi kerawanan konflik, ekonomi pun tidak bisa diandalkan yang mempengaruhi situasi Sosbud yang saat ini sedang terjadinya degradasi moral yang mengancam Kebhinnekaan dan Kamtibmas, yang akhirnya dapat berpengaruh pada persoalan Hankam.

Penegakan dan Pelayanan Hukum serta Pelayanan Pemerintah terhadap masyarakat terkesan diskriminatif, tidak adil, & tebang pilih, berujung terjadinya pro Kontra & Kekecewaan berbagai Pihak. Ditambah lagi persoalan korupsi dan narkoba yang tidak kunjung selesai.

Adakah langkah preventif dari pemerintah melihat segala permasalahan bangsa diatas. Mengapa terkesan hanya melihat pada Akibat saja, bukan melihat akar atau sebab dari munculnya masalah sehingga segala masalah dapat diselesaikan dengan Bijaksana. Apakah kita harus mengalami nasib serupa dulu baru menyesal, seperti dulu banyak pengalaman kelam dan buruk terjadi, setelah besar persoalan baru ditindaklanjuti, akhirnya banyak korban jiwa berjatuhan serta kerugian materiil.

Contoh kasus penistaan agama diatas. Pelaku penistaannya tidak segera di proses, di proses setelah ada intervensi massa umat Islam. Namun pihak yang bereaksi atas adanya penistaan agama tsb seperti pengupload Video & yang kiritk atau Bully sudah di proses hukum, lalu umat Islam yang menuntut supaya pelaku di proses sesuai hukum yang berlaku malah di salahkan bahkan ada yang di proses hukum.

Karena kita punya dan UU atau Hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, tentunya masyarakat mengacu pada itu semua. Nah dalam hal ini, tentunya peran utama dari pemerintahan serta perangkat-perangkatnya lah yang seharusnya mengawal dan menjaga agar semua berjalan sesuai UU dan Hukum itu.

Artinya, mau kemana negeri ini dibawa? ibarat kapal tergantung Nakhodanya selaku pemegang haluan/kemudi (UU dan Hukum tadi). Mau bagaimanapun kondisi cuaca dan medan di lautan dia harus mampu membawa dan membuat kapal beserta isinya tetap tenang diatasnya, hingga sampai ke tujuan dan berlabuh.

Semoga saja Negeri ini, selalu dan tetap dalam lindungan serta diberikan petunjuk ke jalan yang tepat oleh Yang Maha Kuasa. ***     
Editor: Faeza

T#g:isu saraOpinipenegakkan hukumpilkada serentakPilpres
Komentar
Senin, 25 Sep 2017 11:16Berita Sumut

Tatap Muka Dengan Kepling se Kecamatan Medan Sunggal, Ini Yang Disampaikan Wakapolsek

Wakapolsek Sunggal AKP Artha Sebayang menggelar oertemuan dengan kepala lingkungan (Kepling) sekecamatan Medan Sunggal pada Senin (25/9/2017) di Kantor Camat Medan Sunggal . Turut hadi dalam kegiatan itu, Camat Medan Sunggal, Kanit Sabhara AKP Enan Surbak

Senin, 25 Sep 2017 10:55Berita Sumut

Pembunuhan Dua Driver Angkutan Online Terungkap, Tiga Tersangka Dikabarkan Ditembak Mati

Tim gabungan dari Polrestanes Medan dikabarkan berhasil menangkap sejumlah pelaku dalam dua kasus pembunuhan driver angkutan online yang terjadi dua hari berturut-turut. Bahkan informasi menyebutkan tiga pelaku yang diringkus ditembak mati karena diduga

Senin, 25 Sep 2017 07:08Lifestyle

Bagaimana Cara Mengatasi Wanita Lagi Menstruasi, Tiba Tiba Sakit Kepala..?

Saat wanita sedang menstruasi, berbagai keluhan sering dirasakan oleh tubuh, mulai dari mual, nyeri perut, sampai sakit kepala atau migrain. Kondisi ini sebenarnya wajar, dan gejalanya masih bisa ditangani dengan cara-cara mudah. Tapi, apa penyebab sering

Senin, 25 Sep 2017 06:31Bola

Pogba Harus Lebih Lama Istrahat, Kubu Setan Merah "Merugi"

Pogba mengalami cedera saat MU menang 3-0 atas Basel di Liga Champions pertengahan bulan ini. Akibatnya, gelandang internasional Prancis itu tak bisa menuntaskan pertandingan dan meninggalkan Old Trafford dengan menggunakan kruk

Senin, 25 Sep 2017 06:16Bola

Tottenham Berhasil Hadapi Tuan Rumah

Menghadapi tuan rumah, West Ham United, berhasil diatasi Tottenham Hotspur dengan skor 3-2. Pertandingan pekan keenam Liga Inggris itu digelar di London Stadium

Senin, 25 Sep 2017 06:01Berita Sumut

Enam Pelaku, Satu Wanita Terlibat Pencurian Kenderaan Bermotor

Petugas unit reskrim Polsek Medan Area, membongkar jaringan pencurian kendeeraan roda dua dengan meringkus enam pelaku

Senin, 25 Sep 2017 05:45Berita Sumut

Diduga Ngebut, Satu Tewas dan Enam Luka Luka

Sebuah Mobil minibus bernomor polisi BK 744 CI, disenyalir melaju kecepatan tinggti (kencang), hingga kehilangan kendali dan terbalik di jalan Arteri Bandara Kualanamu

Minggu, 24 Sep 2017 15:15Berita Sumut

Dihadapan Alumni SMAN 4, Tengku Erry Minta Hal Ini

Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) SMAN 4 Medan berharap kekompakan para alumni SMAN 4 tetap terbina secara baik. Oleh karenanya Erry sangat mengapresiasi terlaksananya reuni perak (25 tahun) angkatan 1992

Minggu, 24 Sep 2017 10:10Berita Sumut

CFD dan Senam Jantung Semakin Diminati Warga Medan

Antusiasme masyarakat mengikuti Car Free Day (CFD) sekaligus senam jantung sehat di Lapangan Merdeka Medan semakin tinggi, Minggu (24/9) pagi. Selain gencarnya sosialisasi yang dilakukan, warga pun menyadari manfaat senam ini sangat baik untuk menjaga

Minggu, 24 Sep 2017 16:45Berita Sumut

Ekspedisi NKRI Wujudkan Toleransi Antar Umat Beragama dan Budaya

Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-2/Mappi memperingati tahun baru Islam 1439 H bersama paguyuban Jawa Madura pada rabu (20/9). Kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi ini menuai antusias dari pelbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya umat beragama Islam tetapi ma

Minggu, 24 Sep 2017 21:52Berita Sumut

Aksi Begal Renggut Dua Nyawa, Balon Gubsu Ini Pun Bereaksi

Aksi kawanan begal yang menewaskan dua dirver angkutan online di Medan dua hari berturut-turut memantik reaksi salah seorang bakal calon Gubernur Sumatera Utara. Kepada wartawan, Susilawati, salah se

Minggu, 24 Sep 2017 13:36Berita Sumut

Gagal Pinjam Uang, Pria Ini Malah Curi Mobil Angkot

Polsek Pancur Batu meringkus seorang pelaku pencurian satu unit mobil angkutan umum dengan BK 1385 UD, pada Jumat (22/9/17) pukul 05.30 wib di Jalan Merica Raya Perumnas Simalingkar, Kec. Pancur Batu. Kab. Deli Serdang.

Minggu, 24 Sep 2017 20:30Berita Sumut

Aksi Begal di Medan Kembali Renggut Korban, Ini Upaya Polisi

Dalam dua hari berturut-turut, aksi kawanan begal di Medan merenggut nyawa. Polisi pun mengaku akan bekerja keras mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan terhadap pengendara dan pengemudi aplikasi online di dua lokasi di Jalan Juanda dan Jalan Sempurn

Minggu, 24 Sep 2017 12:00Berita Sumut

Jual Barang Curiannya ke Tetangga, Petualangan Maling Spesialis Pembobol Rumah Ini Berakhir di Penjara

Unit Reskrim Polsek Kutalimbaru meringkus seorang pemuda pelaku pencurian spesialis pembobol rumah yang kerap beraksi di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Minggu, 24 Sep 2017 19:00Berita Sumut

Medan Dilanda Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan Walikota

Wali kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menghimbau kepada seluruh warga Kota Medan untuk waspada menyikapi perubahan cuaca belakangan ini. Dimana siang hari cuaca cukup panas dengan suhu mencapai 34 derajat celcius, sebaliknya sore hingga malam hari

Minggu, 24 Sep 2017 21:09Berita Sumut

Dobrak Tebingtinggi dan PBV Mulia Tampil Sebagai Juara 1 Kejuaraan Bola Voli Piala Tirtanadi

Kejuaraan Bola Voli Piala PDAM Tirtanadi yang berlangsung di GOR Mini Jl. Pancing Medan dari tanggal 18 24 September 2017 akhirnya berakhir dan mengantarkan Club Bola Voli Dobrak Tebing Tinggi sebagai Juara 1 Tim Putra dan Club Persatuan Bola Voli (PBV