Jum'at, 24 Oktober 2014
Find us: 
MataTelinga, Berita, Informasi Terkini, News, Politic, Medan
Home  / Lifestyle
Minggu, 9 Februari 2014 | 07:16:21
Bila Kadar Gula Turun

Matatelinga - Jakarta, Hipoglikemia dalah kondisi di mana kadar gula dalam darah menurun atau kurang dari 47 mg/dl. Pada bayi baru lahir dengan beberapa risiko tertentu, hipoglikemia memang menjadi suatu masalah yang besar, bahkan dapat berakibat fatal.  
Penurunan kadar gula darah yang serius dapat menyebabkan kejang, gangguan perkembangan dan pertumbuhan, serta gangguan pada organ-organ vital, bahkan kematian. Namun, pada kondisi tertentu tidak semua bayi berisiko hipoglikemia. Berikut ini penjelasan dr. Elizabeth Hutapea, SpA dari RS. Royal Taruma Jakarta Barat, sebagaimana dilansir Mom & Kiddie.
 
Penyebab

Glukosa merupakan salah satu karbohidrat terpenting yang diperlukan untuk pembakaran sel dan jaringan dalam tubuh. Jika bayi tidak memiliki gula darah dalam tubuh maka tubuhnya tidak bisa melakukan proses metabolisme. Bayi membutuhkan glukosa sebagai energi dan sebagian besar untuk otak. Sebelum bayi lahir, bayi mendapatkan glukosa dari ibu melalu plasenta. Setelah lahir, ia akan mendapatkannya dari air susu ibu (ASI).
 
Hipoglikemia bisa terjadi bila terlalu banyak insulin (hormon yang menarik glukosa dari dalam darah) di dalam darah, atau, bayi tidak menghasilkan glukosa sesuai dengan kebutuhannya. Kadar insulin yang tinggi menyebabkan kadar gula darah menurun dengan cepat pada jam-jam pertama kehidupan bayi setelah dilahirkan, sehingga aliran gula dari plasenta secara tiba-tiba terhenti.
 
Risiko


Hipoglikemia biasanya cenderung terjadi pada:
Bayi prematur. Glukosa berupa glikogen baru terbentuk pada trimester ke-3 kehamilan, sehingga bila bayi lahir terlalu awal maka persediaan glikogennya ini terlalu sedikit dan akan lebih cepat habis terpakai.

Bayi PJT (pertumbuhan janin terhambat yang beratnya di bawah 2,5 kg)
 
Bayi yang lahir dengan berat > 3,5 kg. Karena terbiasa dengan kadar gula darah yang tinggi selama di dalam kandungan, maka begitu lahir, bayi secara otomatis harus menyesuaikannya lagi. Namun, terkadang bayi dengan ukuran tubuh besar tidak mampu untuk menyesuaikan kadar gulanya dalam waktu cepat sehingga terjadilah hipoglikemia. Biasanya hipoglikemia terjadi pada awal kehidupan dan pada usia sejam setelah bayi dilahirkan pun ia bisa mengalami hipoglikemia. Oleh karena itu, untuk bayi dengan ukuran lahir besar memang harus dimonitor dan jangan sampai hipoglikemia ini tidak terdeteksi.
 
Bayi dari ibu penderita diabetes. Sejak dalam kandungan, bayi sudah terbiasa mengeluarkan insulin kadar tinggi untuk mengatasi tingginya kadar gula dalam darah ibu. Ketika ia lahir, maka ia tidak lagi mendapat asupan gula dari ibunya, tetapi mekanisme sekresi (pengeluaran) hormon insulinnya belum bekerja dengan baik sehingga kadar gula darah bayi turun drastis.

Bayi sakit. Misalnya bayi yang napasnya tidak normal sehingga ia membutuhkan bantuan oksigen setelah dilahirkan.
 
Bayi dengan infeksi. Misalnya, air ketuban pecah sebelum waktu kelahiran.
 
Bayi demam saat menunggu diberikan ASI pada hari pertamanya.
 
Bayi yang mengalami stres selama kehamilan atau persalinan. Misalnya, ibu hamil dengan hipertensi. Setelah kelahiran, bayi mempunyai kecepatan metabolisme yang tinggi dan memerlukan energi yang lebih besar dibandingkan bayi lain.
 
