• Home
  • Opini
  • TNI Meredam OPM Dengan Humanis Dan Budaya

TNI Meredam OPM Dengan Humanis Dan Budaya

Letkol Inf Drs. Solih Jumat, 17 November 2017 22:33 WIB
ist
                                            TNI Meredam OPM Dengan Humanis Dan Budaya
                                                     Oleh : Letkol Inf Drs. Solih

Dalam sepekan ini, aksi kekerasan di Papua kembali meningkat  1.300 warga Papua di   Desa  Kimbely  dan   Desa   Banti,   Kecamatan Tembagapura,  Kabupaten  Mimika, Papua   disandra   oleh   kelompok   Bersenjata   Organisasi   Papua   Merdeka   (OPM).

Melancarkan aksi  OPM ini  selalu datang menjelang  hari manifesto Kemerdekaan Papua yang jatuh 1 Desember 2017 yang juga hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM).  Gerakan Organisasi Papua Merdeka yang sering disebut dengan OPM   dan   KKB,   yaitu   organisasi   yang   didirikan   pada   tahun   1965,   organisasi   ini merupakan   organisasi   ilegal   dan   dilarang   oleh   negara   karena   memiliki   ideologi berbeda dan bermaksud melepas papua dari bingkai NKRI.

Tujuan utama dibentuk Organisasi ini adalah ingin melepas Papua dari Indonesia dan ingin merdeka sendiri. Tentu itu bukanlah tujuan yang baik karena sudah jelas menurut sejarah dan UU yang berlaku bahwa Papua adalah sah bagian dari NKRI itu mutlak dan harga mati. Keberadaan OPM di Papua kini sudah sedikit memudar karena seiring perkembangan zaman dan sudah banyak masyarakat Papua yang sudah cerdas   dan tidak   lagi mudah  untuk   dibodohi  atau   ditipu  oleh  ocehan  dan rayuan-rayuan   tidak  logis   dari   pihak   OPM   terutama   OPM   yang   menetap   di   luar negeri.

Menurut catatan penulis ada beberapa organisasi yang berada dalam kategori OPM yang bermukim diluar negeri, organisasi OPM sebagian  berada di Papua. Ada West Papua   National   Council   (WPNCL)   pimpinan  Andy  Ayamiseba   di   wilayah   Pasifik Selatan,   ada   Free   West   Papua   Campaign   (FWPC)   pimpinan   Benny   Wenda   dibeberapa negara di Eropa, ada West Papua National Authority (WPNA) pimpinan Jacob Rumbiak di Australia,  ada  KNPB  (Komite  Nasional Papua Barat) dan ada NRFPB (Negara Republik Papua Barat) di Papua serta kelompok-kelompok lainnya yang lebih kecil. Namun yang berada di Papua hanya garis militer sebagai kelompok pengacau, tugasnya hanya mencari perhatian seperti penembakan warga sipil dan tidak segan segan juga nembaki TNI/Polri, menculik, menyandra dan demo anarkis.

Aksi tersebut tidak lain adalah perintah dari OPM yang berada di luar Papua.

Dulu didengungkan  oleh OPM masalah ketimpangan kehidupan sosial masyarakat antara   Papua   dengan   daerah  lain   dikedepankan,   karena   Pemerintah   sekarang sudah membangun infrastrukturnya di Papua termasuk jalan darat sudah ada dan sudah nyambung dari satu daerah kedaerah lainya di Papua. Kini Papua dulu dan sekarang   sangat   jauh   berbeda   perkembangannya.  Polisi   bahkan   memandang gerakan mereka sebagai gerakan kriminal, bukan lagi bermuatan ideologis.

Saat ini masyarakat Papua sudah memahami bahwa beberapa aksi dan kegiatan yang mengatasnamakan perjuangan rakyat Papua menuju Papua merdeka hanya dilakukan   oleh   beberapa   orang   yang   menginginkan   Papua   larut   dalam permasalahan dan tidak ingin Papua damai. Namun rakyat Papua semakin dewasa dalam   menyikapinya,   hal   tersebut   ditunjukan   dengan   berkonsentrasi   dalam pembangunan,   peningkatan   pendidikan,   kesehatan   dan   kesejahteraan.   Dan dibuktikan   dengan   semakin   meningkatnya   pembanguan   di   Papua   baik infrastrukturnya maupun kualitas  SDM sudah jauh perkembangannya, tinggal kita harus   mau   berkompetisi   dengan   daerah   lain   di   Indonesia   kalau   papua   ingin mengejar ketertinggalannya.

