• Home
  • Opini
  • Nilai-Nilai Kejuangan Pahlawan Tidak Boleh Pudar

Nilai-Nilai Kejuangan Pahlawan Tidak Boleh Pudar

Kapten Inf Suwandi, Pasi Lakpin Bidpenum Puspen TNI Rabu, 22 November 2017 13:20 WIB
Istimewa
Kapten Inf Suwandi, Pasi Lakpin Bidpenum Puspen TNI
MATA TELINGA-Negara-negara didunia pastinya pernah mengalami  suatu perjuangan dalam mencapai tujuan bersama untuk membangun bangsanya kearah yang lebih baik, baik berjuang melawan penjajah yang dilakukan oleh Negara lain maupun melawan pemberontakan bersenjata di dalam negaranya yang bertujuan merongrong kewibawaan pemerintahan yang sah. Perjuangan dilandasi oleh keinginan dan cita-cita yang sama dengan tidak pandang suku, agama dan golongan, berjuang bersama-sama dengan mengangkat senjata  untuk meraih kemerdekaan.

Oleh : Kapten Inf Suwandi, Pasi Lakpin Bidpenum Puspen TNI

Dalam perjuangan tersebut dipastikan ada tokoh atau sosok utama, sosok itulah yang kemudian dikenang sebagai pahlawan bangsa, penilaian tersebut dilihat dari berbagai hal, dari kepemimpinannya, keberaniannya, patriotismenya, hingga pengorbanan harta benda maupun jiwa dan raganya.

Tidak terkecuali yang terjadi dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, untuk mengenang perjuangan dan jasa pahlawan, bangsa Indonesia memperingatinya setiap tanggal 10 November. Peringatan Hari Pahlawan merupakan salah satu cara bangsa Indonesia untuk menteladani nilai-nilai perjuangan pahlawan dalam membawa kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga saat ini.

Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia

Dalam sejarah perjuangan, bangsa Indonesia pertama kali dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa, terutama bangsa Belanda yang menjajah selama 350 tahun. Selama itu pula bangsa indonesia melakukan perlawanan-perlawanan, tapi sayangnya perlawanannya tersebut masih bersifat kedaerahan, sehingga belum bisa menghasilkan kemerdekaan seperti yang dicita citakan.

Setelah Belanda melakukan politik Etis atau Politik Balas Budi yaitu suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Sehingga bangsa Indonesia diperbolehkan untuk mendapatkan pendidikan. Dari kaum terpelajar itulah  muncul organisasi-organisasi pemuda yang mulai menentang bangsa Belanda. Puncaknya pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda seluruh Indonesia mempunyai keinginan dan cita-cita yang sama dalam berjuang dengan mengikrarkan Sumpah Pemuda, baru setelah sumpah pemuda tersebut perjuangan bangsa Indonesia bersifat Nasional.

Dalam catatan sejarah pertempuran di Surabaya yang terjadi pada tanggal 10 Nopember 1945 merupakan momentum besar perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam mempertahankan Kemerdekaan yang telah diprokamirkan pada 17 Agustus 1945.

Ada pula pertempuran Ambarawa, pertempuran ini berlangsung tanggal 20 November sampai dengan 15 Desember 1945 antara TKR dan pasukan Inggris. Peristiwa itu berawal dari kedatangan tentara sekutu di Semarang tanggal 20 November 1945. Tujuan semula pasukan itu adalah mengurus tawanan perang. Akan tetapi, ternyata mereka diboncengi oleh NICA yang kemudian mempersenjatai para tawanan.

Kolonel Soedirman saat itu menjabat sebagai Panglima Divisi Banyumas memimpin langsung pasukannya, dengan menggunakan taktik perang supit urang, atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya diputus sama sekali. Setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang.

Selain itu masih banyak lagi perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, antara lain Pertempuran di wilayah Medan Sumatera Utara dikenal sebagai pertempuran "Medan Area". Selanjutnya pertempuran di Bandung pada tanggal 23 Maret 1946 yang lebih dikenal dengan peristiwa "Bandung Lautan Api".

Serta pemberontakan PKI pada tahun 1965 yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia, yang berupaya merongrong kewibawaan pemerintah yang sah, mengganti dasar Negara Pancasila menjadi ideologi Komunis. Dan masih banyak lagi gangguan dan ancaman terhadap kedaulatan Negara Indonesia, namun dari berbagai penjajahan dan pemberontakan berhasil dilawan dan ditumpas oleh pejuang-pejuang bangsa kita.

Nilai-Nilai Kejuangan Pahlawan Yang Harus di Teladani

Dari beberapa kisah perjuangan para pahlawan tersebut kita sebagai generasi penerus yang telah menikmati jerih payah perjuangan para pahlawan hendaknya dapat mengambil hikmah dari nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan para pahlawan bangsa, yaitu pantang menyerah, patriotisme, rela berkorban demi Negara dan bangsa serta jiwa nasionalisme yang tinggi dengan tidak memandang kelompok atau golongan dalam perjuangannya.

