• Home
  • Opini
  • Tolak Masjid dijadikan "Komoditas Politik" Sesaat

Tolak Masjid dijadikan "Komoditas Politik" Sesaat

Eddy Iriawan Selasa, 24 April 2018 20:30 WIB
Matatelinga
Oleh : Eddy Iriawan

MATATELINGA, Opini- Tahun demokrasi yang sudah di depan mata-konteks pilpres/pileg- sudah terasa sejak awal tahun ini. Apalagi ditambah 'makanan pembuka' Pilkada serentak yang sejatinya tidak juga bisa dijadikan miniatur konstalasi dinamika partai politik secara nasional. Apalagi praktek pragmatisme dan belum adanya sistem kepartaian yang permanen semakin menguatkan arah dan tujuan dari partai politik yang cenderung lebih dominan "ungsi"  hasrat kekuasaannya ketimbang menjalankan fungsi-fungsi ideal partai politik, setidaknya bagaimana masyarakat bisa cerdas berpolitik.

Psy war  dari elit-elit partai menjadi menu hidangan yang saban hari disuguhkan media massa-baik main stream maupun media sosial- yang nyaris tiada henti setiap saatnya. Upaya membangun kebersamaan (togetherness)  visi dan misi partai seakan seperti gayung bersambut yang saling bersahutan. "Pertarungan" kiblat Prabowo vs Jokowi yang terlanjur terbangun pasca Pilpres 2014 lalu kini  seakan memulai memasuki ronde ke-2 yang sudah dirasakan atmosfernya.

Bahkan perang statement  dengan isu-isu sensitif dan beresiko semakin melebar dengan melibatkan para pendukung kedua "poros". Yang terkini adalah arguementatif "Gerkan Nasional Jutaan Relawan Dukung Joko Widodo" yang menstimulasi masyarakat agar menolak politisasi  masjid atau Gerakan Antipolitisasi Masjid. Seyogianya gerakan-gerakan seperti ini bukan hal baru.

Semuanya berawal dari akumulasi "kemarahan" umat Islam terhadap mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang mencampuradukkan politik praktis dengan persoalan main area nya umat Islam soal kepemimpinan. Namun yang menjadi persoalan dan tanda tanya besar adalah pihak-pihak yang meleburkan diri dalam gerakan yang sejatinya juga sangat politis.

Sah dan nyata bahwa gerakan ini bukan sebagai gerakan moral akan sangat kentara karena aktor-aktor yang mengkampanyekan gerakan ini bukan dari mereka-mereka yang 'steril' dari afiliasi-afiliasi kelompok maupun poros yang setidaknya sedang di"kontestasikan" baik oleh media maupun partai politi. Embe-embel Relawan Dukung Jokowi menjadi upaya "pembodohan" yang coba di "paten"kan sebagai sebuah gerakan moral yang murni akan menjadi kebablasan.

Setidaknya ada empat poin yang memaksa nalar berpikir masyarakat akan menjadi tidak paralel dengan gerakan ini.

Pertama . Tema yang diangkat sebagai isu politisasi yang mengkaitkan rumah ibadah umat Islam  dengan kepentingan politik prakis akan muncul preudice  sebagai sebuah intervensi tehadap umat Islam oleh kekuatan-kekuatan partisan tertentu. Menjadi sebuah "deintelektualisasi" para ulama, tokoh-tokoh Muslim, cerdik pandai Muslim dan lainnya terhadap gerakan ini. Gerakan ini seakan mengabadikan kapasitas para pemimpin Islam di Indonesia yang di opini  kan tidak memberi pencerahan kepada umat bahwa masjid tidak boleh dipersonifikasikan sebagai "rumah perjuangan politik praktis kekinian".

Kedua. Pilihan kosa kata masjid dalam konteks kampanye ini juga tidak bijak dan sangat tendensius, apalagi dalam situasi psikologi umat Islam yang saat ini seperti di marginalkan  oleh rezim saat ini. Dinamika dan hiruk pikuk Pilkada DKI yang penuh dengan pertentangan umat seharusnya tidak coba kembali digiring ke arah konstruktif. Namun malah sebaliknya dibangun persepsi-persepsi publik yang tidak menuntun bangsa ini menuju rekonsiliasi nasional untuk persatuan. Akan memunculkan kecemburuan umat Islam terhadap kampanye ini yang tanpa tendeng aling-aling menyebut anti politisasi masjid dan bukannya anti politisasi tempat ibadah. Pertanyaannya, apakah memang seburuk itu para relawan memandang aktivitas keagamaan di masjid saat ini ?

Ketiga. Masjid sebagai tempat beribadahnya umat Islam tidak hanya sebagai tempat ritual ibadah (sujud) semata . Namun masjid juga berfungsi banyak hal untuk kemaslahatan umat. Diantaanya fungsi untuk bisa mengakifkan kemampuan akal dan pikiran umat dalam melihat berbagai persoalan kehidupan duniawi melalui berbagai forum di masjid. Dengan kemampuan mengolah pikiran tersebut, umat Islam akan bisa menegakkan keadilan dan mencegah berbagai kemungkaran yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, termasuk persoalan politik umat sekalipun. Akan berbeda konteksnya jika masjid dianggap sebagai tempat untuk gerakan politik untuk golongan tertentu.

Keempat. Phobia berlebihan terhadap eksistensi masjid ternhyata masih menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kelompok-kelompok tertentu. Namun irosninya, "realitas sosial semu" ini hanya nyaring manakala pesta-pesta politik seperti yang sedang berlangsung saat ini dan bukan sebagai sebuah gerakan moral yang berkesinambungan untuk mengkritisi seluruh pemanfaatkan simbol-simbol agama jika memang ada kecurigaan seperti itu. Sehingga jangan dipersalahkan jika menjadi sebuah keniscayan jika pada akhirnya gerakan-gerakan seperti ini dicurigai sebagai gerakan Politisasi juga.

