• Home
  • Opini
  • Penguatan Peran Keluarga dalam Mengawal Pendidikan Anak

Penguatan Peran Keluarga dalam Mengawal Pendidikan Anak

James P Pardede Minggu, 16 Juli 2017 16:44 WIB
James P Pardede
Kelas Robotik menjadi salah satu pilihan ekstrakurikuler bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.
Jangan heran kalau saat ini banyak orangtua yang 'kurang' memperhatikan perkembangan pendidikan anak-anaknya. Orangtua lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan dan bisnis, karena alasan mereka apa yang mereka cari untuk kebutuhan anak-anak dan keluarga juga. Urusan pendidikan dan sekolah anak-anak sepenuhnya menjadi tanggungjawab pembantu rumah tangga. Atau menjadi tugas seorang ibu yang tidak bekerja dan dipercaya mengurusi pendidikan anaknya.

Oleh : James P. Pardede

Menurut salah seorang tenaga pendidik Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia Rahi Amal, kealpaan orangtua dalam mengawal pendidikan anak telah memberi dampak kurang menggembirakan terhadap perkembangan anak. Anak jadi cenderung nakal di sekolah dan seringkali menimbulkan masalah. Saat pihak sekolah memanggil orangtua, yang datang ke sekolah adalah perwakilan atau wali. Orangtua model ini adalah orangtua yang merasa bahwa kalau anak sudah disekolahkan berarti urusan pendidikan anak sepenuhnya tanggungjawab sekolah.

"Anak-anak sekarang banyak yang tidak sopan saat berbicara dengan orangtua, berbicara dengan guru atau sesama temannya di sekolah. Lebih banyak bahasa yang tak enak didengar daripada bahasa yang menyejukkan hati," paparnya.

Orangtua kadang-kadang merasa lupa, bahwa pendidikan itu tidak melulu didapatkan di sekolah. Pendidikan dasar yang paling penting itu sesungguhnya diperoleh di rumah, ditengah-tengah keluarga. Masih menurut Rahi Amal, ada empat normatif pendidikan; meliputi keluarga, sekolah, masyarakat dan agama.



Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang paling dini dan paling mendasar. Sekolah adalah sarana untuk menimba ilmu pengetahuan yang sangat luas. Pendidikan masyarakat lebih komplek dan menyeluruh, mencakup semua aspek dan semua lapisan kehidupan. Bisa lewat televisi, internet, koran dan media massa, menyusup ke setiap keluarga, sekolah dan seluruh kalangan masyarakat.

"Pendidikan global dalam masyarakat saat ini nyaris semuanya negatif, pendidikan yang positif kurang sekali, bahaya laten ini sering diabaikan oleh banyak orang dan kalangan. Menghadapi pendidikan masyarakat yang tidak menguntungkan ini, kita harus cepat sadar, mengimbau seluruh elemen masyarakat agar jangan sampai kemerosotan moral ini kian hari kian parah," tegasnya.

Kemudian, pendidikan agama adalah pendidikan moral, mengangkat ahlak manusia sampai setinggi mungkin, tapi sayangnya sering diabaikan dan dikesampingkan. Akar persoalannya, lanjut Rahi Amal hanya karena mereka belum mengerti secara menyeluruh, sering latah dan ikut-ikutan, sehingga menyebabkan salah paham yang serius terhadap pendidikan agama ini.

Di Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia Medan, tandas Rahi Amal difokuskan pada pengarahan budi pekerti dan penanaman nilai-nilai moral. Mulai dari menghargai orangtua, menghargai sesama, sopan santun dan mengajari anak agar bisa mandiri serta bisa menahan diri saat menghadapi sebuah persoalan berat sekalipun.



Apa yang disampaikan Rahi Amal tak jauh beda dengan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dalam sebuah kesempatan mengingatkan 6 hal kunci untuk membangun karakter ke-Indonesia-an. Pertama, mewajibkan anak-anak untuk mengikuti pendidikan ekstrakurikuler.