Konflik sengaja diciptakan dengan memanfaatkan even-even tertentu seperti  Ulang Tahun OPM yang jatuh 1 Desember, Pilkada/Pilpes atau suhu politik Negara sedang memanas  dan  utusan  HAM  datang  ke  Papua,  ini  indikasi  yang  diciptakan  untuk menjadi   suatu   isu   yang   bisa   diangkat   seperti   melawan   Aparat   Keamanan,Penculikan,   Penyandraan,   Penembakan   terhadap   Masyarakat/Aparat   dan   demo bentrok sengaja diciptakan untuk menimbulkan kekacauan dan pemberitaan yang luas, untuk menarik simpati Internasional.  Hal ini merupakan setting  yang  diotaki OPM yang tinggal di luar negeri untuk membuat kegaduhan di masyarakat Papua.

Tinggal   TNI/Polri   harus   cakap   menyikapi   hal   tersebut   untuk   tidak   terpancing bertindak keras, karena OPM menghendaki untuk ada yang menjadi korban, kalau ada korban berarti setting OPM berhasil dan sebaliknya tidak ada korban berarti gagal.

Memang  menangani   suatu   suasana  konflik   tidak  mudah,  sehingga   dituntut  suatu seni tersendiri. Kami yakin TNI/Polri punya hal itu, karena segudang pengalaman 3 yang   telah   diaplikasikan   dalam   suatu   konflik   dapat   diatasi   dengan   baik   tanpa menelan   korban   atau   memakai   kekerasan.   

Dalam   suatu   dunia   yang   demokratis perubahan  termasuk   mengatasi   konflik,   menuntut   suatu  keterbukaan   dari   semua pihak yang berkepentingan untuk mencari jalan keluar tanpa main kuasa. Disinih peran Media Massa sangat penting untuk dapat menyampikan keterbukaan dalam penyelesaian  konflik dan  banyak lain  cara keterbukaan  yang bisa dijadikan  yang saling percaya, bagaimana seni hidup yang demikian adalah suatu adat baru perlu dikembangkan kalau kita mau hidup dalam damai dewasa ini.  

TNI Dalam Menghadapi OPM Lewat Budaya Keinginan   warga   Papua   untuk   berpisah   dari   NKRI   bukan   berita   baru,   semenjak dahulu Papua dikenal sebagai pulau paling kaya di wilayah NKRI bahkan dunia, tapi sejarah orang-orang Papua begitu suram dan kelam akibat kurangnya perhatian dari Pemerintah   pusat   sebelumnya,   hari   berganti   hari   dan   semenjak   naiknya   Jokowi menjadi Presiden RI, sepertinya keinginan Papua untuk berpisah dari NKRI semakin hari  semakin menipis, bahkan di tahun pertamanya saja,  Presiden Jokowi sudah mengunjungi   Papua   sebanyak   empat   kali   dan   berkomitmen   penuh   untuk membangun   Papua   sebagai   daerah   prioritas   dalam   pembangunan   infrastruktur seperti Jalan Trans Papua, Kereta Api, Pelabuhan, Bandara, dan lain sebagainya.

Pemerintah menyiapkan  infrastrukturnya kini tinggal pelaksanaan selanjutnya    oleh TNI. Ada berbagai langkah-langkah pendekatan yang dilakukan jajaran TNI bekerja sama   dengan   Pemerintan   Daerah.   Seperti   pelaksanaan   TNI   Manunggal Membangun   Desa   (TMMD)   yang   juga   menyasar   di   Kampung   dan   Distrik-Distrik mulai   digarap  dengan  cara  bersama-sama  membuat  sawah  baru,   cara   bercocok tanam   yang   baik,   atau   bentuk   pelatihan   pertanian   tentunya   disesuaikan   dengan kebutuhan  masyarakat. Inilah cara  TNI   untuk   merangkul masyarakat  Papua  agar tidak terpropokasi oleh pihak OPM, tidak sedikit pengikut OPM yang sudah berikrar kembali   ke   pangkuan   NKRI   dengan   cara   pendekatan   budaya   oleh   pihak   TNI, menyadarkan   masyarakat   Papua   yang   terpengaruh   janji   manis   OPM   tidak   perlu dengan letusan senjata, ini yang sudah dibuktikan oleh TNI.

