TNI Dan Sebaran Hoax Di Medsos

Kasubbidstrakomnet Puspen TNI Rabu, 13 September 2017 22:31 WIB
ist

TNI Dan Sebaran Hoax Di Medsos



Oleh : Letkol Inf Drs. Solih



 



Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda
membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan
perlu memeriksa sumber informasinya. Jika sumbernya tak jelas, Anda perlu waspada
dan jangan cepat menyebarluaskannya. Sebab, bisa jadi Anda sudah menjadi korban
kelompok penyebar kabar bohong (Hoax)
dan sentimen SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).



 



Terbongkarnya sindikat
Saracen yang diduga aktif menyebarkan berita bohong bernuansa SARA di media
sosial berdasarkan pesanan, memang merupakan hal yang terorganisir, bukan
semata aksi individu dan uang semata, ada indikasi-indikasi lain untuk
kepentingan kelompok yang disenghaja untuk menjatuhkan pemerintah agar menjadi
gaduh. Hal tersebut sangat berbahaya bagi ke utuhan NKRI.
Modusnya, sindikat yang beraksi
sejak November 2015 tersebut mengirimkan proposal kepada sejumlah pihak,
kemudian menawarkan jasa penyebaran ujaran kebencian bernuansa SARA di media
sosial. Memang itu keliatan hanya uang semata, dibalik itu adalah kejahatan
luar biasa, karena ini akan melibatkan semua anak bangsa untuk saling membenci
dan saling menyakiti.



 



Kita pernah mendengar jauh-jauh sebelumya Panglima TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan prajurit TNI dan Polri agar
mewaspadai adanya upaya adu domba kedua institusi negara itu dari kelompok
tertentu. TNI dan Polri jangan mau diadu domba, dan perlu meningkatkan
kewaspadaan. Terutama untuk terus menjaga kesatuan antara aparat negara. Jangan
sampai ada yang merusak hubungan TNI dan Polri. Indikasi ini memang  sudah mencium sejak beberapa waktu yang lalu.
Kalau kedua insitusi bisa diadu, domba habislah riwayat NKRI ini, siapa lagi
yang akan mepertahan NKRI benteng terakhirnya pun sudah rapuh akibat adu domba.



 



TNI sebagai garda terdepan dan sekaligus
sebagai benteng terakhir bangsa, harus senantiasa menjunjung tinggi komitmen
untuk mempertahankan dan membela keempat pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan
Bhineka Tunggal Ika) yang menjadi konsensus dasar dalam berbangsa dan
bernegara. Dengan demikian TNI akan tetap konsisten dan berkomitmen
menindak tegas  oknum-oknum, kelompok
maupun golongan tertentu dalam masyarakat yang berkeinginan untuk menggoyang
empat pilar yang sudah menjadi konsensus bangsa ini.



 



Lemahnya tali perekat rasa kebangsaan
maupun semangat nasionalisme terhadap bangsa Indonesia merupakan  ancaman tersebut tidak boleh dibiarkan sampai
berlarut-larut.  Disamping dapat
mengurangi kewibawaan pemerintah juga sangat mengganggu ketenangan masyarakat,
yang pada muaranya dapat menimbulkan keresahan sosial.  Indonesia
adalah bangsa besar yang terdiri dari masyarakat majemuk. Namun, keragaman dan
perbedaan itu tidak boleh menjadi sumber konflik namun bisa dijadikan
pembelajaran yang dapat diajadikan suatu kemajuan dan kemakmuran bangsa.



 



TNI Menjadi Sasaran Hoax



 



Di Indonesia masyarakatnya 90 % menggunakan media
sosial, misalnya facebook, you tube, twitter, instagram dan selama 24 jam,
masyarakat Indonesia selalu melihat atau ketergantungan kepada media sosial
minimal 4 - 5 jam perharinya disela-sela aktifitasnya setiap hari, atau kadang
apabila menemukan sesuatu yang aneh, mereka tidak segan-segan mengirim foto
tersebut di media sosial. Dari sini kita bisa melihat bagaimana ketergantungan
masyarakat akan media sosial dalam kehidupannya.  Alangkah bahayanya
apabila dalam setiap hari masyarakat mengomsusi sajian berita-berita bohong
yang bersipat menebar kebencian untuk memancing emosional seseorang maupun
kelompok, apalagi dikaitkan dengan `publik` sangat sensitif dan bisa jadi
mengundang kemarahan pihak yang tertuduh melakukannya.



