• Home
  • Aceh
  • Kemarau Panjang, Seratusan Masyarakat Aceh Salat Minta Hujan

Kemarau Panjang, Seratusan Masyarakat Aceh Salat Minta Hujan

Mtc Minggu, 26 Mei 2019 07:01 WIB
Seratusan masyarakat Aceh laksankan Salat istisqa atau salat meminta hujan
MATATELINGA, Aceh Besar:  Masyarakat menunaikan salat istisqa atau salat meminta hujan di salah satu area persawahan Kemukiman Lamlhom  Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar,Sabtu (25/5/2019)  lantaran sepanjang tiga bulan terakhir mereka mengalami kemarau panjang.



Dengan terjadinya kemarau panjang tersebut,  warga kesusahan mendapatkan air karena banyak sumur yang kering, dan bahkan warga juga gagal untuk menanam padi. "Hari ini kemarau panjang, sumur sudah kering, dan Alhamdulillah  kita telah melaksanakan salat istisqa dengan harapan supaya Allah SWT dapat mencurahkan hujan kepada kampung kita, masyarakat pun mudah mendapatkan air," kata Kepala Kemukiman Lamlhom Ahannan kepada Antara. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga ikut menunaikan salat istisqa.



Terlihat masyarakat juga tampak membawa dua ekor ayam yang dimasukkan dalam kandang ke lokasi salat. Kata Ahannan, akibat kekeringan tersebut tidak hanya berdampak kepada manusia, tetapi berbagai jenis hewan juga terkena dampak dalam bertahan hidup. "Kekeringan sudah sampai tiga bulan. Kalau pun ada hujan sedikit saja, tidak bisa membawa air yang begitu banyak.

Semenjak setelah tsunami (2004) kami menanam padi setahun dua kali, bulan April kemarin seharusnya tanam padi tapi karena tidak ada hujan maka tidak tanam," katanya, menambahkan.
Sementara itu, khatib salat istisqa Tgk Al Jufri menyebutkan masyarakat yang hendak melaksanakan salat istisqa harus berpuasa tiga hari berturut-turut sebelum melakukan salat.



Dan pada saat hari melaksankan salat istisqa, jamaah juga harus berpuasa. "Jadi puasa apapun boleh. Puasa nazar boleh, atau puasa kifarat, ataupun puasa qada, atau puasa Ramadhan. Apalagi memang kita sedang dalam bulan suci Ramadhan ini. Maka itu sudah memenuhi syarat. Yang penting kita isi dengan puasa," sebutnya.
Seratusan masyarakat
dari tujuh desa di Kemukiman Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar,
melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan di salah satu area
persawahan Kemukiman Lamlhom, Sabtu (25/5).

Masyarakat menunaikan salat istisqa tersebut lantaran sepanjang tiga
bulan terakhir mereka mengalami kemarau panjang. Dan akibatnya warga
kesusahan mendapatkan air karena banyak sumur yang kering, dan bahkan
warga juga gagal untuk menanam padi.

"Hari ini karena sudah lama kemarau panjang, sumur sudah kering, dan
Alhamdulillah hari ini kita telah melaksanakan salat istisqa dengan
harapan supaya Allah SWT dapat mencurahkan hujan kepada kampung kita,
masyarakat pun mudah mendapatkan air," kata Kepala Kemukiman Lamlhom
Ahannan kepada Antara.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga ikut menunaikan salat istisqa.
Dan masyarakat juga tampak membawa dua ekor ayam yang dimasukkan dalam
kandang ke lokasi salat. Kata Ahannan, akibat kekeringan tersebut tidak
hanya berdampak kepada manusia, tetapi berbagai jenis hewan juga terkena
dampak dalam bertahan hidup.

"Kekeringan sudah sampai tiga bulan. Kalau pun ada hujan sedikit saja,
tidak bisa membawa air yang begitu banyak. Semenjak setelah tsunami
(2004) kami menanam padi setahun dua kali, bulan April kemarin
seharusnya tanam padi tapi karena tidak ada hujan maka tidak tanam,"
katanya, menambahkan.

Sementara itu, khatib salat istisqa Tgk Al Jufri menyebutkan masyarakat
yang hendak melaksanakan salat istisqa harus berpuasa tiga hari
berturut-turut sebelum melakukan salat. Dan pada saat hari melaksankan
salat istisqa, jamaah juga harus berpuasa.