Gejala
 
Kebanyakan bayi dengan hipoglikemia tidak menunjukkan gejala apapun. Tiba-tiba kadar gulanya turun begitu saja. Tetapi, ada juga beberapa bayi yang menunjukkan gejala, seperti:
-Sesak, atau napas tidak teratur
-Bayi terlihat lemas dan lesu
-Tidak bisa mengisap puting ibunya
-Warna kulit pucat atau kebiruan
-Untuk hipoglikemia yang parah akan menimbulkan kejang pada penderitanya
-Pada kondisi yang ringan kadang bayi hanya terlihat diam saja sehingga tidak ketahuan ia mengalami hipoglikemia
 
Pengobatan
 
Bayi yang sudah memiliki kriteria risiko hipoglikemia maka setelah lahir, langsung dicek kadar gula darahnya setiap 1 sampai 2 jam sekali. Jika ternyata gula darahnya berada di bawah 47 mg/dl maka ia akan langsung diberikan cairan glukosa baik melalui mulut atau infus - bergantung pada beratnya hipoglikemia yang dialami.
 
Pemeriksaan kadar tersebut akan dilanjutkan selama beberapa jam, hari, atau minggu hingga bayi dapat menjaga  kadar gula darahnya. Bayi yang lahir prematur, memiliki infeksi, atau dilahirkan dengan berat badan yang rendah mungkin memerlukan pengobatan yang lebih lama.
 
Untuk penanganan lebih cepat pada pasien hipoglikemia, maka setiap ibu yang akan melahirkan harus dilakukan beberapa pemeriksaan terlebih dulu. Bidan atau pihak rumah sakit yang akan membantu kelahiran harus mengetahui ibu dan bayi memiliki riwayat diabetes saat kehamilan atau tidak, usia kehamilan sudah cukup, dan risiko-risiko penderitan hipoglikemia lainnya. Jika memang ternyata berisiko, maka setelah lahir langsung dilakukan pemeriksaan gula darah tanpa menunggu bayi menunjukkan gejalanya.
 
Pencegahan


-Ibu hamil dengan diabetes belum tentu bayinya akan mengalami hipoglikemia. Namun, karena tetap berisiko dan untuk pencegahan tidak ada salahnya jika ibu tetap mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh dengan baik.
 
-Ibu hamil diupayakan untuk mengonsumsi makanan-makanan sehat yang tidak memicu peningkatan gula darah dengan cepat.
 
-Hindari mengonsumsi makanan yang manis-manis, seperti es krim. Banyak ibu yang salah kaprah karena ingin menaikkan berat badan bayi dalam kandungan lalu ia mengonsumsi es krim dengan jumlah yang banyak. Hal ini bisa saja mengakibatkan ibu mengalami diabetes saat hamil. Padahal, bila berat badan bayi di atas 2,5 kg, sudah tergolong cukup.
 
-Biasakan pola hidup sehat dengan berolahraga dan istirahat yang cukup.
 
-Lakukan diet dengan benar dan sesuai petunjuk dokter.
 
-Lakukan persiapan inisiasi menyusu dini (IMD). Ibu yang hari perkiraan lahirnya sudah dekat atau janinnya sudah matang, sebaiknya mulai melakukan persiapan untuk menyusui. Ibu bisa mulai membersihkan payudara, melumurinya dengan minyak zaitun, dan memijatnya agar bayi bisa langsung menyusui setelah ia dilahirkan. Ibu harus sudah mulai melakukan persiapan payudara agar ketika bayi lahir, puting tidak tegang dan keras sehingga bisa langsung dihisap oleh bayi. Ingat Moms, bayi yang langsung IMD dan mendapatkan kolostrum jarang mengalami hipoglikemia.
 
-Lakukan pemeriksaan kehamilan dan penanganan gula darah ke dokter secara teratur dan pastikan untuk memantau gula darah bayi setelah dilahirkan.



(Okc/KNIA)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.matatelinga.com
Pondok Madu
BERITA TERKAIT:
Cahaya Lampu Malam Hari Bisa Ganggu Kesehatan
Melakukan Yoga Baik Untuk Kesehatan Tubuh
Menurunkan Berat Badan dengan Diet
Perlu Jalan Kaki 42 Menit
Menjaga Gigi, Rajin Gosok Gigi
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!