• Home
  • Ekonomi
  • China Incar Dua Jenis Ikan Ini Di Laut Natuna

China Incar Dua Jenis Ikan Ini Di Laut Natuna

admin Senin, 20 Januari 2020 08:15 WIB
Hand Over
Laut Natuna
MATATELINGA, JAKARTA : Tindakan China yang menerjang Perairan Natuna, Kepulauan Riau membuat Pemerintah Indonesia geram. Pasalnya, sejumlah kapal China ini tidak hanya melewati perairan milik Indonesia ini tetapi mencari ikan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tidak diam saja, dirinya bahkan langsung menuju ke Perairan Natuna pada Rabu (8/1/2020) kemarin. Dia dengan tegas menyampaikan, Natuna adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

[adsene]


Ulah China dalam menerobos dan mencuri ikan di Natuna bukan hanya kekurangan wilayah memancing ikan. Tetapi, Perairan Natuna di Kepulauan Riau memiliki segudang potensi ikan yang harganya tak ternilai.

Berikut ini adalah fakta-fakta seputar potensi yang dimiliki oleh Natuna, Jakarta, Minggu (19/1/2020):

1. Kekayaan Biota Laut yang Berharga


Perairan Natuna di Kepulauan Riau memang terkenal sebagai surge perairan Indonesia karena terdapat banyak biota laut yang berpotensi diekspor dengan harga fantastis.




Seperti kerapu hasil pembudidayaan, 6.720 kg ikan diekspor ke Hong Kong, dengan nilai ekspor mencapai USD100.314 atau Rp1,45 miliar pada September 2018. Harga ikan kerapu berbagai jenis, masing-masing kerapu hybrid Rp85.000 per kg, ikan kerapu tikus Rp800.000 per kg, dan kerapu sunu senilai Rp350.000 per kg.

Tak hanya berbagai jenis ikan kerapu, ada juga ikan napoleon. Pemerintah menetapkan kuota ekspor sebanyak 40 ribu ekor dengan ukuran lebih dari 1 kg hingga mencapai 3 kg per ekor, masing-masing untuk kuota Natuna sebanyak 30 ribu ekor dan Kepulauan Anambas sebanyak 10 ribu ekor.




2. Potensi Ikan Capai 1 Ton

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahkan sejak 2016 tidak segan memberikan investasi sebesar Rp112,2 miliar untuk membangun SKPT Natuna. SKPT ini resmi beroperasi pada 1 Juni 2017 dengan tujuan kapal ikan yang beroperasi di Natuna dapat menjual hasil tangkapannya di sana. Menurut data, potensi perikanan di Natuna mencapai 1.143.341 ton.

3. Udang dan Lobster Bertebaran

Selain ikan, udang dan lobster juga menjadi bintang dari perairan Natuna di Kepulauan Riau. Seperti udang panaeid yang jumlahnya mencapai sekitar 62.342 ton. Kemudian cumi-cumi yang mencapai 23.499 ton di wilayah Natuna.




Lalu terdapat pula ikan karang yang berjumlah mencapai 20.625 ton. Ada juga rajungan, kepiting dan lobster yang mana jumlahnya masing-masing 9.711 ton, 2.318 ton dan 1.421 ton.

Natuna juga memiliki lobster yang nilai ekspornya sangat tinggi. Saat Susi Pudjiastuti menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dia pernah melepaskan 235.900 benih lobster jenis pasir dan 10.773 benih lobster jenis mutiara di Perairan Natuta pada April 2019.





"Iya lobster dan udang juga banyak (di Natuna)," aku Pakar Perikanan dari Institut Pertanian (IPB) Sulistiono, Senin (13/1/2020).

4. China Incar Dua Jenis Ikan Ini


Walau memiliki biota laut yang kaya, ada dua jenis biota laut yang tampaknya sangat diinginkan oleh China. Menurut Pakar Perikanan dari Institut Pertanian (IPB) Sulistiono mengatakan, tindakan China mengklaim wilayah Natuna wajar saja. Karena Natuna punya kekayaan laut yang berpotensi tinggi.




Seperti ikan pelagis yang hanya hidup di wilayah bagian atas perairan. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada September 2019, jumlah ikan pelagis kecil mencapai 330.284 ton sedangkan ikan pelagis besar mencapai 185.855 ton.