Kedua, merancang kegiatan sosial kemasyarakatan untuk menumbuhkan, membangun, dan memupuk rasa sosial budaya bagi anak-anak yang saat ini sudah mulai dilupakan. Ketiga, jika di luar negeri ada program overseas experience untuk mengenalkan negara lain kepada anak usia sekolah, maka di Indonesia anak-anak diajak ke provinsi lain untuk mengenal saudara-saudara mereka di provinsi tersebut.

"Ini akan baik untuk kebhinnekaan, untuk keragaman dan memperkaya wawasan anak-anak kita bahwa mereka tidak hanya ngerti di kabupatennya atau kotanya masing-masing. Ini penting sekali," tegas Jokowi.

Keempat, mengingatkan kebhinnekaan melalui lagu Indonesia Raya maupun pembacaan Pancasila setiap harinya di sekolah. "Sebelum pelajaran, tolong anak-anak kita ini diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian Pancasila, selalu setiap hari diingatkan itu," pintanya.

Indonesia memiliki keragaman dengan lebih dari 700 suku dan 1.100 lebih bahasa lokal. "Kebhinnekaan seperti ini yang perlu kita ingatkan kepada anak-anak, sehingga Indonesia Raya, Pancasila itu perlu setiap hari kita ingatkan kepada anak-anak kita," tambah Jokowi.

Kelima, mengadakan berbagai jenis perlombaan untuk anak-anak di setiap kecamatan maupun kabupaten/kota.

"Mungkin sekarang anak-anak kita yang lebih modern bisa saja lomba membikin video, lomba membikin blog, menulis dalam blog, lomba membikin aplikasi-aplikasi. Saya kira banyak sekali lomba di tingkat kecamatan, tingkat kabupaten yang bisa kita lakukan," kata Presiden.

Keenam, memberikan perhatian yang sangat serius terhadap perkembangan media sosial, yang sekarang ini begitu dekat dan nyata pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.



Tahun 2016 lalu, seperti disampaikan Staf Khusus Mendikbud Bidang Pembangunan Arie Budiman sebanyak 542 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di 34 propinsi menjadi Uji Coba Rintisan. Tahun 2017, sekitar 9.830 satuan pendidikan SD dan SMP akan mengimplementasikan PPK secara mandiri dan bertahap dan dilanjutkan pada tahun 2018 menjadi 90 ribu satuan pendidikan yang diharapkan pada tahun 2020 akan terimplementasikan secara penuh dan mandiri di seluruh sekolah.

Keluarga Perlu Dilibatkan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan, di sekolah-sekolah tersebut akan diterapkan kurikulum dengan aspek pendidikan karakter lebih banyak dibanding sekolah pada umumnya. Pendidikan karakter akan diperkuat melalui lima nilai utama karakter, yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Penguatan pendidikan karakter tersebut akan difokuskan pada 3 kegiatan inti, yakni intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Masih menurut Muhadjir, tercapainya keberhasilan dalam dunia pendidikan perlu melibatkan tiga komponen, yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat. Ketiga unsur ini perlu dilibatkan secara bersama-sama. Karena, selama ini sekolah selalu dipandang sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam mempersiapkan masa depan anak. Padahal sebetulnya keluarga yang paling bertanggung jawab karena anak lahir dan dibesarkan di rumah dan jika berhasil maka keluarga yang akan menikmati pertama kali.

Karena pentingnya keterlibatan keluarga dalam mengawal pendidikan anak, Kepala Sekolah Nanyang Zhi Hui Medan Lindawaty Roesli menyampaikan bahwa di sekolah yang dipimpinnya ada program konseling untuk anak dengan menghadirkan orangtua ke sekolah.

"Pertemuan dengan orangtua menjadi kesempatan bagi kita untuk menyampaikan sudah sejauh mana perkembangan anak-anak mereka," katanya.



Untuk pembentukan karakter anak dan menggali potensi yang ada di dalam diri setiap peserta didik, lanjut Lindawaty sekolah membuat program 'silent sitting' (duduk diam dengan sikap berdoa) selama 10 menit. Upaya ini menjadi sarana untuk melatih peserta didik melakukan evaluasi diri. Kemudian menugaskan peserta didik secara bergantian membacakan UUD 1945 dan Pancasila. Nilai-nilai moral juga perlu diperkuat dengan pengamalan Pancasila.

"Sarana untuk membangkitkan potensi peserta didik, kita memberikan pilihan ekstrakurikuler mulai dari musik, olahraga, memasak, dance, robotic, hidroponik dan journalism. Ini semua kita lakukan untuk menemukan dimana sesungguhnya bakat dan potensi setiap peserta didik," tegasnya.

Monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan peserta didik, menurut Lindawaty selalu dilaporkan oleh setiap wali kelas ke orangtua atau keluarga dari setiap peserta didik dari semua tingkatan pendidikan. Pelibatan keluarga tetap menjadi kata kunci dalam membangun karakter dan kemampuan peserta didik di sekolah.



Anggota Komisi B DPRD Medan Wong Chun Sen yang akrab disapa Tarigan menegaskan bahwa keterlibatan orangtua berkorelasi erat dengan keberhasilan pendidikan anak. Sejumlah penelitian menunjukkan, keterlibatan orangtua yang lebih besar dalam proses belajar berdampak positif pada keberhasilan anak di sekolah. Keterlibatan orangtua juga mendukung prestasi akademik anak pada pendidikan yang lebih tinggi serta berpengaruh juga pada perkembangan emosi dan sosial anak.

"Penguatan peran keluarga dalam mengawal pendidikan anak tak bisa ditawar-tawar lagi. Apakah orangtua sekarang masih pernah bertanya kepada anak tentang bagaimana perasaannya di sekolah, bagaimana pelajarannya, apakah ada pekerjaan rumah? Perhatian kecil seperti ini sangat dibutuhkan anak dalam proses perkembangannya membentuk karakter dan kepribadiannya ke depan," tegasnya.

Jangan jadi menyesal ketika mengetahui anak terlibat perkelahian (tawuran) atau terlibat dengan kejahatan narkoba, barulah orangtua mau menaruh perhatian penuh dalam mendampingi anaknya.

 
 
Editor: Amrizal

T#g:Pendidikan AnakPendidikan moralPeran Keluarga
Komentar
Kamis, 20 Sep 2018 17:00Berita Sumut

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Kodim 0201/BS Luncurkan Aplikasi e-Babinsa

Kodim 0201/BS meluncurkan aplikasi e-Babinsa. Aplikasi ini memiliki fungsi untuk semakin mendekatkan Babinsa di jajaran Kodim 0201/BS dengan masyarakat. Selain itu, aplikasi ini dibuat dalam rangka meningkatkan kinerja Babinsa dan meningkatkan sinergitas

Kamis, 20 Sep 2018 16:36Berita Sumut

Wakil Wali Kota Hadiri Deklarasi Bersama Pemilu Damai

Wakil Wali Kota Mdan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri sekaligus menyaksikan Deklarasi Bersama Pemilu Damai di Pendopo Lapangan Merdeka Medan, Kamis (20/9). Acara ini digelar sebagai bentuk komitmen dan pernyataan partai politik (parpol) peserta Pemil

Kamis, 20 Sep 2018 16:30Berita Sumut

Mencekam, Aksi Dua Massa di DPRD Sumut Berakhir Bentrok, Sejumlah Mahasiswa Terluka

Aksi unjuk rasa dua kelompok massa yang pro dan kontra terhadap Presiden Jokowi di DPRD Sumut berakhir bentrok. Kedua massa dan polisi terlibat bentrokan. Akhirnya sejumlah pengunjuk rasa terluka dan ada juga yang diamankan.

Kamis, 20 Sep 2018 16:00Berita Sumut

Panglima TNI Ziarah ke Makam Jenderal Besar Soeharto

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M. dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna,

Kamis, 20 Sep 2018 15:41Berita Sumut

Kemajuan Industri Butuh SDM yang Unggul

Indonesia mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berlimpah. Namun Indonesia belum belum mempunyai tekhnologi dan juga belum mempunyai dukungan investasi yang besar untuk mengelolanya.

Kamis, 20 Sep 2018 15:16Berita Sumut

Tim Monitoring Kelurahan Pelaksanaan UP2K Sumut Kunjungi Binjai

Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) merupakan salah satu gerakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, guna memenuhi kebutuhan masyarakat melalui kelompok usaha ekonomi produktif, yang bertujuan untuk memberdayakan kelu

Kamis, 20 Sep 2018 15:03Berita Sumut

Binjai Borong Penghargaan Hari Keluarga Nasional Tingkat Sumut

Pemko Binjai berhasil memborong sejumlah penghargaan pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke 25 di tingkat provinsi Sumatera Utara, berlangsung di Pantai Pondok Permai kecamatan Padang Cermin kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (19/09). Pengharga

Kamis, 20 Sep 2018 14:48Berita Sumut

3 Papan Reklame Bermasalah Kembali Ditumbangkan

Satu persatu papan reklame bermasalah ditumbangkan. Kamis (20/9) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB, giliran papan reklame bermasalah di Jalan Imam Bonjol, persisnya sudut Jalan Perdana (depan Plaza CIMB Niaga) yang dibongkar. Pembongkaran dilakukan kar

Kamis, 20 Sep 2018 14:33Berita Sumut

Duh...Ketua DPRD Kay Kanan Kecewa, Kantor DPRD Medan Kosong

Sebanyak 39 anggota DPRD Kabupaten Way Kanan Popinsi Lampung lagi lagi kecewa saat berkunjung ke kantor DPRD Medan, Kamis pagi pukul 11.00 wib (20/9/2018). Pasalnya, mereka yang hendak "belajar" tentang sejauhmana peran legislatif meningkatkan p

Kamis, 20 Sep 2018 14:16Berita Sumut

Bertemu di Depan DPRD Sumut, Massa Pro Dan Kontra Jokowi Terlibat Aksi Saling Lempar

Dua kelompok massa yang pro dan kontra terhadap kinerja Presiden Jokowi bertemu dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumatera Utara, Kamis (20/9). Aksi massa nyaris ricuh lantaran sempat terjadi insiden pelemparan botol air mineral.

Kamis, 20 Sep 2018 14:00Berita Sumut

Polres Nias Selatan Gelar Apel Operasi Mantap Brata 2018

Kepolisian Resort Nias Selatan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata 2018, dalam rangka Pengamanan Pemilu Tahun 2019, di Halaman Mapolres Nias Selatan Jl Mohammad Hatta No. 1 Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, R

Kamis, 20 Sep 2018 13:55Berita Sumut

Kejati Sumut Gelar Sosialisasi, Supervisi dan Evaluasi Bidang Intelijen Tahun 2018

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menggelar Kegiatan Sosialisasi, Supervisi dan Evaluasi Kinerja Bidang Intelijen Tahun 2018 di Aula Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis (20/9) dibuka secara resmi oleh Wakajatisu Yudhi Sutoto didampingi Asisten

Kamis, 20 Sep 2018 13:40Berita Sumut

Buku Adalah Jendela Dunia, Dengan Membaca Kita Bisa Menjelajah Dunia

Buku adalah jendela dunia, dengan membaca kita bisa menjelajah dunia, sudah seharusnya kita memahami, bahwa dengan membaca kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua.

Kamis, 20 Sep 2018 13:24Berita Sumut

Plt Bupati Labuhanbatu : Selamat Jalan Mas Denden Sumarlin

Plt. Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT mengucapkan selamat jalan kepada Denden Sumarlin beserta keluarga yang akan melaksanakan tugas ketempat yang baru dan selamat datang kepada Letkol Inf Santoso sebagai Dandim 0209 Labuhanbatu yang b

Kamis, 20 Sep 2018 13:00Berita Sumut

Dinas Kelautan Dan Perikanan Labuhanbatu Gelar Lomba Masak Serba Ikan

Budayakan gemar makan ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu menggelar lomba masak serba ikan tingkat Kabupaten yang ke-2 tahun 2018, kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Rantauparapat, Rabu (19/9/2018).

Kamis, 20 Sep 2018 12:30Berita Sumut

Pemkab Labuhanbatu Segera Wujudkan Bantuan Mahasiswa Berprestasi dan Ekonomi Kurang Mampu

Dalam rangka membantu pendidikan mahasiswa yang ekonominya kurang mampu dan berprestasi akan diberikan bantuan Beasiswa oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, adapun mahasiswa yang dibantu adalah mahasiswa dan kedua