Bagi generasi penerus saat ini, hendaknya nilai-nilai kepahlawanan bangsa harus diteladani, tidak boleh memudar, sehingga diharapkan dengan mewarisi nilai-nilai kepahlawanan tersebut generasi saat ini tidak lagi memandang suku, agama dan golongan dalam upaya membangun bangsa Indonesia menuju cita-cita bersama, seperti yang tertuang pada pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yaitu menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Setiap tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, hendaknya bukan hanya sekedar kegiatan seremonial belaka dalam penghormatan kita kepada para pejuang yang telah gugur mempertahankan Negara dan bangsa dari cengkraman penjajah. Namun harus lebih dari itu, bahwa peringatan Hari Pahlawan harus kita maknai sebagai bentuk kesadaran kita untuk lebih peduli atas berbagai hal yang sedang terjadi di dilingkungan kita.

Kita rasakan benar adanya, ungkapan yang dikatakan tokoh Nasional Ir Soekarno, bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya. Sudah saatnya kita mengingat, menghargai dan belajar dari tokoh bangsa di masa lalu untuk membangun generasi muda Indonesia yang lebih baik.

Pada masa sekarang ini dalam mengisi kemerdekaan, kita semua bisa  menjadi seorang pahlawan, yang dapat dimulai dari lingkup yang terkecil yaitu keluarga, bagaimana kita membentengi keluarga kita dari berbagai hal negatif seperti narkoba, faham terorisme dan komunisme yang dapat merusak moral sendi-sendi kehidupan, karena di dalam keluarga ada generasi penerus yang akan mewarisi nilai nilai kejuangan dalam menentukan perjalanan bangsa kita kedepan.

Semangat dan pengorbanan para pahlawan patut kita teladani dalam menjaga kelangsungan hidup bangsa ini, bukan hanya sekedar menjadi bangsa yang merdeka secara fisik dan mental, tetapi juga menjadi bangsa yang berdaulat penuh baik dalam bidang ekonomi, politik maupun sosial dan budaya.

Kesadaran inilah yang perlu selalu ditanamkan kepada generasi muda dan generasi penerus bangsa, bagaimana bangsa ini dipersatukan oleh perbedaan-perbedaan, dalam berjuang tidak memandang asal usul suku, agama, bahasa dan kelompok. Seperti yang pernah dikatakan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan telah dimuat di media online terkenal 10 November lalu yang berjudul, Jenderal Gatot : Pahlawan Berjuang Tak Tanya Sukumu Apa. "Jadi pada saat pahlawan dulu berjuang, dia tidak pernah menanyakan agamamu apa, tidak pernah menanyakan rambutmu apa, dan sukumu apa. Warna kulitmu apa. Itu yang harus kita contoh sekarang," katanya.

Apa yang disampaikan Panglima TNI tersebut menjadi renungan kita bersama, karena saat ini masih rasakan ada kelompok kelompok yang memandang kelompoknya lebih penting dalam upaya membangun bangsa ini dibandingkan dengan kelompok yang lain, sehingga masalah ini dapat menjadi salah permasalahan yang menghambat pembangunan bangsa kedepan.

Kembali lagi kita harus berkaca pada perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, berkaca kepada nilai-nilai perjuangan bangsa di seluruh indonesia dalam upaya mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Mereka bersatu padu tidak memandang asal usul dan golongan dalam perjuangan merebut kemerdekaan, hanya satu semboyan saat itu "Merdeka atau Mati".

Walaupun hari pahlawan sudah berlalu, namun nilai nilai perjuangan para pahlawan harus tetap kita teladani dalam setiap kehidupan kita sehari-hari. Semoga Dengan peringatan hari pahlawan ini, menyadarkan kita semua tentang arti pentingnya suatu pengorbanan yang dilakukan oleh Pahlawan dalam mewujudkan suatu harapan dan cita-cita mulia menjadi bangsa yang besar, berdaulat dan bermartabat, berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Terima Kasih Pahlawanku, Bangsa dan Negara ini berdiri tegak karena pengorbananmu. Kami generasi penerusmu akan melanjutkan perjuangan dalam membangun negeri tercinta Indonesia dengan menjunjung tinggi nilai nilai kepahlawananmu.

Jakarta,      November 2017
Editor: James P Pardede

T#g:
Komentar
Senin, 19 Feb 2018 08:25Berita Sumut

Walikota Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan

Suku Batak sejak lama dikenal telah dianugerahi kearian lokal yang bernama Dalihan Natolu.

Senin, 19 Feb 2018 08:10Bola

Borussia Dortmund Sukses Mencuri angka Penuh

Bermain di Borussia-Park, Senin (19/2/2018) dinihari WIB, Marco Reus tampil sebagai pembeda. Gelandang Jerman itu memenangkan Dortmund berkat gol yang diciptakannya di babak pertama.

Senin, 19 Feb 2018 07:55Berita Sumut

Jaga Terus Kesehatan Jantung Dengan Rutin Senam Jantung

Dengan penuh semangat dan antusias, ribuan warga mengikuti senam jantung sehat di Lapangan Merdeka Medan

Senin, 19 Feb 2018 07:40Berita Sumut

Konvoi Keliling Medan, Edy Rahmyadi Minta Maaf

Usai penandatangan sikap pada Deklarasi Kampanye Damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut

Senin, 19 Feb 2018 07:25Bola

Napoli dan Juventus sama-sama "Memetik"

Napoli dan Juventus sama-sama memetik hasil bagus di lanjutan Liga Italia. Bianconeri berhasil memenangi pertandingan melawan Torino, sementara Napoli sukses memenangi duel melawan SPAL.

Minggu, 18 Feb 2018 19:08Berita Sumut

Wali Kota Hadiri Milad Al Jamiatu Al Arabia Sumut & Al Ichwanul Arabia Medan

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi hadiri peringatan milad pertama Al-Jamiatu Al-Arabia Sumatera Utara di halaman Masjid Al-Falaah Jalan Al Falah Raya Medan

Minggu, 18 Feb 2018 18:47Berita Sumut

Tak Hanya di Hutan, di Kotapun Penebangan Pohon Penghijauan Ilegal Secara Terang-terangan

Pohon merupakan salah satu sumber kehidupan, dan Perlu diketahui bahwa pohon yang tumbuh di pinggir jalan raya baik di jalan provinsi, kabupaten, maupun jalan desa merupakan pohon yang dilindungi oleh pemerintah daerah dan diatur dalam perda. Jika segena

Minggu, 18 Feb 2018 18:44Berita Sumut

Gelar Perkemahan BISINK-1, Kakwarcab Labuhanbatu Apresiasi Gudep SMPN1 Bihil

Menggelar Perkemahan Bersama Best Generation Scout of Indonesia (BISINK) ke-1, Ketua Kwarcab Pramuka Labuhanbatu mengapresiasi Gudep SMPN1 Kecamatan Bilah Hilir

Minggu, 18 Feb 2018 18:40Berita Sumut

Kecamatan Medan Kota Bongkar Pondasi Billboard Depan Masjid Raya

Jajaran Kecamatan Medan Kota membongkar pondasi yang akan digunakan untuk tempat berdirinya papan reklame berukuran besar (billboard) di median Jalan Masjid Raya, Kelurahan Masjid, Kecamatan Medan Kota

Minggu, 18 Feb 2018 18:21Berita Sumut

Walikota Letakkan Batu Pertama Pembangunan "Little India Gate"

Walikota Medan. Drs. H.T. Dzulmi Eldin S, M.Si, meletakkan batu pertama pembangunan "Little India Gate" di persimpangan Jalan Zainul Arifin - T. Umar Medan, Minggu (18/2/2018). Peletakan Batu Pertama di pondasi bangunan ini menandakan dimulainya

Minggu, 18 Feb 2018 17:40Berita Sumut

Ijeck: Mobil Pembersih Masjid Gratis Bertambah Jangkauannya

Mobil Pembersih Masjid Gratis Yayasan Haji Anif sudah bertahun-tahun melayani. Kini nama dan cakupan pelayanannya sudah semakin menjangkau ke hampir seluruh Sumatera Utara

Minggu, 18 Feb 2018 15:40Berita Sumut

Penderita Tumor Ganas Butuh Perhatian Pemerintah

Seorang penderita tumor ganas butuh perhatian pihak dermawan, untuk pembiayaan perobatannya

Minggu, 18 Feb 2018 15:23Berita Sumut

Perampok HP Dimassa di Jalan Bhayangkara Medan

Tersangka RB ,29, warga Pasar VI Tembung Desa Sampali, Percut Sei Tuan, dimassa di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Medan Tembung

Minggu, 18 Feb 2018 15:13Berita Sumut

Deklarasi Kampanye Damai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018.

Sekitar 500 orang massa dari parpol pendukung, relawan dan simpatisan pendukung paslon Gubsu dan Wagubsu Pilkada Sumut 2018

Minggu, 18 Feb 2018 15:10Berita Sumut

Para Pendukung Edy dan Djarot 'Perang' Yel-yel di Deklarasi Kampanye Damai

Saat Deklarasi Kampanye Damai, para pendukung paslon gubernur dan calon wakil gubernur Sumut saling perang yel-yel.

Minggu, 18 Feb 2018 14:56Berita Sumut

Akrabnya Ijeck dan Pendukung JR di Siantar Square

Siantar Square di Kota Pematangsiantar mendadak heboh