Pendekatan   yang   dilakukan   oleh   TNI   tujuannya   adalah   untuk   kesejahteraan masyarakat   dengan   disertai   pemahaman   akan   pentingnya   berbangsa   dan 4 bernegara.   

Dengan   adanya   pemahaman   tersebut   maka   akan   tercipta   ketertiban, keamanan dan  secara langsung  akan  muncul  saling   hormat menghormati  antara satu dengan yang lainnya. Yang tidak kalah pentingnya adalah pendekatan prajurit TNI  yaitu  babinsa  kepada Tokoh Agama, Tokoh Adat,  Tokoh  Pemuda dan  Tokoh Perempuan   sangat   penting   dalam   masyarakat.   Yang   kita   salut   pendekatan teritorial yang   dilakukan   oleh   TNI   kepada   masyarakat,   puncak   adalah   mereka memahami tradisi Hukum Adat (hak ulayat) sangat dijunjung tinggi pada kehidupan sehari-hari. Sehingga para tokoh masyarakat seperti Pendeta Zakarias Tabuni yang merupakan tokoh penting dan sangat dihormati bersimpati kepada program TNI ini adalah luar biasa, tinggal TNI bagaimana untuk mempertahan tokoh-tokoh penting yang bisa simpati kepada program TNI di Papua.   

Program Operasi Teritorial yang ada di Papua merupakan suatu program yang harus dilanjutkan   dalam   rangka   menggalang   kelompok-kelompok   yang   masih berseberangan seperti  OPM untuk bergabung dengan NKRI. Dengan adanya OPM yang   masuk   bergabung   ke   NKRI   tentunya   bukan   dengan   cuma-cuma   tapi   itu diperoleh   dengan   perjuangan   melalui   pendekatan   aparat   TNI   AD   dengan   pola Operasi Teritorial. Operasi Teritorial yang dilakukan oleh TNI AD dengan melakukan pendekatan simpatik kepada masyarakat.

Ini   salah  satu   contoh  yang  sudah  berhasil,   pendekat  humanis  oleh TNI   berbuah manis tidak sedikit sebanyak 154 anggota Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua   Merdeka   (OPM)   kalau   di   TNI   itu   satu   Kompi   menyerahkan   diri   setelah berkomunikasi dengan satuan Komando Rayon Militer  1714-14/Sinak, Kabupaten Puncak,   Papua.   Pendekatan   humanis   dilakukan   oleh   satuan   TNI   yang   Dipimpin Komandan   Komando   Rayon   Militer   (Koramil)   Sinak   Letnan   Satu   Infanteri   Yusuf Rumi,   untuk   membujuk   kelompok   yang   sempat   menentang   Negara   Kesatuan Republik Indonesia itu.

Pendekatan humanis selama ini, akhirnya dapat menyadarkan 154 anggota OPM yang   secara   sukarela   turun   gunung   ini   adalah   luar   biasa,   kita   tarik   kesimpulan bahwa masyarakat Papua sebenarnya ingin  diperhatikan dan diayomi, karena ini masalahnya   kecemburuan   sosial,   dimana   daerahnya   luas   kaya   Sumber   Daya Alamnya   namun   tidak   dinikmati   oleh   masyarakat   Papua,   masyarakat   seperti   ini.


Penulis adalah Kasubbid Strakomnet Puspen TNI
Editor: Amrizal

T#g:MataMatatelingaNKRIopmPanglima TNI
Komentar
Senin, 19 Feb 2018 08:25Berita Sumut

Walikota Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan

Suku Batak sejak lama dikenal telah dianugerahi kearian lokal yang bernama Dalihan Natolu.

Senin, 19 Feb 2018 08:10Bola

Borussia Dortmund Sukses Mencuri angka Penuh

Bermain di Borussia-Park, Senin (19/2/2018) dinihari WIB, Marco Reus tampil sebagai pembeda. Gelandang Jerman itu memenangkan Dortmund berkat gol yang diciptakannya di babak pertama.