"Jadi puasa apapun boleh. Puasa nazar boleh, atau puasa kifarat, ataupun
puasa qada, atau puasa Ramadhan. Apalagi memang kita sedang dalam bulan
suci Ramadhan ini. Maka itu sudah memenuhi syarat. Yang penting kita
isi dengan puasa," ungkap Al Jufri.

Salinan ini telah tayang di http://www.ajnn.net/news/dilanda-kekeringan-masyarakat-aceh-besar-salat-istisqa-minta-hujan/index.html.
Seratusan masyarakat
dari tujuh desa di Kemukiman Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar,
melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan di salah satu area
persawahan Kemukiman Lamlhom, Sabtu (25/5).

Masyarakat menunaikan salat istisqa tersebut lantaran sepanjang tiga
bulan terakhir mereka mengalami kemarau panjang. Dan akibatnya warga
kesusahan mendapatkan air karena banyak sumur yang kering, dan bahkan
warga juga gagal untuk menanam padi.

"Hari ini karena sudah lama kemarau panjang, sumur sudah kering, dan
Alhamdulillah hari ini kita telah melaksanakan salat istisqa dengan
harapan supaya Allah SWT dapat mencurahkan hujan kepada kampung kita,
masyarakat pun mudah mendapatkan air," kata Kepala Kemukiman Lamlhom
Ahannan kepada Antara.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga ikut menunaikan salat istisqa.
Dan masyarakat juga tampak membawa dua ekor ayam yang dimasukkan dalam
kandang ke lokasi salat. Kata Ahannan, akibat kekeringan tersebut tidak
hanya berdampak kepada manusia, tetapi berbagai jenis hewan juga terkena
dampak dalam bertahan hidup.

"Kekeringan sudah sampai tiga bulan. Kalau pun ada hujan sedikit saja,
tidak bisa membawa air yang begitu banyak. Semenjak setelah tsunami
(2004) kami menanam padi setahun dua kali, bulan April kemarin
seharusnya tanam padi tapi karena tidak ada hujan maka tidak tanam,"
katanya, menambahkan.

Sementara itu, khatib salat istisqa Tgk Al Jufri menyebutkan masyarakat
yang hendak melaksanakan salat istisqa harus berpuasa tiga hari
berturut-turut sebelum melakukan salat. Dan pada saat hari melaksankan
salat istisqa, jamaah juga harus berpuasa.

"Jadi puasa apapun boleh. Puasa nazar boleh, atau puasa kifarat, ataupun
puasa qada, atau puasa Ramadhan. Apalagi memang kita sedang dalam bulan
suci Ramadhan ini. Maka itu sudah memenuhi syarat. Yang penting kita
isi dengan puasa," ungkap Al Jufri.

Salinan ini telah tayang di http://www.ajnn.net/news/dilanda-kekeringan-masyarakat-aceh-besar-salat-istisqa-minta-hujan/index.html.
Editor: Amrizal

Sumber: Antara

T#g:Aceh Becar kemarau panjangMatatelingamatatelinga.commatatelinga comTerkinikemarau pamnjanglat minta hujan
Komentar
Selasa, 17 Sep 2019 15:02Berita Sumut

Kepergok Curi Motor, Pria Ini Babak Belur Diamuk Warga

Seorang pria babak belur bahkan nyaris tewas diamuk warga kawasan Jalan Sei Mencirim Desa Medan Krio, Sunggal karena kepergok mencuri sepeda motor, Sabtu (14/9/2019) sore. Untungnya, ada patroli Polsek Sunggal yang melintas di lokasi dan mengamankan pelak

Selasa, 17 Sep 2019 14:48Berita Sumut

Hadir Lebih Cepat, Dua Kader PSI di DPRD Medan Komitmen Manfaatkan Waktu Rakyat

Dua anggota DPRD Medan periode 2019-2024 asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Renvelli Pandapotan Napitupulu dan Erwin Siahaan sepakat memanfaatkan waktu untuk kepentingan rakyat. Ke dua anggota dewan ini pun berharap pimpinan DPRD Medan sementara dapa

Selasa, 17 Sep 2019 14:32Nasional

Panglima TNI Bersama Presiden RI Sholat Istighosah Atasi Karhutla Riau

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan sejumlah pejabat negara melaksanakan Sholat Istiqhosah, di Masjid Amrullah Kompleks Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa

Selasa, 17 Sep 2019 14:17Berita Sumut

Irup Hari Kesadaran Nasional, Soekirman Ingatkan Jajaran Kuasai Teknologi

Bupati Serdangbedagai Soekirman memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Tahun 2019 di Sei Rampah, Selasa (17/9). Dalam upacara yang dilaksanakantanggal 17 setiap bulannya ini, Soekirman mengingatkan jajarannya untuk selalu menguasai perkembangan t

Selasa, 17 Sep 2019 14:02Aceh

Disangka Harimau, Kucing Hutan Ini Resahkan Warga Trumon Tengah

Keberadaan seekor kucing hutan langka berwarna emas, selama sepekan ini meresahkan warga ampong Le Jeureuneh, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Pasalnya warga mengira satwa yang berkeliaran di perkebunan sawit di kawasan penduduk itu seeko

Selasa, 17 Sep 2019 13:47Berita Sumut

BMKG : Kabut di Medan Bukan Kabut Karhutla

Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah l Medan menegaskan kabut yang menyelimuti Kota Medan beberapa hari belakangan ini bukan merupakan kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Selasa, 17 Sep 2019 13:32Nasional

Satgas Yonif RK 136/TS Tanam 1500 Bibit Pohon

Guna menjaga kelestarian alam serta ikut berpartisipasi dalam mendukung dan mensukseskan program penghijauan di Hari Ulang Tahun (HUT) TNI yang Ke-74, Satgas Yonif RK 136/TS tanam 1500 bibit pohon di Kota Ambon, Propinsi Maluku.

Selasa, 17 Sep 2019 13:17Berita Sumut

Berjasa Majukan Pramuka, 59 Pejabat Pemko Medan Peroleh Penghargaan

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menyematkan pin Penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa kepada 59 anggota dewas baik yang berada di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka ketika memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Kesadaran Na

Selasa, 17 Sep 2019 13:01Berita Sumut

Cari Masukan, Bobby Nasution Makan Malam Dengan Pengurus Sejumlah Partai di Medan

Bobby Nasution terus melakukan komunikasi politiknya dengan sejumlah pengurus partai di Sumut maupun Medan, untuk mendukungnya maju sebagai calon Wali Kota Medan pada tahun 2020.

Selasa, 17 Sep 2019 12:46Nasional

Mobil Pintar Satgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad Datangi Kampung Rawabiru Papua

Dalam rangka memperingati ‘Hari Kunjung Perpustakaan’, Mobil Pintar Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad beberapa waktu lalu menghadirkan perpustakaan keliling yang bertajuk budayakan gemar membaca untuk meraih cita-cita dimasa depan, bertempat di

Selasa, 17 Sep 2019 12:31Berita Sumut

Soal Demo Emak-emak, Tanpa Busana Ini Tanggapan Tokoh Masyarakat Toba

Viralnya demo ibu-ibu tanpa busana di areal Silang leang di Desa Pardamean Sibisa terkait penolakan pembukaan jalan di lokasi BPODT menuai pro-kontra. Banyak masyarakat menyayangkan aksi tanpa busana tersebut. Aksi tersebut membuat para tokoh adat an

Selasa, 17 Sep 2019 08:31Berita Sumut

Polres Tobasa Netral Diantara Dua Kubu

Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo mengatakan bahwa kehadiran BPODT, banyak masyarakat juga yang mendukung. Apabila ada yg menganggu dan berhenti maka banyak masyarakat sekitar Sibisa

Selasa, 17 Sep 2019 08:15Internasional

Frustasi, Video Kepsek Hancurkan Ponsel Siswa, Viral

Timbulkan perdebatan di media sosial pasca seorang kepala sekolah di Negara Bagian Karnataka, India menyita dan secara publik menghancurkan 16 ponsel milik siswa-siswanya

Selasa, 17 Sep 2019 08:00Ekonomi

Ingin Fokus Saat Bekerja, ini Tipsnya!

Walaupun sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut, banyaknya kebisingan dan gangguan di kantor dapat memengaruhi produktivitas kerja Kamu

Selasa, 17 Sep 2019 07:45Ekonomi

Apple Group Kehilangan CEO Disney Bob Iger

Bahkan, di perusahaan teknologi multinasional itu, gaji Iger sebesar USD125.000 dan diberikan saham sebesar USD250.000

Selasa, 17 Sep 2019 07:30Bola

Cristiano Ronaldo Menagis Tersedu-Sedu

Cristiano Ronaldo tentunya sering mendapat undangan untuk melakukan wawancara. Akan tetapi, sebagai pesepakbola top dunia