Ada juga ikan demersal yang ada di lautan Natuna ini, di mana jumlahnya diperkirakan mencapai 131.070 ton. Ikan demersal merupakan ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan danau (zona demersal).

"Di Natuna ada ikan pelagis (yang hidup di perairan bagian atas) dan ikan demersal (di bagian dasar perairan)," katanya saat dihubungi Okezone, Senin (13/1/2020).




Sulistino menilai, ikan demersal dan ikan pelagis memang banyak di wilayah perairan Indonesia. Namun, Perairan Natuna memang special karena banyak biota laut yang belum terjamah.

"Di banyak wilayah di Indonesia ditemukan. Misalnya di Maluku, Papua, Sulawesi Selatan dan Utara, Jawa. Ada jenis ikan tersebut. Namun di Natuna jumlahnya masih cukup banyak, karena belum banyak tereksploitasi," sambungnya.

Ternyata, di Natuna juga terdapat ikan napoleon yang terkenal dengan kelangkaannya. Ikan ini biasa dicuri oleh kapal-kapal asing ilegal. "Biasanya diambil secara illegal. Selain dilindungi, juga memiliki harga yang mahal," tambah Sulistiono.




5. Harga Potensi Biota Laut Natuna Capai Jutaan per Ekornya

Dari ikan-ikan yang sudah disebutkan, harga dari masing-masing ikan itu beragam. Ada yang berkisar dari Rp60.000, ada juga yang bisa mencapai harga Rp1,5 juta per ekornya.

Harga ikan napoleon ukuran 10 cm yang terkenal atas kelangkaan itu dapat dihargai Rp300.000 per ekor dan Rp600.000 per ekor untuk ukuran 20 cm. Jika ikan napoleon berukuran 30 cm harganya bisa mencapai Rp1 juta per ekor. Kemudian harga Rp1,5 juta per ekor bisa didapat dari penjualan ikan napoleon ukuran 40 cm.

"Ikan tenggiri (harganya) Rp60.000 sampai dengan Rp100.000 per kilogram. Yang mahal itu ikan napoleon sekitar Rp300.000 hingga Rp1 jutaan per ekor," jelas Pakar Perikanan dari Institut Pertanian (IPB) Sulistiono kepada Okezone, Senin (13/1/2020).





Sedangkan untuk harga jual lobster dan udang dapat dihargai Rp200.000 hingga Rp250.000 per kilogram. "Iya lobster, udang, banyak. Lobster per kilogramnya Rp200.000 hingga Rp250.000 per kg," lanjutnya.

Adapun jika berpatokan pada data Kementerian KKP per September 2019, jumlah udang paneid mencapai 62.342 ton.Lalu ada juga rajungan, kepiting dan lobster yang mana jumlahnya masing-masing 9.711 ton, 2.318 ton dan 1.421 ton

Editor: 1

Sumber: Okz

T#g:chinaNKRInatunaTerkiniTraveloka
Komentar
Selasa, 11 Agu 2020 09:42Ekonomi

Pagi Ini, Rupiah Spot Dibuka Naik di Level Rp14.580 Per Dolar AS

Pagi ini, di awal perdagangan hari ini. Selasa (11/8/2020) nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat. Kurs rupiah spot dibuka di level Rp 14.580 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selasa, 11 Agu 2020 09:36Ekonomi

Harga Minyak Mentah Menguat 1%

Pada perdagangan Selasa (11/8) pukul 07.30 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman September 2020 di Nymex naik 18 sen ke US$ 42,12 per barel.

Selasa, 11 Agu 2020 08:48Ekonomi

Harga Emas Spot Turun Sentuh Level US$2.021,32 Per Ons Troi

Pada awal perdagangan Selasa (11/8) pukul 07.45 WIB hari ini Harga emas lanjutkan pelemahan di mana Si kuning terbebani penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Selasa, 11 Agu 2020 08:15Nasional

Kemenhub Gandeng PWI Tangkal Maraknya Berita Hoaks

Penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial sangat cepat seiring dengan maraknya pengguna media sosial di Indonesia. Terlebih penggunaan media sosial telah menjadi rutinitas kehidupan masyarakat.

