MARHABAN YA RAMADHAN

Perang Dagang USA Vs China

Hari Mulyanto Selasa, 24 Juli 2018 13:29 WIB
mtc/ist
Hari Mulyanto, Alumni Tannas UGM



MATATELINGA : Genderang perang Amerika Serikat (USA) dengan China sudah dikumandangkan. Namun perang ini bukan perang senjata (hard power) tetapi ini adalah perang ekonomi (soft power) yaitu perang dagang.  Kalau dulu USA pernah melakukan perang dingin dengan Uni Sovyet (sekarang Rusia) yang menyebabkan ketegangan dunia karena adanya perlombaan senjata (arm race), maka perang dagang ini juga dapat memicu ketegangan dunia.
 
Dalam kaca mata saya, China sudah sejak lama menyiapkan kondisi ini. Dulu China yang merupakan negara tirai bambu, sangat menutup diri dengan dunia luar. Namun mereka tidak berpangku tangan, seperti apa kata Sun Tzu, seorang Panglima Perang China yang pernah hidup beberapa abad yang lalu pernah mengatakan bahwa China is a sleeping giant, China itu ibarat raksasa yang sedang tidur. Jika raksasa itu bangun maka akan mengguncang dunia.
 
Posisi China saat ini sudah mulai bangun, bukan menggeliat lagi (wake up) tapi sudah get up. Maka yang terjadi adalah kondisi saat ini. Ekonomi China sudah tumbuh sangat pesat dan menguasai hampir separuh lebih ekonomi dunia. Dimana-mana, diseluruh dunia didominasi oleh produk China. Kita boleh cek di seluruh pusat perbelanjaan dunia pasti diserbu dengan barang-barang buatan China (made in China). Tidak hanya barang jadi (man made) tetapi juga  buah-buahan yang harganya lebih murah dibanding produk lokal.
 
Apalagi dengan strategi One Belt One Road (OBOR), China kembali ingin membangun jalur sutera perdagangannya di seluruh dunia.
 
Mungkin karena sepak terjang China yang tidak terbendung inilah, maka negeri Paman Sam (USA) mendeklarasikan perang dagang dengan China dengan menaikkan bea tarif masuk produk China yang sangat tinggi, dan China pun tidak gentar dengan kebijakan Amerika dan bahkan membalas menaikkan bea tarif masuk produk Amerika yang masuk ke China.
 
Perang dagang memang tidak sama dengan perang senjata seperti pada perang dunia pertama dan kedua.  China telah mengambil langkah yang luar biasa untuk mendominasi dunia. China tidak mau gagal seperti Uni Soviet pada saat perang dingin dengan Amerika Serikat, yang melakukan perlombaan senjata besar-besaran. China lebih memilih untuk menggunakan soft power dalam upayanya untuk menguasai dunia, melalui penguatan ekonomi dan perluasan wilayah perdagangannya.
 
Pihak Amerika sendiri saat ini sudah mengakui bahwa China ingin menggeser Amerika sebagai kekuatan super power baru. Perang dagang USA vs China pasti akan berdampak terhadap kehidupan global, regional dan nasional.
 
Untuk menjawab tantangan itu, maka dibutuhkan panglima-panglima perang dagang yang tangguh dan ahli-ahli ekonomi yang handal dan brilian untuk menghadapi situasi ini.  Perang dagang memang tidak sama dengan perang senjata tetapi dampaknya pasti akan dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia ini termasuk di Indonesia.
 
Lalu sudah siapkah bangsa Indonesia menghadapi kondisi perang dagang ini? Saat ini memang dampak perang dagang USA vs China belum terasa, namun kondisi ini harus terus dicermati dan disikapi dengan seksama sehingga bangsa Indonesia tidak menjadi korban ibarat gajah bertarung melawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah.
 
Salah satu solusi untuk menghadapi kondisi perang dagang ini adalah dengan penguatan ketahanan nasional di bidang pangan. Bangsa Indonesia yang dikaruniai oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan berbagai sumber kekayaan alam yang ada di dalam bumi Indonesia khususnya kesuburan tanahnya dan kekayaan lautnya harus dikelola dan diekspoitasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tercipta kemandirian dan ketahanan pangan. Pemerintah Indonesia harus mampu memberdayakan petani dan nelayan kita, untuk mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan ketahanan pangan dan menghindari impor bahan pangan yang justru melemahkan produktivitas dalam negeri.
 
Indonesia yang diibaratkan jamrud di khatulistiwa, gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo,  sebagaimana syair nyanyian Koes Ploes "tanah kita tanah sorga tongkat kayu dan batu jadi tanaman" harus mampu kita kelola dengan swadaya dan swakelola, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
 
Jangan sampai rakyat kita sengsara dan kelaparan ibarat ayam mati di lumbung padi. Kalau beras masih impor dan bahkan garam masih impor, maka perlu ada evaluasi yang mendalam terhadap upaya pemberdayaan petani kita dan pengelolaan sumber daya alam kita. Dampak sosial akibat perang dagang USA vs  China yang langsung maupun tidak langsung akan kita rasakan nantinya adalah kenaikan harga barang, kelangkaan barang kebutuhan dan bahkan matinya produk ekspor akibat situasi perdagangan global.
 
Oleh karena itu, hanya negara yang memiliki ketahanan nasional di bidang pangan dan kekuatan ekonomilah yang akhirnya mampu menjawab dan menghadapi dampak perang dagang USA vs China.
 
