• Home
  • Opini
  • Tol Medan-Berastagi, antara Keinginan dan Kebutuhan

Tol Medan-Berastagi, antara Keinginan dan Kebutuhan

Yoseph Pencawan Sabtu, 22 Desember 2018 14:57 WIB
mtc/ist
Yoseph Pencawan
                                                                Penulis: Yoseph Pencawan, Jurnalis

MATATELINGA : Belum lama ini beberapa "elite" daerah dari Kabupaten Karo dan tetangganya, datang ke Jakarta menemui parlemen di Senayan. Mereka mempresentasikan aspirasi pembangunan jalan tol Medan-Berastagi.


Ini sebenarnya bukan isu baru. Sejak sekitar tiga tahun lalu rencana infrastruktur tersebut sudah digulirkan ke tingkat provinsi. Bahkan sudah dilakukan kajian oleh konsultan konstruksi dan konon dinyatakan "possible" direalisasikan meski harus melalui kontur demografi perbukitan dan tidak sedikit melintasi jurang. Konsepnya dengan jalan tol layang.

Gambarannya, ruas jalan tol ini akan melintasi sejumlah wilayah di dua kabupaten, yakni Tanah Karo dan Deli Serdang. Target awal adalah pembangunan dua ruas jalan dengan total kebutuhan dana sekitar Rp500 miliar.

Ruas pertama dari daerah Sembahe sampai Lau Kaban dengan estimasi Rp150 miliar dan ruas kedua dari Bandar Baru sampai ke Doulu dengan anggaran sekitar Rp350 miliar. Tim loby pun sudah dibentuk, terdiri atas unsur dari beberapa stakeholder dan dimotori dinas terkait di Pemkab Karo.


Dari sisi keinginan (will), upaya ini patut diapresiasi. Luasnya rentang kendali pusat dengan daerah, ditambah lagi begitu banyaknya masalah rakyat yang harus diurus pusat, membuat daerah memang perlu sesekali mengkomunikasikan aspirasinya secara langsung ke Ibu Kota, bagaimana pun teknisnya.

Bicara keinginan juga, sepertinya, tidak ada satu pun daerah di Indonesia atau bahkan di dunia, merasa keberatan bila wilayahnya dilalui jalan bebas hambatan. Secara pribadi, sebagai "orang Karo", mustahil juga bagi saya menolak keinginan ini karena jika perlu, jalan tol itu sampai ke Perbesi, kampung halaman saya di Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo.

Namun dari sisi kebutuhan (needs), berbeda ceritanya. Apa memang benar Tanah Karo membutuhkan Tol Medan-Berastagi? Seperlu apa Deli Serdang dengan Tol Medan-Berastagi? Dan kenapa rupanya dengan Medan kalau tidak ada tol ini?

Saya masih gamang saat memikirkan ketiga pertanyaan mendasar itu. Apalagi bila harus dijawab dengan penjelasan yang rasional dari berbagai sudut. Dari aspek ekonomi saja misalnya, ketiga pertanyaan di atas dapat dirangkum dengan satu pertanyaan, "Apa untungnya membangun Tol Medan-Berastagi?"


Selama ini, bila kita ingin ke Tanah Karo melalui Berastagi, normalnya harus melalui Jalan Jamin Ginting. Ruas berstatus Jalan Nasional ini cukup mulus dan mengenai lebar, baru-baru ini sudah dilakukan pelebaran, mulai dari daerah Sembahe, sampai Kabanjahe. Cukup lebar, sampai bisa menjejerkan empat mobil sekaligus atau dilintasi dua truk kontainer secara bersamaan.

Namun sampai sekarang memang belum diberikan pembatas/pemisah ruas di tengah badan jalan sehingga lebih rawan kecelakaan. Belakangan ini juga acap terjadi longsor karena hujan sehingga membahayakan dan menyendat arus lalu lintas.

Tersendatnya lalu lintas pun sebenarnya lebih sering terjadi pada momen-momen tertentu. Seperti pada saat weekend yang mana terjadi lonjakan volume kendaraan baik dari arah Berastagi maupun sebaliknya (dari Medan). Atau ada truk yang tertatih-tatih menanjak sehingga kendaraan-kendaraan di belakangnya tertahan dan mengular.

Kendati demikian, kemacetan tidak terjadi setiap saat atau bahkan saban hari. Pada hari-hari biasa, nyaris tidak ada persoalan berarti saat melintasi jalan berkelok-kelok ini. Di luaran, sampai sekarang juga belum terdengar pengusaha angkutan barang "berteriak" armadanya berkali-kali nyangkut di jalan sehingga menimbulkan kerugian signifikan.

Para wisatawan lokal dan asing, pegawai, anak sekolahan, pebisnis atau kalangan lain yang sering melintasi jalan Jamin Ginting, Medan-Berastagi, juga begitu. Belum ada yang berkeluh kesah menceritakan kenestapaannya di jalan karena selalu dihajar macet. Jadi faktanya, jalan Jamin Ginting, Medan Berastagi, sejauh ini belum kenapa-kenapa.