Selasa, 11 Agu 2020 08:00Aceh

Warga Nagan Raya dan Aceh Barat Sempat Panik, Langit di Selimuti Awan Aneh

Fenomena alam awan hitam panjang menyelimuti Langit di Nagan Raya dan Aceh Barat , menyebabkan sebagian masyarakat panik dan bertanya tentang awan ane

Selasa, 11 Agu 2020 07:45Bola

Romelu Lukaku Cetak Gol, Melewati Rekor Alan Shearer

Lukaku mencetak gol pada menit ke-21 untuk membawa Inter memimpin 2-0.

Selasa, 11 Agu 2020 07:30Aceh

Diduga Positif Terpapar Virus Corona, Empat Dokter Jalani Isolasi

Saat ini, empat dokter di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, Kab.Pidie diduga positif terpapar virus Corona (COVID-19) dan menjalani isolasi.

Selasa, 11 Agu 2020 07:15Berita Sumut

Kabarnya, Poldasu Amankan Terduga Bos Judi Terbesar Di Sumut

Seorang terduga bandar judi terbesar di Sumatera Utara, ditangkap Tim Cyber Crime Dit Reskrimsus Poldasu dari daerah Tebing Tinggi

Selasa, 11 Agu 2020 07:00Bola

Man United Meraih Tiket Semifinal, Taklukkan Copenhagen

Penggawa Man United, Juan Mata, mengaku cukup optimis dengan performa timnya di ajang Liga Eropa musim ini. Meski begjtu, Mata juga tidak ingin Man United terlalu jumawa dan tetap melakukan persiapan maksimal untuk babak semifinal nanti.

Selasa, 11 Agu 2020 06:45Berita Sumut

Hendra Gunawan : Hujan Abu Masyarakat diimbau Memakai Masker

Pasca Erupsi kembalinya Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Hendra Gunawan memberikan tiga rekomendasi.

Selasa, 11 Agu 2020 06:00Internasional

Joan Mir Gagal Menyentuh Garis Finis

Mir gagal menyentuh garis finis usai mengalami insiden dengan pembalap KTM, Iker Lecuona di pertengahan balapan. Alhasil, pembalap asal Spanyol itu meninggalkan Brno tanpa meraih satu pun poin.

Selasa, 11 Agu 2020 00:18Berita Sumut

Rahmaddian Shah Berharap PP Medan Marelan Jadi Barometernya PP di Kota Medan

Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Medan bersilaturahmi dengan seluruh kader Pemuda Pancasila se Kecamatan Medan Marelan.

Selasa, 11 Agu 2020 00:03Berita Sumut

Nekat Curi Bahan Bangunan, Seorang Buruh Nginap di 'Kerangkeng'

Seorang pekerja bangunan nekat mencuri bahan bangunan berupa kusen pintu, kusen jendela, daun pintu dan seng. Namun sial baginya, buruh bangunan tersebut akhirnya ditangkap Polisi setelah pemilik rumah membuat laporan ke Polsek Delitua.

Senin, 10 Agu 2020 22:14Berita Sumut

FPI Belawan Bangun Rumah Tahfiz Al-quran untuk Masyarakat Secara Gratis

FPI Belawan membangun rumah Tahfiz dengan dana Rp 300 juta bertempat di Jalan Selebes Gang Rukun Kelurahan Belawan ll Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Proponsi Sumatera Utara.

Senin, 10 Agu 2020 21:54Berita Sumut

Debu Debu Vulkanik di Tebinggi 'Disapu Bersih' Satpol PP dan Damkar

Hujan debu vulkanik yang mumutihkam wajah kota Tebing Tinggi, Senin siang (10/08) sejak pukul 13.30 wib akhirnya berangsur hilang.

Senin, 10 Agu 2020 21:19Berita Sumut

Tangan Diborgol Polisi Pria Ini Ngotot Sama Wartawan Bilang "Aku Bukan Tersangka"

ersandung kasus penyalahgunaan Narkotika yang diduga memiliki jenis sabu, Pria berinisial FAP diamankan dpersonil Sat Narkoba Polres Siantar dari Jalan Mojopahit Gang Kinantan, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara.