Natal Jaman Now!

James P Pardede Jumat, 22 Desember 2017 09:48 WIB
Istimewa
James P Pardede
MATATELINGA : Waktu berputar sangat cepat, rasanya baru kemarin merayakan Natal, sekarang sudah berada dibulan Desember dan kembali merayakan momen Natal. Bagaimana pendapatmu tentang perayaan Natal tahun ini? Apakah ada yang berbeda dan memiliki kesan tersendiri? Bagi sebagian orang, Natal adalah salah satu momen penting di dalam hidupnya. Orang seperti ini biasanya akan rela pulang kampung atau memilih untuk cuti demi merayakan Natal bersama keluarga di kampung halaman.

Sudah lazim kita temukan di beberapa rumah ibadah, ketika memperingati hari kelahiran Sang Juru Selamat (Natal) maka akan banyak umat Tuhan yang datang ke gereja, sama halnya dengan pada saat memperingati hari kematian-Nya, banyak umat yang tiba-tiba merasa sadar dan seperti 'sadar massal' akan dosa-dosanya datang ke gereja. Orang seperti ini sering diplesetkan sebagai Kristen Napas (Natal dan Paskah). Hanya datang ke gereja pada saat perayaan Natal dan Paskah. Setelah itu mereka kemana?



Menyambut Natal tahun ini, istilah kerennya disebut Natal jaman now banyak orang yang meresa tidak perlu lagi memperingati hari kelahiran Sang Juru Selamat dengan berbagai kegiatan yang merepotkan. Perayaan Natal tidak lagi dirayakan dengan berbagai acara seperti liturgi, baca puisi, paduan suara atau penampilan lainnya. Perayaan Natal sudah dipersingkat sedemikian rupa sehingga tidak lagi membosankan katanya.

Berbeda dengan perayaan Natal di beberapa tempat yang masih tetap mempertahankan tata tertib acara yang sudah dijalankan secara turun temurun. Setiap kali perayaan Natal masih saja ada penampilan liturgi, paduan suara, vocal group, baca puisi, drama atau dalam bentuk lain seperti parade serta penampilan lainnya.



Tradisi pawai obor dan menghias gereja dengan aksesoris alami (gaba-gaba) masih tetap bertahan sampai hari ini di beberapa daerah di Sumatera Utara. Dulu, untuk memeriahkan malam Natal di desa-desa seringkali terdengar suara meriam bambu bersahut-sahutan antara kampung yang satu dengan kampung lainnya. Tak jarang keceriaan ini membawa malapetaka kepada orang yang memainkan meriam bambu. Antara lain bulu mata bisa gosong dan habis terbakar, meriam bambu bisa meledak karena sudah terlalu panas dan mengenai tubuh orang yang memainkannya.

Untuk menyampaikan selamat hari Natal kepada seseorang pada jaman dulu harus bertemu langsung dengan orangnya atau mengirimkan kartu natal kepada orang-orang yang kita cintai. Kekerabatan, kebersamaan dan rasa kekeluargaan akan terjalin begitu erat ketika masih memiliki kesempatan untuk saling bertatap muka dan bertegur sapa.



Berbeda sangat jauh dengan jaman sekarang, dimana kemajuan teknologi telah mengubah (hampir) segalanya menjadi begitu mudah dan serba simpel. Untuk mengucapkan selamat hari Natal saat ini tinggal kirim SMS, WA, pesan lewat Facebook, Instagram atau layanan lainnya yang sudah terkoneksi lewat telepon selular pintar Android.
Kalau mau bertatap muka dan saling menyampaikan selamat Natal, saat ini sangat mudah. Tinggal gunakan layanan video call, kita sudah bisa saling bertatap muka dan menyampaikan banyak hal. Yang paling penting dalam hal ini adalah jaringan internet tetap tersedia.

Berbagai kemudahan yang didukung dengan teknologi canggih seperti sekarang, membuat manusia semakin 'menggampangkan' segala sesuatunya dan melupakan banyak hal yang sesungguhnya sangat mendasar. Akibat teknologi yang semakin canggih, banyak orang yang dengan begitu mudahnya berbohong dan menipu orang lain. Ketika kita menelepon seseorang untuk bertemu di satu tempat, dengan mudah ia bisa berbohong dan berkata kalau ia sedang berada di luar kota, padahal ia sedang santai di tempat lain.



Teknologi yang ada saat ini telah mengubah seseorang menjadi pribadi yang kurang jujur, cenderung individualis dan kurang bersahabat. Dalam satu kesempatan, penulis pernah bertemu dengan satu keluarga di rumahnya. Pemandangan unik yang saya temukan adalah, semua anggota keluarga sibuk dengan handphone yang ada di tangan mereka.

Mereka duduk berhadap-hadapan tapi tidak ada lagi interaksi, semua sibuk dengan layanan yang disediakan provider seperti games, media sosial atau yang lainnya. Saat berinteraksi dengan teman, saudara atau kerabat saat ini tidak ada lagi fokusnya berbicara karena semua sibuk dengan handphone-nya masing-masing.

Jaman sekarang, atau istilah yang populer jaman now sudah banyak hal yang dulu kita anggap sangat baik dan bisa mengeratkan tali persaudaraan, sekarang dengan mudahnya digantikan oleh ucapan yang dikirim lewat pesan di media sosial atau layanan lainnya.



Generasi jaman sekarang tidak mau lagi repot dengan acara-acara seremonial atau acara yang mereka anggap membosankan. Anak jaman sekarang lebih suka mengikuti acara yang dipersingkat dan menurut mereka memberi makna. Padahal, kalau tradisi yang dulu selalu dijalankan oleh leluhur kita diwariskan secara turun temurun, maka tradisi tersebut akan tetap bertahan dan mendarah daging sampai anak cucu.

Persoalan yang kemudian muncul adalah, ketika orang tua sudah mulai meninggalkan tradisi-tradisi yang sesungguhnya sangat bermanfaat dalam membentuk karakter, moral dan sopan santun seseorang itu, maka anak-anak kita ke depan sudah tidak mengenal lagi tradisi yang pernah kita lestarikan sebelumnya.

Ketika kita memasuki bulan Desember, kita tidak lagi mengajak anak-anak atau generasi muda untuk merayakan Natal dengan penuh sukacita, maka ke depan mereka akan kehilangan makna Natal yang sesungguhnya. Natal bagi mereka nantinya hanya sekadar hari libur nasional yang tertuang dalam kalender tahunan.



Perayaan Natal Tahun ini kiranya tidak berkurang maknanya bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Perayaan Natal menjadi satu momentum bagi kita untuk merenungkan kembali bagaimana Yesus lahir dan turun ke bumi untuk menyelamatkan kita orang-orang berdosa. Jangan perdebatkan hal-hal kecil yang tidak berguna, akan tetapi ambil hikmahnya dan jadikan Natal tahun ini sebagai sarana evaluasi diri sudah sampai sejauh mana kita melangkah dan apakah langkah kita setiap hari, setiap jam dan setiap menit masih tetap berada di rel yang benar? Selamat Natal untuk kita semua.
Editor: Amrizal

T#g:20172018Jaman SekarangJames P PardedeNatal
Komentar
Sabtu, 20 Jan 2018 09:00Berita Sumut

Diduga Dibunuh, Siswi SMA Tewas Bersimbah Darah di Kamar Mandi

Seorang siswi SMA, Anggi Syahputri Tanjung (16) ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya Jalan Bustamam Gg Satria Dusun XI Desa ‎Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (19/1) malam. Korban tewas diduga karena pembunuhan.

Sabtu, 20 Jan 2018 08:45Berita Sumut

1,2 Juta Warga Sumut Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih, Ini Penyebabnya

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut kembali mengingatkan bahwa 1,2 juta penduduk di Sumatera Utara hingga saat ini belum melakukan rekam KTP elektronik atau E-KTP. Jumlah ini menurut Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan sangat rawan tidak terakomodir

Sabtu, 20 Jan 2018 08:15Berita Sumut

Ketua Umum Dharma Pertiwi : Tumbuhkan Budaya Saling Asah, Asih dan Asuh Dalam Organisasi

Dalam menjalankan organisasi perlu ditumbuhkan budaya saling asah, asih dan asuh. Demikian disampaikan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto pada acara penyerahan jabatan Ketua Umum PIA Ardhya Garini dari Ibu Nanny Hadi Tjahjanto kepada Ibu A

Sabtu, 20 Jan 2018 08:00Nasional

Satgas Kesehatan TNI Masuki Kampung-Kampung Terpencil di Asmat

Personel Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB), terdiri dari Pusat Kesehatan TNI, Pusat Kesehatan TNI AD, Dinas Kesehatan TNI AL dan Dinas Kesehatan TNI AU bersama dengan Dinas Kesehatan Wilayah setempat, bergerak cepat memasuki kam

Jumat, 19 Jan 2018 18:35Berita Sumut

Harga Beras Naik, Pedagang di Padangsidempuan Menjerit

Naiknya harga beras beberapa minggu belakangan ini juga dirasakan di Kota Padangsidimpuan. Akibatnya, para pedagang beras pun menjerit lantaran omset mereka turun.

Jumat, 19 Jan 2018 17:30Berita Sumut

Panglima TNI : Pembangunan TNI AU Diarahkan Untuk Mencapai Air Supremacy

Proyeksi pembangunan TNI AU diarahkan untuk dapat mencapai air supremacy dan air superiority. Sasaran yang ingin dicapai adalah kekuatan pemukul udara strategis untuk menghadapi dua trouble spots dalam bentuk komposit yang berisi pesawat-pesawat tempur m

Jumat, 19 Jan 2018 17:00Berita Sumut

Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba di Parapat Kabupaten Simalungun Diresmikan

Wagubsu Dr Nurhajizah Marpaung menghadiri peresmian Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba . Peresmian ini dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Kamis (18/1) di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten

Jumat, 19 Jan 2018 16:16Berita Sumut

Lapor Polisi Karena Anaknya Dicabuli, Keluarga Korban Malah Kena Teror

Aksi pencabulan yang menimpa seorang bocah berusia 6 tahun di Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya) oleh tetangganya yang berinisial PH (50) berujung teror. Pasalnya, pihak keluarga yang te

Jumat, 19 Jan 2018 16:00Berita Sumut

Mobil Masuk Jurang di Kawasan Bandar Baru, Supir dan Kernet Berhasil Melompat

Mobil Colt Diesel bernomor polisi BK 9626 SC masuk ke dalam jurang di kawasan Jalan Jamin Ginting Km 50 Desa Bandar Baru Kec. Sibolangit, Jumat (19/1/2018) sekira pukul 04.00 wib. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Jumat, 19 Jan 2018 15:00Berita Sumut

Polda Sumut Grebek Lokasi Pengoplosan Gas di Kawasan Panglima Denai, Seratusan Tabung Disita

Sebuah lokasi pengoplosan tabung gas di kawasan Jalan Panglima Denai Gang Seser VII Kelurahan Amplas Kecamatan Medan Amplas digrebek, Kamis (18/1) kemarin. Dari lokasi itu, petugas dari Ditreskrimsus Polda Sumut menyita seratusan tabung gas ukuran 12 Kg

Jumat, 19 Jan 2018 13:14Berita Sumut

Christofer Terpilih jadi Ketua BEM Fakultas Ekonomi UMI Medan

MATATELINGA, Medan : Christofer Munthe terpilih menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Methodist Indonesia (FE UMI) Medan untuk periode 2018. Dari 5 calon yang maju

Jumat, 19 Jan 2018 12:15Berita Sumut

Dirujuk ke RSUP H Adam Malik, Bocah yang Dianiaya Ibu dan Ayah Tirinya Membaik

SA, bocah berusia 6 tahun yang dianiaya ibu kandung dan ayah tirinya di Padang Lawas Utara (Paluta) dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Kamis (18/1/2018). Kondisi SA sendiri kini sudah membaik dari sebelumnya.

Jumat, 19 Jan 2018 11:12Berita Sumut

8 Tahun Grand Aston Medan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Penderita Kanker

Memasuki awal tahun selalu istimewa, terlebih bagi Grand Aston Cityhall Hotel & Serviced Residences (16 Januari 2018), hotel bintang lima ini memasuki usianya yang ke delapan. Sebagai bentuk rasa syukur, sejumlah promo menarik pun dibuat. Termasuk did

Jumat, 19 Jan 2018 10:27Berita Sumut

Panitia Undang Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Hadir di Acara Kirab Kebangsaan

Ketua Taruna Merah Putih Kota Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan, MPd.B yang juga panitia acara Kirab Kebangsaan dan Jalan Sehat mengundang tokoh agama dan warga masyarakat Kota Medan untuk mengikuti acara tersebut Minggu, 21 Januari 2018 di Lapangan Merdek

Jumat, 19 Jan 2018 10:00Berita Sumut

Pagi-Pagi, Propam Polrestabes Medan Apelkan Seluruh Personil Polsek Medan Baru, Ada Apa?

Personel Unit Provos Polsek Medan Baru bersama petugas Seksi Pertanggungjawaban Profesi dan Pengamanan Internal (Sipropam) Polrestabes Medan Jumat (19/1/2010) ) pagi menggelar Penegakan Ketertiban dan Kedisiplinan (Gaktibplin) kepada seluruh personel Pols

Jumat, 19 Jan 2018 09:23Berita Sumut

KPK akan Periksa Kembali 46 Anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan periksa kembali 46 anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan. Berdasarkan selebaran yang beredar di kalangan wartawan, pemeriksaan akan dilakukan s