Destinasi Wisata

Justru, Tanah Karo akan jadi kenapa-kenapa bila tidak sesegera mungkin dan semaksimal mungkin membangun sektor pariwisata. Bermimpi akan menyaingi Bali sekalipun tidak apa, asal memang pariwisata yang dikejar.

Saya bayangkan, bila duit Rp500 miliar yang diminta untuk pembangunan tol itu dipakai membiayai pengembangan kawasan Danau Toba di Kecamatan Merek, air terjun Sipiso-Piso, kawasan Gunung Sibayak, Gundaling, Penatapen, air panas Doulu, Lau Kawar dan seabreg lokasi wisata lain, tentu lebih "nendang" secara ekonomi.

Seabreg? Ya, Tanah Karo memang mempunyai lokasi wisata yang saking banyaknya, sampai sulit dihafal. Belum lagi kawasan Bukit Barisan yang juga melintasi daerah berpenduduk lebih dari 500 ribu jiwa tersebut. Makanya, saya bingung mengapa pariwisata belum menjadi panglima ekonomi Karo menggantikan sektor pertanian yang hampir satu dekade terakhir lebih dari 70% digerus abu dan lahar dingin erupsi Sinabung.

Bukan tidak mungkin, Sinabung yang gemar erupsi pun bisa dijadikan obyek wisata geogologi. Dalam pariwisata, tidak terlalu sulit menjual sesuatu yang unik dan Sinabung punya itu. Cuma Tuhan yang tahu kapan gunung berketinggian 2.460 mdpl tersebut berhenti "batuk". Yang jadi persoalan bila kita hanya berdiam menerima kondisi itu tanpa berupaya keras mencari peluang lain.

Sektor pariwisata juga sedang "happening" di Provinsi Sumut, terutama berkaitan dengan Danau Toba. Bicara soal pariwisata Sumut, isu sentralnya saat ini ya Danau Toba. Di atas saya katakan pariwisata harus sesegera mungkin dan semaksimal mungkin digarap Tanah Karo, karena sekarang adalah momentumnya.

Tidak lama lagi (semoga) situs gunung berapi kuno itu akan ditetapkan oleh Unesco sebagai National Geopark Toba atau menjadi cagar yang dilindungi dunia. Danau Toba juga pada 2017 sudah dimasukkan dalam 10 destinasi wisata prioritas di Tanah Air. Regulasi teknis dan badan khusus untuk pengimplementasian kebijakan itu pun sudah ada.

Setelah instrumen regulasi dan otoritas, moda transportasi seperti kapal feri, bus dan pesawat juga sebentar lagi lengkap. Ditunjang lagi dengan mulai dioperasikannya Tol Trans Sumatera, bandara Silangit, akses ke dan dari Danau Toba sudah jauh semakin mudah dan cepat, dari manapun.

Asiknya, Tanah Karo merupakan satu dari tujuh kabupaten yang wilayahnya memiliki kawasan Danau Toba. Jadi, akan lebih cocok sebenarnya kalau "elite" Karo ngotot minta bantuan APBN untuk pengembangan pariwisata ketimbang Tol Medan-Berastagi.

Jalan tol itu penting, tapi lebih baik bila mementingkan dahulu pembangunan sentra ekonominya. Toh, kapasitas infrastruktur jalan penghubungnya masih memadai.

Kapan waktu yang tepat untuk membangun Tol Medan-Berastagi? Kalau sudah jadi kebutuhan dan banyak cara untuk membiayainya. Tidak perlu sampai habis-habisan meloby curahan dana APBN, karena bila Tanah Karo sudah seksi jadi tujuan wisata dan investasi, banyak pihak berduit yang malah akan berebutan menawarkan pembiayaan. 

Editor: faeza

T#g:kawasan wisata berastagitol- medan-berastagitol medan berastagiwacana tol medan-berastagiwacana tol medan berastagiwisata
Komentar
Minggu, 22 Sep 2019 21:36Berita Sumut

Warga Medan Mulai Resah, Asap Mulai Menyelimuti Kota Medan

Kabut Asap tebal Jambi mulai diselimuti Kota Medan. Sejumlah warga mengeluh, lantaran mengalami mata perih, hidung sakit dan tenggorokan terasa kering

Minggu, 22 Sep 2019 21:04Berita Sumut

Gempa Bumi "Gegerkan" Warga Deliserdang dan Kota Medan

Warga Kota Medan dan Deliserdang dikejutkan dengan terjadinya gempa bumi tektonik, Minggu (22/9/2019) pada pukul 17.05:44 WIB. Dari hasil analisis Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG), kekuatan gempa yakni magnitudo 2,8

Minggu, 22 Sep 2019 20:40Berita Sumut

Seorang Pria Terseret "Benda Keras dan Panjang" Sampai 200 Meter

Seorang pria tanpa identitas (Mr X) tewas ditabrak kereta api, di perlintasan rel di Jalan Thamrin, Kecamatan Medan Area, Sabtu (21/9/2019) malam

Minggu, 22 Sep 2019 20:18Nasional

Warga Kota Jambi Tak Tembus Pandang Matahari, Sedang Penerbangan Kualanamu Cancel dan Delay

Akibat kabut Asap melanda Kota Jambi, Masyarakat Kota jambi sepanjang hari ini, tidak melihat sinar matahari karena terhalang kabut asap yang kian pekat. Sejumlah warga menyebut kabut asap kali ini melebihi fenomena kabut asap 2015

Minggu, 22 Sep 2019 20:03Berita Sumut

Pengcab FORKI Medan Gelar Latihan Gabungan Perdana

Pengcab FORKI Kota Medan menggelar latihan gabungan antar semua perguruan yang digelar di Perguruan Inkanas di Komplek Perumahan Puri Tanjung Sari Jalan Tanjung Sari Pasar 1 Medan, Minggu (22/9/2019).

Minggu, 22 Sep 2019 19:48Bola

Conte: Lukaku Masih Bisa Tampil Lebih Tajam Dibandingkan Saat Ini

Sebagaimana diketahui, Lukaku sendiri memang resmi bergabung dengan Inter pada jendela transfer musim panas 2019. Manajemen I Nerazzurri - julukan Inter - memboyong Lukaku dari Manchester United dengan mahar mencapai 65 juta euro atau sekira Rp1 triliun

Minggu, 22 Sep 2019 19:33Berita Sumut

Wakil Wali Kota Lepas Fun Bike I-Radio & Indomaret

Sebanyak 4000 peserta kurang lebih mengikuti fun bike di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso Medan

Minggu, 22 Sep 2019 19:18Berita Sumut

Lebih 1.000 Orang Warga Medan Jadi Pendonor Darah Setiap Bulannya

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Administrasi Umum Renward Parapat menghadiri HUT Palang Merah Indonesia (PMI) Ke-74 di markas PMI Provinsi Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan No. 37 Medan

Minggu, 22 Sep 2019 19:02Berita Sumut

Memiliki Narkoba, Dua Warga Medan Berurusan dengan Polisi Polda

Dikabarkan Subdit III, Unit 4 Ditnarkoba Polda Sumut mengamankan dua pria pengedar narkotika jenis sabu.

Minggu, 22 Sep 2019 18:48Berita Sumut

Selama 3 Hari Transaksi Penjualan FKKM 2019 Tembus Rp. 1 Miliar Lebih

Seribuan pengunjung menghadiri penutupan Festival Kuliner Kota Medan (FKKM) di Lapangan Merdeka Medan

Minggu, 22 Sep 2019 17:39Berita Sumut

Syaiful: Sepanjang Sungai Deli Banyak Berdiri Bangunan Megah

Surat Dinas Perumahan Kawasan Pemukikan Penataan Ruang (PKPPR) Pemerintah Kota Medan yang berisi memerintahkan masyarakat yang bermukim di pinggiran Sungai Deli

Minggu, 22 Sep 2019 16:23Berita Sumut

Muspika Razia, Cafe Hiburan Malam, Kos -Kosan

Tim gabungan Muspika Medan Selayang, selama dua hari Sabtu, hingga Minggu (22/9/2019) dinihari melakukan razia sejumlah lokasi hiburan malam. Selain lokasi hiburan malam, petugas juga merazia beberapa kos-kosan yang ada di wilayah hukum Polsek Sunggal

Minggu, 22 Sep 2019 15:54Berita Sumut

Revitalisasi Alur Sungai di Medan Jangan Sampai Menghilangkan Kebudayaannya

Program Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk merevitalisasi alur sungai yang kini mendapatkan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yakni Sungai Babura, Sungai Bederah dan Sungai Deli dipastikan akan memunculkan fenomena sosial yan

Minggu, 22 Sep 2019 14:50Berita Sumut

Priscilla Hertati Lumban Gaol Tertantang Raih Emas di Filipina

Segudang pengalaman bertanding dalam pertarungan berbagai seni beladiri menjadi modal bagi atlet kick boxing putri Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol untuk meraih prestasi pada ajang SEA Games XXX yang akan digelar Filipina, 31 Nopember hingga 12 De

Minggu, 22 Sep 2019 13:28Berita Sumut

Jurtul Judi Kim Diamankan Polsek Tanah Jawa

Satuan unit reskrim Polsek Tanah Jawa mengamankan diduga seorang penulis judi jenis kim di Mahasar dusun IV Tanjung Pasir kec Tanah Jawa Kab.Simalungun, Sabtu (21/09/2019) sekira pukul 21.15 wib.

Minggu, 22 Sep 2019 13:13Berita Sumut

Wali Kota: Harhubnas Momentum Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas Tertib & Patuh

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH melepas peserta Fun Walk (jalan santai) di Jalan Pulau Pinang Medan