 



Kecanggihan dan perkembangan teknologi internet yang
saat ini sedang mengalami peningkatan yang tajam membuat segala informasi yang
berasal dari dalam maupun luar negeri dapat dengan mudahnya diakses oleh semua
orang dari berbagai kalangan. Kini, kita tidak hanya melihat berita dari
televisi, radio, surat kabar, majalah dan film kita dapat mencari dan
memperbaharui informasi dari internet. Kita mau mencari apa saja di internet
sudah tersaji, betapa luarbiasa internet bisa membatu informasi yang baik
maupun yang jelek sekalipun disitu ada.



 



Menyikapi semakin  masifnya  berita-berita bohong (Hoax) yang dapat menyebabkan perpecahan,
membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinneka tunggal ikaan, dan munculnya
kebencian diantara anak bangsa, maka  perlu  upaya-upaya dari semua
komponen masyarakat untuk menyikapi media sosial ini dengan pembelajaran,
kedewasaan, penuh kehati-hatian. Berita bohong ini memang diciptakan untuk
tujuan tertentu dengan memamfaatkan media sosial yang begitu cepat nyapai
kepada masyarakat sebagai propaganda kelompok tertentu. Propaganda merupakan kegiatan yang dilakukan
individu atau kelompok tertentu untuk proses mempengaruhi pihak lain dengan
tidak mengindahkan etika, moral, aturan, nilai, norma dan lain-lain guna
memenangkan tujuan yang akan dicapai. Akibatnya, apapun akan dilakukan untuk
memenangkan tujuan yang akan dicapai tersebut.



 



Beberapa kasus beredarnya berita bohong (Hoax) yang merugikan institusi TNI dan
nama baik Panglima TNI antara lain; Dukungan kepada Panglima TNI untuk Menjadi
Presiden RI, Isu Makar yang Dilakukan oleh Purnawirawan TNI yang ditayangkan
Dragon TV yang diilustrasikan seperti peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI tahun
1965, Isu ceramah Panglima TNI pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Isu
Keberpihakan TNI kepada Rakyat Bertujuan Makar, Rumor Jabatan Panglima TNI Mau
Dicopot, Kuda Troya Jokowi dan Gatot Nurmantyo, juga Isu Panglima TNI minta
Sumbangan untuk Korban Aceh. Serta foto-foto Panglima TNI dan Pejabat TNI
dengan keterangan gambar berisi informasi untuk mnguntungkan pihak tertentu.



 



Selain itu, penggunaan akun yang mengatasnamakan
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkembang cukup banyak. Di facebook saja
misalnya, ada 70 akun lebih atas nama Gotot Nurmantyo yang semuanya sangat
merugikan institusi dan pribadi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, belum di
instragram, twitter dan platfrom media lainnya.



 



Akun akun yang tersebar yang mengatas namakan
pejabat TNI dipantau oleh dinas penerangan TNI 
dan bekerja sama dengan Kominfo untuk melakukan pengawasan dan
pencegahan terhadap akun yang tidak bertanggung  jawab, bahkan Puspen sendiri tidak segan-segan
langsung memberikan cap HOAX karena merugikan insitusi TNI terutama Panglima
TNI yang dijadikan gambar tampilan diakun tersebut. Tidak mau insitusinya
dijadikan berita Hoax Puspen sendiri
sudah puluhan meng setempel Hoax
diakun yang memuat Panglima TNI dan pejabat TNI lainya.



 



Mari sama-sama menjadi
orang yang tidak mudah tertipu oleh sebuah berita. Mari kita semua bersikap
kritis dan skeptis terhadap seluruh informasi yang diterima, sekalipun
informasi itu berasal dari sumber yang paling kredibel. Sikap kritis dan
skeptis akan membawa kita untuk selalu ingin tahu. Sifat selalu ingin tahu akan
membangkitkan semangat belajar sehingga pengetahuan juga semakin bertambah.
Namun jangan begitu saja percaya pada sebuah artikel dan pemberitaan yang ada
di dunia maya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi barokah untuk NKRI dan
seluruh bangsa Indonesia, amin.



 



TNI Sebagai perekat Bangsa Untuk Melawan
Hoax



 



Negara-negara kuat di dunia seringkali dapat dengan
mudah mencampuri urusan dalam negeri suatu negara.  Mereka telah tampil
sebagai kekuatan politik utama di dunia, karena negara itulah yang paling kuat
ekonomi dan sistem persenjataannya. Setiap saat negara-negara di dunia dapat
mengalami instabilitas akibat intervensi negara dan bangsa lain terhadap urusan
dalam negeri suatu negara.



 



Mulai tahun 2010 dan 2011 kita menyaksikan berbagai
gejolak politik di berbagai negara dan kawasan. Negara-negara di kawasan timur
tengah secara signifikan menampakkan gejolak politik yang menuntut perubahan
kepemimpinan dan sistem pemerintahan negara. Negara-negara yang di kawasan
timur tengah yang mengalami gejolak politik menuntut perubahan kepemimpinan dan
sistem pemerintahan yang demokratis, antara lain Tunisia, Suriah, Mesir, Yaman,
Libya, dan lain-lain.



 



Indonesia harus berkaca pada negara yang
Timur Tenggah dan kita harus bersiap tidak menutup kemungkinan akan terjadi
kepada negara kita, oleh sebab itu kita memiliki kekuatan harus kita gali dan
diaplikasikan sesuai dengan pembukaan UUD 1945, pertahanan negara merupakan
usaha untuk mewujudkan satu kesatuan pertahanan negara guna mencapai tujuan
nasional, yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial. Dari pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa upaya
perlindungan terhadap masyarakat, bangsa dan negara adalah sebuah keniscayaan
dan keharusan bagi setiap komponen bangsa Indonesia dalam rangka mempertahankan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terus eksis di kancah percaturan
global.



 



Oleh karena itu, merupakan hal yang
wajar apabila Bangsa Indonesia menyiapkan benteng terakhir bangsa jika
dihadapkan pada kondisi lingkungan internal bangsa yang sangat rentan untuk
disusupi oleh kekuatan asing.
Implementasi Peran TNI dalam membantu pemerintah dalam melaksanakan
pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara, dilakukan melalui kegiatan
Pembinaan Teritorial dengan metode yaitu Bakti TNI yang merupakan pendayagunaan kemampuan TNI terhadap
obyek yang bersifat fisik, dan Pembinaan
Ketahanan Wilayah (Bintahwil) 
dalam rangka membangun kesadaran
berbangsa dan bernegara, serta Komunikasi
Sosial (Komsos)
dalam obyek membina kesadaran mental spiritual sebagai
wujud pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara.



 



Pembinaan Teritorial tersebut adalah semata-mata untuk
kepentingan membangun kepekaan komponen bangsa dalam mewujudkan Ketahanan Nasional, baik untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan terjaminnya penyiapan pertahanan dan
keamanan negara, sehingga kita perlu mengoptimalkan peran bersama untuk
mencegah segala kemungkinan terjadi ditenggah-tenggah masyaraka yang kini yang
sedang viral dengan penyebarab berita bohong (Hoax) melalui media sosial dengan menyebarkan kebencian sesama anak
bangsa.



 



Menurut pendapat penulis, TNI mampu sebagai perekat
Bangsa dengan kegiatan Bakti TNI  untuk
menghadapi kondisi sekarang seperti berita bohong melalui media sosial yang
menyebarkan kebencian, terutama program komunikasi sosial yang sudah
dilaksanakan oleh TNI dari mulai Babinsa sampai dengan Panglima TNI melakukan
komunikasi sosial kepada semua komponen masyarakat, karena kalau kami liat
kegiatan komunikasi sosial itu terjalin komunikasi timbal balik antara Babinsa
maupun masyarakat, sehingga komunikasi yang digagas oleh TNI sudah tepat,
karena materi komunikasi tidak baku dan menyesuaikan dengan keadaan sosial di
masyarakat, termasuk audiennyapun beragam mulai dari anak SD hingga mahasiswa,
dari tokoh agama, pemuda hingga para petani, ini menurut penulis adalah luar
biasa dan ini mampu untuk memerangi berita bohong (Hoax).



 



Komunikasi sosial yang dilakukan TNI bagai mana tida
efektif, dari unsur teritorial hingga unsur tempur baik itu TNI AD, TNI AL dan
TNI AU melakukan komuniksi sosial sesuai dengan tugas dan dimana TNI itu
berada, sekalipun di pulau terdepan NKRI melakukan komunikasi sosial. Inilah
salah satu perekat yang dilakukan TNI terhadap masyarakat untuk membentuk jati
diri yang kuat dan kokoh terhadap badai apapun yang menepah ditenggah-tenggah
masyarakat, seperti berita bohong (Hoax).



 



Penulis adalah Kasubbidstrakomnet Puspen TNI

Editor: Amrizal

T#g:
Komentar
Minggu, 21 Jan 2018 23:44Berita Sumut

Octo GM Simangunsong Dilantik Jadi Ketua PAC Medan Petisah

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Medan Petisah Octo GM Simangunsong, resmi dilantik Ketua Majelis Pimpinan Cabang

Minggu, 21 Jan 2018 23:31Berita Sumut

Habis Dibunuh, diseret Kedalam Kamar Mandi Dan Kepala di Masukkan Dlam Ember

Pelaku yang membunuh pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11, dengan sadis di Jalan Pertiwi, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, ditangkap tim gabungan personel Reskrim Polsek Percut Seituan Polrestabes Medan

Minggu, 21 Jan 2018 18:17Berita Sumut

Dua Pengedar Narkoba ditangkap, Satu Lagi di Buru

Petugas unit reskrim Polsek Perdagangan meringkus dua orang pengedar Narkoba di seputaran Kampung Keling Perdagangan

Minggu, 21 Jan 2018 16:01Berita Sumut

UNPRI Juara Basket Antar Universitas

Universitas Prima Indonesia (UNPRI) yang dipimpin Head Coach tim basket UNPRI Jenny Kirawan berhasil meraih juara pada kompetisi basket antar universitas, yang diselenggarakan UKM Basket Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Minggu, 21 Jan 2018 15:10Berita Sumut

Ketua Golkar Sergei Siap Menangkan Eramas

Musyawarah Partai Golkar (Musda) ke 3 di Kabupaten Sergei yang diselenggarakan di Hotel LG Jalan Printis kemerdekaan Medan, secara aklamasi terpilih H. Alimadhy SH selaku ketua Golkar Kabupaten Sergei ke 3,2015- 2020

Minggu, 21 Jan 2018 15:02Berita Sumut

Pecandu dan Pengedar Narkoba di tangkap

Petugas unit reskrim Polsek Medan Sunggal meringkus pengedar narkoba jenis sabu sabu di seputaran Jl Garuda Kel. Sei Sikambing Kec. Medan sunggal dengan barang bukti 1n paket sabu, 30 palstik klip, timbangan elektrik, HP serta yang lainnya

Minggu, 21 Jan 2018 14:52Berita Sumut

Penjual Sabhu Dipedesaan Dibekuk Polisi

Peredaran dan penyalah gunaan narkotika sudah merambah hingga jauh di pedesaan, harga jual yang di tawarkan para pengedarpun kepada konsumennya sudah dapat dijangkau oleh penggunanya yang berkantong tipis

Minggu, 21 Jan 2018 12:29Berita Sumut

Walikota Medan Jalan Sehat Bersama Dengan Masyarakat Kota Medan

Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi dan Wakil Walikota Medan Ir.H.Akhyar Nasution MSi jalan sehat bersama masyarakat Kota Medan, di Lap. Merdeka Medan

Minggu, 21 Jan 2018 12:13Berita Sumut

Perampok di Belawan, Terkapar di terjang Timah Panas

MATATELINGA, Belawan:  Salah seorang perampok yang sudah sangat meresahkan masyarakat, akhirnya  dilumpuhkan polisi dengan timah panas terhadap  Jun alias Ijun Pacak. Pria yang berusia

Minggu, 21 Jan 2018 12:09Berita Sumut

Sergai Jadi Lokasi SCORA PEMA FK USU Tahun 2018

Pelayanan kesehatan adalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus diselenggarakan dengan prinsip-prinsip God Governance. Prinsip tersebut mencakup keadilan, responsivitas dan efesiensi pelayanan

Minggu, 21 Jan 2018 12:06Berita Sumut

Bupati Sergai Awali Pendataan Coklit Pilgubsu Tahun 2018

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman tengah menerima kujungan jajaran Komisi Pemilihan Umum Daerah

Minggu, 21 Jan 2018 12:01Berita Sumut

Sihar Sitorus "Kongkow-Kongkow" Ala Medan di Omerta Koffee

Sihar Sitorus berkesempatan untuk kongkow-kongkow ala Medan di Omerta Coffee Medan. Saat kedatanyannya ke Omerta, suasana mendadak heboh, saat calon wakil Gubernur Sumatera Utara ini memasuki Kedai Kopi Omerta di Jalan Wahid Hasyim, Medan, Sabtu (20/1/201

Minggu, 21 Jan 2018 11:58Berita Sumut

Hari Terakhir, Tiga Bakal Paslon Melengkapi Kekurangan Dokumen

Sesuai batas waktu yang diberikan KPU Sumut berdasarkan PKPU nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan, hari ini Sabtu

Minggu, 21 Jan 2018 10:56Nasional

Satgas Kesehatan TNI Bersama Kemenkes RI Bergerak Cepat Obati Warga Asmat

Personel Satuan tugas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat memberikan pelayanan medis di lapangan kepada warga

Minggu, 21 Jan 2018 09:54Berita Sumut

Menekan 3C dan Peredaran Narkoba

Guna menekan angka tindak kejahatan dan peredaran Narkoba yang terjadi diwilayah hukum Polsek Perdagangan

Minggu, 21 Jan 2018 08:20Berita Sumut

Gondrong Sembunyikan Sabhu Dibalik Rambut Gimbalnya

Gondrong Sembunyikan Sabhu Dibalik Rambut Gimbalnya