Dan sudah saatnyalah para panglima perang dagang dan ahli ekonomi Indonesia mampu merumuskan langkah dan strategi dalam menghadapi dampak global akibat perang dagang USA vs China sehingga dapat memproteksi rakyat Indonesia dari kesengsaraan dan penderitaan. (mtc)
Editor: Faeza

T#g:Terkini
Komentar
Rabu, 22 Mei 2019 17:14Berita Sumut

Gubernur: Buatlah yang Terbaik untuk Masyarakat

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik dr Khainir Akbar Yusuf Sp A sebagai Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Rabu (22/5/2019), di Aula Raja Inal Siregar Lantai II Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro No 30 Medan. Pelantikan in

Rabu, 22 Mei 2019 16:59Berita Sumut

BPJS Ketenagakerjaan Makin Tingkatkan Manfaatnya

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan semakin meningkatkan manfaat untuk para pekerja. Kini, tak hanya pekerja lokal yang bisa mendapatkan manfaat jaminan sosial tenaga kerja, pekerja migran juga akan mendapatkan manfaat dari program J

Rabu, 22 Mei 2019 16:44Berita Sumut

Bupati Soekirman Beri Ucapan Selamat Pada Kaisar Baru Jepang Naruhito

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman memberikan ucapan selamat kepada Kaisar Naruhito sebagai Kaisar Jepang yang baru. Ucapan selamat tersebut ditandai dengan pembubuhan nama dan tanda tangan pada buku ucapan selamat di Kediaman Resmi Konsul Jen

Rabu, 22 Mei 2019 16:29Berita Sumut

Kantor Bawaslu Sumut di Gruduk Mahasiswa IMM

Untuk sekian kalinya Kantor Bawaslu Sumut didatangi pendemo. Kali ini, puluhan mahasiswa yang tergabung dalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi 22 Mei di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut.

Rabu, 22 Mei 2019 16:14Nasional

Polisi Gelangan Puluhan Orang Diduga Provokator 22 Mei 2019

Kepolisian Polda Metro Jaya, menngelandang puluhan orang terduga provokator aksi 22 Mei 2019 ke Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) siang. Mereka yang kebanyakan masih berusia belia itu berjalan kaki secara beriringan dengan pengawala

Rabu, 22 Mei 2019 15:59Berita Sumut

Pemko Medan Raih Opini WDP

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2018 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan

Rabu, 22 Mei 2019 15:44Berita Sumut

Akhyar Safari Ramadhan Di Helvetia Sekda Di Medan Petisah

Di hari ke-16 Ramadhan 1440 H, Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Al Hasanah Jalan Gaperta, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (21/5/2019). Di samping mendukung seluruh program pembangun

Rabu, 22 Mei 2019 15:29Berita Sumut

Wali Kota : Implementasikan Al Qur’an Dalam Diri & Kehidupan

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengajak seluruh umat Muslim di Kota Medan untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak membaca Al qur'an serta memahami kandungan surah-surah yang dibaca tersebut. Di samping itu senantiasa me

Rabu, 22 Mei 2019 15:14Berita Sumut

Petugas Awasi Pnumpang Keluat Bersandar di Dermaga Belawan

Kapal KM Kelud yang baru sandar didermaga Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan Kota Medan,yang baru turun dari atas kapal, Rabu (22/5/2019) siang mendapat pengamanan esxtra ketat oleh sejumlah petugas.

Rabu, 22 Mei 2019 14:02Berita Sumut

Bulog Kini Jual Bakso Juga

Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) memperkenalkan produk baru olahan daging, Bakso Kita kepada masyarakat Medan.

Rabu, 22 Mei 2019 13:15Berita Sumut

Jelang Idul Fitri, Bandara Kualanamu Dirikan Posko Terpadu

PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang mendirikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019 di Area Selasar Kedatangan Bandar Udara Internasional Kualanamu. Posko terpadu ini didirikan untuk melayani para c

Rabu, 22 Mei 2019 12:29Berita Sumut

Jaksa Tuntut Dua kurir Sabu 53 Kg di Medan Hukuman Mati

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumut, Rahmi Syafrina SH meminta agar dua warga Tanjung Balai yang menjadi terdakwa dalam kasus peredaran narkoba antar negara dengan hukuman mati. JPU menilai kedua terdakwa bersalah berusaha menyelundupkan sekitar 53 Kg

Rabu, 22 Mei 2019 12:13Berita Sumut

Dandim 0203/Lkt Bersama Tim Safari Ramadhan Kota Binjai Kunjungi Masjid Jami' Al Fath

Komandan Kodim 0230/Langkat Letkol Inf Syamsul Alam. SE, bersama Tim Safari Ramadhan Kota Binjai,kunjungi Masjid Jami' Al Fath jln. T. Amir Hamzah km 26 Kel. Jati Karya Kec. Binjai Utara, Selasa (22/05/2019).

Rabu, 22 Mei 2019 11:54Berita Sumut

Semarakkan Bulan Suci Ramadhan, Batalyon Armed 2/105 Gelar Aneka Perlombaan Agama

Pada Ramadhan tahun ini Batalyon Armed 2/105 menggelar berbagai macam perlombaan agama. Kegiatan ini bertempat di Masjid Al- Iman, Yonarmed 2.

Rabu, 22 Mei 2019 08:30Ekonomi

Mengulik Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Larangan Hingga Kiat Berjualan

Nabi Muhammad SAW melarang adanya penawaran dan pengakuan fiktif

Rabu, 22 Mei 2019 08:15Internasional

Kisruh Semakin Memanas, Donald Trump Ancam Iran

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif membalas ancaman Presiden Amerika Serikat