Penulis merupakan praktisi media di Sumut
Editor: Faeza

T#g:
Komentar
Rabu, 30 Sep 2020 12:00Internasional

Fenomena Debat Presiden AS, Joe Biden Suruh Tutup Mulut Bawel Trump

Soal fenomena hangat pada debat presiden AS 2020 pertama pada hari Selasa (29/9/2020) antara Presiden Republik Donald Trump dan penantang Demokrat Joe Biden menjelang pemilihan 3 November seperti yang dilansir dari Reuters:

Rabu, 30 Sep 2020 11:30Lifestyle

Ayo Tonton ! Film Korea Terbaru Joo Ji Hoon Berjudul Silence

Film Korea terbaru berjudul Silence semakin menambah deretan aktor dan aktris yang memukau. Film ini akan menampilkan akting Joo Ji Hoon hingga Lee Sun Gyun.

Rabu, 30 Sep 2020 11:20Berita Sumut

Kabaharkam Polri : Ciptakan Pilkada Damai Plus Protokol Kesehatan dan Stop Hoax

Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto meminta pelaksanaan Pilkada Serentak tetap mengacu pada protokol kesehatan dan sesuai aturan PKPU yang telah ditetapkan, hindari keramaian, stop hoax dan damai.

Rabu, 30 Sep 2020 11:10Berita Sumut

Pasangan AMAN Bersinergi dengan Pemuka Agama Dalam Pembangunan Umat

Calon Wakil Walikota Medan nomor urut 1, Salman Alfarisi berkesempatan menjadi imam shalat isya berjamaah dan mengisi ceramaah di Masjid Raudhatul Islam di Jalan Sekata Lingkungan 16, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Selasa (29/9/2020) malam.

Rabu, 30 Sep 2020 11:00

Debat Pertama Biden dan Trump Amburadul dan Sengit

Calon Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan pesaingnya dari Partai Demokrat Joe Biden bertarung sengit atas kepemimpinan Trump dalam

Rabu, 30 Sep 2020 10:55Berita Sumut

Polrestabes Medan Dikabarkan Ringkus 3 Warga Tanjungbalai Bawa 9 Bungkus Sabu

Tim Sat Res Narkoba Polrestabes Medan dikabarkan berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu yang dibawa dari Kota Tanjungbalai ke Kota Medan. Informasi menyebutkan, dari pengungkapan itu, polisi berhasil meringkus 3 pelaku dan menyita 9 kg sabu.

Rabu, 30 Sep 2020 10:15Ekonomi

Harga Emas Spot Turun Bertengger di Level US$1.893,63 Per Ons Troi

Hari ini, harga emas spot turun pada Rabu (30/9) pagi. Mengutip Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, harga emas spot bertengger di level US$ 1.893,63 per ons troi alias melemah 0,23%.

Rabu, 30 Sep 2020 10:00Ekonomi

Kurs Rupiah Dibuka Naik di level Rp14.858 Per Dolar

Hari ini, nilai tukar rupiah di pasar spot langsung melejit di awal perdagangan hari ini. Rabu (30/9), rupiah spot dibuka di level Rp 14.858 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rabu, 30 Sep 2020 09:45Ekonomi

Harga Minyak Mentah Kembali Melemah

Awal perdagangan harga minyak mentah kembali melemah untuk hari kedua dan memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya di tengah

Rabu, 30 Sep 2020 09:45Berita Sumut

Hari Kedua Supervisi Ops Aman Nusa II, Kabaharkam Polri Kunjungi Polres Sergai

Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto melakukan kunjungan ke Polres Serdang Bedagai, Sumatera Utara, didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin.

Rabu, 30 Sep 2020 09:30Ekonomi

Pagi Ini, IHSG Turun 0,25% ke Level 4.866,89.

Pada perdagangan Rabu (30/9/2020) pukul 9.07 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah berbalik arah melemah 12,21 poin atau 0,25% ke 4.866,89.

Rabu, 30 Sep 2020 09:15Berita Sumut

Pjs. Bupati Sergai Terbitkan Perbup Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan

Pasca dilantik sebagai Penjabat sementara (Pjs) Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Ir. H. Irman, M.Si, langsung melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Usai memimpin rapat koordinasi pemerintahan dan pembangunan, Sen

Rabu, 30 Sep 2020 09:00Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Lagi Berada di Rp1.016.000 Per Gram

Pada perdagangan Rabu (30/9) harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik di pasar spot.

Rabu, 30 Sep 2020 08:30Internasional

Azerbaijan dan Armenia Menolak Damai!, Perang Semakin Sengit !

Kedua negara menloak berdamai membuau Konflik antara Armenia dan Azerbaijan semakin sengit. Masing-masing pihak menuduh pihak yang lain menembak terlebih dulu ke wilayah masing-masing. K

Rabu, 30 Sep 2020 08:15Internasional

Veteran Pembela Persatuan Arab Emir Sheikh Sabah Wafat di AS

Saat ini, Kuwait tengah berduka. Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah meninggal dunia pada Selasa (29/9/2020) dalam usia 91 tahun.

Rabu, 30 Sep 2020 08:00Aceh

Amirullah: Meski Covid-19, Budidaya Tiram Jangan Terhenti

Budidaya tiram atau kerang hijau secara modern akibat memiliki prospek yang cerah bagi warga kota yang tinggal di kawasan pesisir walau di tengah pandemi COVID-19, terus dikembangkan.