Senin, 19 Feb 2018 07:55Berita Sumut

Jaga Terus Kesehatan Jantung Dengan Rutin Senam Jantung

Dengan penuh semangat dan antusias, ribuan warga mengikuti senam jantung sehat di Lapangan Merdeka Medan

Senin, 19 Feb 2018 07:40Berita Sumut

Konvoi Keliling Medan, Edy Rahmyadi Minta Maaf

Usai penandatangan sikap pada Deklarasi Kampanye Damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut

Senin, 19 Feb 2018 07:25Bola

Napoli dan Juventus sama-sama "Memetik"

Napoli dan Juventus sama-sama memetik hasil bagus di lanjutan Liga Italia. Bianconeri berhasil memenangi pertandingan melawan Torino, sementara Napoli sukses memenangi duel melawan SPAL.

Minggu, 18 Feb 2018 19:08Berita Sumut

Wali Kota Hadiri Milad Al Jamiatu Al Arabia Sumut & Al Ichwanul Arabia Medan

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi hadiri peringatan milad pertama Al-Jamiatu Al-Arabia Sumatera Utara di halaman Masjid Al-Falaah Jalan Al Falah Raya Medan

Minggu, 18 Feb 2018 18:47Berita Sumut

Tak Hanya di Hutan, di Kotapun Penebangan Pohon Penghijauan Ilegal Secara Terang-terangan

Pohon merupakan salah satu sumber kehidupan, dan Perlu diketahui bahwa pohon yang tumbuh di pinggir jalan raya baik di jalan provinsi, kabupaten, maupun jalan desa merupakan pohon yang dilindungi oleh pemerintah daerah dan diatur dalam perda. Jika segena

Minggu, 18 Feb 2018 18:44Berita Sumut

Gelar Perkemahan BISINK-1, Kakwarcab Labuhanbatu Apresiasi Gudep SMPN1 Bihil

Menggelar Perkemahan Bersama Best Generation Scout of Indonesia (BISINK) ke-1, Ketua Kwarcab Pramuka Labuhanbatu mengapresiasi Gudep SMPN1 Kecamatan Bilah Hilir

Minggu, 18 Feb 2018 18:40Berita Sumut

Kecamatan Medan Kota Bongkar Pondasi Billboard Depan Masjid Raya

Jajaran Kecamatan Medan Kota membongkar pondasi yang akan digunakan untuk tempat berdirinya papan reklame berukuran besar (billboard) di median Jalan Masjid Raya, Kelurahan Masjid, Kecamatan Medan Kota

Minggu, 18 Feb 2018 18:21Berita Sumut

Walikota Letakkan Batu Pertama Pembangunan "Little India Gate"

Walikota Medan. Drs. H.T. Dzulmi Eldin S, M.Si, meletakkan batu pertama pembangunan "Little India Gate" di persimpangan Jalan Zainul Arifin - T. Umar Medan, Minggu (18/2/2018). Peletakan Batu Pertama di pondasi bangunan ini menandakan dimulainya

Minggu, 18 Feb 2018 17:40Berita Sumut

Ijeck: Mobil Pembersih Masjid Gratis Bertambah Jangkauannya

Mobil Pembersih Masjid Gratis Yayasan Haji Anif sudah bertahun-tahun melayani. Kini nama dan cakupan pelayanannya sudah semakin menjangkau ke hampir seluruh Sumatera Utara

Minggu, 18 Feb 2018 15:40Berita Sumut

Penderita Tumor Ganas Butuh Perhatian Pemerintah

Seorang penderita tumor ganas butuh perhatian pihak dermawan, untuk pembiayaan perobatannya

Minggu, 18 Feb 2018 15:23Berita Sumut

Perampok HP Dimassa di Jalan Bhayangkara Medan

Tersangka RB ,29, warga Pasar VI Tembung Desa Sampali, Percut Sei Tuan, dimassa di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Medan Tembung

Minggu, 18 Feb 2018 15:13Berita Sumut

Deklarasi Kampanye Damai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018.

Sekitar 500 orang massa dari parpol pendukung, relawan dan simpatisan pendukung paslon Gubsu dan Wagubsu Pilkada Sumut 2018

Minggu, 18 Feb 2018 15:10Berita Sumut

Para Pendukung Edy dan Djarot 'Perang' Yel-yel di Deklarasi Kampanye Damai

Saat Deklarasi Kampanye Damai, para pendukung paslon gubernur dan calon wakil gubernur Sumut saling perang yel-yel.

Minggu, 18 Feb 2018 14:56Berita Sumut

Akrabnya Ijeck dan Pendukung JR di Siantar Square

Siantar Square di Kota Pematangsiantar mendadak heboh